Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 70. Pria misterius


__ADS_3

***Ruang kantor Jackson Wijaya***


Rossy tidak akan menolak balas budi Jackson yang ingin mengabulkan sebuah permintaan Rossy. Wanita muda itu yakin suatu saat nanti dirinya pasti akan menggunakan permintaan iitu.


"Tuan Jackson. Apakah perlu menelepon Felix untuk datang memeriksa keadaanmu?" tanya Rossy.


Jackson teringat akan Felix yang sedang sibuk menjalankan rencana terhadap Suster Lisa.


"Tidak perlu. Nanti malam Felix bisa memeriksaku di Mansion Wijaya," jawab Jackson.


Saat ini hal terpenting bagi Jackson adalah segera menemukan Miss X, untuk menyembuhkan penyakit Kelvin.


"Baiklah. Aku akan menemani tuan Jackson di sini sampai waktu pulang kerja," kata Rossy.


Walaupun cedera pinggang Jackson sudah lebih membaik, tetapi Jackson masih harus menggunakan kursi roda untuk menghindari resiko pinggangnya terluka lagi.


Jackson masih membutuhkan seseorang untuk mendorong kursi rodanya sehingga Rossy tidak bisa pulang dan meninggalkan Jackson sendirian. Jackson terdiam sebentar sambil berpikir.


"Kamu pulang saja ke Mansion Wijaya.  Setelah mengantar dinner untuk Chandra di Healing Hands Hospital, kamu bisa datang ke perusahaan Wijaya menjemputku pulang," kata Jackson.


Sebelum berangkat ke kantor tadi, Jackson sudah memberi pesan kepada Pak Lesmana untuk membeli lunch dari restoran favorit Chandra dan mengantarnya ke Healing Hands Hospital.


Jackson tahu putranya sangat menyukai masakan Rossy dan terlihat senang setiap kali makan masakan Rossy.


Jackson tidak ingin putranya kecewa lagi saat dinner nanti jika Rossy masih menemaninya di kantor dan tidak bisa memasak dinner untuk putranya.


Rossy pun teringat akan Kelvin yang tidak bisa makan lunch masakannya hari ini sehingga menyetujui perkataan Jackson.


"Baik tuan Jackson. Aku akan datang menjemputmu nanti sore," kata Rossy.


"Pergilah. Aku akan berada di ruang kantor saja," kata Jackson.


Rossy mengambil plastik yang berisi baju kotor Jackson.


"Tuan Jackson. Aku akan membawa pulang baju ini untuk dicuci oleh pelayan Mansion Wijaya," kata Rossy sambil memasukkan kantong plastik itu ke dalam tas nya.


***


Sewaktu Rossy berjalan keluar dari ruang kerja Jackson, wanita muda itu berpapasan dengan Agung.


"Tuan Agung," sapa Rossy dengan sopan.


"Nona Rossy mau kemana?" tanya Agung.


"Aku akan pulang ke Mansion Wijaya," jawab Rossy.


"Hati-hati di jalan nona Rossy. Lain kali aku akan datang ke Mansion Wijaya untuk mencicipi masakanmu," kata Agung sambil tersenyum.


"Baik tuan Agung," kata Rossy.


Agung sangat menyukai Rossy Hartono karena wanita muda itu berhasil menyembuhkan penyakit Jackson.


Sewaktu Pak Lesmana memberitahukan Agung tentang Jackson yang bisa bertahan mencium aroma masakan Rossy, Agung sangat senang dan sangat menginginkan Rossy bisa menyembuhkan penyakit Jackson.


Setiap hari Agung mengharapkan mendapatkan telepon dari Pak Lesmana yang mengabarkan penyakit eating disorder Jackson sudah sembuh. Karena tidak ada kabar baik sama sekali dari Pak Lesmana, Agung sudah berkecil hati akan kemungkinan penyakit Jackson bisa disembuhkan.


Agung tidak menyangka dirinya akan melihat dengan matanya sendiri Jackson bisa makan makanan dan tidak memuntahkannya lagi.


"Oh iya nona Rossy. Ini untukmu," kata Agung sambil menyerahkan secarik kertas yang dikeluarkannya dari kantong celananya.


