Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 177. Dinner bersama


__ADS_3

***Restoran Hartono***


Agung menatap foto yang dikirim oleh Jackson ke dalam grup chat 'Keluarga Wijaya'.


"Cicitku ada dua," gumam Agung sambil tersenyum lebar.


Agung sangat menyukai kejutan yang diberikan oleh Jackson dan tidak sabaran menunggu Jackson membawa Rossy dan kedua cicitnya ke Vila Wijaya.


Seperti biasanya siang ini Agung makan bakmi ayam legendaris di Restoran Hartono.


Agung melihat ke arah Thomas yang berdiri tidak jauh darinya dalam keadaan lesu dan termenung.


Sejak tiba di Restoran Hartono, Agung sudah menyadari perilaku Thomas itu. Agung tahu Thomas pasti sedang memikirkan masalah pertunangan putri keduanya yang dibatalkan semalam di ballroom Hotel H.


"Thomas!" Agung memanggil Thomas.


"Iya tuan Agung," jawab Thomas dan berjalan menghampiri meja makan Agung.


"Duduklah!" ucap Agung.


Thomas duduk di depan Agung Wijaya.


"Ada apa Thomas? Kenapa kamu tidak bersemangat hari ini? Apakah karena pesta pertunangan semalam?" tanya Agung.


Agung yakin Thomas pasti sudah mengetahui tentang pesta pertunangan putri keduanya yang dibatalkan semalam. Hanya saja sejauh mana Thomas tahu tentang kejadian semalam, Agung ingin mencari tahu.


"Iya tuan Agung," jawab Thomas sambil menghela napas panjang.


Agung duduk dengan tenang dan sabar menunggu Thomas mau menceritakan kegundahan hatinya.


"Semalam tuan Agung melihat Rossy kah di ballroom Hotel H?" tanya Thomas.


Agung menganggukkan kepalanya.


"Semalam Rossy sangat cantik dan menawan," ucap Agung.


Agung tahu Thomas ingin mengetahui keadaan Rossy yang sudah pergi ke Amerika selama lima tahun.


"Baguslah," kata Thomas sambil tersenyum.


"Thomas belum bertemu dengan Rossy?" tanya Agung.


"Belum, tuan Agung. Aku baru mengetahui Rossy berada di Bali tadi pagi. Violet mengadu bahwa pesta pertunangannya di rusak oleh Rossy," jawab Thomas sambil memegang kepalanya karena teringat akan drama yang dilakukan oleh Wulan Sari dan Violet di rumahnya.


Mereka berdua menangis tersedu-sedu dan menuduh Rossy sehingga membuat Thomas tidak betah di rumah dan langsung ke Restoran Hartono.


"Kamu percaya Rossy melakukannya?" tanya Agung dengan tenang.


"Aku yakin hanya salah paham," jawab Thomas dengan tegas.


Agung merasa lega Thomas sangat mempercayai Rossy dan tidak mempercayai perkataan Violet.

__ADS_1


"Iya. Hanya salah paham. Rossy tidak mengacaukan pesta pertunangan semalam," kata Agung.


Thomas menatap Agung dengan perasaan senang setelah mendengar perkataan Agung.


"Tuan Agung! Apa yang terjadi di ballroom semalam? Tadi pagi salah satu pelanggan setia Restoran Hartono meneleponku dan hanya memberitahukan tentang pertunangan Violet yang dibatalkan tanpa mengatakan penyebabnya," kata Thomas.


"Pelanggan itu pasti takut menyinggung Jackson," kata hati Agung.


"Semalam salah satu teman wanita Violet menuduh Rossy menumpahkan wine merah ke gaun pestanya dan memaksa Rossy ganti rugi. Violet berpihak kepada temannya dan meminta Rossy ganti rugi. Kemudian di layar tv LED panggung muncul rekaman cctv yang memperlihatkan wanita itu menyiram gaunnya sendiri sehingga membuat kekacauan di ballroom. Akhirnya calon menantumu naik ke atas panggung dan mengumumkan pesta pertunangan dibatalkan," ujar Agung.


Agung sengaja mengisyaratkan kepada Thomas bahwa Stella lah yang merusak pesta pertunangan Violet semalam.


Agung yakin Thomas akan sangat sulit menerima kenyataan jika dirinya mengatakan Violet yang menjebak Rossy sehingga menyebabkan tunangannya membatalkan pertunangan semalam.


Agung tahu jelas diperlukan lebih banyak bukti lagi untuk menunjukkan Wulan Sari dan Violet bukanlah senaif  yang Thomas kira selama ini.


Sekarang Rossy adalah calon cucu menantunya dan sudah memberikannya dua cicit kembar yang tampan sehingga Agung pastilah berada di pihak Rossy.


