Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 41. Rambut


__ADS_3

***Ruang kerja Jackson Wijaya***


Walaupun yang dikatakan oleh Jackson adalah kenyataan, Rossy yang baru saja pulang dari luar negeri sama sekali tidak mengetahui perseteruan yang terjadi di dalam Perusahaan Wijaya.


"Paman kandung tuan Jackson ingin mengambil posisi CEO milikmu untuk putranya?" tanya Rossy untuk kepastian karena tadi hanya mendengar sekilas pembicaraan Jackson di handphone .


"Iya. Kusuma Wijaya, adik kandung dari papaku. Lima tahun yang lalu aku berhasil menjadi CEO Perusahaan Wijaya, mengalahkan putranya Indra Wijaya. Selama lima tahun ini mereka berdua selalu berusaha menjatuhkanku," jawab Jackson dengan ekspresi datar.


Selama ini Rossy hanya tahu Jackson adalah CEO muda Perusahaan Wijaya yang sangat sukses. Perusahaan Wijaya menjadi salah satu perusahaan terbesar di Bali karena andil dari Jackson.


Rossy berpikir pria seperti Jackson  tidak akan memiliki masalah apapun dan ternyata paman kandung Jackson ingin merebut posisi CEO darinya.


"Sama persis seperti drakor yang sering saya nonton bersama Vin Vin. Keluarga kaya pasti selalu ada konflik perebutan harta warisan dan kekuasaan," kata hati Rossy.


Rossy melihat sorot mata dingin terpancar dari Jackson ketika menceritakan tentang paman kandungnya sehingga Rossy berusaha mengalihkan topik pembicaraan.


"Ada apa tuan Jackson memanggilku ke ruang kerja?" tanya Rossy.


Pertanyaan Rossy berhasil mengalihkan perhatian Jackson.


Jackson teringat akan tujuannya memanggil Rossy ke ruang kerjanya.


"Duduklah!" perintah Jackson.


Rossy duduk di depan Jackson dengan patuh.


"Chandra sangat menyukai masakanmu. Mulai sekarang kamu bisa fokus membuat menu masakan anak- anak yang lebih bervariasi dan memasak untuk Chandra setiap hari," kata Jackson.


"Baik tuan Jackson," jawab Rossy.


Rossy sangat gembira mendengar permintaan Jackson karena bisa menggunakan alasan mengantar makanan ataupun menanyakan menu favorit  untuk bertemu Kelvin setiap hari di Healing Hands Hospital.


"Bagaimana dengan makanan untuk tuan Jackson? Aku bisa menyiapkannya juga," kata Rossy.


Rossy ingat batas waktu taruhannya dengan Jackson tinggal dua hari lagi.


Jika Jackson masih belum makan masakannya, maka Rossy akan kalah taruhan dan harus menjadi pembantu Jackson selama dua bulan.


"Kamu tidak perlu menyiapkan makanan untukku. Aku tidak berselera makan," kata Jackson dengan nada datar.


Hal paling penting bagi Jackson sekarang adalah menemukan Miss X secepat mungkin. Jackson tidak mau penyakit putranya semakin memburuk.


Selain masalah penyakit Kelvin, Jackson masih harus menghadapi gangguan kerikil kecil di Perusahaan Wijaya.


Jackson hanya menganggap Kusuma sebagai kerikil kecil yang menghalangi jalannya dan bisa dengan mudah menyingkirkan kerikil kecil itu.


Jackson sangat percaya diri dengan kemampuannya. Dalam waktu lima tahun, Jackson sudah menghasilkan banyak uang dan proyek besar untuk Perusahaan Wijaya sedangkan Kusuma Wijaya dan putranya Indra Wijaya sama sekali tidak kompeten dalam menjalankan perusahaan. Mereka hanyalah ingin menguasai Perusahaan Wijaya tanpa mengetahui bagaimana cara menjalankan suatu perusahaan dengan baik.


Jika Perusahaan Wijaya jatuh ke tangan Kusuma, Jackson yakin Perusahaan Wijaya akan hancur sehingga bagaimanapun juga Jackson akan mempertahankan posisi CEO nya.

__ADS_1


Dengan adanya permasalahan penyakit Kelvin dan gangguan kerikil kecil membuat Jackson tidak memedulikan penyakitnya.


Rossy menjadi cemas melihat Jackson tidak memedulikan kesehatan dan penyakit eating disordernya.


"Tuan Jackson. Kenapa kamu tidak memedulikan kesehatanmu? Kamu adalah kepala keluarga yang harus merawat putramu dan juga mengelola Perusahaan Wijaya.  Bagaimana kamu bisa melakukan semua hal itu jika fisikmu tidak kuat? " ucap Rossy.


"Apakah kamu peduli padaku?" tanya Jackson.


"Tentu saja aku peduli padamu!" jawab Rossy dengan spontan.


Rossy sangat peduli dengan kesehatan Jackson karena sekarang dirinya bekerja untuknya dan memerlukan bayaran gaji darinya. Selain itu Rossy masih memerlukan Jackson untuk mendapatkan darah tali pusat. Akan tetapi, kata peduli dari mulut Rossy disalahartikan oleh Jackson.


