Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 227. Resepsionis baru


__ADS_3

**Ruang makan Mansion Wijaya***


Jackson menyodorkan lagi satu sendok bubur ayam di depan mulut Rossy.


"Jackson. Aku bisa makan sendiri," kata Rossy dengan suara kecil.


Jackson mendekatkan bibirnya ke telinga Rossy. "Kamu harus menyimpan tenagamu untuk nanti malam. Ingat janjimu tadi di kamar mandi. Targetku baby girl," ucap Jackson.


Pipi dan telinga Rossy semakin bersemu merah mengingat kejadian di kamar mandi tadi.


Mereka berdua berendam di dalam bathtub yang sama dan Jackson menepati janjinya untuk tidak melakukan petualangan fantasi di sana.


Jackson hanya membantu menggosok punggung Rossy dengan spons yang lembut.


Rossy tahu Jackson pasti  berusaha keras menahan gejolak darah mudanya sewaktu berendam bersama di dalam bathtub untuk menepati janjinya sehingga Rossy merasa tidak enak hati dengan pelayanan dan perlakukan lembut dari Jackson.


Tanpa sadar Rossy berjanji  akan melakukan petualangan fantasi bersama Jackson di malam hari nanti.


Pada saat itu Jackson tentu saja tidak menolak penawaran dari Rossy, seperti peribahasa "bagai mendapat durian  runtuh"  dan sekarang Jackson mengingatkan Rossy akan janjinya. 😆


Jackson tertawa kecil melihat pipi dan telinga Rossy yang merona merah.


Jackson tahu pasti Rossy sedang memikirkan yang terjadi di dalam bathtub tadi.


Rossy mempunyai sifat yang polos sehingga membuat Jackson mudah menebak isi hati dan pikirannya.


Suara tertawa kecil Jackson membuat Chandra yang sedang makan dengan tenang melihat ke arah mereka berdua.


"Mommy! Daddy ingin menyuapi mommy pertanda daddy sangat menyayangi mommy," kata Chandra.


"Betul sekali Chandra," ucap Jackson.


Dukungan dari Chandra terhadap Jackson membuat Rossy hanya bisa pasrah dan  membiarkan Jackson menyuapinya makan bubur ayam seperti anak kecil.


"Good girl," kata Jackson sambil membelai kepala Rossy dengan lembut setelah suapan sendok terakhir 😂.


Jackson sendiri hanya makan satu porsi kecil nasi goreng oriental.


"Aku lebih suka masakanmu," kata Jackson ke Rossy setelah menghabiskan nasi goreng oriental di piringnya.


"Iya Jackson. Aku akan antar lunch untukmu hari ini," kata Rossy sambil tersenyum.


"Oke," jawab Jackson sambil  menganggukkan kepalanya.


***


Sewaktu bersiap-siap untuk berangkat kerja, Jackson teringat akan sesuatu yang belum sempat ditanyakannya kepada Rossy semalam karena terbuai dengan sikap agresif dan posesif gadis muda itusemalam.

__ADS_1


"Rossy. Kamu berencana melakukan tes DNA untuk ayah dan adik tirimu?" tanya Jackson.


Chandra yang mendengar pertanyaan Jackson,  juga ikut melihat ke arah Rossy.


"Iya benar. Setelah Kelvin pulang ke Mansion Wijaya nanti, aku akan menemui ayah dan mencari kesempatan mengambil sehelai rambutnya," jawab Rossy dengan jujur.


Hal paling penting bagi Rossy sekarang adalah menjemput Kelvin pulang dari Healing Hands Hospital.


"Oke. Tes DNA nya nanti kamu serahkan kepadaku. Felix bisa mendapatkan hasilnya dalam satu hari," kata Jackson.


"Baiklah Jackson," jawab Rossy sambil tersenyum.


Rossy tidak menolak bantuan Jackson. Semakin cepat hasil tes DNA didapatkan maka semakin cepat Thomas mengetahui kebohongan Wulan Sari.


***


Rossy dan Chandra berdiri di depan pintu masuk Mansion Wijaya untuk  mengantar kepergian Jackson.


Jackson memberikan sebuah kecupan lama di kening Rossy sebelum masuk ke dalam mobil Land Rover Range Rover Velar yang dikemudikan oleh Pak Kuncoro menuju Perusahaan Wijaya.


Setelah Jackson pergi, Rossy dan Chandra berangkat ke Healing Hands Hospital untuk menjenguk dan mengantarkan breakfast Kelvin.


