
***Mansion Wijaya***
Rossy berendam di dalam bathtub yang berisi air hangat sambil menutup matanya.
Rasa sakit dan pegal di seluruh tubuh Rossy mulai berkurang dan Rossy sudah bisa berpikir jernih.
"Pasti karena jus stroberi," ucap Rossy dengan spontan.
Rossy ingat dengan jelas dirinya sedang berbicara dengan Jackson di ballroom Hotel H dan karena gugup menjawab pertanyaan Jackson, jus stroberi yang berada di gelas dalam genggaman tangannya di minum sampai habis.
Sejak saat itulah Rossy merasakan kepalanya pusing dan sekujur tubuhnya terasa panas.
"Violet," geram Rossy sambil mengepalkan kedua tangannya.
Rossy sangat yakin Violet sudah membuat rencana jahat dan busuk untuk menjebaknya di pesta pertunangan itu.
Rossy merasa beruntung ada Jackson yang melindunginya semalam sehingga rencana jahat Violet bisa digagalkan.
Beberapa saat kemudian Rossy meletakkan tangannya di atas perut rampingnya.
"Semoga malam panas semalam membuahkan hasil," gumam Rossy dengan suara kecil. Setelah selesai berendam air hangat, Rossy melanjutkannya dengan mandi dan keramas.
Sewaktu memakai kemeja yang diberikan oleh Jackson Wijaya tadi, Rossy terkejut dengan pantulan tubuhnya di cermin kamar mandi.
Di kulit tubuh mulus Rossy terlihat jelas banyak gigitan cinta yang di tinggalkan oleh Jackson semalam.
"Argh!" teriak Rossy sambil mempercepat gerakan tangannya mengenakan pakaian sehingga gigitan cinta di tubuhnya tidak terlihat lagi.
***
Baju kemeja Jackson sangat besar dan panjang hingga ke paha Rossy.
Rossy berjalan keluar dari dalam kamar mandi sambil memegang handuk di atas kepalanya.
Jackson sudah berpakaian rapi dan berjalan menghampiri Rossy. Jackson sangat menyukai penampilan Rossy dengan baju kemejanya yang membalut tubuh Rossy.
"Tidak ku sangka, Rossy terlihat sangat menawan dengan baju kemejaku. Aku akan memintanya memakainya selama berada di kamar tidurku," kata hati Jackson.
Jackson memegang tangan Rossy dan mengandengnya ke sofa yang berada di dalam kamar tidur Jackson.
Rossy duduk dengan patuh dan membiarkan Jackson mengambil handuk yang berada di tangannya.
"Rossy. Aku akan mengeringkan rambutmu," kata Jackson.
Jackson mengambil hair dryer yang sudah dipersiapkannya di atas meja dan mulai mengeringkan rambut panjang Rossy
Suasana kamar tidur menjadi tenang dan hanya terdengar suara hair dryer yang sedang di pegang oleh Jackson.
Jackson mengeringkan rambut Rossy dengan serius dan tangannya memegang setiap helai rambut Rossy dengan lembut.
Rossy merasa malu karena Jackson yang melayaninya sekarang. Rossy yakin tidak ada satu orang pun yang percaya bahwa Jackson Wijaya, CEO muda Perusahaan Wijaya yang angkuh dan dingin bisa membantu mengeringkan rambut seorang wanita.
Rossy berharap dalam hati kecilnya, hanya dirinya satu-satunya wanita yang mendapat perlakuan istimewa dari Jackson. Setelah rambut Rossy kering, Jackson mematikan hair dryer dan duduk di samping Rossy.
__ADS_1
"Rossy. Kita lanjutkan pembicaraan kemarin yang tertunda," kata Jackson sambil memegang tangan kanan Rossy.
"O....oke," jawab Rossy sambil menunduk.
Jackson teringat kembali Rossy yang ketakutan dan gugup di ballroom Hotel H semalam sewaktu dirinya mengajukan pertanyaan ke Rossy.
Jackson akui pada saat itu dirinya memang merasa kesal dan marah terhadap Rossy karena menutupi kenyataan bayi kembar yang dilahirkan oleh Rossy sehingga mungkin nada bicaranya terhadap Rossy waktu itu sangat keras.
Setelah mendengar penjelasan dari Felix dan Michelle semalam sewaktu Rossy bersikap aneh, Jackson percaya Rossy tidak bersalah lima tahun yang lalu.
Rossy sama sekali tidak mengetahui bayi yang dilahirkannya kembar karena Dokter Erik merahasiakannya.
Jackson menepuk lembut punggung tangan kanan Rossy.
"Rossy. Dokter Erik sudah siuman semalam," kata Jackson dengan suara lembut.
"Benarkah?" tanya Rossy sambil mengangkat kepalanya yang menunduk dan menatap wajah Jackson dengan mata berbinar-binar.
"Iya. Felix dan Michelle ke Healing Hands Hospital melihat keadaan Dokter Erik semalam," jawab Jackson.
"Kamu percaya kalau aku bilang tidak mengetahui telah melahirkan bayi kembar lima tahun yang lalu?" tanya Rossy dengan hati-hati.
"Aku percaya semua ucapanmu," jawab Jackson.
"Lima tahun yang lalu, aku mengira kamu membatalkan perjanjian untuk mengambil Kelvin sehingga aku bertekad untuk mengasuh Kelvin," ucap Rossy.
