Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 147. Telinga yang merona merah


__ADS_3

***Hotel H***


Mobil Land Rover Range Rover Velar berwarna hitam yang berhenti tidak jauh dari meja penerima tamu menarik perhatian beberapa tamu undangan pesta pertunangan Violet dan Febrian.


Beberapa tamu undangan itu tahu jelas mobil Land Rover Range Rover Velar itu sangatlah mahal dan pastinya pemilik mobil itu adalah pemimpin dari perusahaan besar.


Mereka kagum kepada Joni Iskandar yang mempunyai kolega bisnis dari perusahaan besar dan merasa tersanjung bisa berada di dalam ballroom pesta pertunangan yang sama dengan pemimpin perusahaan besar itu.


Bahkan ada tamu undangan yang sudah mempunyai rencana untuk lebih akrab dengan Joni sewaktu di dalam ballroom pesta pertunangan sehingga bisa memiliki kesempatan mengenal kolega bisnis dari perusahaan besar itu.


Jackson sama sekali tidak tahu pemikiran beberapa tamu undangan yang sangat antusias untuk berteman akrab dengannya di dalam ballroom pesta pertunangan.


Mata Jackson hanya fokus melihat Rossy yang berjalan menuju meja penerima tamu dan sekarang sedang berjalan ke arah mobilnya sambil memegang dua buah topeng wajah di tangannya.


Pak Kuncoro segera membukakan pintu mobil untuk Rossy.


"Terima kasih Pak Kuncoro," ucap Rossy dengan ramah dan masuk ke dalam mobil.


"Tuan Jackson. Ini topeng wajah yang harus dikenakan sebelum masuk ke dalam ballroom," kata Rossy sambil menyerahkan salah satu topeng wajah di tangannya.


Jackson menganggukkan kepalanya dan menerima topeng wajah itu.


Rossy pun ikut memakai topeng wajahnya ketika melihat Jackson sedang  memakai topeng wajah yang diberikan olehnya.


Rossy merasa lega di dalam hati kecilnya karena wajah tampan Jackson tertutup oleh topeng wajahnya sehingga tidak akan ada wanita lain yang mendekati Jackson di dalam ballroom pesta pertunangan.


Pak Kuncoro menurunkan kursi roda dari bagasi mobil dan mendorongnya ke pintu samping mobil tempat Jackson duduk di dalamnya.


Rossy ingin turun dari  pintu yang lain untuk membantu Pak Kuncoro  memapah Jackson duduk  di  kursi rodanya.


"Rossy!"


Jackson memanggil Rossy dengan suara lembut sehingga wanita muda itu mengurungkan niatnya untuk turun dari mobil.


"Iya tuan Jackson," jawab Rossy sambil melihat ke arah Jackson.


"Rambutmu berantakan," kata Jackson dengan singkat.


Jackson Wijaya mengulurkan tangan kanannya ke  arah wajah Rossy dan memegang beberapa helai rambut Rossy yang menempel di topeng wajahnya.


Jackson mengaitkan rambut Rossy itu ke belakang telinga kanan Rossy dengan perlahan.


Jari tangan Jackson bersentuhan langsung dengan telinga kanan Rossy. Sentuhan yang terkesan dilakukan secara tidak sengaja oleh Jackson tanpa ada niat lain.


Rossy merasakan aliran listrik yang mengalir di seluruh tubuhnya karena sentuhan jari tangan Jackson yang lembut dan ekspresi mata Jackson yang serius menatap ke wajahnya.


Walaupun sedang memakai topeng wajah, Rossy yakin pipinya sudah bersemu merah dan semakin bertambah panas karena Jackson juga mengaitkan rambut Rossy Hartono di belakang telinga kirinya.

__ADS_1


Padahal rambut di bagian kiri wajah Rossy sama sekali tidak berantakan.


"Terima kasih tuan Jackson," ucap Rossy dan segera membuka pintu mobil untuk turun dari mobil dengan cepat.


Rossy takut Jackson akan mendengar suara jantungnya yang berdetak kencang saat ini.


Rossy mendorong kursi roda Jackson dengan perlahan menuju ballroom Hotel H sambil menenangkan perasaan hatinya dan tanpa sadar wanita muda itu memegang daun telinganya yang masih merona merah.


***Ballroom Hotel H***


Wulan Sari semakin gelisah setelah mendapatkan sms dari Violet yang memberitahukannya tentang kedatangan Rossy.


Wulan Sari tahu Rossy tidak lama lagi akan berjalan masuk ke dalam ballroom pesta pertunangan dengan gaun berwarna merah.


"Aku tidak akan membiarkan Rossy mendekati Thomas," tekad hati Wulan Sari.


Wulan Sari tidak mau Rossy yang baru datang bersalaman dengan Thomas.


