
***Perusahaan Wijaya***
Venesia merasa penasaran hal apa saja yang harus di persiapkannya dan memberikannya ke Pak Kuncoro untuk di simpan di bagasi mobil.
Ketika membuka map itu dan melihat tulisan tangan Jackson, Venesia terkejut dan tidak percaya dengan penglihatannya.
Dengan cepat Venesia membuka halaman kedua, ketiga, dan seterusnya yang berada di dalam map.
Belum hilang rasa keterkejutan Venesia, telepon di atas mejanya berdering lagi. Venesia segera mengangkat telepon itu.
"Iya tuan Jackson," kata Venesia.
"Ke ruang kantor sekarang juga!" perintah Jackson.
"Baik tuan Jackson," jawab Venesia.
***
Di dalam ruang kantor, Jackson mengeluarkan kartu kredit pribadinya dan menyerahkannya ke Venesia.
"Semuanya di beli dengan kartu kredit ini," kata Jackson.
"Baik tuan Jackson," jawab Venesia sambil menerima kartu kredit dari tangan Jackson.
Beberapa saat kemudian Venesia menjalankan tugas yang di berikan oleh Jackson dengan baik. Dua paper bag berukuran besar berada di bagasi mobil Land Rover Range Rover Velar berwarna hitam.
***Mansion Wijaya***
Sore hari Rossy berhasil memaksakan diri menuju dapur Mansion Wijaya untuk menyiapkan dinner Kelvin dan Jackson sambil menahan rasa sakit di perutnya.
Rossy memberikan termos penghangat makanan ke Pak Lesmana setelah selesai memasak.
"Pak Lesmana. Ini dinner untuk tuan muda Chandra. Tolong antarkan ke Healing Hands Hospital ya," pinta Rossy dengan suara kecil dan tidak bertenaga.
"Baik nona Rossy. Nona Rossy kelihatan pucat. Apakah perlu memanggil dokter untuk memeriksa Nona Rossy?" tanya Pak Lesmana dengan nada khawatir.
"Tidak perlu Pak Lesmana. Aku bisa pulih dengan beristirahat total. Dinner tuan Jackson sudah aku persiapkan di dapur. Aku minta izin untuk istirahat lebih cepat dan sampaikan permintaan maafku untuk tuan Jackson karena tidak bisa mempersiapkan supper nanti malam," jawab Rossy.
"Baiklah nona Rossy. Semoga nona Rossy cepat sembuh," kata Pak Lesmana.
"Terima kasih Pak Lesmana," kata Rossy dan berjalan dengan perlahan menuju kamar tidurnya.
Pak Lesmana mengantar dinner ke Healing Hands Hospital menggunakan mobil avanza biru yang di kendarai oleh Pak Benyamin.
***
Pukul tujuh malam mobil Land Rover Range Rover Velar berwarna hitam berhenti di depan Mansion Wijaya.
Seperti biasa Pak Kuncoro membantu memapah Jackson untuk duduk di atas kursi roda dan mendorongnya masuk ke dalam Mansion Wijaya.
Bersamaan dengan itu mobil avanza biru juga berhenti di belakang mobil hitam Land Rover Range Rover Velar.
Pak Lesmana bergegas menyusul Jackson dan mengambil alih kursi roda yang sedang di dorong oleh Pak Kuncoro.
"Selamat malam tuan Jackson," sapa Pak Lesmana.
Jackson menjawab sengan anggukkan kepala. Jackson tahu Pak Lesmana pergi mengantar dinner untuk putranya.
"Di mana Rossy?" tanya Jackson.
"Nona Rossy sedang beristirahat di dalam kamarnya dan meminta izin untuk tidak mempersiapkan supper nanti malam. Dinner tuan Jackson sudah di siapkan oleh nona Rossy tadi," jawab Pak Lesmana.
__ADS_1
Mendengar perkataan Pak Lesmana, Jackson termenung sebentar.
"Apakah sakit perutnya bertambah parah?" kata hati Jackson.
Dari artikel yang di kirim oleh Felix, Jackson tahu kram perut normal yang terjadi dalam satu siklus menstruasi wanita bisa terjadi selama dua sampai tiga hari sehingga Jackson sangat mengkhawatirkan keadaan Rossy sekarang.
Pak Lesmana mendorong kursi roda Jackson menuju ruang makan. Kemudian memanaskan masakan Rossy dan menghidangkannya di atas meja makan.
Beberapa saat kemudian Pak Kuncoro membawa dua paper bag besar yang di persiapkan oleh Venesia tadi siang ke ruang makan.
"Tuan Jackson. Ini barang titipan nona Venesia tadi siang," kata Pak Kuncoro.
Jackson menerima kedua paper bag itu dan meletakkannya di atas meja makan.
Malam ini Jackson tidak berselera makan dan hanya mengaduk-aduk nasi putih yang berada di atas piringnya tanpa mengambil masakan apa pun.
Sekarang Jackson sudah bisa makan makanan dalam lima suapan sendok. Tubuhnya secara perlahan bisa menerima asupan makanan dalam jumlah yang lebih banyak.
Jackson rindu dengan keberadaan Rossy di ruang makan saat ini. Wanita muda itu selalu bersemangat menjelaskan masakan yang di persiapkannya setiap hari ke Jackson.
Jackson ingin mendengar suara Rossy menjelaskan masakan malam ini.
"Pak Lesmana. Aku tidak berselera makan malam ini. Aku ingin ke ruang kerja sekarang," kata Jackson.
