Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 242. Di pecat


__ADS_3

***Mansion Wijaya***


Pak Lesmana bergegas ke pintu masuk Mansion Wijaya untuk menyambut keluarga kecil yang sudah lengkap anggota keluarganya hari ini, setelah memberi pesan kepada Pak Simon dan Bu Liana di dapur Mansion Wijaya,


Robin membukakan pintu mobil untuk Jackson terlebih dahulu sehingga Jackson yang pertama berjalan masuk ke dalam Mansion Wijaya.


"Tuan Jackson!" sapa Pak Lesmana dengan sopan.


Jackson menganggukkan kepalanya.


Robin membukakan pintu belakang mobil untuk Rossy dan si kembar Chandra-Kelvin.


Kelvin dan Chandra menggandeng tangan Rossy di sisi yang berbeda berjalan masuk ke Mansion Wijaya.


"Welcome home Tuan muda Kelvin!" sapa Pak Lesmana sambil tersenyum lebar.


"Terima kasih Pak Lesmana!" jawab Kelvin.


"Selamat datang Tuan muda Kelvin!"


Para pelayan Mansion Wijaya berbaris rapi di kedua sisi dan memberi salam ketika Kelvin melewati mereka.


Kelvin tersenyum lebar dan melompat-lompat kegirangan sambil tetap menggandeng tangan Rossy.


Rossy pun ikut tertawa kecil dengan kegembiraan Kelvin. Kelvin melihat sekeliling ruangan di dalam Mansion Wijaya.


"Mommy! Mansion Wijaya besar sekali!" ucap Kelvin dengan mata berbinar-binar.


"Iya Vin Vin sayang," jawab Rossy.


"Daddy!" Kelvin memanggil Jackson yang berdiri tidak jauh darinya.


"Ada apa Kelvin?" tanya Jackson dengan suara lembut.


"Aku pasti akan bisa membeli rumah yang lebih besar dari Mansion Wijaya setelah dewasa nanti," jawab Kelvin dengan yakin.


"Oke. Putraku memang terbaik!" kata Jackson.


Kelvin memamerkan gigi putihnya dan merasa tersanjung dengan pujian dari daddy Jackson.


"Vin Vin! Ayo kita lunch dulu!" ajak Rossy dan menggandeng kedua putra kembarnya menuju ruang makan.


Rossy tahu Jackson masih mempunyai banyak pekerjaan di Perusahaan Wijaya.


***Ruang makan Mansion Wijaya***


Keluarga kecil Wijaya makan bersama dengan perasaan hati yang bahagia.


Rossy duduk di samping Jackson, sedangkan Chandra dan Kelvin duduk bersebelahan di hadapan daddy dan mommy mereka.


Kelvin makan paling lahap di antara mereka semua. "Vin Vin! Pelan-pelan makannya!" kata Rossy


"Oke Bos Mommy!" jawab Kelvin dengan pipi yang kembung penuh makanan.

__ADS_1


"Kelvin! Minum dulu sedikit!" ucap Chandra sambil menyodorkan gelas air putih.


"Thank you brother!" jawab Kelvin.


Siang ini Jackson juga lunch dua porsi kecil. Tubuh Jackson sudah tidak masalah lagi menerima asupan makanan dan minuman apa pun sehingga secara perlahan Jackson menambah porsi makannya.


"Jackson! Sabtu ini aku akan membawa Kelvin kontrol ke Healing Hands Hospital. Setelah itu aku akan membawa Kelvin dan Chandra ke Restoran Hartono menemui ayah," kata Rossy.


Rossy ingin mempertemukan Thomas dengan putra kembarnya dan sekalian mencari kesempatan mengambil sehelai rambut Thomas.


"Aku akan menemani kalian ke sana. Kita dinner bersama di Restoran Hartono," ucap Jackson setelah berpikir sebentar.


"Benarkah? Bukannya kamu masih sibuk minggu ini?" tanya Rossy.


Rossy tidak ingin Jackson memaksakan diri untuk menemaninya dan meninggalkan pekerjaan kantornya.


"Sabtu siang aku akan bertemu dengan CEO Adinata untuk membahas kontrak kerja. Jadi malamnya aku bisa bergabung dinner dengan kalian," jawab Jackson.


"Baiklah. Aku akan memberitahu ayah nanti," kata Rossy sambil tersenyum lebar.


Rossy mengira akan mempertemukan Jackson dengan Thomas minggu depan sewaktu Jackson tidak terlalu sibuk dengan pekerjaannya, tetapi Jackson bisa menemaninya bertemu Thomas sabtu ini sehingga Rossy merasa sangat senang.


"Kamu senang sekali. Sudah tidak sabar ya aku menentukan tanggal pernikahan dengan ayahmu?" tanya Jackson sambil mencubit gemas hidung Rossy.


Pipi Rossy merona merah dalam sekejap karena Jackson bisa menebak isi hatinya yang paling dalam dengan tepat.