Rossy memegang secarik kertas itu dan ternyata adalah selembar cek dengan nominal dua puluh juta rupiah.


"Tuan Agung. Cek ini?" tanya Rossy dengan bingung.


"Cek ini untukmu sebagai ucapan terima kasih dariku karena kamu berhasil menyembuhkan penyakit Jackson," kata Agung.

__ADS_1


"Itu adalah kewajibanku tuan Agung. Aku tidak bisa menerima cek ini," kata Rossy sambil menyodorkan kembali cek itu ke Agung.


Agung tidak mau menerima kembali cek itu.


"Terimalah nona Rossy. Kamu pantas menerimanya. Anggap saja sebagai hadiah perkenalan dariku," kata Agung dan berjalan ke dalam ruang kantor Jackson yang pintunya sudah dibuka olehnya.


"Tuan Agung..." kata Rossy sambil menatap pintu ruang kerja Jackson yang sudah tertutup di depan matanya.


Rossy merasa sungkan jika harus mengejar Agung ke dalam kantor Jackson.


"Aku akan memberikan cek ini ke tuan Jackson nanti malam," kata hati Rossy.


Rossy memasukkan cek itu ke dalam tas nya.


Venesia berjalan menghampiri Rossy.


"Nona Rossy mau keluar kah?" tanya Venesia.


"Nona Venesia. Aku akan pulang ke Mansion Wijaya untuk memasak dinnernya tuan muda Chandra. Nanti sore aku akan datang menjemput Tuan Jackson," jawab Rossy.


"Baik nona Rossy. Hati-hati di jalan," kata Venesia.


Venesia memperlakukan Rossy dengan baik dan sopan. Venesia mempunyai firasat Rossy bukanlah ibu-ibu biasa yang menjadi koki pribadi saja.


 


***Ruang kantor Jackson Wijaya**


Agung melihat Jackson yang sedang sibuk dengan pekerjaannya, menuliskan dokumen sambil melihat layar komputernya.


"Jackson," kata Agung.


Jackson meletakkan pulpen di tangannya di atas meja dan mengalihkan pandangan matanya dari layar komputer ke arah Agung.


Agung duduk berhadapan dengan Jackson.


"Bagaimana dengan cedera pinggangmu? " tanya Agung.


"Sudah membaik. Felix menyarankan untuk memakai kursi roda dalam seminggu," jawab Jackson.


"Baguslah kalau begitu. Kapan kapan aku akan dinner bareng denganmu di Mansion Wijaya. Aku ingin mencicipi masakan nona Rossy," kata Agung.


"Untuk sementara aku masih harus sibuk mengurus perusahaan Wijaya. Kakek tahu sendiri kan apa saja yang telah dilakukan oleh Kusuma Wijaya secara diam-diam di belakangku? Aku harus membereskannya terlebih dahulu. Setelah ada waktu luang, aku akan mengundang kakek dinner di Mansion Wijaya," jelas Jackson.


Jackson mencari alasan menolak dinner bareng Agung karena penyakit eating disordernya  belum sembuh sama sekali.


"Baiklah Jackson. Kakek akan menunggu," kata Agung sambil tersenyum.


"Bagaimana keadaan Chandra sekarang? Sudah lama Chandra tidak menginap di Villa Wijaya," kata Agung.


Agung sangat menyayangi Chandra . Chandra sering menginap di Villa Wijaya. Terutama ketika Jackson dinas keluar negeri, Chandra akan menginap dua sampai tiga malam di Villa Wijaya.


"Chandra sedang berada di rumah sakit. Setelah kondisinya membaik, aku akan membawanya mengunjungi kakek," kata Jackson.


"Ada apa dengan cicitku?" tanya Agung dengan nada khawatir.


Pak Lesmana sama sekali tidak pernah memberitahukannya tentang Chandra yang berada di rumah sakit karena Jackson melarang keras Pak Lesmana memberitahu Agung.


"Chandra mimisan. Aku membawanya ke Healing Hands Hospital. Felix menyarankan untuk perawatan insentif di sana. Chandra baik-baik saja. Kakek tidak perlu khawatir," jawab Jackson.


