
***Perusahaan Wijaya***
Rossy mendorong kursi roda Jackson keluar dari ruang rapat direksi menuju ruang kantor Jackson.
Pikiran Rossy masih terbayang akan kejadian di dalam ruang rapat direksi tadi.
Jackson berhasil menghabiskan satu mangkuk mac n cheese tanpa mengalami gejala aneh yang pernah Rossy lihat di Mansion Wijaya.
Sampai sekarang Rossy Hartono masih belum tahu apa yang menyebabkan penyakit eating disorder Jackson Wijaya sembuh.
Felix pernah memberitahukannya penyakit eating disorder Jackson disebabkan oleh trauma masa kecil Jackson.
Penyakit ini akan bisa tersembuhkan jika Jackson berhasil menghadapi trauma masa kecilnya.
"Dorong lebih cepat," teriak Jackson.
Pikiran Rossy yang melayang-layang menjadi sadar setelah mendengar teriakan Jackson.
"Baik tuan Jackson," jawab Rossy dan mempercepat jalannya.
Venesia yang berada di belakang mereka pun ikut berlari cepat.
Venesia mengira Jackson marah kepada Rossy karena berjalan terlalu pelan dan membuat Jackson tidak bisa cepat sampai di ruang kantornya untuk melakukan pekerjaannya.
Rossy dan Venesia yang berada di belakang Jackson sama sekali tidak menyadari kedua tangan Jackson sedang mencengkeram erat sandaran tangan kursi roda.
Jackson menundukkan wajahnya yang sudah mulai terlihat pucat. Keringat dingin muncul di seluruh tubuh Jackson.
"Venesia! Siapapun di larang masuk ke ruang kantorku!" kata Jackson dengan suara bergetar ketika akan masuk ke dalam ruang kantornya.
"Baik tuan Jackson," jawab Venesia dengan patuh.
*** Ruang kantor Jackson Wijaya***
"Kun...ci ...pin...tu!" kata Jackson dengan suara yang semakin bergetar dan terdengar aneh di telinga Rossy.
"Tuan Jackson. Kamu baik-baik saja kah?" tanya Rossy sambil menunduk ke arah Jackson setelah mengunci pintu ruang kantor Jackson.
Rossy terkejut melihat wajah Jackson yang sangat pucat.
Sekujur tubuh Jackson bergetar. Keringat bercucuran terus menerus di wajahnya dan kedua tangannya mencengkeram erat sandaran tangan kursi roda.
Rossy terkejut melihat keadaan Jackson yang sangat menderita dan terlihat menyedihkan saat ini.
"Tuan Jackson. Apa yang harus aku lakukan?!" tanya Rossy dengan panik.
"Toi.....let."
Dengan susah payah Jackson berhasil mengucapkan sepatah kata.
"Toilet!" kata Rossy sambil melihat sekeliling ruangan kantor Jackson.
Terlihat sebuah pintu yang tertutup. Rossy mendorong kursi roda Jackson dengan cepat menuju pintu itu dan membukanya.
"Toilet!" teriak Rossy setelah melihat ruangan di balik pintu adalah toilet.
Rossy melihat Jackson menganggukan kepalanya dengan lemah. Rossy segera memapah Jackson berdiri dari kursi rodanya menuju toilet.
Kedua telapak tangan Jackson menekan erat meja wastafel untuk menahan tubuhnya.
Dalam hitungan detik Jackson memuntahkan semua makaroni dari mulutnya.
Rossy berdiri di sampingnya dan mendengar dengan jelas suara muntahan itu .
"Trauma apa yang menyebabkannya menderita selama puluhan tahun?" kata hati Rossy.
Rossy merasa iba dengan keadaan Jackson.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian Rossy melihat Jackson menutup matanya dan masih berusaha mengeluarkan makanan yang ada di dalam perutnya melalui mulutnya.
Jackson merasakan kepalanya sangat pusing dan ruangan di sekitarnya berputar-putar.
"Muntahkan! Aku suruh kamu muntahkan semuanya," suara Susan berulang-ulang terdengar di telinga Jackson.
"Tuan Jackson! Tuan Jackson!"
Rossy memanggil Jackson terus menerus karena melihat Jackson kehilangan kendali dan terus menerus ingin muntah padahal sudah tidak ada sama sekali makanan yang keluar dari mulutnya.
Tubuh Jackson gemetaran. Kepalanya menggeleng dengan keras. Matanya tetap terpejam dan mulutnya komat kamit berbicara tidak jelas.
"Dia pasti mengingat traumanya," kata hati Rossy.
"Jackson Wijaya! Jackson Wijaya!" teriak Rossy sambil memeluk tubuh Jackson yang gemetaran dari belakang.
"Tidak apa-apa. Semua sudah berlalu. Kamu aman di sini." Rossy berusaha menenangkan Jackson Wijaya dengan berbicara lembut di telinganya.
Perkataan Rossy yang berulang-ulang di telinganya, lama kelamaan bisa terdengar oleh Jackson.
Beberapa saat kemudian Jackson membuka matanya dengan perlahan.
"Ros....sy," kata Jackson dengan suara lemah.
Rossy melepaskan pelukannya dan melihat ke arah Jackson.
"Tuan Jackson," kata Rossy dengan suara parau.
Entah mengapa sewaktu menenangkan Jackson tadi, Rossy bisa merasakan sakit yang di derita oleh Jackson selama puluhan tahun ini sehingga Rossy tidak bisa menahan rasa haru nya ketika Jackson bisa sadar sekarang.
