Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 54. Restoran Hartono *Up 2 bab hari ini*


__ADS_3

***Ruang kerja Jackson Wijaya***


Jackson melirik sebentar ke arah Felix yang sedang lesu memikirkan Michelle.


"Aku tidak memaksamu untuk menginap di Mansion Wijaya. Kamu boleh membatalkannya dan pergi menemui angelmu," kata Jackson ke Felix.


"Bagaimana mungkin aku meninggalkanmu yang sedang cedera demi wanita? Aku bukan teman yang seperti itu," kata Felix.


"Jangan kira aku tidak tahu apa tujuanmu menginap di Mansion Wijaya. Kamu ingin makan masakan Rossy sepanjang hari," ungkap Jackson.


Felix secara spontan memegang hidungnya yang tidak gatal karena Jackson bisa menebak dengan benar keinginan di dalam hati kecilnya.


Felix menjadi ketagihan dengan masakan Rossy setelah makan breakfast dan lunch tadi. Felix pun ingin mencicipi masakan Rossy untuk dinner dan supper nanti.


"Kamu memang ulat berbulu di dalam perutku," kata Felix sambil ketawa kecil.


"Aku tidak mau menjadi ulat berbulu di dalam perutmu," kata Jackson dengan ketus.


Jackson mengambil handphonenya dari atas meja dan menelepon Rossy.


Rossy masih menemani Chandra di ruang bermain anak Healing Hands Hospital dan belum pulang ke Mansion Wijaya.


"Halo tuan Jackson," sapa Rossy dengan ramah dan sopan.


"Jam berapa kamu pulang ke Mansion Wijaya?" tanya Jackson secara langsung.


"Sebentar lagi tuan Jackson," jawab Rossy sambil menjulurkan lidahnya.


Chandra tersenyum kecil melihat mommynya yang bersikap seperti anak kecil ketika menerima telepon dari daddynya.


"Aku akan meminta Pak Kuncoro menjemputmu sekarang. Nanti malam kamu masak lebih banyak makanan yang enak dan menarik," kata Jackson.


"Tuan Jackson ingin makan masakanku kah?" tanya Rossy dengan gembira.


Taruhan antara dirinya dan Jackson akan berakhir besok. Jika Jackson bisa makan masakannya malam ini maka Rossy tidak perlu menjadi asisten pribadi Jackson lagi.


"Bukan! Masakannya untuk Felix. Felix akan menginap dua malam di Mansion Wijaya. Kamu harus memasak makanan yang enak untuknya," jawab Jackson.


"Baik tuan Jackson," ucap Rossy dengan nada kecewa.


Jackson langsung menutup teleponnya segera seperti biasanya.


Rossy menatap ke arah Chandra.


"Chandra. Mommy pulang dulu ya. Nanti malam mommy akan video call denganmu," kata Rossy.


"Bye bye mommy," jawab Chandra dengan patuh.


Rossy mencium kening Chandra sebelum meninggalkan ruang bermain anak.


***

__ADS_1


Felix yang berada di ruang kerja Jackson mendengar jelas pembicaraan Jackson dengan Rossy.


"Kamu memang temanku yang terbaik. Aku ingin memberimu pelukan yang hangat," kata Felix ke Jackson sambil merentangkan tangannya ingin memeluk Jackson.


Jackson yang duduk di atas kursi roda elektrik tidak bisa menghindari Felix.


"Menjauhlah dariku!" bentak Jackson dengan ketus.


Felix melepaskan pelukannya dan berjalan kembali ke tempat duduknya sambil tersenyum puas.


Jackson menelepon Pak Kuncoro untuk menjemput Rossy di Healing Hands Hospital.


"Kenapa kamu memperlakukan Rossy dengan baik? Kamu selalu menolakku untuk naik ke mobilmu," kata Felix dengan penasaran.


"Diam atau aku batalkan dinnermu!" kata Jackson.


Felix menyatukan dua jarinya (ibu jari dan jari telunjuk) membentuk lingkaran oval dan menirukan gerakan zipper (ritsleting) dari ujung bibir kanan ke bibir kirinya sewaktu mendengar perintah Jackson.


Felix bersedia menutup mulutnya demi makan masakan Rossy malam nanti.


 


***Restoran Hartono***


Setiap hari Thomas akan berada di Restoran Hartono dari pagi sampai malam.


Restoran Hartono berada di dekat pantai. Para tamu yang makan di sana bisa melihat sunset yang indah dari dalam Restoran Hartono.


Walaupun pengunjung yang datang ke Restoran Hartono ini tidaklah sebanyak pengunjung sewaktu ibu kandung Rossy masih hidup, Thomas tetap mempertahankan restoran ini.


Thomas tidak tahu uang 200 juta itu sekarang menjadi milik Wulan Sari karena sama sekali tidak ada teman yang meminjamkan uang kepadanya waktu itu melainkan uang 200 juta itu adalah pemberian dari Rossy.


