Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 150. Jebakan


__ADS_3

***Tempat penitipan anak dekat rumah kontrakan Michelle Angela ***


Chandra yang masih mengawasi cctv Hotel H terkejut ketika melihat mobil mercedes benz warna putih berhenti di Hotel H.


"Itu mobil kakek buyut," kata hati Chandra.


Dugaan Chandra tepat setelah melihat Agung dan Indra turun dari dalam mobil itu.


"Pasti kakek yang mengundang kakek buyut ke pesta pertunangan ini," kata hati Chandra.


Rasa terkejut Chandra sudah hilang dan bersikap tenang kembali.


Chandra yakin Jackson bisa mengatasi masalah apa pun di dalam ballroom pesta termasuk  kehadiran Agung di sana.


Lagi pula semua tamu undangan memakai topeng wajah sehingga mungkin saja Agung dan Indra tidak menyadari Jackson juga berada di dalam ballroom pesta pertunangan.


Chandra fokus melihat cctv di dalam ballroom Hotel H karena Rossy berada di sana.


Chandra juga mengawasi dua pria mencurigakan yang mendadak muncul di meja penerima tamu untuk mengambil topeng wajah saja tanpa mengisi nama di buku tamu. Chandra yakin kedua pria itu ada hubungannya dengan Violet.


***Toile Hotel H***


Rossy dan Michelle berada di dalam kamar toilet yang sama.


Michelle membantu Rossy menghapus make up jelek di wajahnya dengan alat kosmetik yang sudah dipersiapkan oleh Rossy di tas pesta hitamnya. Setelah memakai kembali topeng wajahnya, Rossy keluar dari kamar toilet bersama Michelle.


Mereka berdua terpaksa menghapus make up wajah Rossy di dalam kamar toilet karena tidak ingin ketahuan oleh orang lain.


Michelle melihat ke arah kamar toilet lainnya yang masih kosong.


Michelle yakin para tamu undangan pesta masih berada di dalam ballroom sehingga dirinya bisa bebas berbicara dengan Rossy.


"Rossy. Aku yakin Febrian akan terkejut melihat wajah cantikmu," kata Michelle sambil melihat topeng wajah Rossy seolah-olah matanya bisa menembus ke dalam dan melihat wajah asli Rossy.


"Pasti!" jawab Rossy dengan yakin.


"Oh iya," kata Michelle sambil membuka tas pestanya dan mengeluarkan lipstiknya.


"Kamu harus memakai lipstik di bibir cantikmu. Jangan kalah sama bibir Violet yang merah menyala," ucap Michelle.


Selama ini Rossy hanya memakai lip balm untuk melembabkan bibirnya saja.


Rossy ketawa kecil mendengar perkataan Michelle dan memakai lipstik warna merah milik Michelle Angela ke bibirnya.


"Perfect! Bibir merahnya Violet kalah jauh dari bibir merahmu," ucap Michelle dengan yakin.


Rossy akan mencari kesempatan untuk memperlihatkan wajah aslinya ke Febrian seorang saja di ballroom nanti.


Michelle akan membantunya mengalihkan perhatian Violet.


Michelle dan Rossy bergandengan tangan keluar dari toilet Hotel H menuju ballroom pesta.


***Ballroom Hotel H***


Rossy dan Michelle duduk kembali di meja tamu tempat Felix dan Jackson berada.


Di balik topeng wajah Rossy adalah wajah aslinya tanpa make up jelek.


Rossy dan Michelle tidak menyadari ketika mereka berjalan kembali ke ballroom pesta pertunangan, ada tiga orang  yang sedang melihat ke arah mereka.


Ketiganya adalah Victoria, Stella, dan Jessi yang duduk bersama di tempat duduk khusus di depan.


Tempat duduk mereka sangat dekat dengan tempat duduk Agung dan Indra. Victoria memang sengaja memilihkan tempat duduk yang dekat dengannya untuk Indra sehingga memudahkannya mendekati Indra nantinya.


"Stella. Violet meminta kita mempermalukan wanita bergaun merah itu. Yang duduk semeja dengan wanita bergaun hitam dan pria kursi roda," kata Jessi.


Jessi memberitahukan hal itu ke Stella karena rencana Violet sudah diketahui olehnya dan Victoria.


Hanya Stella saja yang belum tahu apa-apa karena menghilang secara tiba-tiba di meja penerima tamu tadi.


Stella mengenali wanita bergaun hitam adalah Michelle. Stella merasa yakin wanita bergaun merah di samping Michelle pastilah wanita yang jelek dan tua temannya Michelle.


"Oke. Aku akan ikut rencana Violet," ucap Stella sambil tersenyum sinis.


