Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 245. Gembira


__ADS_3

***Restoran Hartono***


Thomas sangat senang karena Rossy akan dinner bersamanya di Restoran Hartono.


"Rossy! Kamu datang sendiri?" tanya Thomas.


"Aku datang bersama Jackson , Kelvin,dan Chandra," jawab Rossy dengan jujur.


"Jackson Wijaya, CEO Perusahaan Wijaya?" tanya Thomas.


"Iya ayah," jawab Rossy.


Rossy menduga Thomas pasti sudah melihat video lamaran romantis Jackson di taman bermain.


"Kelvin dan Chandra?" tanya Thomas lagi.


Entah mengapa Thomas merasakan degup jantungnya berdetak sangat kencang karena sangat antusias mendengar jawaban Rossy apakah sesuai dengan perkiraan Agung tadi.


"Chandra dan Kelvin putra kembarku, ayah!" jawab Rossy.


"Kembar?" teriak Thomas spontan.


"Iya, ayah! Aku video call saja ya," ucap Rossy dan menutup sambungan telepon dengan segera.


***


Sejak Jackson berangkat ke Perusahaan Wijaya, Rossy ke kamar Kelvin bersama Chandra.


Kelvin sangat antusias dan gembira dengan poster besar pikachu yang di tempel di dinding kamarnya.


Sementara Chandra sibuk memperkenalkan kamar baru untuk Kelvin. Mereka berdua sangat akur dan mengobrol panjang lebar.


Bahkan Chandra berbisik di telinga Kelvin untuk memberitahukannya sebuah rahasia tentang kamar baru Kelvin.


Rahasia itu juga belum diketahui oleh Rossy. Mata Kelvin berbinar-binar setelah mendengar rahasia itu.


Rossy sangat bahagia dan  tersenyum kecil melihat tingkah laku kedua putra kembarnya.


Rossy tahu sejak kecil Kelvin mengharapkan mempunyai saudara dan harapannya terkabul sekarang sehingga Rossy membiarkan Kelvin dan Chandra memupuk hubungan persaudaraan mereka saat ini.


Rossy yang teringat akan rencana dinner sabtu nanti, segera  menelepon Thomas.


***


Beberapa kemudian handphone Thomas berbunyi lagi. Thomas semakin gugup dan tanpa sadar merapikan rambutnya dengan tangannya terlebih dahulu sebelum menekan tombol untuk menerima panggilan video call.


"Halo," ucap Thomas dengan suara yang bergetar sambil menatap intens layar handphone.


"Ayah! Ini Chandra!" kata Rossy.


"Kakek!" Wajah Chandra muncul di layar handphone Thomas.


Chandra menyapa Thomas dengan sopan. Mata Thomas membulat besar dan segera melirik ke arah Agung yang duduk di hadapannya sambil tersenyum.


Thomas mengenali Chandra adalah cicit Agung yang pernah ke Restoran Hartono untuk lunch bakmi ayam legendaris.

__ADS_1


Belum hilang rasa keterkejutan Thomas, di layar handphone muncul lagi seorang anak laki-laki di samping Chandra.


Anak laki-laki yang berpakaian sama dengan Chandra, hanya berbeda warna saja dan wajah anak laki-laki itu sangat mirip dengan Chandra.


Chandra memakai baju warna coklat dan Kelvin memakai baju warna biru. Mereka memakai baju dengan warna kesukaan masing-masing.


"Halo kakek! Aku Kelvin! Mommy suka memanggilku Vin Vin. Sabtu ini kita dinner di restoran kakek ya.  Kata mommy, restoran kakek dekat pantai. Aku belum pernah ke pantai dan ingin main di sana," ucap Kelvin panjang lebar dan dengan ekspresi wajah yang senang dan antusias.


"Iya, iya! Kakek akan memasak banyak makanan enak untuk kalian," jawab Thomas dengan mata berkaca-kaca.


Thomas merasa bersalah terhadap Kelvin karena lima tahun yang lalu, dirinya meminta Rossy untuk menitipkan Kelvin ke panti asuhan.


Kelvin yang besar di panti asuhan pasti tidak akan selincah dan energik seperti sekarang.


"Oke Ayah! Sampai ketemu sabtu nanti," kata Rossy.


Rossy berdiri di belakang kedua putra kembarnya sehingga wajah mereka bertiga muncul di layar handphone Thomas.


"Bye bye kakek!" kata Kelvin dan Chandra bersamaan.


"Bye bye cucu-cucuku yang tampan!" kata Thomas.


Senyum lebar masih mengembang di sudut bibir Thomas setelah menutup sambungan telepon.


***


"Thomas. Mereka akan dinner di sini sabtu nanti?" tanya Agung.


