Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 201. Balkon hotel


__ADS_3

***Balkon hotel***


Jackson mengunci pintu kamar hotel setelah pelayan hotel room service berjalan keluar bersama meja yang di dorongnya, lalu Jackson berjalan ke balkon hotel dan duduk di samping Rossy.


Dari atas balkon hotel, Jackson dan Rossy bisa melihat dengan jelas  cahaya gemerlapan dari lampu-lampu bangunan yang menyala jauh di sana.


Pemandangan yang sangat indah disertai hembusan angin malam yang bertiup dengan perlahan.


Rossy melihat di atas meja ada nyala lilin sehingga suasana menjadi  temaram dan terkesan romantis.


Rossy melihat dengan saksama gelas panjang yang berisi lilin di dalamnya dengan tempelan bunga hias di dalam gelas itu.



Sewaktu pelayan hotel room service selesai menghidangkan makanan dan wine merah di atas meja, pelayan hotel itu menyalakan lilin yang sudah tersedia di atas meja. Rossy tahu lilin ini pasti dipersiapkan oleh Jackson.


"Candle light dinner," kata hati Rossy.


Dugaan Rossy tidaklah salah karena pada saat Jackson dan Rossy menonton di bioskop, Bagaskara langsung menuju ke hotel mewah ini dari taman bermain tadi.


Bagaskara yang mendekorasi suasana di dalam kamar hotel, kamar mandi, dan balkon atas perintah Jackson.


Kemudian memesan dinner untuk Jackson dan Rossy yang disesuaikan dengan waktu kapan mereka tiba di hotel sehingga dinner mereka masih dalam keadaan hangat.


Bagaskara melakukan semuanya dengan sempurna mengikuti  permintaan sempurna dari Jackson.


"Cantik sekali," puji Rossy sambil menunjuk lilin yang berada di atas meja.


Jackson menganggukkan kepalanya dan merasa senang karena Rossy menyukai semua yang dipersiapkan olehnya.


Jackson menatap dua piring salmon saus lemon dan satu botol wine merah yang berada di atas meja.


Sebenarnya Jackson tahu  pilihan wine disesuaikan  dengan makanan yaitu "white goes with white and red goes with red”.


Hal ini berarti wine putih cocok dengan daging putih, sementara  wine  merah cocok dengan daging merah.


Kencan candle light dinner romantis paling cocok minum wine merah, tetapi karena Jackson trauma terhadap masakan steak sapi yang seharusnya dipadukan dengan wine merah, Jackson memilih makanan dinner untuk mereka berdua adalah ikan salmon.


Masakan ikan bisa dipadukan dengan wine merah maupun wine putih.


Jackson memotong salmon steak saus lemon di hadapannya menjadi potongan kecil. Kemudian Jackson menukar piringnya dengan piring Rossy.


"Makanlah," ucap Jackson dengan suara lembut.


"Iya," jawab Rossy sambil tersenyum melihat salmon steak saus lemon yang sudah di potong oleh Jackson di hadapannya.


Mereka berdua pun makan dinner dengan tenang.


Jackson mencicipi tiga potongan kecil salmon steak saus lemon di hadapannya.

__ADS_1


"Aku yakin steak salmon saus lemon masakanmu pasti lebih enak," kata Jackson.


Rossy tertawa kecil mendengar pujian Jackson.


"Jackson! Chef di hotel ini pastilah chef terkenal. Salmon steak saus lemonnya sangat enak. Aku menyukainya," kata Rossy.


"Aku lebih menyukai masakanmu," kata Jackson dengan wajah serius.


"Baiklah. Aku akan memasaknya untukmu sewaktu di Mansion Wijaya," janji Rossy dengan perasaan hati yang berbunga-bunga.


Sebagai seorang koki, merupakan kebanggaan sendiri jika masakannya disukai oleh orang lain. Apa lagi semua masakannya disukai oleh Jackson yang akan menjadi pasangan hidupnya selamanya.


Jackson menuangkan wine merah ke gelasnya dan gelas Rossy. Kemudian Jackson mengangkat gelas wine dan memutarnya secara perlahan untuk mengeluarkan aroma khas dari wine.


