Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 213. Kedatangan Wulan Sari dan Violet


__ADS_3

***Ruang kantor Jackson Wijaya***


Jackson menghentikan langkah kakinya secara tiba-tiba sehingga Rossy dan Chandra ikut menghentikan langkah kaki mereka.


Jackson merasa tidak rela untuk membiarkan Rossy pergi  begitu cepat tanpa melakukan apa pun.😅


"Chandra!" panggil Jackson.


Chandra merasakan deja-vu dengan panggilan Jackson secara tiba-tiba.


"Tu...." Belum sempat Jackson menyelesaikan perkataannya, Chandra sudah menyela terlebih dahulu.


"Mommy! Aku mau ke toilet," kata Chandra dan dengan cepat  berlari menuju toilet yang berada di dalam ruang kantor Jackson.


Chandra tahu Jackson akan memintanya menutup mata lagi dan melakukan sesuatu yang membuat pipi Rossy merona merah sehingga kali ini Chandra berinisiatif masuk ke dalam toilet supaya tidak mengganggu kemesraan Jackson dan Rossy.


"Putraku memang pintar," kata Jackson dengan suara kecil dan segera memeluk pinggang ramping Rossy.


Jackson tidak menyia-nyiakan waktu yang diberikan oleh Chandra. Jackson tersenyum melihat pipi Rossy yang sudah merona merah sehingga membuat Jackson semakin gemas dan ingin menumpahkan semua perasaan hatinya ke Rossy.


Jackson mengecup kening dan  pipi Rossy. Kemudian mencium bibir stroberi Rossy dengan lembut, menikmati setiap sudut bibir Rossy yang terasa manis.


Rossy membalas ciuman Jackson dengan memejamkan kedua matanya dan  sambil mengalungkan kedua tangannya ke leher Jackson.


Ciuman itu berlangsung sangat lama dan tidak ada satu pun dari mereka yang ingin melepaskan ciuman itu.


Mereka berdua saling melepas rasa rindu setelah berpisah hanya beberapa jam saja , tetapi terasa seperti bertahun-tahun lamanya.


***


Suara gagang pintu toilet yang keras membuat mereka berdua terpaksa menghentikan ciumannya.


Beberapa saat kemudian Chandra berjalan keluar dari dalam toilet dan melihat Jackson sedang bergandengan tangan dengan Rossy.


Chandra memang sengaja membuka pintu toilet dengan keras sebagai isyarat dirinya akan keluar dari dalam toilet segera.


"Mommy! Ayo kita ke Healing Hands Hospital sekarang," ajak Chandra.


"Iya Chandra. Kamu pasti sudah lapar," kata Rossy sambil tersenyum.


Jackson mencium kening Rossy selama beberapa detik. "Kirim sms kepadaku setelah tiba di Healing Hands Hospital," pesan Jackson.


"Baiklah," jawab Rossy sambil tersipu malu karena Jackson mencium keningnya di depan Chandra.

__ADS_1


Jackson memegang kedua pundak Chandra. "Chandra! Jaga dan lindungi mommy dengan baik!" ucap Jackson.


"Oke daddy," jawab Chandra sambil menganggukkan kepalanya dengan patuh.


Rossy dan Chandra berjalan keluar dari ruang kantor Jackson, sedangkan Jackson menatap punggung mereka berdua hingga tidak lagi kelihatan sosok Rossy dan Chandra di matanya.


Jackson berjalan masuk ke dalam ruang kantornya menuju meja kerjanya. Jackson membuka tutup kotak aluminium foil dan tersenyum melihat chicken cordon bleu serta mashed potato yang masih hangat.


Jackson memakannya dengan lahap. Rossy sengaja menyiapkan porsi lunch yang bisa dihabiskan oleh Jackson.


Setiap hari Rossy selalu memantau perkembangan pola makan Jackson ehingga tahu pasti berapa banyak asupan makanan yang sanggup di terima oleh tubuh Jackson sekarang.


Penyakit Jackson bisa dikatakan sudah hampir sembuh.


Jackson juga bisa memakan masakan dari koki lain.


Hanya saja Jackson masih menghindari masakan steak sapi karena masih belum yakin bayangan penculikan dua puluh tahun yang lalu apakah masih akan muncul lagi sewaktu melihat masakan steak sapi.