Selain itu Thomas juga mengembalikan modal yang diberikan oleh Joni Iskandar, ayah dari Febrian.


Joni menyalahkan Thomas karena menyembunyikan kebenaran tentang Rossy yang hamil tanpa pernikahan dan membuat anaknya sedih dan menderita.


Joni melihat dengan matanya sendiri Febrian menderita sewaktu mengetahui Rossy telah melahirkan anak dari pria lain sehingga Febrian menyibukkan diri bekerja keras  di perusahaan Joni Iskandar untuk melupakan Rossy.


Walaupun ada Violet yang menggantikan Rossy bertunangan dengan Febrian, Joni merasa kehilangan muka di wajah kolega bisnisnya sehingga hubungannya dengan Thomas pun menjadi renggang.


Thomas sendiri yang berinisiatif mengembalikan modal Joni karena ingin menebus kesalahan yang dilakukan oleh Rossy dan juga Thomas tidak mau berhutang terlalu banyak kepada Joni Iskandar.


Wulan Sari sudah berulang kali membujuk Thomas untuk menjual Restoran Hartono ini karena keuntungan yang di dapatkan dari menjalankan restoran ini tidaklah sepadan dengan harga jual restoran ini.


Letak restoran ini sangat strategis sehingga sudah banyak sekali agen property yang ingin membeli Restoran Hartono dan menawarkan harga yang tinggi.


Wulan Sari tahu pasti dengan uang hasil penjualan restoran ini, Thomas bisa pensiun dini dan hidup bercukupan sampai tua dengannya.


Selain itu Wulan Sari tidak ingin Thomas masih mengingat ibu kandung Rossy Hartono lagi. Di restoran ini tersimpan sangat banyak kenangan Thomas bersama istri pertamanya dan Rossy. Akan tetapi, Thomas menolak permintaan Wulan Sari dan tetap mempertahankan restoran ini.


Wulan Sari tidak menyerah dan masih memikirkan cara untuk membujuk Thomas menjual restorannya.

__ADS_1


Wulan Sari tidak pernah menemani Thomas ke Restoran Hartono. Wulan Sari lebih memilih keluar bersama teman-teman sosialitanya.


Thomas sendiri mengurus restorannya karena tidak ingin kejadian lima tahun lalu terulang kembali.


Lima tahun lalu Thomas terlalu percaya kepada karyawan restorannya dan menyerahkan banyak hal pengurusan restoran ke karyawannya sehingga tidak mengetahui karyawannya membeli bahan masakan yang sudah tidak fresh dengan harga murah dan menyebabkan peristiwa keracunan makanan di orderan buffet.


Thomas digugat dan di masukkan ke dalam penjara pada waktu itu sehingga sekarang Thomas selalu melakukan semua hal sendiri untuk mencegah kejadian yang sama terulang kembali.


***


Sebuah mobil Mercedes Benz putih berhenti di depan Restoran Hartono.



Thomas berjalan menghampiri seorang kakek yang keluar dari dalam mobil. Penampilan kakek itu sangatlah sederhana dan santai.


"Selamat datang tuan Agung," sapa Thomas sambil tersenyum.


"Halo Thomas," jawab Agung.


Thomas mengantarkan Agung ke tempat duduk favoritnya di dalam restoran.


"Pesananku seperti biasanya," kata Agung.


"Baik tuan Agung. Aku akan memasaknya sekarang juga," kata Thomas dan berjalan ke dapur restoran.


Agung melihat sekeliling suasana di dalam restoran. Semuanya sama dengan keadaan pertama kali Agung datang makan di restoran ini.


Mata Agung terpaku di pojok dinding dalam restoran sehingga Agung berjalan mendekati pojok dinding itu.


Terlihat banyak foto-foto polaroid yang tertempel di dinding itu. Semua foto-foto itu adalah foto pelanggan yang makan di restoran Hartono.


Agung menahan emosinya ketika matanya melihat salah satu foto yang sangat dikenalnya. Dengan tangan gemetar, Agung mengeluarkan handphonenya dan memotret foto itu sehingga tersimpan di dalam galeri handphonenya.


Agung berjalan kembali ke tempat duduknya dengan perlahan. Terlihat matanya berkaca-kaca.


Ini adalah pertama kalinya Agung memberanikan diri melihat foto itu dari dekat. Biasanya Agung hanya menatap kumpulan foto itu dari kejauhan.


***


Hallo Para Pembaca Setia Novel Anak Genius : CEO & His Private Chef.


Terima kasih atas dukungannya selama ini baik berupa Like, vote, hadiah dan komentar positif.


Penasaran kan foto apa yang dilihat oleh Agung Wijaya?


Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya


UP 2 BAB UP 2 BAB UP 2 BAB


UP 2 BAB UP 2 BAB UP 2 BAB

__ADS_1


UP 2 BAB UP 2 BAB UP 2 BAB



__ADS_2