Stella tidak berani mengerjai Michelle karena ada Felix di sana sehingga Stella ingin melampiaskan kekesalannya dan rasa malunya di Healing Hands Hospital beberapa waktu yang lalu ke teman dekat Michelle.


Wanita bergaun merah itu sudah tua dan jelek. Stella yakin pria yang sedang duduk di kursi roda itu pasti bukan orang yang kaya dan terpandang. Tidak mungkin akan ada pria yang menyukai wanita jelek dan tua bergaun merah itu.

__ADS_1


Mereka bertiga mengawasi terus ke arah Rossy sambil mencari kesempatan untuk menjalankan rencana jahat mereka.


Rossy yang tidak mengetahui dirinya sudah menjadi target, sedang tersenyum ke arah Jackson yang memandangnya dengan intens dari balik topeng wajah.


"Rossy. Kamu pakai lipstik?" tanya Jackson.


Sejak Rossy kembali ke ballroom, Jackson sudah menyadarinya dan tanpa sadar membayangkan buah stroberi segar di pikirannya.


"Iya. Lipstiknya Michelle, agar aku tidak kalah dari bibir merahnya Violet," jawab Rossy dengan jujur.


"Bibirmu lebih cantik darinya. Seperti buah stroberi," kata hati Jackson sambil membayangkan dirinya menikmati buah stroberi segar yang sangat menggoda di hadapannya.


Kalau saja tidak ada topeng wajah yang menutupi wajah Jackson, Rossy pasti akan melihat dengan jelas wajah Jackson yang memerah seperti kepiting rebus 😆


Beberapa saat kemudian Rossy melihat Violet dan Febrian Isedang bergandeng tangan mendatangi setiap meja tamu undangan dan bersulang dengan tamu undangan.


Rossy ingin menggunakan kesempatan ini untuk menjalankan rencananya.


"Tuan Jackson. Aku akan mengambil makanan untukmu," kata Rossy.


Jackson menganggukkan kepalanya.


Sewaktu Rossy dan Michelle ke toilet, Rossy melihat ada beberapa jenis minuman jus di meja buffet sehingga Rossy ingin mengambilkannya untuk Jackson.


"Tuan Jackson ingin minum jus apa?" tanya Rossy.


"Stroberi," jawab Jackson dengan singkat.


"Oke," jawab Rossy.


"Michelle, mari kita antri mengambil makanan," ajak Rossy sambil memberi isyarat mata ke Michelle dan langsung dimengerti oleh Michele.


"Oke," jawab Michelle dengan cepat dan mengikuti Rossy.


"Jackson. Aku juga pergi mengambil makanan," kata Felix dengan cepat dan berlari kecil menyusul Michelle.


Jackson hanya menggelengkan kepala melihat sikap Felix yang mengikuti Michelle ke mana pun.


Jackson tidak sadar matanya juga terus melihat ke arah sosok Rossy sejak tadi dan kalau saja Jackson tidak duduk di atas kursi roda, dia pasti akan bersikap seperti Felix.😂


 ***


"Let's go!" ucap Stella dengan bersemangat.


Mereka bertiga akan menjalankan rencana untuk mempermalukan Rossy.


"Aku akan menjauhkan Michelle darinya," kata Victoria yang melihat Rossy dan Michelle sedang  bergandengan tangan.


"Oke!" jawab Jessi dan Stella bersamaan.


Jessi yang tidak mengenal Michelle mengerti perkataan Victoria dan menduga wanita bergaun hitam itu bernama Michelle.


 ***


"Michelle!"


Victoria menyapa Michelle dengan centil.


"Ada apa?" tanya Michelle dengan ketus.


"Kenapa teleponmu gak bisa aku hubungi lagi? Kamu tukar nomor handphone ya?" tanya Victoria.


Victoria berpura-pura tidak tahu Michelle memblacklist nomor handphonenya.


"Tidak!" Michelle menjawab dengan singkat.


"Ayolah. Aku mau minta nomor handphonemu lagi. Kali ini aku mau kamu yang langsung meneleponku sehingga nomor handphonemu tidak akan salah lagi," ucap Victoria sambil mengandeng tangan Michelle yang satunya lagi.


Michelle terpaksa melepaskan gandengan tangannya dengan Rossy karena harus menggunakan tangannya untuk mengambil handphonenya dari dalam tas pestanya.


Rossy melihat Felix berdiri dengan tenang di belakang Michelle sehingga Rossy merasa tenang karena ada Felix yang akan melindungi Michelle dari Victoria.


Rossy berjalan menuju meja buffet dan mengambil makanan untuk Jackson.


Rossy memegang piring yang berisi butterrice dan beberapa potong chicken wing di tangan kirinya sedangkan tangan kanannya memegang segelas jus stroberi.


Stella dan Jessi yang hanya memegang gelas berisi wine merah di tangan mereka,mencoba menyenggol tangan Rossy dengan sengaja.

