Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 186. Curahan hati


__ADS_3

***Kamar tidur Jackson Wijaya***


Rossy dan Jackson saling berpelukan dan tidak ada yang mau melepaskan pelukan itu.


Rossy sangat menyukai pelukan Jackson yang membuatnya bisa mencium wangi maskulin dari tubuh Jackson.


"Rossy. Jangan mandi di kamar Chandra lagi. Aku lebih suka aroma sabun mandi kita," kata Jackson.


Rossy ketawa kecil mendengar perkataan Jackson sehingga melepaskan pelukannya dari tubuh Jackson.


Rossy mengendus tangannya dan memang tercium aroma sabun mandi anak-anak.


Tadi Rossy memang sengaja mandi di kamar mandi Chandra sehingga harus menggunakan sabun mandi anak-anak karena hanya sabun mandi itu yang tersedia di sana.


Rossy menatap ke wajah Jackson.


"Sabun mandi anak-anak juga wangi. Ini aroma buah-buahan," kata Rossy sambil tersenyum jahil ke Jackson.


"Aku lebih suka mencicipi buah stroberi," ucap Jackson dan langsung mencium bibir Rossy dengan lembut.


Rossy membalas ciuman Jackson sambil merangkulkan kedua tangannya di  leher Jackson.


Jackson dan Rossy saling berciuman dalam waktu yang lama.


Setelah puas mencium bibir stroberi, ciuman Jackson berlanjut ke pipi, hidung, telinga, dan leher Rossy.


Jackson tidak bisa menahan diri untuk meninggalkan dua buah gigitan cinta di leher putih dan jenjang Rossy.


Napas Jackson semakin dalam dan muncul keinginan untuk mengulang lagi malam panas yang dirinya dan Rossy lakukan sewaktu pulang dari pesta pertunangan, tetapi Jackson menahan gejolak darah mudanya karena ada hal yang lebih penting untuk dilakukannya saat ini.


Bibir Jackson meninggalkan leher jenjang Rossy dan Jackson menempelkan wajahnya ke wajah Rossy sambil menutup kedua matanya.


Jackson berusaha menenangkan gejolak darah muda di dalam hatinya. Rossy juga berusaha menenangkan detak jantungnya yang sangat cepat.


Rossy merasa malu karena terbuai dengan ciuman dari Jackson.


Beberapa saat kemudian Jackson membuka matanya setelah gejolak darah mudanya berhasil dihentikan olehnya.


"Rossy!"


Jackson memanggil Rossy dengan suaranya yang serak.


"Iya," jawab Rossy.


"I love you," kata Jackson dengan wajah serius.

__ADS_1


Mata Rossy membulat besar dan menatap wajah Jackson dengan intens.


Rossy bisa melihat jelas bayangan dirinya di dalam bola mata Jackson. Rossy tahu Jackson tidak bercanda dengannya ataupun bermaksud menggodanya.


Pipi dan telinga Rossy bersemu merah dan entah mengapa Rossy memiliki keinginan untuk menangis hanya karena tiga kata dari mulut Jackson.


"Do you love me?" tanya Jackson dengan suara lembut.


"Yes," jawab Rossy sambil menggigit bibir bawahnya tanpa sadar.


Jackson meletakkan telunjuknya di bibir bawah Rossy.


"Hanya aku yang boleh menggigit bibir stroberi ini," ucap Jackson.


Rossy tertawa kecil mendengar candaan Jackson dan tanpa sadar air matanya pun berlinang dari kedua sudut matanya.


"Rossy. Kenapa kamu menangis?" tanya Jackson dan menggunakan tangannya mengelap air mata yang mengalir di pipi Rossy.


"Jackson. Kamu mau menikahiku karena darah tali pusat kah?"


Rossy tidak menjawab pertanyaan Jackson melainkan bertanya balik ke Jackson.


"Tidak! Tanpa darah tali pusat, aku tetap akan menikahimu," jawab Jackson dengan tegas.