Jackson sengaja tidak memberitahukan kepada Agung tentang penyakit leukimia karena tidak ingin membuat Agung khawatir dan cemas.


"Iya. Kakek percaya dengan kemampuan Felix. Dia pasti akan menggunakan dokter terbaik di Healing Hands Hospital untuk memeriksa Chandra," kata Agung.


Jackson merasa lega karena Agung mempercayai perkataannya.

__ADS_1


***


Di depan perusahaan Wijaya, Rossy sedang menerima telepon dari supir taxi online yang di pesannya.


"Maaf bu! Jalanan sedang macet. Aku akan tiba di sana dua puluh menit lagi," kata supir online.


"Baiklah pak. Aku akan menunggumu," jawab Rossy.


Handphone Rossy berbunyi ketika dia mematikan sambungan telepon dengan supir taxi online.


Rossy melihat nama yang muncul di layar handphonenya 'Chandra'.


Chandra tahu hari ini Rossy menemani Jackson ke rapat direksi karena semalam Rossy memberitahukannya ketika menanyakan informasi tentang keluarga Wijaya.


"Halo Chandra," kata Rossy dengan lembut.


"Mommy. Bagaimana hasil rapat direksi tadi?" tanya Chandra.


Chandra sangat percaya dengan kemampuan Jackson dan yakin para pemegang saham maupun Kusuma dan Indra tidak akan bisa mengambil posisi CEO dari Jackson. Akan tetapi, Chandra ingin mendengar hasilnya secara langsung dari Rossy.


"Tenang saja Chandra. Daddymu berhasil mempertahankan posisi CEO nya," kata Rossy.


"Yes. Aku sudah yakin daddy pasti berhasil," kata Chandra dengan gembira.


"Iya Chandra. Tadi Kusuma meninggalkan ruang rapat direksi dengan marah dan tidak sopan," kata Rossy sambil tertawa kecil.


Rossy terlalu fokus menceritakan kejadian di ruang rapat direksi dengan Chandra dan tidak menyadari sebuah mobil hitam avanza berhenti di depannya.


Seorang pria membuka pintu mobil mempersilahkan Rossy masuk ke dalamnya.


Kaki kanan Rossy sudah menginjak ke dalam mobil dan Rossy teringat akan percakapannya dengan supir taxi online tadi.


"Tadi bapak bilang harus nunggu dua puluh menit. Kenapa...," kata Rossy sambil melihat ke arah pria yang membukakan pintu mobil.


Wajah pria itu tidak terlihat jelas karena menggunakan masker yang menutup sebagian wajahnya dan hanya kelihatan matanya saja. Rossy mempunyai firasat buruk.


"Celaka," kata hati Rossy.


"AHHH! "teriak Rossy yang belum sempat melakukan apapun karena tangannya terasa sakit.


Rossy merasakan tubuhnya lemas dan matanya terpejam seketika. Dengan sigap pria itu menangkap tubuh Rossy yang hampir jatuh dan mendorongnya ke dalam mobil.


Pria itu mengikatkan seat belt penumpang ke tubuh Rossy dengan tenang dan sambil bersiul. Jarum kecil yang disuntikkannya ke tangan Rossy tadi dilemparkannya ke tong sampah kecil yang berada di dalam mobil.


"Mommy! Mommy! Apa yang terjadi??" Terdengar teriakan Chandra dari dalam handphone yang terjatuh di dalam mobil.


Pria itu mengambil handphone itu dan menekan tombol untuk mematikan handphone itu. Lalu memasukkan handphone itu ke dalam kantong celananya.


Pria itu mengemudikan mobilnya dengan tenang meninggalkan Perusahaan Wijaya.


***


Selamat siang readers. Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya yang akan author up hari ini juga ya.


Siapakah Pria misterius itu? Apakah Indra Wijaya atau...?


Kenapa dia menculik Rossy dan apa yang akan Chandra Wijaya lakukan untuk menyelamatkan mommy nya?


Stay tune ya


Jangan lupa klik 'like' setelah membaca bab ini.


Salam sayang


Author : LYTIE

__ADS_1


__ADS_2