"Selama ini kamu dan Kelvin tinggal di Amerika?" tanya Jackson.
"Iya. Aku membawa Kelvin pulang karena penyakit leukimianya dan ternyata Kelvin tertukar dengan Chandra di airport. Aku baru mengetahui bayi yang dilahirkan lima tahun yang lalu adalah bayi kembar," jawab Rossy.
Dari video itu sudah terlihat jelas Kelvin dan Chandra tertukar secara tidak sengaja karena dirinya mengendong Kelvin yang pingsan meninggalkan airport terlebih dahulu.
Beberapa saat kemudian Jackson teringat akan sesuatu yang penting.
"Chandra adalah hacker yang membantumu selama ini?" tanya Jackson.
"Iya. Ternyata Chandra sudah mencari keberadaanku sejak kecil. Aku pun sudah melakukan tes DNA antara Kelvin, Chandra dan kamu ," jawab Rossy dengan jujur.
"Tes DNA?" tanya Jackson.
Seketika Jackson teringat akan tragedi rambut Rossy yang nyangkut di kancing bajunya karena Rossy beralasan mencabut rambut putih dari kepalanya.
Jackson sangat yakin saat itu Rossy mencabut rambutnya untuk tes DNA.
"Iya. Aku mencabut ram..."
Rossy menutup mulutnya dengan kedua tangannya spontan karena tahu Jackson sudah teringat akan tragedi rambutnya yang menyangkut di kancing baju Jackson waktu itu.
Jackson mendekatkan bibirnya ke telinga Rossy dan berbicara dengan suara kecil.
"Aku akan membuat perhitungan denganmu nanti malam," kata Jackson
Rossy terdiam sambil berpikir keras Jackson akan menggunakan cara apa untuk perhitungan dengannya nanti malam.
__ADS_1
Jackson berdiri dari sofa sambil menarik tangan Rossy.
"Ayo cepat ganti bajumu dan kita breakfast bersama. Aku ingin menemui Chandra dan Kelvin segera," ajak Jackson.
"Tunggu! Aku belum mengambil tasku!" kata Rossy dan mengambil tas pesta hitam yang telah di siapkannya di atas meja, sedangkan gaun pesta merah yang semalam dipakainya di pesta pertunangan Violet dan Febrian, sudah dilipat dengan rapi oleh Rossy dan berada di atas tempat tidur Jackson.
Jackson menggenggam erat tangan Rossy berjalan keluar dari kamar tidur. Mereka berdua baru berjalan beberapa langkah kaki, Rossy menghentikan langkah kakinya.
"Aku akan menyusul ke ruang makan. Kamu makan duluan di sana," ucap Rossy dan melepaskan genggaman tangan Jackson serta berlari kecil menuju kamar tidurnya.
Rossy merasa malu karena beberapa pelayan diam-diam mencuri pandang ke arahnya yang keluar bersama Jackson dari kamar tidur tadi.
***Kamar tidur Rossy Hartono***
Rossy membuka lemari pakaiannya sambil menelepon Michelle dengan handphonenya.
"Rossy. Bagaimana keadaanmu sekarang? Semalam kamu bersikap aneh karena jus stroberinya dimasukkan pil oleh preman suruhan Wulan Sari."
Michelle yang mengangkat telepon, langsung berbicara panjang lebar tentang kejadian semalam.
"Wulan Sari! Ternyata Wulan Sari dalangnya! Pasti karena mau merebut Restoran Hartono!" kata hati Rossy.
"Aku baik-baik saja, Michelle. Sebentar lagi aku dan Jackson akan datang ke rumah kontrakanmu untuk menjemput Chandra," ucap Rossy.
"Oke, Rossy. Semalam Chandra sudah bilang kamu dan Jackson akan menjemputnya pagi ini," kata Michelle.
"Oke Michelle. See you soon," kata Rossy.
***
Rossy mengganti pakaiannya dengan cepat. Kali ini Rossy tidak lagi menggunakan foundation berwarna gelap dan flek-flek hitam di wajahnya lagi.
Tas Rossy masih tertinggal di dalam mobil Land Rover Range Rover Velar milik Jackson sewaktu mereka menuju ke pesta pertunangan Febrian dan Violet semalam sehingga Rossy hanya mengambil handphonenya saja dari dalam tas pesta hitam dan berjalan keluar dari kamar tidurnya.
Kemudian Rossy berlari kecil kembali ke kamar tidurnya lagi karena menyadari sesuatu.
Rossy duduk di depan meja riasnya dan melihat dengan jelas dua gigitan cinta dari Jackson menghiasi leher jenjangnya dengan indah.
"OMG!" teriak Rossy.
Rossy membuka lemari pakaiannya lagi Rossy mengeluarkan sebuah syal dan melingkarkannya ke leher jenjangnya.
Rossy memeriksa ulang penampilannya di depan cermin dengan teliti. Rossy tidak ingin bekas gigitan cinta di tubuhnya terlihat oleh siapa pun. Setelah yakin semuanya tertutupi dengan baik, Rossy meninggalkan kamar tidurnya menuju ruang makan.
***
Selamat malam readers.
Jangan lewatkan reuni Jackson Wijaya bersama kedua putra kembarnya besok ya.
Salam sayang dari AUTHOR LYTIE 😘😘😘🤗
__ADS_1
TERIMA KASIH