
***Mansion Wijaya***
Sewaktu memasak lunch untuk di bawa ke Healing Hands Hospital, Rossy pun memasakkan lunch untuk Felix karena pria itu masih berada di Mansion Wijaya, sedangkan Jackson tidak berselera makan.
Jackson hanya duduk di atas kursi roda elektrik menemani Felix yang makan lunch dengan lahap di ruang makan. Setelah selesai makan, Felix membantu mendorong kursi roda Jackson ke ruang kerjanya.
Walaupun Jackson mengambil cuti dua hari, Jackson tetap melakukan pekerjaannya di ruang kerja.
Dengan adanya kursi roda elektrik yang dibawakan oleh Felix membuat Jackson lebih leluasa melakukan pekerjaannya tanpa mengkhawatirkan cedera pinggangnya.
***Ruang kerja Jackson Wijaya***
Felix duduk dengan santai di atas sofa yang berada di dalam ruang kerja Jackson sambil memegang perutnya yang kenyang.
Felix sangat senang karena hari ini bisa makan breakfast dan lunch masakan Rossy.
Felix melihat ke arah Jackson yang sedang serius bekerja.
"Jackson. Kamu yakin bisa ikut rapat direksi di perusahaan Wijaya tiga hari lagi?" tanya Felix.
"Iya. Walaupun harus menggunakan kursi roda elektrik, aku harus hadir di rapat direksi itu," jawab Jackson dengan tegas.
"Aku akan menginap di Mansion Wijaya dua malam," kata Felix.
"Oke. Kamu bisa meminta Pak Lesmana menyiapkan kamar tamu untukmu," jawab Jackson.
Felix memutuskan menginap di Mansion Wijaya untuk memudahkannya memeriksa cedera pinggang Jackson. Setidaknya cedera pinggang Jackson harus lebih membaik pada waktu rapat direksi nanti.
Hanya itu yang bisa Felix lakukan untuk Jackson karena tidak mungkin Jackson akan membatalkan keputusannya untuk mengikuti rapat direksi.
Felix tahu rapat direksi itu sangat penting bagi Jackson.
"Aku akan menemanimu ke rapat direksi itu," usul Felix.
"Tidak perlu. Aku mempunyai rencana lain pada hari itu," jawab Jackson.
"Oke," ucap Felix.
Handphone Jackson berbunyi dan Jackson melihat nama yang muncul di layar handphone , Kakek.
"Halo."
"Jackson. Aku baru tahu kamu cuti dua hari dari perusahaan karena cedera pinggang. Bagaimana keadaan pinggangmu sekarang? Perlu menginap di rumah sakit kah?" tanya Agung .
"Felix sudah memeriksa cedera pinggangku. Hanya perlu memakai obat salep dan tidak boleh melakukan aktivitas yang berat. Jadi tidak perlu menginap di rumah sakit," jawab Jackson
"Kamu yang tidak mau menginap di rumah sakit," kata hati Felix.
Jackson sudah bisa menduga Agung mengetahui dirinya cuti kerja dua hari dari pamannya, Kusuma Wijaya.
"Untuk rapat direksi nanti..." Agung belum selesai mengucapkan perkataannya, Jackson sudah memotong pembicaraannya.
"Aku pasti hadir," kata Jackson dengan singkat.
__ADS_1
"Kakek juga hadir bukan?" tanya Jackson.
"Iya. Pamanmu meminta kakek hadir," jawab Agung dengan jujur.
"Oke kakek. See you there," kata Jackson.
Felix melihat ke arah Jackson setelah percakapan telepon berakhir.
"Kakekmu akan hadir di rapat direksi juga?" tanya Felix ke Jackson.
"Iya. Aku sudah menebaknya sejak awal. Paman baikku pasti akan meminta kakek hadir di rapat direksi nanti," jawab Jackson dengan suara datar.
"Kamu sudah mempunyai rencana untuk melawan pamanmu? Kamu yakin para pemegang saham tidak akan memberikan voting untuk sepupumu?" tanya Felix dengan nada khawatir.
"Aku yakin 100% mereka tidak akan bisa mengambil posisi CEO ku. Para pemegang saham bukanlah orang yang bodoh. Mereka masih mau menikmati keuntungan yang bisa aku dapatkan untuk perusahaan Wijaya," jawab Jackson dengan yakin.
"Aku percaya dengan kemampuanmu Jackson," ucap Felix.
***Ruang Lab Healing Hands Hospital***
Michelle menyerahkan ketiga plastik kecil yang berisi rambut Jackson, Chandra, dan Kelvin ke Jennifer .