"Iya Tuan Agung," jawab Thomas sambil menganggukkan kepalanya. Kemudian Thomas teringat akan wajah Chandra.


"Iya!" jawab Agung dengan singkat dan yakin.


"Tuan Agung sudah lama tahu hubungan Rossy dan Jackson Wijaya?" tanya Thomas.


"Aku baru mengetahuinya ketika di pesta pertunangan itu. Aku tidak memberitahukanmu hal itu karena aku rasa Rossy yang paling berhak memberitahukannu semuanya," jawab Agung dengan tenang.


Agung yakin Thomas tidak akan menyalahkannya yang selama  ini menutupi kenyataan.


"Iya Tuan Agung. Rossy anak yang baik. Dia pasti akan memilih waktu yang tepat untuk memberitahukanku dan sekarang aku sangat gembira dengan kabar baik ini," kata Thomas sambil tertawa kecil.


"Thomas! Tidak lama lagi kita akan menjadi besan!" ucap Agung.


"Iya Tuan Agung!" jawab Thomas.


"Setelah kamu bertemu Jackson dan cicit-cicitku, giliran kalian semua datang ke Vila Wijaya mengunjungiku," kata Agung.


"Baik, Tuan Agung!" jawab Thomas sambil tersenyum lebar.


***Rumah Hartono***


Malam hari Thomas membawa banyak sekali masakan dari Restoran Hartono untuk dinner bersama Wulan Sari dan Violet.


Wulan Sari merasa heran dengan suasana hati Thomas yang sangat gembira.


"Jangan-jangan Rossy bertemu Thomas lagi hari ini?" kata hati Wulan Sari.

__ADS_1


Thomas terkejut saat melihat wajah memar Violet dan luka di siku serta lututnya.


"Violet! Kenapa tubuhmu banyak luka?" tanya Thomas dengan nada khawatir.


"Ayah! Aku terjatuh di kantor. Jadi beberapa hari ini akan istirahat di rumah," jawab Violet sambil makan dinner.


Tadi Violet dan Wulan Sari sudah memikirkan alasan apa yang harus dikatakan ke Thomas supaya Thomas tidak merasa curiga.


"Lukamu perlu ke dokter kah?" tanya Thomas.


"Hanya luka lecet saja. Mom sudah mengobatinya dengan betadine," jawab Violet.


Thomas menganggukkan kepalanya dan melanjutkan menyantap dinner. Wulan Sari yang tidak bisa menahan rasa penasarannya, akhirnya membuka mulutnya untuk bertanya kepada Thomas.


"Thomas! Kamu senang sekali hari ini! Apakah Rossy datang ke Restoran Hartono lagi?" tanya Wulan Sari.


"Rossy hanya meneleponku hari ini," jawab Thomas sambil tersenyum.


"Oh begitu?" kata Wulan Sari sambil menarik napas lega.


Violet yang mendengarkan nama Rossy, spontan mengunyah makanannya dengan kesal.


Pikirannya melayang lagi ke kejadian tadi siang di Healing Hands Hospital. Rossy yang ditolong oleh Jackson dan dokter yang tampan, sedangkan dirinya dibiarkan tergeletak di lantai.😂


Thomas memikirkan masakan-masakan apa yang akan di masaknya untuk menyambut keluarga kecil Rossy sabtu ini.


Beberapa saat kemudian, Thomas teringat akan permintaan Wulan Sari untuk bertemu dengan Rossy. Akan tetapi, di telepon tadi Rossy hanya bilang akan dinner bersamanya tanpa mengucapkan nama Wulan Sari dan Violet.


Dalam hati kecil Thomas pun ingin dinner dengan tenang bersama Rossy dan cucu kembarnya.


Thomas masih mengingat jelas tuduhan Wulan Sari dan Violet sebagai penyebab Febrian membatalkan pertunangan.


Walaupun akhirnya Thomas sudah menjelaskan kepada mereka berdua bahwa semuanya adalah salah paham, tetapi Thomas tahu Wulan Sari dan Violet masih ada sedikit rasa tidak suka terhadap Rossy sehingga Thomas memutuskan tidak mengajak Wulan Sari dan Violet bergabung dinner.


"Rossy ingin dinner bersamaku sabtu ini," kata Thomas.


"Apa?" teriak Wulan Sari dan Violet bersamaan.


"Hanya dinner biasa saja. Lain kali aku akan membawanya dinner ke rumah Hartono. Sabtu ini kalian tidak perlu bergabung," lanjut Thomas.


***


Jreng Jreng Jreng.


Kedua nenek lampir kebakaran jenggot nih. Pastinya akan ada rencana jahat lagi.


Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya ya.


Tanpa terasa hari senin lagi nih. Di tunggu votenya ya readers yang baik hati 😁🤗🤗🙏


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE

__ADS_1


__ADS_2