Secara perlahan trauma masa lalunya sudah bisa di atasi oleh Jackson. Terbukti penyakit eating disorder nya sudah berangsur membaik.


Beberapa saat kemudian Jackson sudah menghabiskan lunch dan melanjutkan pekerjaannya karena tidak ingin pulang terlalu malam ke Mansion Wijaya.


***Di luar kamar pasien VVIP Kelvin Hartono***


Wulan Sari dan Violet berdiri di depan kamar pasien VVIP Kelvin sambil berkacak pinggang di hadapan Robin.


Wulan Sari mengetahui nama Chandra dari teman-teman sosialitanya yang suka bergosip.


"Tidak ada seorang pun yang boleh masuk ke dalam!"  jawab Robin dengan tegas dan memperlihatkan posisi tubuh yang semakin tegak berdiri di depan pintu kamar pasien VVIP.


"Hei! Kamu cuma penjaga pintu! Jangan sombong! Satu telepon dariku ke Rossy, kamu akan di pecat langsung," teriak Violet sambil berpura-pura mengeluarkan handphone dari dalam tasnya.


Violet sengaja ingin menggertak Robin dan juga sekalian merusak nama baik Rossy. Violet ingin menghasut Robin agar bodyguard kekar itu membenci Rossy.


***


"Tidak perlu telepon! Aku ada di sini sekarang!"


Wulan Sari dan Violet terkejut mendengar suara yang sangat familiar di telinga mereka berdua dan segera melihat ke sumber suara.


Rossy berjalan dengan tenang ke arah mereka sambil memegang satu paper bag di tangannya.


Violet semakin merasa benci dan iri melihat Rossy yang terlihat cantik, anggun, dan menawan dengan gaun formal rancangan Butik Athena.

__ADS_1


Wulan Sari juga merasa syok dengan penampilan Rossy yang mirip dengan teman-teman sosialitanya.


"Rossy! Ibu sangat merindukanmu," kata Wulan Sari sambil tersenyum dan ingin memeluk Rossy.


Wulan Sari berpelukan dengan 'angin' karena Rossy menghindari kedua tangan Wulan Sari yang akan menyentuh tubuhnya.


"Kita tidak akrab," ucap Rossy dengan nada datar.


Rossy merasa muak dengan sikap Wulan Sari yang pintar berakting dan bermuka dua.


Rossy masih mengingat dengan jelas rencana busuk Wulan Sari terhadapnya di pesta pertunangan Violet dan Febrian beberapa waktu yang lalu.


Rossy tahu pasti Wulan Sari ingin menghancurkannya dan merebut Restoran Hartono dari tangannya.


Violet sangat mirip sifatnya dengan Wulan Sari dan tidak akan ada orang yang meragukan bahwa mereka adalah ibu dan anak karena sama-sama pintar berakting dan berhati jahat.


***


"Nona Rossy!" sapa Robin sambil menganggukkan kepalanya ke Rossy.


"Pak Robin! Aku tidak mengenal mereka berdua. Mereka tidak boleh menginjakkan kakinya ke kamar pasien," ucap Rossy.


" Baik nona Rossy!" jawab Robin.


"Hei Rossy! Kamu bisa sombong sekarang! Kita lihat aja siapa nanti yang akan tertawa paling akhir!" teriak Violet.


Rencana yang disusun oleh Wulan Sari sudah pasti tidak akan bisa dilakukan karena kemunculan Rossy secara tiba-tiba sehingga Violet merasa tidak perlu bersikap pura-pura sekarang.


Violet berjalan mendekati Rossy sambil berkacak pinggang dan  melihat ke arah Chandra yang berdiri di samping Rossy.


***


Malam readers tercinta.


Jangan lupa baca lanjutan ceritanya besok ya.


Yang pastinya akan ada drama lagi dengan pemeran utama Wulan Sari dan Violet Hartono 😂😂😂


DON'T MISS IT.


PERSIAPKAN POPCORN SAMBIL MEMBACA YA READERS. PAS BANGET DI MALAM MINGGU 😆😆😆


TERIMA KASIH

__ADS_1


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2