Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 68. Rencana Indra Wijaya


__ADS_3

***Ruang rapat direksi Perusahaan Wijaya***


Semua orang di dalam ruang rapat direksi tidak percaya Jackson berhasil menghabiskan semangkuk mac n cheese di depan mereka.


Semuanya menatap ekspresi wajah Jackson dengan ssksama. Semuanya masih tidak percaya penyakit Jackson yang sudah puluhan tahun ini bisa disembuhkan. Ini adalah mukjizat.


Terlebih-lebih Kusuma dan Indra. Mereka tidak mau mempercayai kenyataan yang sudah ada di depan mata mereka.


"Jackson pasti sedang menahan diri. Tidak lama lagi dia akan muntah," kata hati Kusuma.


"Tidak mungkin Jackson sembuh. Dia pasti akan muntah," kata hati Indra.


Semua orang di dalam rapat direksi diam-diam mengintip jam tangan mereka untuk melihat apakah Jackson bisa bertahan dan tidak memuntahkan makanannya.


Lima menit berlalu dan tidak terlihat tanda-tanda Jackson akan muntah di hadapan mereka.


Para pemegang saham sudah percaya seratus persen penyakit eating disorder Jackson telah di sembuhkan. Begitu juga dengan Rossy.


"Tidak kusangka penyakit eating disorder tuan Jackson bisa disembuhkan," kata hati Rossy.


Timbul rasa penyesalan di dalam hati Rossy. Rossy menyesal mengapa waktu taruhan  bukanlah delapan hari melainkan seminggu. Jika delapan hari maka dirinya tidak akan kalah taruhan.


"Jackson. Kamu sudah sembuh. Ini adalah mukjizat." Terdengar suara Agung memecah kesunyian di dalam ruang rapat direksi.


Agung menatap ke arah Jackson dengan perasaan gembira. Matanya berkaca-kaca menahan air mata.


"Selamat CEO Jackson."


"Congratulation CEO Jackson."


"Congratulazioni CEO Jackson."


"Chiha CEO Jackson."


" Zhùhè CEO Jackson."


Para pemegang saham menggunakan berbagai bahasa mengucapkan selamat ke Jackson.


*Congratulation : Inggris*


*Congratulazioni : Italia*


*Chiha : Korea*


*Zhùhè : China*


Jackson hanya memandang para pemegang saham dengan tatapan tajam.

__ADS_1


"Masih perlukah voting memilih CEO baru?" tanya Jackson dengan suara tegas.


"Tidak perlu lagi CEO Jackson. Perusahaan Wijaya hanya dibawah pimpinanmulah bisa menjadi perusahaan besar seperti sekarang ini," kata salah satu pemegang saham sambil tersenyum canggung.


"Betul sekali CEO Jackson. Sebelumnya kami hanya mengkhawatirkan kesehatanmu dan ingin CEO Jackson beristirahat saja. Sekarang CEO Jackson sudah sembuh, kami tidak akan melakukan voting pemilihan CEO baru lagi," kata pemegang saham yang lain.


Kedua pemegang saham yang bersuara ini sebelumnya sudah berada di pihak Kusuma dan mendukung Indra menjadi CEO baru perusahaan Wijaya.


BRAK!


Kusuma mendorong kursinya dengan keras dan berjalan keluar meninggalkan ruang rapat direksi.


Indra segera berlari menyusulnya dari belakang.


Rossy tersenyum kecil melihat wajah Kusuma yang memerah menahan amarah.


Sementara Jackson sama sekali tidak memedulikan Kusuma meninggalkan ruang rapat direksi.


Para pemegang saham yang lain pun tidak berani keluar dari ruang rapat direksi untuk mengejar Kusuma.


Agung hanya bisa menghela nafas panjang melihat sikap Kusuma Wijaya yang tidak sopan.


Sejak lama Agung sudah tahu jelas Kusuma mempunyai sifat pemarah dan suka sewenang-wenang. Selain itu Kusuma suka berkumpul dengan teman-temannya minum minuman alkohol.


Agung sudah berulang kali menegur Kusuma untuk lebih bersabar dan jangan minum minuman alkohol terlalu banyak tetapi Kusuma tidak mendengarkan nasehat Agung sama sekali.


Agung sendiri yang mengambil alih jabatan dan pekerjaan Satria pada saat itu.


Pada waktu itu Agung sudah memutuskan akan memilih penggantinya di antara Jackson dan Indra ketika mereka sudah dewasa nanti.


"Rapat dibubarkan!" perintah Jackson.


"Baik CEO Jackson," jawab para pemegang saham bersamaan.


