
***Romah kontrakan Michael Adinata***
Michael teringat akan janji Rossy untuk mentraktirnya makan karena menyelamatkan Chandra di supermarket kemarin. Ini adalah kesempatan yang baik untuk mendekati Rossy.
Michael merencanakan akan membuat pertemuan secara tidak sengaja lagi dengan Rossy di sekitar rumah kontrakannya sehingga Rossy akan menyadari dirinya tinggal berdekatan dengan Michelle.
Dengan status sebagai tetangga Michelle bisa membuat Michael lebih mudah menemukan rahasia di balik potongan puzzle yang sedang di kumpulkannya.
Terdengar suara handphone Michael berdering dari dalam kamar sehingga Michael berjalan meninggalkan ruang makan menuju kamar tidurnya.
Michael melihat nama yang muncul di layar handphonenya. Kak Dilan.
Hubungan Dilan dan Michael sangatlah dekat. Dilan sangat menyayangi dan melindungi Michael selama ini.
Jarak umur yang terpaut lima tahun lebih membuat Dilan lebih dewasa dan selalu di jadikan pedoman oleh Michael.
Sekarang Dilan lah yang menjabat sebagai CEO di Perusahaan Adinata. Dilan sangat pintar berbisnis dan mewarisi bakat dari Salim.
Michael yakin dalam waktu beberapa tahun lagi Perusahaan Adinata akan di pegang sepenuhnya oleh Dilan.
Salim jarang ke Perusahaan Adinata lagi dan melepaskan semua pekerjaannya ke Dilan. Salim lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah untuk menemani isrri tercintanya, Arum.
Michael sama sekali tidak pernah merasa iri dengan Dilan yang akan menjadi penerus di Perusahaan Adinata dan bukan dirinya.
Michael sendirilah yang menolak tawaran dari Salim yang memintanya bekerja di Perusahaan Adinata.
Salim ingin kedua putranya bisa bersama-sama menjalankan dan mengembangkan Perusahaan Adinata yang sudah di rintisnya sejak muda.
Michael tidak tertarik untuk menjalankan bisnis dan lebih memilih menjadi dokter bedah.
"Halo Kak Dilan," sapa Michael ketika menerima panggilan di handphonenya.
"Michael. Kenapa lama mengangkat teleponnya?" tanya Dilan.
"Aku sedang makan dan handphoneku tertinggal di kamar tidur," jawab Michael.
Dilan terdiam sejenak seperti sedang memikirkan sesuatu karena jawaban dari Michael.
"Kak Dilan." Michael memanggil Dilan yang tidak membalas perkataannya lagi.
"Kamu mimpi buruk lagi kan?" tanya Dilan.
Michael terkejut dengan pertanyaan Dilan yang menebak dengan benar apa yang terjadi dengannya pagi ini.
__ADS_1
"Iya Kak Dilan," jawab Michael dengan jujur.
Selama ini Michael tidak pernah berbohong ke Dilan satu kali pun. Michael juga tidak pernah merahasiakan apa pun dari Dilan.
Dilan adalah satu-satunya orang yang mengetahui rahasia yang selama ini di simpannya tentang Susan yaitu apa yang di lakukan oleh Susan terhadap Jackson pada saat penculikan itu.
Salim dan Arum hanya mengetahui Susan menculik Jackson dan tidak tahu perbuatan Susan terhadap Jackson.
Dilan menghela napas panjang setelah mendengar jawaban dari Michael karena tebakannya tepat.
Ketika Michael resmi menjadi anak asuh Arum dan Salim di Bali, setiap malam Michael yang terbangun dari mimpi buruknya akan meminta Arum memasakkan indomie untuknya.
Kebiasaan Michael itu sangat di hafal oleh Dilan sehingga sewaktu Michael menjawab handphonenya tertinggal di kamar tidur dan dia sedang makan, Dilan bisa menebaknya dengan cepat dan tepat.
"Kenapa kamu tidak bekerja di rumah sakit Medical Health dan pindah ke Healing Hands Hospital? Bukannya satu bulan lagi kamu akan di angkat menjadi dokter bedah senior di sana?" tanya Dilan dengan nada menyelidiki.