Jackson mengira Rossy masih mengharapkan balasan cinta darinya.


Jackson menatap wajah Rossy dan mencoba mengingatkannya lagi.


"Rossy! Sekali lagi aku mengingatkanmu bahwa kita tidak cocok.  Kamu bukanlah tipeku. Jangan lagi memendam perasaan kepadaku," kata Jackson.


"What?" Rossy bingung dengan perkataan Jackson.


"Aku tahu setiap hari kamu bertemu denganku dan  tidak bisa terlepas dari pesonaku. Salahku juga yang mempunyai wajah tampan. Aku tidak mempunyai hak untuk mencegahmu menyukaiku, tetapi aku bisa menolakmu. Saranku lebih baik kamu akhiri cintamu yang bertepuk sebelah tangan daripada nanti hatimu semakin sakit," lanjut Jackson panjang lebar.


Bulu roma di sekujur tubuh Rossy berdiri ketika mendengar penjelasan Jackson.


Rossy sadar masalah utama Jackson bukanlah penyakit eating disordernya, melainkan narsisme yang sudah mencapai taraf overdosis.


Rossy sudah terbiasa dengan sifat narsis Jackson sehingga malas menjelaskannya lagi karena tahu dengan pasti Jackson tidak akan percaya dengan penjelasannya.


"Tuan Jackson!"


Rossy berteriak secara tiba-tiba dan dengan wajah serius.


"Ada apa?" tanya Jackson.


" Ada sehelai rambut putih di rambutmu," kata Rossy sambil menunjuk rambut Jackson.


"Aku memiliki rambut putih?" tanya Jackson.


Jackson tidak percaya di usianya yang masih muda bisa tumbuh rambut putih di kepalanya.


"Mungkin karena tuan Jackson selalu memikirkan cara untuk menyelesaikan masalah perusahaan. Aku akan membantumu mencabutnya," kata Rossy sambil berlari ke belakang tubuh Jackson dan mencabutnya dengan keras tanpa persetujuan Jackson terlebih dahulu.


"Aduh!" teriak Jackson.


Dengan secepat kilat Rossy menyimpan rambut Jackson di dalam kantong bajunya.


Jackson membalikkan tubuhnya menghadap Rossy sambil memegang kepalanya.


Kulit kepalanya terasa sakit karena Rossy menarik rambutnya dengan keras.

__ADS_1


"Mana rambut putihnya?" tanya Jackson.


Rossy tidak menyangka Jackson akan memintanya menunjukkan bukti rambut putihnya.


"Ehh... Maafkan aku, tuan Jackson. Tidak ada rambut putih. Aku salah melihatnya," kata Rossy dengan hati-hati.


"Salah melihat?" Jackson berteriak sambil menatap tajam wajah Rossy.


Rossy bisa merasakan aura kemarahan yang besar dari Jackson.


"Kamu tidak bisa membedakan warna hitam dan putih dengan jelas? Untuk apa kacamata besar yang kamu kenakan di matamu? Sebagai hiasan saja kah?" tanya Jackson.


"Kacamata besar ini memang hiasan saja," kata hati Rossy.


Rossy merasa takut dengan kemarahan Jackson sehingga berjalan mundur dua langkah.


"Maafkan aku,tuan Jackson. Aku dengan tulus meminta maaf," kata Rossy sambil membungkukkan badan sembilan puluh derajat ke arah Jackson.


Rossy ingat Jackson memaafkan kejadian yang terjadi di airport ketika dia meminta maaf dengan cara ini di pesta wine Hotel S.


Rossy yakin cara ini akan berhasil dan bisa meredakan kemarahan Jackson.


Perkiraan Rossy meleset karena Jackson masih marah.


"Bisakah kamu mengembalikan rambutku yang sudah kamu cabut?" tanya Jackson.


Jackson sangat marah karena dirinya menjadi stres dan ketakutan sewaktu mendengar perkataan Rossy tentang rambut putihnya.


Jackson sempat mengira karena pola makannya yang tidak teratur telah menyebabkannya mengalami penuaan dini.


Rossy mencoba membela diri  ketika mendengar permintaan Jackson yang tidak masuk akal.


"Itu hanyalah sehelai rambut," kata Rossy dengan suara kecil.


"Apakah kamu pikir kamu hanya menarik sehelai rambut saja? Yang kamu lakukan bisa merusak fungsi folikel rambut dan menyebabkan rambutku tidak tumbuh lagi. Jika rambutku rontok karena hal ini,  kamu mau bertanggung jawab?" tanya Jackson.


"Tuan Jackson! Rambut rontok bisa  terjadi akibat dari faktor keturunan, perubahan hormon, dan lainnya. Jika benar rambutmu rontok. Seharusnya tidak ada hubungan dengan rambut yang aku cabut," balas Rossy.


***


Oala. Jackson dan Rossy berdebat hanya karena masalah sehelai rambut. he he he. Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya.


Bab berikutnya akan ada kejadian lucu antara Jackson, Rossy dan Pak Lesmana.


Don't miss it ^~°


Jangan lupa klik like setelah selesai membaca ya...


Salam sayang

__ADS_1


Author : LYTIE


__ADS_2