Walaupun baru sadar dari traumanya, Jackson bisa mendengar dengan jelas suara parau Rossy.
"Kamu sudah baikkan?" tanya Rossy ke Jackson.
"Iya," jawab Jackson dengan lemah.
Rossy memapah tubuh Jackson dengan perlahan keluar dari toilet menuju kursi rodanya.
"Tuan Jackson. Di manakah letak kemeja baru?" tanya Rossy.
Rossy bisa menebak adanya toilet di dalam ruang kantor Jackson karena untuk memudahkan Jackson yang ingin berganti pakaian ataupun buang air kecil .
Jackson yang terkenal pekerja keras pasti tidak akan mau menghabiskan waktu untuk mencari toilet di luar sehingga di dalam ruang kantornya pasti ada laci yang menyimpan pakaian kerja Jackson.
"Di dalam laci itu," kata Jackson.
Rossy segera mengambil sebuah kemeja baru dari dalam laci dan menyerahkannya kepada Jackson.
"Aku akan mengambilkan segelas air hangat untuk tuan Jackson," kata Rossy.
"Baiklah," jawab Jackson.
Rossy berjalan keluar dari ruang kantor Jackson dan melihat Venesia yang sedang menatap ke arahnya.
"Nona Venesia. Aku akan mengambil segelas air hangat di ruang pantry. Tuan Jackson tidak ingin diganggu siapapun sekarang," kata Rossy dengan tegas.
"Baik nona Rossy. Aki tidak akan memperbolehkan siapapun masuk ke dalam ruang kantor tuan Jackson," jawab Venesia.
Setelah memberi pesan kepada Venesia dan yakin tidak akan ada seorang pun yang masuk ke dalam ruang kantor Jackson Wijaya, Rossy pun berjalan menuju ruang pantry dengan cepat.
Rossy tidak ingin meninggalkan Jackson terlalu lama karena masih mengkhawatirkan kondisi Jackson.
***Ruang pantry Perusahaan Wijaya***
Rossy mengganggukkan kepalanya ke Agung yang masih mengobrol dengan beberapa pemegang saham senior di ruang pantry Perusahaan Wijaya.
__ADS_1
"Nona Rossy. Bagaimana keadaan Jackson? " tanya Agung sambil tersenyum.
"Tuan Jackson sedang bekerja di ruang kantornya dan memintaku mengambilkannya segelas air hangat," jawab Rossy dengan sopan.
"Sebentar lagi aku akan ke ruang kantornya," kata Agung.
"Baik tuan Agung. Aku akan menyampaikannya ke tuan Jackson," kata Rossy.
***Ruang kantor Jackson Wijaya***
"Tuan Jackson. Minumlah air hangat ini," kata Rossy sambil menyerahkan gelas ke Jackson.
Jackson menerima gelas itu dan minum airnya dengan perlahan sampai habis.
Rossy mengamati Jackson yang sudah memakai kemeja baru.
Wajah Jackson pun tidak sepucat tadi lagi. Baju kerja Jackson yang lama sudah berada di dalam plastik dan berada di atas meja.
"Rossy," kata Jackson.
"Iya tuan Jackson," jawab Rossy.
"Terima kasih untuk yang kamu lakukan di ruang rapat direksi tadi," kata Jackson.
Rossy mengingat dirinya yang berani berdebat dengan Kusuma dan juga membantu Jackson berbohong tentang penyakitnya yang sudah sembuh.
"Itu adalah kewajibanku tuan Jackson," kata Rossy.
"Aku tidak pernah berhutang budi kepada siapapun. Kamu bisa mengajukan satu permintaan. Aku akan mengabulkannya," kata Jackson.
"Benarkah? Apapun permintaanku akan tuan Jackson kabulkan?" tanya Rossy dengan mata berbinar-binar.
"Iya. Selain permintaan untuk menikahimu yang tidak akan mungkin terjadi. Aku akan mengabulkan permintaan lain," jawab Jackson dengan yakin.
Rossy hampir menggigit lidahnya sendiri ketika mendengar perkataan Jackson.
"Sejak kapan aku memberi sinyal yang salah kepadanya kalau saya ingin menjadi istrinya?" kata hati Rossy l.
"Tuan Jackson. Aku masih belum mempunyai permintaan sekarang. Aku akan memintanya kepada tuan Jackson nanti jika ada permintaan," kata Rossy.
"Baiklah," jawab Jackson.
***
Selamat siang readers Hari ini author up dua bab ya.
Author mau minta maaf kepada para readers yang mengharapkan penyakit Jackson sudah sembuh dan ternyata masih belum 🙏🙏🙏
Penyebab utama Jackson mengidap penyakit eating disorder adalah trauma masa kecilnya di lakukan oleh Susan.
Salah satunya cara Jackson bisa sembuh adalah dengan menghadapi trauma yang di alaminya saat itu.
Sampai sekarang Jackson belum pernah memberitahukan kepada siapapun, apa yang dilakukan oleh Susan terhadapnya dua puluh tahun yang lalu.
Seiring alur cerita ini, akan terbongkar apa yang di alami oleh Jackson sewaktu kecil dan pada saat itulah penyakitnya akan membaik dan sembuh.
Sabar ya readers 🤗🤗
Jangan lupa memberi ' like' dan membaca kelanjutan ceritanya besok
Salam sayang
Author : LYTIE
UP 2 BAB UP 2 BAB UP 2 BAB
__ADS_1
UP 2 BAB UP 2 BAB UP 2 BAB
UP 2 BAB UP 2 BAB UP 2 BAB