Jennifer adalah salah satu laboran di Healing Hands Hospital dan kenal dekat dengan Michelle.
#laboran adalah orang ( ahli kimia dan sebagainya) yang bekerja di laboratorium#
"Jennifer. Tolong lakukan tes DNA untuk salah satu pasienku," pinta Michelle.
"Oke. Hasilnya akan keluar dalam tiga hari,"jawab Jennifer.
"Thank you Jennifer," kata Michelle dan berjalan keluar dari ruang lab untuk mulai bekerja.
***
Michelle bertabrakan dengan seseorang di pintu masuk ruang lab.
"Sorry Michelle. Apakah kamu baik-baik saja?" tanya Michael.
"Aku tidak apa-apa Michael. Kamu mau ke ruang lab ya?" tanya Michelle.
"Iya. Aku ingin menyerahkan sampel darah pasienku," jawab Michael sambil memperlihatkan tabung kecil di tangannya.
"Kamu melakukan tes apa di ruang lab?" tanya Michael.
"Oh..aku juga menyerahkan sampel darah pasienku,' jawab Michelle dengan gugup.
Tes DNA ini sangat penting dan rahasia besar Rossy sehingga Michelle tidak mau memberitahukan kepada siapapun.
"Oke. Sebagai rekan kerja, kita sangat berjodoh bisa bertemu dua kali dalam sehari. Tukaran nomor LINE yuk," kata Michael sambil tersenyum.
"Oke oke," kata Michelle dan mengeluarkan handphonenya dari kantong jas dokternya. Setelah selesai bertukaran nomor LINE, handphone Michelle berbunyi sehingga gadis muda itu menganggukkan kepala ke arah Michael sebagai isyarat dirinya akan pergi sambil mengangkat teleponnya.
Michael menatap punggung Michelle yang perlahan menghilang dari hadapannya.
__ADS_1
"Very interesting," kata hati Michael sambil tersenyum samar. Lalu Michael memasukkan tabung kecil yang berada di tangannya tadi ke dalam kantong jas dokternya dan berjalan meninggalkan ruang lab.
***
Michelle mengangkat telepon dari Felix.
"Halo Felix," kata Michelle.
"Halo Michelle. Kamu sudah lunch kah?" tanya Felix.
"Sudah Felix. Ada apa mencariku?" tanya Michelle.
"Dua hari ini aku tidak bisa ke Healing Hands Hospital. Tolong kirim kepadaku laporan tentang kondisi Dokter Erik di kamar pasien VVIP selama dua hari ini ya," pinta Felix.
"Oke Felix. Aku akan mengirimkannya kepadamu. Apakah kamu sakit?" tanya Michelle.
Walaupun selama ini Michelle tahu Felix jarang ke Healing Hands Hospital, tetapi sejak Dokter Erik di rawat di kamar pasien VVIP, Felix selalu datang memeriksa keadaannya sehingga Michelle menduga Felix sedang sakit.
"Aku tidak sakit Michelle. Ada masalah kecil yang harus aku urus. Terima kasih atas perhatiannya," jawab Felix dengan nada senang.
"Baiklah Felix. Aku bekerja dulu ya," kata Michelle.
"Oke Michelle," jawab Felix.
***
Felix melihat ke arah Jackson yang sedang sibuk lagi dengan pekerjaannya setelah menutup sambungan telepon dengan Michelle.
"Jackson. Demi kamu aku tidak bisa bertemu dengan angelku dua hari," keluh Felix.
"Angelmu? Sejak kapan ada angel di Healing Hands Hospital?" tanya Jackson.
"Michelle Angela. Temannya Rossy. Kamu pernah bertemu dengannya di mall dan Healing Hands Hospital. Dia adalah angelku," jawab Felix sambil tersenyum lebar.
"Oh begitu!" Jackson memberikan jawaban yang singkat.
Felix menggelengkan kepalanya melihat sikap Jackson yang tidak peduli.
Felix merasakan sia-sia berbicara tentang cinta kepada jomblo di depannya.
Felix sadar Jackson hidup di dunia yang berbeda dengannya. Di dunia Jackson Wijaya hanya ada kata bekerja, bekerja dan bekerja. Tidak ada kata cinta di dalam dunia Jackson.
Felix merasa kasihan kepada Chandra yang tidak akan pernah bisa memperoleh seorang mommy karena sifat Jackson.
***
Kenapa Dokter Michael mengucapkan kata ' very interesting?'
Michelle kah yang sangat menarik menurut Dokter Michael atau....?
Jangan lupa klik like ya readers.
Thank You
Masih ada 1 bab lagi yang akan author up nanti.
__ADS_1
Jangan lupa baca lagi ya readers ^~^