Beberapa saat kemudian Jackson mencium aroma wine merah di gelasnya. "Wine yang bagus," puji Jackson.


Jackson melihat ke arah Rossy yang masih menikmati salmon steak saus lemonnya.


"Rossy! Cheers," ucap Jackson sambil mengangkat gelas wine.


Rossy meletakkan pisau dan garpunya di meja, kemudian mengangkat gelas wine miliknya.


"Cheers," kata Rossy dan langsung minum satu teguk wine, sedangkan Jackson mengulum wine di dalam mulutnya selama beberapa detik sebelum di telan.


Jackson yang sudah sering bertemu dengan rekan bisnis, tahu pasti bagaimana cara menikmati wine merah.


Jackson tertawa kecil melihat pipi Rossy yang merona merah karena satu teguk wine merah.


"Rossy. Kamu harus mengulumnya beberapa detik di dalam mulut sebelum menelannya," kata Jackson dengan suara lembut.


Rossy menganggukkan kepalanya.


"Coba minum lagi dan ikuti caraku," kata Jackson.


Jackson memperagakan bagaimana dirinya minum wine di depan Rossy.


Rossy mengangkat gelas wine, memutarnya sebentar seperti yang diperagakan Jackson tadi. Kemudian mencium aroma wine merah dari gelasnya.


Rossy meneguk perlahan wine merah, mengulumnya sebentar di dalam mulut sebelum menelannya.


Jackson duduk dengan tenang sambil melihat Rossy mencicipi wine merah.


"Bagaimana? Rasanya lebih enak kan?" tanya Jackson.


"Iya," jawab Rossy.


Mereka berdua pun melanjutkan  menikmati dinner sambil melihat pemandangan malam dari atas balkon hotel.


Jackson hanya makan lima potongan kecil salmon steak saus lemon di piringnya dan lebih menikmati minum wine merah di gelasnya.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, Rossy sudah menghabiskan salmon steak saus lemon di piringnya sehingga Jackson menatap wajah Rossy.


"Ayo kita masuk ke dalam," ajak Jackson sambil berdiri dan memegang botol wine beserta gelasnya.


Rossy mengikuti Jackson dari belakang sambil memegang gelas wine miliknya.


 ***


Di dalam kamar hotel, Jackson meletakkan botol wine dan gelasnya di atas meja yang berada di depan sofa. Rossy juga meletakkan gelasnya di atas meja itu.


Jackson memeluk pinggang Rossy dan berbisik di telinganya.


"Rossy. Kamu mandi dulu ya," kata Jackson.


Hembusan napas hangat Jackson di telinga Rossy membuat telinga wanita muda itu merona merah seketika.


Hanya beberapa patah kata dari mulut Jackson sudah membuat pikiran Rossy melayang jauh.


"Atau...mau mandi bersama?" tanya Jackson sambil menggigit daun telinga Rossy dengan lembut.


Mata Rossy membulat besar setelah mendengar perkataan Jackson.


"Aku mandi sekarang," jawab  Rossy dengan cepat dan melepaskan tangan Jackson yang melingkar di pinggangnya.


Rossy berlari kecil masuk ke dalam kamar mandi dan menguncinya dengan tergesa-gesa.


Jackson ang melihat tingkah Rossy hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum lebar.


"Sebentar lagi kamu tidak akan bisa lari," batin Jackson.


***


 Di dalam kamar mandi, Rossy terpana dengan bathtub yang terisi penuh kelopak bunga mawar.


Rossy berendam di dalam bathtub sambil memainkan kelopak bunga mawar yang berada di tangannya.


Rossy merasakan tubuhnya lebih segar. Sampo dan sabun cair yang berada di dalam kamar mandi hotel beraroma bunga mawar sehingga seluruh tubuh Rossy beraroma bunga mawar.


***


Halo readers. Bab ini author up pukul 17.45 WITA.


Masih ada satu bab lagi ya nanti malam yaitu malam panas kedua dengan biang kerok atau tanpa biang kerok ya? 🤣🤣🤣


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE

__ADS_1


__ADS_2