***Rumah Hartono***


Thomas sedang makan breakfast dengan Wulan Sari di ruang makan.


Thomas mengira Violet masih belum bangun tidur karena dari pagi tidak kelihatan Violet, yang biasanya sudah berada di ruang makan bersama mereka sejak pertunangannya di batalkan.


"Violet sudah berangkat kerja. Hari ini adalah hari pertamanya bekerja di perusahaan besar," jawab Wulan Sari sambil tersenyum.


"Baguslah Violet sudah mendapatkan pekerjaan. Sebagai sekretaris kah?" tanya Thomas.


"Itu adalah  perusahaan besar. Jadi Violet dalam masa training tiga bulan sebagai karyawan biasa sebelum menjadi sekretaris," jawab Wulan Sari.


Pekerjaan resepsionis hanyalah sebagai kedok Violet untuk mendekati Jackson.


Wulan Sari yakin tidak lama lagi Violet pasti bisa merebut Jackson dari tangan Rossy.


"Oh begitu. Violet bekerja di perusahaan apa?" tanya Thomas.


"Perusahaan Wijaya," jawab Wulan Sari sambil melihat ekspresi wajah Thomas.


Wulan Sari ingin mencari tahu apakah Thomas Hartono sudah mengetahui hubungan Rossy Hartono dan Jackson Wijaya.


Wulan Sari menarik napas lega setelah mengamati ekspresi wajah Thomas dengan saksama.


Thomas hanya menganggukkan kepalanya saja sewaktu mendengar kata Perusahaan Wijaya yang membuktikan Thomas masih belum tahu hubungan Jackson dan Rossy.

__ADS_1


Mereka berdua pun melanjutkan makan breakfast dengan tenang dan terhanyut dalam pikiran masing-masing


Wulan Sari memikirkan Violet yang pasti akan bisa menarik perhatian Jackson dengan penampilannya pagi ini, sedangkan Thomas memikirkan tentang Perusahaan Wijaya.


Thomas tahu Perusahaan Wijaya adalah salah satu perusahaan terbesar di Bali.


Bahkan beberapa hari ini Thomas secara tidak sengaja mendengarkan percakapan pelanggan setia Restoran Hartono ketika dirinya mengantarkan bakmi ayam legendaris.


Pelanggan setianya memuji CEO muda Perusahaan Wijaya yang melakukan lamaran romantis di taman bermain.


Bahkan Agung pun pernah menanyakan kepada Thomas, apakah sudah melihat video lamaran romantis yang tersebar ke mana-mana itu dan Thomas menjawab dengan jujur bahwa dirinya belum melihat video itu.


Pada saat itu Agung hanya memberikan senyuman lebar kepadanya dan tidak mengatakan apa pun lagi.


Sampai sekarang Thomas sama sekali belum pernah melihat video itu sehingga tidak tahu pemeran utama wanita dalam video itu adalah putri sulungnya, Rossy.


Thomas juga tidak mengetahui Agung adalah pemilik saham terbanyak di Perusahaan Wijaya.


***Perusahaan Wijaya***


Violet sudah duduk di depan  meja resepsionis. Di sampingnya duduk resepsionis senior, Fransisca.


Walaupun hanya jabatan resepsionis, tetapi Violet harus menjalani masa training selama tiga bulan sehingga Violet belum mengenakan seragam resepsionis Perusahaan Wijaya.


Semalam Fanny menelepon Violet dan memberitahukannya untuk mengenakan pakaian kerja yang rapi berupa kemeja putih dan rok hitam.


Violet memang mengikuti perkataan Fanny, tetapi kemeja putih yang dipakainya sangatlah ketat dan juga roknya sangat pendek.


Fransisca yang melihat penampilan Violet hanya tersenyum tipis dan tidak mengucapkan satu kata pun.


Fransisca yang sudah bekerja lama di Perusahaan Wijaya tahu pasti tidak lama lagi Violet akan di pecat dari Perusahaan Wijaya.


Perusahaan Wijaya sangat selektif terhadap karyawannya. Yang di nilai adalah kinerja kerja karyawan dan bukanlah penampilan seksi karyawan.


***


Halo readers tercinta. Ini bab kedua hari ini.


Apa yang akan dilakukan oleh Violet Hartono untuk menarik perhatian Jackson Wijaya?


Di tunggu ya lanjutannya nanti malam.


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE

__ADS_1


__ADS_2