__ADS_1


Mereka ingin membuat Rossy menjatuhkan piring dan gelas itu sehingga akan membuat kotor gaun merah Rossy dan juga menarik perhatian para tamu undangan lainnya.


Pada saat itulah Violet akan berpura-pura datang membela Rossy dan sengaja menyebarkan identitas Rossy sebagai kakak tirinya yang melahirkan anak haram lima tahun yang lalu.


Para tamu undangan pasti akan menertawakan Rossy dan mengejek serta menghina Rossy.


Itu adalah rencana Violet yang akan dilanjutkan dengan rencana jahat Wulan Sari.


Stella dan Jessi terkejut ketika melihat Rossy dengan gesit memegang erat piring dan gelas yang berada di tangannya dan tidak terjatuh sama sekali.


Rossy yang berpengalaman sebagai koki, sudah terbiasa memegang piring dan gelas dengan kedua tangannya sehingga senggolan dari Stella dan Jessi tidak ada efek apa pun terhadap Rossy.😂


Stella tidak akan membiarkan rencana Violet gagal sehingga Stella langsung menuangkan gelas wine di tangannya ke gaun putihnya yang super seksi itu.


"Hei! Kamu!" teriak Stella sambil berlari ke depan Rossy.


Rossy menghentikan langkah kakinya dan melihat Stella dari atas ke bawah.


"Ada apa?" tanya Rossy dengan tenang.


"Kamu sengaja menyenggol tanganku sehingga wine merahnya tumpah dan merusak gaunku," jawab Stella dengan suara keras.


"Iya benar. Aku melihatnya dengan jelas," kata Jessi yang berdiri di samping Stella.


Dalam sekejap mereka bertiga menjadi pusat perhatian para tamu undangan karena mendengar teriakan Stella dan Jessi.


Violet mengamati semuanya dari kejauhan sambil tersenyum sinis.


"Ini pasti rencana Violet," kata hati Rossy.


"Aku tidak melakukannya," kata Rossy dengan tegas.


Rossy tidak takut menjadi tontonan para tamu undangan dan tidak akan pernah mengakui perbuatan yang tidak dilakukan olehnya sama sekali.


"Kamu sudah merusak gaunku! Kamu harus ganti rugi!" teriak Stella.


"Iya! Aku melihatnya dengan jelas wanita bergaun merah ini menyenggol temanku sehingga wine merahnya tumpah ke gaunnya. Sekarang dia tidak mau mengakui dan ganti rugi," ucap Jessi sambil melihat ke para tamu undangan yang mengerumuni mereka.


"Wah! Tidak bisa begitu! Kamu harus ganti rugi kepada nona ini," kata salah satu tamu pria sambil menunjuk Rossy.


"Iya, betul sekali. Kamu bisa mengenakan gaun dan kalung yang bagus. Mengapa tidak mau ganti rugi?" kata tamu pria yang lain.


Mereka berdua adalah tamu pria yang tersenyum lebar kepada Stella sewaktu di meja penerima tamu tadi sehingga mereka berinisiatif membela Stella untuk menarik perhatian Stella.


Michelle yang melihat dua pria itu mulai menindas Rossy menjadi sangat marah dan ingin berjalan ke arah Rossy untuk membela teman dekatnya itu. Michelle yakin Rossy dijebak oleh rencana jahat Violet.


"Michelle," panggil Felix sambil memegang lengan Michelle dan mencegahnya mendekati Rossy.


"Kenapa kamu menahanku, Felix? Aku mau ke sana melindungi Rossy," ujar Michelle dengan panik dan ketus karena Felix mencegahnya mendekati Rossy.


"Tenang saja. Jackson bisa mengatasinya," kata Felix dengan suara lembut sambil melihat ke arah Jackson.


Michelle mengikuti pandangan mata Felix dan melihat Jackson sedang memegang handphonenya dan berbicara dengan serius.


Michelle merasa tenang dan yakin Jackson pasti akan melindungi Rossy dan tidak akan membiarkan siapa pun menindas Rossy.


***


Selamat malam readers.


Bab ini sudah author buat panjang ya supaya readers puas membacanya. Isi bab ini hampir setara dengan dua bab lo 😁😁🙏.


Mata author sudah berkunang-kunang dan kabur 😂😂.


Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok siang ya.


Terima kasih dukungan Vote, Like, Hadiah dan Komentar positifnya ya.


Readers yang berkenan bisa mendukung author dengan 'follow' atau ' ikuti ' akun LYTIE di aplikasi Novelltoon atau pun Mangatoon.


Sampai jumpa besok


TERIMA KASIH


LOVE YOU ALL


AUTHOR : LYTIE

__ADS_1


__ADS_2