
**Rumah Hartono**
Wulan Sari segera berlari menghampiri Violet. "Apa yang terjadi Violet?" tanya Wulan Sari sambil menggandeng Violet dan mendudukkan putri kesayangannya di sofa.
Beberapa saat kemudian, Wulan Sari mengambil kapas, alkohol, dan betadine dari kotak obat.
"Aku di pecat, Mom! Semua gara-gara Rossy!" teriak Violet.
Wulan Sari membersihkan luka lecet di siku dan lutut Violet dengan alkohol sebelum mengoleskan betadine.
"SA..SA...SAKIT! Dasar Rossy si*lan!" Violet mengumpat kasar dan semua ucapan sumpah serapah keluar dengan lancar di mulutnya.
Wulan Sari tidak mengucapkan sepatah kata pun dan membiarkan Violet melampiaskan semua rasa kesalnya melalui umpatan kata-kata kasar.
"Rossy lagi! Sekarang aku dikontrol oleh Boris juga karena Rossy!" kata hati Wulan Sari.
Beberapa saat kemudian Violet menghentikan umpatan kasarnya karena merasa haus.
"Mom! Haus!" ucap Violet dengan manja.
Wulan Sari berdiri dari sofa ruang tamu dan berjalan menuju dapur, lalu kembali ke sana sambil membawa segelas air putih untuk Violet.
Violet langsung meneguk habis air putih di dalam gelas itu. Violet baru teringat sampai sekarang perutnya sama sekali belum terisi makanan atau pun minuman.
"Mom! Aku mau pesan GoFood. Mom mau makan apa?" tanya Violet.
"Mom sudah lunch tadi. Kamu pesan untukmu saja," jawab Wulan Sari dengan suara lembut.
Wulan Sari merasa iba dengan putri semata wayangnya yang kelaparan sampai sekarang.
Violet segera memesan makanan melalui aplikasi GoJek yang ada di dalam handphone miliknya.
Wulan Sari duduk dengan tenang di samping Violet sambil mengamati sekali lagi tubuh putri semata wayangnya dari atas kepala sampai ujung kali.
"Kenapa pipi dan hidungmu memar?" tanya Wulan Sari.
Violet menghembuskan nafasnya dengan kasar. Kemudian menceritakan semua kejadian yang terjadi hari ini.
Mulai dari dirinya mengikuti Jackson Wijaya ke Healing Hands Hospital hingga terjatuh di lantai tanpa ada seorang pun yang membantunya. Setelah itu pulang ke Perusahaan Wijaya dan dipecat serta di usir keluar. Lalu bertemu dengan Indra Wijaya yang mengantarnya pulang.
"Jadi Indra Wijaya sepupunya Jackson Wijaya sama sekali gak ada power di Perusahaan Wijaya untuk membantumu mempertahankan pekerjaan itu?" tanya Wulan Sari untuk kepastian sekali lagi.
"Iya, Mom. Dia langsung menolak permintaanku tadi," jawab Violet.
Wulan Sari pun menghela napas panjang. Semua harapannya menjadi musnah dalam sekejap mata.
Jackson Wijaya bukanlah pria hidung belang atau pun pria yang bisa dengan mudah merubah pendirian hatinya.
Terbukti Violet sama sekali tidak bisa menarik perhatian Jackson Wijaya.
__ADS_1
Jackson Wijaya benar-benar mencintai Rossy dan rasa cinta itu sangatlah dalam.
Sama seperti rasa cinta Thomas terhadap Isabella puluhan tahun yang lalu sehingga waktu itu Wulan Sari juga tidak bisa mendapatkan cinta Thomas.
Kematian Isabella sewaktu melahirkan Rossy yang membuat Wulan Sari mempunyai kesempatan untuk memiliki Thomas.
Wulan Sari tahu Jackson Wijaya bukanlah pria sembarangan. Selama Jackson Wijaya menjadi beking dari Rossy, maka dirinya akan sulit melukai Rossy.
"Violet! Kamu beristirahat aja dulu beberapa hari di rumah sambil memikirkan rencana yang bagus lagi," kata Wulan Sari.
Wulan Sari ingin Violet menenangkan diri terlebih dahulu dan tidak bertindak gegabah.
Wulan Sari sangat mengetahui sifat Violet. Jika kemarahan dan kebencian masih menyala di hati Violet, maka besar kemungkinan Violet akan bertindak gegabah yang malahan bisa membuat semuanya bertambah kacau.
"Baiklah Mom!" jawab Violet.
***Restoran Hartono***
Agung sudah menghabiskan lunch bakmi ayam legendarisnya dalam waktu yang lama dan masih berada di Restoran Hartono mengobrol bersama Thomas.
Thomas ingin meminta pendapat Agung mengenai Rossy.