Agung yakin Jackson pasti akan melindungi Rossy dan tidak akan membiarkan siapa pun mencelakai wanita muda itu.


Agung sengaja tidak memberitahukan Thomas tentang cucu kembarnya karena Rossy lah yang berhak memberitahukan hal itu kepada Thomas.


"Ternyata memang salah paham. Aku akan memberi pengertian kepada Violet nanti malam," kata Thomas dengan gembira.


Tidak terlihat lagi ekspresi lesu dan galau di wajah Thomas.


"Aku yakin tidak lama lagi kamu bia berkumpul bersama Rossy," kata Agung sambil menepuk pundak Thomas.


Thomas sangat menantikan pertemuannya kembali dengan Rossy.


"Mungkin aku bisa menanyakan keberadaan Rossy melalui Michelle. Violet pasti tahu bagaimana cara menghubungi Michelle karena dia yang mengundang Michelle ke pesta pertunangan semalam," kata hati Thomas.


"Aku akan menelepon Pak Lesmana nanti untuk menanyakan keadaan Mansion Wijaya," kata hati Agung.


***Kamar pasien VVIP Kelvin Hartono***


Michelle datang ke kamar pasien VVIP Kelvin setelah selesai shift kerja siangnya.


Felix yang mengetahui hal itu pun ikut bergabung di dalam kamar pasien VVIP Kelvin.


Michelle mengobrol bersama Rossy, sedangkan Kelvin dan Chandra berlomba di permainan games handphone.


Sementara Felix duduk di dekat Jackson dan sedang mengobrol dengan serius.


"Felix! Kamu kenal dia?" tanya Jackson sambil memperlihatkan foto Michael yang berada di dalam ponselnya.


Bagaskara sudah mengirimkan informasi tentang identitas pemilik mobil Xenia biru yang mengikuti mobil Jackson tadi pagi.


Jackson sudah membaca data informasi tentang Michael. Seorang dokter bedah yang hebat. Dokter yang baru bergabung di Healing Hands Hospital dan tinggal di rumah kontrakan yang dekat dengan rumah kontrakan Michelle.


Jackson merasa terkejut ketika mengetahui Michael adalah anak asuh dari Salim Adinata, pemilik Perusahaan Adinata yang berpusat di Australia.

__ADS_1


"Dokter tampan ini? Dia sangat terkenal di Healing Hands Hospital. Para suster dan dokter muda mengidolakannya," jawab Felix sambil melihat foto Michael di handphone Jackson.


"Kamu mengenalnya?" tanya Jackson dengan nada menyelidiki.


"Hanya pernah bertemu beberapa kali. Dia yang mengantar Dokter Erik ke Healing Hands Hospital sewaktu transfer dari Medical Health," jawab Felix.


"Dokter Erik?" kata hati Jackson.


"Jackson! Ada sesuatu yang mencurigakan tentangnya?" tanya Felix.


"Untuk sementara belum ada," jawab Jackson.


"Oke. Aku akan membantumu mengawasinya apakah ada hal yang mencurigakan," kata Felix.


"Thank you Felix," ucap Jackson.


Beberapa saat kemudian terdengar suara ketukan pintu.


"Pasti Robin," kata Felix kegirangan dan berjalan ke pintu kamar pasien.


Felix sudah kelaparan dan ingin segera menyelesaikan dinnernya supaya bisa berduaan dengan Michelle lagi sewaktu mengantar wanita muda itu pulang.


Sejak berada di dalam kamar pasien VVIP Kelvin, Michelle selalu bersama Rossy sehingga Felix terpaksa harus duduk bersebelahan dengan Jackson.


Rossy dan Michelle juga ikut berjalan ke pintu kamar dan membantu Felix mengambil dinner mereka yang di antar oleh Robin.


Mereka semua berkumpul di dalam kamar pasien VVIP Kelvin dan dinner bersama.


Dalam sekejap suasana di dalam kamar pasien menjadi ramai seperti pasar.


Jackson yang biasanya menyukai ketenangan tidak menolak suasana hangat dan ramai yang dirasakannya sekarang.


"Kita akan berkumpul dinner di Mansion Wijaya dengan masakan Rossy setelah Kelvin keluar dari Healing Hands Hospital," kata Jackson dengan suara yang keras.


"Hore!" teriak Kelvin dan Chandra bersamaan.


"Yes! Aku bisa makan masakan Rossy lagi," teriak Felix kegirangan.


Rossy dan Michelle tersenyum lebar serta menggelengkan kepala bersamaan karena reaksi heboh Felix yang melebihi reaksi si kembar.


***


Halo readers tercinta. Di tunggu ya vote nya untuk readers yang berkenan 🤗🤗🤗🥰.


Masih ada satu bab lagi nanti malam ya.


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE

__ADS_1


__ADS_2