"Siapa yang mau cepat menikah denganmu?" bantah Rossy dan berpura-pura menyantap makanan di piringnya.


Jackson melihat jelas telinga Rossy juga merona merah karena perkataannya sehingga membelai kepala Rossy dengan lembut.


Rossy menatap ke arah Jackson sambil tersenyum manis.


Tanpa perlu bicara panjang lebar lagi, Jackson dan Rossy sama-sama mengetahui keinginan utama di dalam hati masing-masing.


Rossy Hartono dan si kembar Chandra-Kelvin mengantar kepergian Jackson dengan mobil Land Rover Range Rover Velar di depan pintu masuk Mansion Wijaya setelah selesai lunch bersama.


"Kelvin! Ayo kita ke kamarmu sekarang!" ajak Chandra.


"Oke brother. Let's go!" jawab Kelvin dengan antusias dan mengikuti Chandra dari belakang.


Rossy tersenyum melihat kedua putra kembarnya yang akur dan saling menyayangi.


***Perusahaan Wijaya***


Violet tiba di Perusahaan Wijaya dengan taxi online. Violet berjalan terpincang-pincang menuju meja resepsionis.


Fransisca merasa heran dengan keadaan Violet yang muncul dalam kondisi menyedihkan.


Bukannya Violet meminta izin kepadanya untuk ke toilet karena sakit perut? Akan tetapi m, dengan cepat Fransisca mengetahui kebenaran yaitu Violet berbohong kepadanya. Pantas saja tadi HRD Perusahaan Wijaya meneleponnya.


Belum sempat Violet duduk di kursi resepsionisnya, Fransisca sudah memanggilnya.


"Violet! Kemasi barangmu! Kamu di pecat!" kata Fransisca dengan tenang.

__ADS_1


"Apa? Kenapa aku tiba-tiba di pecat? Aku tidak terima!" teriak Violet dengan ketus.


Violet sangat emosi karena sudah bersusah payah pulang ke Perusahaan Wijaya supaya tidak di pecat, malahan langsung kena pecat begitu menginjakkan kakinya di tempat resepsionis. 😂


"Perintah dari Tuan Jackson!" ujar Fransisca dengan singkat.


Wajah Violet menjadi pucat seketika setelah mendengar perkataan Fransisca.


"Tuan Jackson salah paham kepadaku! Aku akan menunggunya pulang dan menjelaskan kesalahpahaman itu !" ucap Violet.


Violet ngotot tidak mau pergi sebelum bertemu dengan Jackson.


Fransisca mengambil tas Violet yang berada di kursi, tempat Violet duduk sebagai resepsionis dan meletakkan tas itu di tangan Violet.


Violet memang sengaja meninggalkan tasnya di kursi karena alasan sakit perut dan ke toilet.


Isi tasnya hanyalah alat-alat kosmetiknya saja, sedangkan dompetnya sudah dibawa oleh Violet.


"Security!" panggil Fransisca sambil melambaikan tangan kepada dua orang security Perusahaan Wijaya.


Kedua security segera mendekati Fransisca.


"Pak security! Mulai sekarang Nona Violet dipecat dari Perusahaan Wijaya dan sama sekali tidak boleh menginjakkan kakinya di Perusahaan Wijaya!" ucap Fransisca ke dua pria berpakaian seragam satpam itu.


"Baik Nona Fransisca!" jawab kedua security sambil menganggukkan kepala.


"Silakan Nona Violet!" ucap salah satu security ke Violet sambil menunjuk pintu keluar Perusahaan Wijaya.


Kedua security Perusahaan Wijaya akan bertindak tegas jika Violet masih ngotot tidak mau meninggalkan Perusahaan Wijaya.


"Tidak! Aku tidak mau pergi! Aku mau bertemu Tuan Jackson!" Violet berteriak keras sambil menggelengkan kepalanya dan memeluk erat tas di depan dadanya.


"Tuan Jackson tidak mau melihatnya berada di Perusahaan Wijaya ketika Tuan Jackson pulang nanti!" kata Fransisca ke kedua security.


Tadi HRD Perusahaan Wijaya yang menelepon Fransisca menyampaikan pesan Jackson melalui Venesia, sektretaris utamanya.


Mendengar pernyataan tegas dari Fransisca, kedua security langsung mendekati Violet Hartono.


"Maaf Nona Violet! " kata kedua security secara bersamaan dan menarik lengan Violet di sisi yang berbeda, berjalan ke pintu keluar  Perusahaan Wijaya.


***


Halo readers tercinta. Pasti semuanya senang Violet di hempaskan security keluar Perusahaan Wijaya 😂😂😂.


Penasaran kan apa yang terjadi dengan Violet selanjutnya?


Spoiler nih : Violet akan bertemu dengan seseorang di depan Perusahaan Wijaya? Siapakah dia?


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE

__ADS_1


__ADS_2