Pagi ini Rina, pelayan Restoran Hartono yang selama ini bertugas memotret foto polaroid pelanggan setia Restoran Hartono, tidak bisa menutupi rasa penasarannya lagi.
Rina memperlihatkan video lamaran romantis Jackson ke Rossy di taman bermain.
Bahkan Rina lah yang memotret foto polaroid Thomas bersama Rossy dan foto itu masih menempel dengan indah di dinding dalam Restoran Hartono.
Thomas sangat terkejut melihat video itu dan akhirnya sadar selama ini pemeran utama wanita dalam video lamaran romantis yang sering di puji-puji pelanggan setianya ternyata adalah putrinya, Rossy.
Berbagai pertanyaan muncul di dalam pikiran Thomas. Selama ini Thomas sudah tahu Rossy sedang menjalin hubungan kasih dengan pria, yang merupakan ayah kandung dari cucu yang di bawa pulang Rossy lima tahun yang lalu.
Thomas tidak menyangka ternyata pria itu adalah Jackson Wijaya, CEO muda Perusahaan Wijaya.
Bukannya Jackson Wijaya sudah mempunyai seorang putra juga?
Thomas khawatir Rossy akan terjebak dalam hubungan pernikahan yang tidak bahagia. Thomas Hartono ingin Rossy bisa bahagia selamanya.
Ketika Agung datang ke Restoran Hartono untuk lunch bakmi ayam legendaris, Thomas teringat Agung pernah menanyakannya tentang video lamaran romantis itu dan juga Agung pernah melihat wajah Rossy di pesta pertunangan Violet waktu itu sehingga Thomas yakin Agung mengenali Rossy di video lamaran romantis itu.
"Tuan Agung! Aku sudah melihat video lamaran romantis di taman bermain itu. Ternyata wanita dalam video itu adalah Rossy. Tuan Agung sudah menyadarinya sejak awal bukan?" tanya Thomas.
"Iya Thomas. Aku sudah menyadarinya sejak awal," jawab Agung sambil tersenyum.
"Apa yang harus aku lakukan?" tanya Thomas secara spontan.
Agung bisa membaca raut wajah gelisah Thomas.
"Thomas! Apakah kamu tidak senang Jackson Wijaya menjadi menantumu?" tanya Agung tanpa basa-basi.
__ADS_1
"Bukan begitu Tuan Agung. Jackson Wijaya adalah seorang CEO muda yang sukses dan juga tampan. Dia sangat serasi dengan Rossy. Kemungkinan besar dia adalah ayah kandung dari putra Rossy, tetapi Jackson Wijaya juga mempunyai seorang putra yang diketahui oleh semua orang. Aku takut Rossy dan cucuku akan dipergunjingkan banyak orang. Hal itu bisa membuat pernikahan Rossy menjadi tidak bahagia nantinya," jawab Thomas panjang lebar mengenai kekhawatirannya.
"Tenang aja, Thomas. Aku yakin Jackson akan menjadi ayah dan suami yang baik. Mengapa kamu tidak pernah berkepikiran mungkin saja anak Jackson Wijaya itu juga anaknya Rossy?" tanya Agung sambil tersenyum lebar.
Mata Thomas membulat besar karena sangat syok dengan perkataan Agung.
"Maksud Tuan Agung.....cucuku kembar?" tanya Thomas dengan nada tidak percaya.
"Mungkin saja. Kamu bisa tanyakan langsung ke Rossy," jawab Agung.
Bersamaan dengan itu handphone Thomas berdering. Thomas mengeluarkan handphone dari kantong celananya.
"Rossy," kata Thomas sambil melihat ke arah Agung.
"Tanyakan saja!" kata Agung sambil menganggukkan kepalanya.
Agung tahu Thomas sedang meminta pendapatnya. Thomas Hartono segera mengangkat panggilan telepon.
"Halo Rossy," sapa Thomas.
"Ayah sudah lunch?" tanya Rossy.
"Sudah!" jawab Thomas dengan singkat.
"Ayah! Sabtu ini aku akan dinner di Restoran Hartono," kata Rossy.
"Benarkah? Ayah akan memasak banyak makanan kesukaanmu," ucap Thomas sambil tersenyum.
Thomas sangat senang bisa dinner bersama Rossy sabtu ini.
***
Halo readers tercinta.
Terima kasih dukungannya terhadap novel ANAK GENIUS : CEO & HIS PRIVATE CHEF.
Author merencanakan akan menamatkan novel ini di awal Januari 2022. Jadi hanya tinggal beberapa bab lagi ya.
Author harap readers baca terus ceritanya setiap hari hingga tamat 🤗🤗🙏.
Akan ada satu konflik terakhir yaitu di hari sabtu ketika Rossy membawa Kelvin kontrol ke Healing Hands Hospital.
Penasaran kan apa saja yang akan terjadi di hari sabtu? Di tunggu ya readers.
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE
__ADS_1