Tadi Thomas bisa langsung mengenali Michelle yang memakai topeng wajah, hanya berdasarkan suara Michelle.


Wulan Sari takut Thomas juga  akan mengenali Rossy yang sedang memakai topeng wajah.


"Aduh! Thomas, perutku sakit."


Wulan Sari berpura-pura membungkukkan badannya sambil memegang perutnya dan mengeluh kesakitan.


Akting Wulan Sari yang kesakitan terlihat sangat nyata sehingga Joni pun ikut melihat ke arahnya.


"Baiklah," jawab Thomas dan memapah Wulan Sari menuju tempat duduk yang  khusus  disediakan untuk mereka selaku orang tua dari pengantin wanita yang bertunangan hari ini.


Thomas memberikan segelas air putih hangat untuk Wulan Sari.


Wulan Sari minum air putih hangat itu sambil berpura-pura meringis kesakitan.


"Wulan. Bagaimana sakit perutmu?" tanya Thomas dengan khawatir.


"Sudah mendingan. Aku masih bisa bertahan sampai Febrian dan Violet memulai acara pesta  pertunangan," jawab Wulan Sari dengan suara yang kecil dan lemah.


"Kalau masih sakit bilang ya. Aku akan membawamu ke dokter," kata Thomas.


Wulan Sari menganggukkan kepalanya dan tersenyum di balik topeng wajahnya.


Semuanya berjalan sesuai dengan rencananya bersama Violet. Setelah Violet dan Febrian memulai acara pesta pertunangan mereka, Wulan Sari yang berpura-pura sakit perut  akan meminta Thomas mengantarnya pulang sehingga Thomas tidak akan bertemu dengan Rossy di dalam ballroom pesta pertunangan Violet dan Febrian.


***


Rossy berjalan masuk ke dalam ballroom Hotel H sambil mendorong kursi roda Jackson.

__ADS_1


Dari kejauhan, Rossy bisa mengenali sosok Joni Iskandar yang sedang berdiri sendirian dan bersalaman dengan para tamu undangan.


Rossy tidak menghampiri Joni untuk bersalaman melainkan melihat ke arah tempat duduk tamu undangan untuk mencari Michelle.


Dengan cepat Rossy Hartono menemukan Michelle Angela dengan gaun berwarna hitam yang dipilihnya di mall waktu itu.


Rossy membungkukkan badannya dan mendekatkan  bibirnya ke telinga Jackson yang sedang duduk di atas kursi roda.


"Tuan Jackson. Felix dan Michelle duduk di sana. Kita akan bergabung dengan mereka," kata Rossy sambil menunjuk ke arah tempat duduk Felix dan Michelle.


Suasana di dalam ballroom sangat ramai sehingga Rossy berbicara dengan lembut di  telinga Jackson supaya Jackson bisa mendengar dengan jelas perkataannya.


Jackson bisa merasakan bibir Rossy hampir menyentuh daun telinganya.


Telinga Jackson merona merah dan jantungnya berdetak dengan kencang, tetapi pria narsis itu berusaha bersikap tenang dan menganggukkan kepalanya pertanda setuju dengan perkataan Rossy.


Rossy mendorong kursi roda Jackson ke arah tempat duduk Michelle dan Felix.


Michele yang sedang mengobrol dengan Felix bisa mengenali Rossy yang mengenakan topeng wajah dengan cepat.


Tentu saja karena Rossy menghampirinya sambil mendorong kursi roda.


Michelle tahu Jackson harus memakai kursi roda karena cedera pinggangnya.


"Rossy," sapa Michelle dengan gembira dan menarik tangan Rossy untuk duduk di sampingnya.


Michelle dan Felix sengaja memilih meja untuk empat orang sehingga mereka berempat bisa duduk semeja.


Felix memanggil pelayan ballroom hotel untuk menyingkirkan salah satu kursi karena Jackson duduk di kursi rodanya.


Felix tidak menyangka Jackson Wijaya akan hadir di pesta pertunangan dengan menggunakan kursi roda.


Cedera pinggang Jackson sudah sembuh dan tidak menggunakan kursi roda lagi sewaktu bekerja di Perusahaan Wijaya selama dua hari sehingga Felix mengira Jackson akan datang bersama Rossy tanpa menggunakan kursi roda.


Felix tahu Jackson pasti ada alasannya sendiri menggunakan kursi roda menghadiri pesta pertunangan adik tiri Rossy.


***


Selamat siang readers.


Bab ini author kasih cerita yang sweet-sweet ya.


Rossy Hartono dan Jackson Wijaya sama-sama telinganya merona merah 😄😄😄 di kejadian yang berbeda.


Jangan lupa masih ada kelanjutan ceritanya nanti malam ya.


THANK YOU

__ADS_1


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2