Setiap bulan Michael menepati janjinya untuk pulang ke Australia menjenguk keluarga besar Adinata dan Michael pernah membicarakan tentang akan di jadikan dokter bedah senior di Medical Health ke keluarga besar Adinata.
Dilan adalah seorang kakak yang sangat protektif terhadap Michael. Dilan satu-satunya yang tidak menyetujui keputusan Michael untuk pulang ke Bali.
Dilan tidak ingin Michael terjerumus dengan masa lalu nya yang kelam dan membuatnya melakukan hal yang tidak baik untuk membalas dendam.
Dilan tahu Michael sangat membenci Agung karena ancaman Agung lah yang memprovokasi Susan sehingga menyebabkan semua kejadian tragis itu.
Kedua pertanyaan yang di ajukan oleh Dilan bukanlah pertanyaan melainkan kepastian akan dugaannya.
"Iya," jawab Michael dengan jujur.
"Michael. Kak Dilan harap semua tindakan yang kamu lakukan sekarang karena rasa penasaran dan keingin tahuan saja. Jangan melakukan perbuatan yang bisa membuat ayah dan ibu sedih," ucap Dilan dengan tegas.
"Baik Kak Dilan. Aku berjanji," jawab Michael.
Michael tidak ingin mengecewakan keluarga besar Adinata yang selama ini selalu melindungi dan menyayanginya.
"Minggu depan Kak Dilan akan ke Bali untuk melakukan kontrak kerja dengan kolega bisnis ," kata Dilan.
"Baik Kak Dilan. Aku akan menjemput Kak Dilan di airport," ucap Michael dengan senang.
"Aku akan tinggal di apartemenmu," lanjut Dilan.
"He eh... Kak Dilan. Sekarang aku tidak tinggal di apartemen dan pindah ke rumah kontrakan yang lebih dekat dengan tempat kerjaku," kata Michael.
"Oke," jawab Dilan. Setelah mengakhiri pembicaraan telepon dengan Dilan, Michael bersiap-siap untuk berangkat kerja ke Healing Hands Hospital.
__ADS_1
***
Sementara itu di Australia, Dilan sedang membaca kontrak kerja dengan kolega bisnisnya yang ada di Bali.
Sebenarnya penandatangan kontrak kerja ini bisa di wakili oleh kantor cabang Perusahaan Adinata di Bali.
Dilan yang berinisiatif untuk melakukan sendiri. Dilan ingin melihat keadaan Michael di Bali. Selain itu Dilan ingin bertemu langsung dengan kolega bisnisnya di Bali.
"Bagaimana reaksimu jika tahu siapa kolega bisnisku di Bali," kata hati Dilan.
***Mansion Wijaya***
Jackson dan Felix sedang makan breakfast mereka di ruang makan Mansion Wijaya. Rossy berdiri tidak jauh dari mereka dan menunduk.
Pagi ini Rossy tidak berani menatap langsung ke wajah Jackson dan hanya sesekali mencuri pandang ke arah Jackson, sedangkan Jackson tetap bersikap tenang dan tidak merasa terganggu dengan gelagat kecil yang di tunjukkan oleh Rossy.
Jackson dengan pemikiran narsisnya yakin Rossy sedang mengirim sinyal-sinyal cinta lagi kepadanya.
Jackson tidak bisa membalas sinyal cinta Rossy sekarang dan harus memprioritaskan kesembuhan penyakit putranya terlebih dahulu sehingga Jackson berpura-pura tidak menyadari gelagat kecil Rossy.
Rossy yang tidak mengetahui isi pemikiran narsis Jackson, masih saja berulang-ulang melirik Jackson.
"Syukurlah. Semalam dia hanya mengigau dan tidak menyadari aku adalah Rose," kata hati Rossy.
Semalam Rossy tidak bisa tidur nyenyak karena takut identitas aslinya terbongkar sehingga pagi ini Rossy mencuri-curi pandang ke Jackson untuk mencari tahu apakah Jackson mencurigainya atau tidak.
Jackson yang tetap bersikap tenang membuat Rossy merasa lega.
***
Selamat siang readers.
Pasti readers sudah bisa menebak siapa kolega bisnis Dilan Adinata kan? 😊😊
Masih ada satu bab lagi ya malam ini.
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE
__ADS_1