"Baik tuan Jackson," kata Pak Lesmana.
Sewaktu Pak Lesmana ingin mendorong kursi roda Jackson, tangan Jackson dengan cepat menyambar dua paper bag di atas meja makan dan meletakkannya di pangkuannya.
Pak Lesmana mengira kedua paper bag berisi barang yang berhubungan dengan pekerjaan Jackson sehingga tidak kepo menanyakannya ke Jackson.
Sesampainya di ruang kerja, Jackson meminta Pak Lesmana meninggalkannya sendiri.
Jackson khawatir dengan keadaan Rossy dan ingin bertemu dengan Rossy untuk melihat keadaannya. Dengan menggunakan alasan mengantar dua paper bag yang berada di pangkuannya.
Kamar tidur Rossy berada di lantai dua. Sama seperti ruang kerja dan kamar tidur Jackson yang berada di lantai dua juga. Hanya saja kamar tidur Rossy berada di bagian paling ujung.
***Kamar tidur Rossy Hartono***
Rossy meringkukkan badannya di atas tempat tidur sambil memegang perutnya yang sangat sakit.
Dahi Rossy berkeringat karena menahan rasa sakitnya. Rossy sama sekali tidak bisa tidur nyenyak.
"Rossy Hartono!"
Terdengar ketukan pintu kamar di iringi suara laki-laki yang sangat familiar di telinga Rossy. Suara Jackson.
"Tuan Jackson? Kenapa dia datang mencariku?" kata hati Rossy.
Rossy sengaja tidak menjawab panggilan Jackson dengan harapan Jackson mengira dirinya sudah tidur dan akan pergi.
Jackson mengetuk pintu kamar dan memanggil nama Rossy berulang kali. Dikarenakan Rossy tidak menyahut sama sekali dari dalam kamar membuat Jackson semakin khawatir.
"Rossy. Aku masuk sekarang!" kata Jackson.
Jackson khawatir Rossy sudah mengunci pintu kamarnya, tetapi Jackson tidak bisa mencegah keinginannya untuk masuk melihat keadaan Rossy.
Pintu kamar Rossy terbuka dengan mudah. Rossy baru sadar dirinya lupa mengunci pintu kamar karena fokus dengan sakit perutnya.
Rossy yang berada di atas tempat tidur menjadi panik dan dengan cepat menarik selimutnya menutupi seluruh wajah dan tubuhnya.
Rossy sudah menghapus make up jelek di wajahnya sehingga tidak akan membiarkan Jackson melihat wajah aslinya sekarang.
__ADS_1
Jackson menggerakkan kursi rodanya mendekati tempat tidur Rossy.
Jackson meletakkan kedua paper bag di atas meja nakas di samping tempat tidur Rossy. Kemudian Jackson memandangi selimut yang menutupi seluruh tubuh Rossy dengan saksama.
"Rossy. Perutmu masih sangat sakit kah?" tanya Jackson dengan suara lembut.
"Iya. Masih sakit," jawab Rossy dengan singkat dan suara yang kecil.
"Aku akan memanggil dokter untuk memeriksamu," kata Jackson.
"Tidak perlu tuan Jackson. Aku akan pulih setelah tidur semalaman," tolak Rossy dengan cepat.
"Cepatlah pergi. Aku merasa sesak di dalam selimut," kata hati kecil Rossy.
Tiba-tiba Rossy merasakan ujung selimutnya di tarik oleh Jackson sehingga Rossy semakin panik dan memegang erat selimutnya supaya tidak terlepas.
"Tuan Jackson. Kenapa kamu menarik selimutku?" tanya Rossy dengan kesal dari dalam selimut.
Rossy tidak mengerti maksud Jackson malam-malam datang ke kamar tidurnya dan menarik selimutnya.
Rossy khawatir Jackson sudah mencurigai identitasnya sehingga datang memeriksanya.
"Kamu akan kesulitan bernafas di dalam selimut. Bukalah selimutnya," jawab Jackson di
"Aku...aku sudah memakai baju tidur dan.....dan bahannya sangat tipis. Tuan Jackson mau bertanggungjawab kalau sudah melihatnya?" kata Rossy dengan cepat.
Rossy ingin sekali menabrakkan kepalanya ke dinding dan pingsan seketika karena mengatakan hal yang sangat memalukan. Akan tetapi, perkataan Rossy berhasil membuat Jackson Wijaya menarik kembali tangannya yang berada di ujung selimut.
Rossy merasa lega karena Jackson takut dengan ancamannya. Suasana kamar menjadi hening dan sepi.
"Ayo. Pergilah. Tinggalkan kamarku segera," kata hati Rossy.
Beberapa saat kemudian, masih belum terdengar suara kursi roda Jackson meninggalkan kamarnya.
"Rossy. "
Jackson memanggil namanya lagi.
"Iya." jawab Rossy dengan bingung dari dalam selimut.
"Sebegitu besar rasa cintamu sehingga ingin saya bertanggung jawab? " tanya Jackson dengan suara yang lembut.
"Apa?" Rossy berteriak secara spontan.
***
Selamat malam readers.
Bab ini sudah author buat lebih panjang dan sangat menguras otak author 🤣🤣🤣😅.
Author akan melanjutkan ceritanya besok ya. Masih sama koq, di usahakan dua bab juga.
Author ga sanggup tiga bab ya 🤣🤣🤣 kepala sudah panas dan mata sudah mulai kabur .Swear.
Yang pastinya besok akan ada sweet sweet romance dikit lagi deh.
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE
__ADS_1