Sejak awal Rossy sudah menyadari dirinya menyukai Jackson dan ketika mengetahui ayah kandung dari Kelvin dan Chandra adalah Jackson, Rossy semakin senang.


Sewaktu Jackson meresmikan hubungan mereka menjadi sepasang kekasih, Rossy yakin dirinya dan Jackson pasti akan melangkah ke garis finish yang bahagia yaitu pernikahan suatu saat nanti sehingga Rossy merasa gelisah dan ragu-ragu pada saat Jackson memberikan jawaban untuk Agung bahwa mereka berdua akan menikah dalam waktu yang dekat.


Rossy tahu selama ini Jackson mencari keberadaan Miss X karena ingin menyembuhkan penyakit leukimia Kelvin ang dikira sebagai Chandra oleh Jackson.


Rossy tidak ingin Jackson terpaksa menikah dengannya hanya karena menginginkan darah tali pusat.


Rossy ingin Jackson menikahinya karena mencintainya dan bukan alasan lainnya.


Darah tali pusat itu untuk menyembuhkan Kelvin dan tanpa ikatan pernikahan pun Rossy rela berhubungan mesra dengan Jackson.


Rossy sama sekali tidak percaya bahwa Jackson sudah menyukainya ketika dirinya menyamar menjadi ibu-ibu yang tua dan jelek.


Sekarang Jackson menyatakan cintanya kepada Rossy sehingga beban di hati Rossy hilang seketika.


"Saran kakek memang benar. Rossy salah paham terhadapku," kata hati Jackson.


"Rossy. Aku adalah seorang yang kaku dan dingin serta tidak peka. Selama dua puluh tahun ini aku tidak mengetahui apa itu cinta dan baru menyadarinya ketika kamu bekerja sebagai koki pribadiku. Bayanganmu selalu muncul dipikiranku setiap kali akj tidak melihatmu. Bahkan setiap malam aku memimpikanmu," kata Jackson sambil membelai rambut Rossy.


Jackson teringat akan cerita Pak Lesmana tentang kisah cinta Pak Lesmana bersama istrinya dan Jackson pun mengalami gejala yang sama dengan Pak Lesmana sewaktu muda.

__ADS_1


"Aku akan memberimu waktu untuk memikirkan kapan pernikahan kita akan dilaksanakan," lanjut Jackson.


Rossy menganggukkan kepalanya yang masih menempel di dada atletis Jackson.


Jackson tersenyum kecil melihat sikap Rossy yang seperti seekor kucing menempel ke majikannya.


"Rossy!"


Rossy mengangkat kepalanya dari dada atletis Jackson dan menatap wajah Jackson.


"Jangan berpikir terlalu lama. Aku ingin melihatmu memakai baju pengantin yang cantik," kata Jackson.


"Iya," jawab Rossy dengan suara kecil dan pipi merona merah.


Jackson ingin memberi waktu kepada Rossy untuk berpikir tentang pernikahan mereka dan  memutuskan akan menjalankan saran dari Agung yaitu berpacaran seharian dengan Rossy sehingga bisa membuat hubungan mereka berdua semakin erat lagi.


Jackson yakin pada saat itulah Rossy akan langsung setuju untuk menikah dengannya.


"Sekarang waktunya tidur," ucap Jackson dan mencium kening Rossy sekali lagi.


Jackson mematikan lampu di atas meja nakasnya kemudian memeluk erat Rossy sambil memejamkan matanya.


Tiba-tiba Jackson merasakan bibir lembut Rossy menempel di pipinya.


"Good night kiss," ucap Rossy.


Jackson memegang wajah Rossy dan  mencium pipi Rossy.


"Good night kiss too," kata Jackson.


***


Selamat malam readers.


Bab ini author up pukul 20.45 WITA.


Semoga readers menyukainya ya.


Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok.


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE

__ADS_1


__ADS_2