Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 141.Tas pesta


__ADS_3

***Butik Athena**


Rossy yang mendengar pembicaraan Jackson dengan Athena merasa bingung karena gaun pertama yang tidak di sukai oleh Jackson malahan akan di antar ke Mansion Wijaya oleh pegawai Athena.


"Menghabiskan uang bukanlah masalah  bagi tuan Jackson. Gaun pertama yang tidak di sukai oleh tuan Jackson juga di terimanya," kata hati Rossy.


"Tuan Jackson, perias wajah terkenal itu sudah datang dan menunggu tuan Jackson. Aku akan memintanya ke ruang VVIP ini untuk merias Nona," kata Athena.


Jackson menganggukkan kepalanya. Athena meninggalkan ruang VVIP untuk memanggil perias wajah yang telah menunggu kedatangan Jackson di Butik Athena. Karena Jackson langsung meminta Rossy memakai gaun rancangannya, Athena yakin mereka berdua akan langsung pergi ke pesta sehingga berinisiatif memanggil perias wajah yang sedang berada di ruang tunggu.


Rossy terkejut ketika mengetahui Jackson mengundang perias wajah untuk merias wajahnya.


Rossy memikirkan cara untuk menghindari perias wajah itu merias wajahnya supaya identitasnya tidak terbongkar.


Beberapa saat kemudian Athena membawa seorang pria yang berjalan dengan lemah gemulai ke ruang VVIP.  Bahkan cara berjalan cewek tulen pun kalah jauh dari pria itu.


"Tuan Jackson! "


Bobby, si perias wajah yang lemah gemulai menyapa Jackson dan matanya berbinar-binar mengagumi ketampanan Jackson.


"Rias wajah dan tata rambutnya!" perintah Jackson dengan nada datar sambil menunjuk Rossy.


"Baik tuan Jackson," jawab Bobby.


Walaupun Bobby berpenampilan lemah gemulai tetapi profesionalismenya terhadap pekerjaannya sangat tinggi.


Dalam sekejap Bobby mengeluarkan semua perlengkapan make up nya dan menyusunnya dengan rapi di atas meja.


Bobby berjalan ke arah Rossy yang masih berdiri dan  mengamati wajah Rossy dengan saksama.


"Ehm.. aku akan menghapus semua make up di wajahnya dan merias wajahnya dengan kosmetik yang baru. Nona ini tidak pintar berdandan," kata Bobby.


Hati Rossy semakin gelisah mendengar perkataan Bobby.


"Tuan Jackson!" Rossy berteriak memanggil Jackson.


"Ada apa?" tanya Jackson.


"Aku..aku tidak terbiasa di make up orang lain. Dia bisa membantuku menata rambut saja. Lagi pula tema pestanya pesta topeng," kata Rossy.


Rossy berusaha mencari alasan supaya wajahnya tidak di rias oleh Bobby.


"Kamu yakin tidak mau di rias wajahmu supaya lebih cantik?" tanya Jackson.


"Iya tuan Jackson. Aku sudah menyiapkan soflens untuk menggantikan kacamata besarku. Aku ingin tampil percaya diri dengan wajahku ini di pesta pertunangan Violet," kata Rossy dengan yakin.


"Baiklah," kata Jackson.

__ADS_1


Jackson mendukung keputusan Rossy untuk tidak make up dan tampil apa adanya dengan percaya diri di pesta pertunangan Violet dan Febrian.


Jackson yakin Rossy datang ke pesta pertunangan bersamanya dengan status pacar seharian sudah bisa membuat adik tiri Rossy cemburu dan kesal. Karena dirinya adalah CEO muda yang tampan, tinggi, dan sukses yang diidamkan oleh semua wanita.


Jarang ada wanita yang bisa menolak pesonanya. Jackson dengan pemikiran narsisnya sangat yakin akan hal itu. 😅


Rossy menarik napas lega secara diam-diam setelah mendengar jawaban Jackson.


Bobby yang mendengar percakapan antara Jackson dan Rossy tersenyum tipis.


Sejak mengamati wajah Rossy tadi, Bobby sudah menyadari Rossy memakai foundation berwarna gelap di wajahnya dan juga flek-flek hitam di wajah Rossy hanyalah tipuan dari alat kosmetik.


Bobby yakin Rossy memiliki wajah yang cantik, di lihat dari struktur tulang wajahnya, tetapi Bobby tidak membuka kedok Rossy di hadapan Jackson.


Tugas Bobby hanyalah merias wajah dan menata rambut kliennya sehingga tidak akan kepo mencampuri urusan pribadi kliennya.


