Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 55. Foto Polaroid


__ADS_3

***Restoran Hartono***


Beberapa saat kemudian Thomas membawa semangkuk bakmi ayam dan kuahnya yang hangat keluar dari dalam dapur.


Thomas menyajikannya di atas meja Agung.


Bakmi ayam. Makanan yang sangat sederhana dan merupakan makanan favorit pelanggan setia Restoran Hartono.


Masakan ini adalah hasil kreasi dari Thomas bersama ibu kandung Rossy sehingga Thomas pun sangat mahir memasak bakmi ayam legendaris ini.


"Harum sekali," puji Agung sambil mencium aroma bakmi ayam yang menggelitik hidungnya.


Thomas memperhatikan Agung yang sedang menikmati bakmi ayamnya dengan lahap.


Belakangan ini selalu datang ke Restoran Hartono untuk makan siang. Menu yang di pesannya selalu saja Bakmi Ayam.


Thomas tahu Agung adalah orang kaya dan bisa memesan jenis makanan apapun. Akan tetapi, setiap kali orang tua itu hanya memesan bakmi ayam. Pastilah dikarenakan ingin mengenang sesuatu ataupun seseorang yang berkaitan dengan bakmi ayam legendarisnya.


"Thomas. Ayo duduklah menemaniku," ajakAgung dengan ramah setelah selesai makan bakmi ayam di mangkuknya.


"Baik tuan Agung." Thomas tidak pernah menolak permintaan pelanggannya.


Biasanya Agung akan pulang setelah selesai makan bakmi ayam. Akan tetapi, hari ini Agung ingin mengobrol dengan seseorang.


"Kamu tahu tidak kenapa aku selalu memesan bakmi ayam legendaris ini?" tanya Agung.


"Mungkin karena tuan Agung pernah mencoba bakmi ayam legendaris ini dan sangat menyukainya," jawab Thomas.


"Ha ha ha! Kamu percaya diri sekali dengan menu andalan restoranmu ini. Salah satu penyebabnya memang karena masakan bakmi ayammu yang enak," kata Agung dengan jujur.


"Penyebab yang lainnya?" tanya Thomas.


"Putra sulungku yang merekomendasikan restoran dan bakmi ayam legendaris ini kepadaku," jawab Agung.


Agung terdiam sejenak mengingat kembali kejadian dua puluh tahun yang lalu dan berusaha mengendalikan emosinya sehingga bisa bercerita kepada Thomas.


"Pada waktu itu putraku Satria bersama menantuku Eva dan cucuku secara kebetulan melewati restoran ini. Cucuku, Jackson ingin bermain di pantai sehingga mereka memutuskan makan siang di restoran ini," kata Agung.


"Mereka bertiga sangat menyukai bakmi ayam legendaris ini dan meneleponku untuk bergabung dengan mereka. Aku sedang ada meeting yang penting dengan klien pada saat itu sehingga tidak jadi bergabung bersama mereka. Akhirnya kita janjian untuk makan bersama di restoran Hartono ini dua hari kemudian," kata Agung dengan mata berkaca-kaca.


Agung sama sekali tidak menyangka dirinya tidak akan ada kesempatan lagi berkumpul dan makan bersama Satria dan Eva.


Satria dan Eva mengalami kecelakaan mobil yang merenggut nyawa mereka berdua, tepatnya di hari mereka janjian makan siang di Restoran Hartono.


Pada hari itu jugalah Jackson mengalami trauma yang mengakibatkannya mengidap penyakit eating disorder.

__ADS_1


Seorang wanita menculik Jackson dan meminta Satria serta Eva pergi menemuinya. Satria menyetir mobil dengan cepat karena khawatir bahwa wanita itu akan menyakiti Jackson sehingga terjadilah kecelakaan mobil yang merenggut nyawa mereka berdua.


Pada akhirnya wanita itu melepaskan Jackson setelah mengetahui Satria meninggal dunia karena kecelakaan mobil.


Wanita itu histeris dan menjadi gila dan dimasukkan ke dalam rumah sakit jiwa. Dua bulan kemudian wanita itu bunuh diri  di dalam rumah sakit jiwa.


Selama ini Agung merasa bersalah kepada Jackson. Sebelum kejadian penculikan Jackson, Agung pergi menemui wanita itu dan mengancamnya untuk tidak mengganggu rumah tangga Satria lagi.


Agung tidak tahu ancamannya akan memprovokasi wanita itu menculik Jackson dan mengakibatkan kematian Satria Wijaya serta Eva karena kecelakaan mobil.


Wanita itu bernama Susan. Susan adalah sekretaris Satria di Perusahaan Wijaya. Susan sangat tergila-gila kepada Satria dan ingin menjadi wanitanya. Satria menolaknya dengan tegas karena sudah mempunyai istri yang sangat dicintainya, Eva.


Susan tidak putus asa dan menggunakan cara yang licik berhasil menjebak Satria berhubungan mesra dengannya satu kali.


Satria langsung memecat Susan dari Perusahaan Wijaya. Akan tetapi, Susan tidak menyerah. Wanita itu menganggap dirinya sebagai istri Satria dan meneror Eva untuk bercerai dengan Satria.


Pada saat itu Eva sedang hamil muda dan karena syok berat hampir saja keguguran. Satria berusaha keras menjelaskan semuanya kepada Eva dan Eva pun mempercayai perkataan suami yang sangat di cintainya. Eva memaafkan Satria.


Agung mengetahui tentang Eva yang hampir keguguran karena di teror oleh Susan sehingga berinisiatif menemui Susan dan mengancamnya untuk tidak mengganggu rumah tangga Satria lagi.