Para pemegang saham merasa lega Jackson tidak menyalahkan mereka yang sudah berkomplot dengan Kusuma mengadakan rapat direksi kali ini. Mereka meninggalkan ruang rapat direksi dengan cepat.


Agung mengurungkan niatnya untuk menghampiri Jackson karena beberapa pemegang saham senior yang seumuran dengannya mengajaknya ke ruang pantry untuk mengobrol sambil minum secangkir kopi hangat.


Agung memutuskan akan mencari Jackson di ruang kantornya nanti setelah selesai mengobrol bersama para pemegang saham senior.


Dalam sekejap ruang rapat direksi menjadi lebih kosong. Jackson melihat ke arah Rossy .


"Rossy. Dorong aku ke ruang kantorku," kata Jackson.


"Baik tuan Jackson," jawab Rossy.


Venesia, sekretaris Jackson mengikuti mereka dari belakang.

__ADS_1


 


***Ruang kantor Kusuma Wijaya***


Kusuma melemparkan map file yang berisi tanda tangan para pemegang saham yang berhasil di bujuknya untuk mendukung Indra Wijaya menjadi CEO.


"Sial!" teriak Kusuma dengan keras.


Indra menutup pintu ruang kantor dengan cepat untuk mencegah kata-kata kasar yang di ucapkan oleh Kusuma terdengar dari luar.


"Ayah! Tenanglah," kata Indra.


"Kemapa penyakit Jackson bisa sembuh? Bukankah koki lamanya  baru saja mengundurkan diri minggu lalu? " tanya Kusuma dengan kesal.


Bukan rahasia lagi setiap koki yang bekerja di Mansion Wijaya paling lama cuma bisa bertahan tiga bulan saja.Alasan mereka mengundurkan diri selalu saja sama yaitu karena Jackson sama sekali tidak bisa makan makanan mereka.


"Iya ayah. Tetapi kali ini Felix yang membantu Jackson memilih beberapa koki terkenal untuk interview di Mansion Wijaya. Tidak di sangka hanya seminggu saja koki baru itu  bekerja di Mansion Wijaya, dia berhasil menyembuhkan penyakit Jackson," jawab Indra.


Indra pun mengira koki baru kali ini akan bernasib sama dengan koki sebelumnya dan tidak menyangka dalam seminggu bisa membuat penyakit Jackson sembuh.


"Koki baru itu?" kata Kusuma Wijaya sambil membayangkan wajah seorang ibu-ibu tua dan jelek yang berani berdebat dengannya di dalam ruang rapat direksi tadi. Mengingat hal itu Kusuma semakin emosi.


"Cari informasi yang jelas tentang koki baru itu. Aku tidak akan percaya ibu-ibu sepertinya bisa menyembuhkan penyakit eating disorder Jackson yang sudah puluhan tahun," kata Kusuma dengan ketus.


"Baik ayah. Jika benar dia adalah lulusan Culinary Institute of America dan juga satu-satunya murid  asia Mister Gordon, sangat mudah bagiku mendapatkan informasi tentangnya," kata Indra.


Beberapa saat kemudian Indra sudah mendapatkan informasi tentang Rossy.


"Memang benar ada seorang wanita asia bernama Rossy yang tinggal di Amerika dan merupakan satu-satunya murid asia Mister Gordon. Rossy bekerja sebagai koki pribadi konglomerat yang tinggal di sana. Dia baru saja tiba di Bali beberapa waktu yang lalu dan langsung diterima menjadi koki pribadi Jackson," kata Indra ke Kusuma.


"Tidak di sangka ibu jelek itu memiliki keahlian memasak yang baik," kata Kusuma setelah mendengarkan perkataan Indra.


"Ayah. Kita bisa mendekatinya dan membuatnya berpihak kepada kita," kata Indra sambil tersenyum licik.


"Apa rencanamu?" tanya Kusuma.


"Jika memang hanya masakannya yang bisa di makan oleh Jackson, kita bisa menggunakan segala cara untuk membuatnya meninggalkan Jackson. Mungkin saja penyakit Jackson akan kambuh lagi," jawab Indra.


"Rencanamu sangat bagus, Indra. Tetapi sewaktu di ruang rapat direksi tadi, saya melihat dengan jelas koki itu sangat membela Jackson. Akan sulit untuk membuatnya berada di pihak kita," kata Kusuma.


"Ayah jangan khawatir. Serahkan semuanya kepadaku," kata Indra dengan yakin.


***


Selamat siang readers. Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya yang akan author up hari ini juga ya.


Klik 'like' setelah membaca ya readers

__ADS_1


Thank You


__ADS_2