"Mari nona! Duduk di sini," kata Bobby ke Rossy.


Rossy duduk  di atas kursi yang di tunjuk oleh Bobby dan membiarkan Bobby mengatur style rambutnya sesuai dengan gaun pesta yang di pakainya.


Rossy melirik sekilas ke arah Jackson Wijaya yang duduk di atas kursi rodanya sedang menerima panggilan ke  handohonenya.


Saat ini Rossy baru melihat dengan jelas wajah Jackson yang semakin tampan dan menawan dengan jas rancangan Athena.


Rossy yakin banyak wanita yang akan mendekati Jackson di pesta pertunangan Violet nanti walaupun Jackson datang ke sana menggunakan kursi roda.


Jackson sedang menerima telepon dari Bagaskara.


"Tuan Jackson. Aku dan tiga orang bodyguard sudah berada di Hotel H," lapor Bagaskara melalui sambungan telepon.


"Sebentar lagi aku akan ke sana. Kamu tunggu perintah dariku," kata Jackson Wijaya.


"Baik tuan Jackson," jawab Bagaskara.


Setelah Bobby selesai menata rambutnya, Rossy melepaskan kacamata besarnya dan memasang softlens yang dibelinya di mall kemarin.


"Tuan Jackson. Bagaimana penampilanku sekarang?" tanya Rossy sambil tersenyum ke Jackson.


Jackson melihat penampilan Rossy dari atas ke bawah.


Rambut panjang dan hitam Rossy tergerai. Ini pertama kalinya Jackson melihat rambut tergerai Rossy dalam keadaan yang lebih menyejukkan matanya.


Setiap kali rambut panjang Rossy tergerai sewaktu di Mansion Wijaya, pasti selalu dalam situasi yang tidak menyenangkan.


Jackson merasa puas dengan penampilan Rossy sekarang.


"Lebih baik dari biasanya," ucap Jackson dengan suara lembut.

__ADS_1


"Terima kasih pujiannya tuan Jackson," kata Rossy.


Rossy merasa senang karena Jackson menyukai penampilannya sekarang. Rossy yakin keberhasilannya malam ini sudah terlihat di depan matanya.


"Ayo berangkat sekarang," ajak Jackson ke Rossy.


"Baik tuan Jackson," jawab Rossy dan mendorong kursi roda Jackson keluar dari ruang VVIP.


Athena dan Bobby mengikuti Jackson dari belakang.


Sekali lagi Rossy yang sedang mendorong kursi roda Jackson terkagum-kagum melihat produk-produk yang berada di dalam butik Athena.


Semua perlengkapan pesta tersedia di Butik Athena. Ada berbagai macam perhiasan, koleksi sepatu high heels, dan juga tas pesta.


"Tuan Jackson perlu perhiasan untuk melengkapi gaunnya kah?" tanya Athena dengan ramah.


Jackson menggelengkan kepalanya dengan perlahan. Dirinya sudah menyiapkan perhiasan yang lebih bagus untuk Rossy kenakan malam ini dan sama sekali tidak tertarik dengan perhiasan hasil rancangan murid Athena yang ada di meja pajangan.


"Tuan Jackson, tas pesta ini cocok untuk nona," kata Athena sambil mengambil sebuah tas pesta berwarna hitam dan kecil dari etalase tas yang berada di butik Athena.


"Oke," jawab Jackson dengan singkat.


Dalam hitungan detik tas tangan berwarna hitam itu sudah berada di tangan Rossy.


Rossy hanya bisa tersenyum canggung ke arah Athena dan mempercepat langkah kakinya mendorong kursi roda Jackson.


"Ya Tuhan. Harga tas tangan ini pasti setara dengan gajiku beberapa bulan," kata hati Rossy sambil menahan rasa sakit hatinya karena akan kehilangan gajinya beberapa bulan demi tas pesta ini.


Jackson sudah berbaik hati membelikan gaun merah dan sepatu yang sedang di pakainya secara gratis.


Rossy tidak mungkin mengharapkan Jackson membelikan tas pesta warna hitam itu untuknya lagi.


Sekarang Rossy ingin segera meninggalkan butik Athena karena takut Athena akan menunjukkan barang lain dari butiknya ke Jackson, yang akan membuat Rossy kehilangan uang gajinya lagi.


***


Selamat siang readers.


Masih ada satu bab lagi yang akan author up malam ini.


Di tunggu ya.


Terima kasih


AUTHOR : LYTIE


__ADS_1


__ADS_2