Tidak lama kemudian Susan menghilang dari Bali. Agung mengira Susan menghilang karena takut pada ancamannya sehingga tidak lagi mencari tahu keberadaan Susan.


Tidak di sangka lima tahun kemudian, Susan kembali ke Bali dan membawa seorang anak laki-laki berusia empat tahun lebih ke Mansion Wijaya.


Eva yang sudah menjadi seorang ibu, lebih tegar menghadapi kenyataan dan menyerahkan semua keputusan kepada Satria.


Satria yang sangat mencintai Eva, menolak keras permintaan Susan yang tidak masuk akal.


Satria akan melakukan tes DNA dengan anak laki-laki itu. Jika anak laki-laki itu memang adalah putranya, Satria bersedia bertanggung jawab memberikan semua fasilitas yang sama dengan Jackson. Satria akan menyekolahkannya sampai anak itu mempunyai karir dan hidup mandiri. Akan tetapi, Satria tidak akan menerima Susan dan anaknya tinggal di Mansion Wijaya. Satria akan mencarikan mereka rumah yang bagus dan layak untuk di tinggali.


Satria dan Eva tahu Susan pasti tidak akan menerima keputusan Satria serta akan meneror Eva lagi.


Agung yang mengetahui hal itu menemui Susan dan mengancamnya lagi. Tidak di sangka hal itu memprovokasi Susan sehingga menculik Jackson.


Susan meminta Satria dan Eva menemuinya jika ingin menyelamatkan Jackson. Susan sudah menyiapkan surat cerai antara Satria dan Eva. Susan berniat memaksa mereka menandatanganinya sebagai syarat untuk menyelamatkan Jackson.


Tidak di sangka Satria dan Eva mengalami kecelakaan mobil dalam perjalanan menemui Susan, yang menyebabkan mereka berdua meninggal dunia.


Ketika polisi menemukan Jackson yang sudah di lepaskan oleh Susan, keadaan Jackson sangat prihatin dan harus di rawat di rumah sakit selama satu bulan.


Mulai saat itulah Jackson mengidap penyakit eating disorder. Jacksontidak bisa makan makanan apa pun. Apabila di paksakan ,maka makanan itu akan di muntahkannya kembali.


Agung tidak tahu apa yang telah Susan lakukan terhadap Jackson selama penculikan itu. Banyak dokter psikiater memeriksa Jackson dan tetap tidak berhasil menyembuhkannya karena Jackson tidak mau menceritakan apa yang di lakukan oleh Susan terhadapnya.


Pada saat itu Jackson masih kecil sehingga Agung pun tidak ingin terlalu memaksanya. Agung sangat bersyukur Jackson masih bisa bertahan hidup selama dua puluh tahun walaupun penyakitnya tetap mengikutinya selama ini.

__ADS_1


***


Thomas melihat Agung terdiam lama dan tidak melanjutkan ceritanya sehingga Thomas mencoba berbicara dengan Agung.


"Apakah tuan Agung jadi datang makan bakmi legendaris ini pada waktu itu?" tanya Thomas dengan hati-hati.


"Aku tidak sempat makan bakmi legendaris ini karena Satria dan Eva mengalami kecelakaan mobil yang merenggut nyawa mereka pada waktu itu," jawab Agung dengan sedih.


"Tuan Agung. Maafkan aku yang sudah membuatmu mengingat kejadian menyedihkan waktu itu," kata Thomas.


"Kamu tidak bersalah. Justru keluarga kecil Satria mengalami hari yang bahagia ketika berada di restoranmu waktu itu," kata Agung.


"Satria memberitahuku restoran Hartono ini mempunyai tradisi menarik. Setiap tamu yang makan di sini akan di foto dengan kamera polaroid dan fotonya di tempel di pojok dinding ruangan. Hari ini aku memberanikan diri untuk melihat foto itu dan menemukan foto mereka. Mereka sangat bahagia di dalam foto itu," lanjut Agung.


Agung mengeluarkan handphonenya dari dalam kantong celananya dan membuka galeri fotonya.


Agung melihat foto di layar handphonenya dengan saksama, lalu menatap ke arah Thomas.


"Aku tadi memotret foto itu dengan handphoneku. Satria, Eva, dan Jackson terlihat sangat bahagia di dalam foto ini. Mungkin kamu masih mengingat wajah mereka," kata Agung sambil menyerahkan handphonenya untuk di lihat oleh Thomas.


Thomas menerima handphone itu dan melihat foto di layarnya.


Sepasang pria dan wanita tersenyum bahagia. Wanita itu memegang piring kecil yang berisi sepotong cake.


Di depan mereka berdiri seorang anak laki-laki tampan dengan cream cake menempel dihidungnya dan di samping anak laki-laki itu ada anak perempuan dengan rambut berkepang dua tersenyum manis.


Di hidung anak perempuan itu pun tertempel cream cake, sama seperti hidung anak laki-laki di sebelahnya.


"Rossy!" kata Thomas yang mengenali anak perempuan di dalam foto itu ternyata adalah Rossy, putri sulungnya.


***


Selamat pagi readers.


Kasihan sekali ya masa kecil Jackson. Tidak di sangka Jackson dan Rossy sudah pernah bertemu sewaktu mereka kecil.


Penasaran kan? Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya nanti siang ya.


Dukung karya ini dengan menekan 'like' setelah selesai membaca.


See You Soon


Thank You


Author : LYTIE

__ADS_1


__ADS_2