Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 71. Bertemu Agung Wijaya


__ADS_3

***Ruang bermain anak Healing Hands Hospital***


Chandra memegang handphonenya dengan wajah tegang ketika mendengar suara teriakan Rossy dari dalam handphone. Setelah teriakan Rossy, tidak terdengar suara apapun lagi sehingga Chandra semakin khawatir.


Sambungan telepon yang masih belum terputus membuat Chandra mencoba memanggil Rossy.


"Mommy! Mommy! Apa yang terjadi??" teriak Chandra dengan keras.


Beberapa saat kemudian sambungan teleponnya terputus. Chandra mencoba menelepon kembali dan tidak ada nada sambungan.


Chandra tahu seseorang sudah mematikan handphone Rossy.


"Apa yang terjadi dengan mommy?" kata hati Chandra.


Chandra mencoba mengingat perkataan terakhir Rossy.


"Tadi bapak bilang harus nunggu dua puluh menit. Kenapa...." Suara Rossy terngiang kembali di telinga Chandra.


Chandra mendengar teriakan Rossy setelah Rossy mengucapkan perkataan itu.


"Tunggu dua puluh menit? Pasti supir taxi online," kata hati Chandra.


Chandra segera menggunakan keahlian hackernya melacak data taxi online yang terdaftar dan akhirnya menemukan nama supir online yang menerima orderan dari penumpang Rossy di Perusahaan Wijaya.


Chandra menelepon supir online itu.


"Halo."


"Halo Pak Wira. Apakah Bapak menerima orderan untuk menjemput penumpang bernama Rossy di perusahaan Wijaya?" tanya Chandra.


"Iya. Aku masih terjebak macet dan sudah menghubungi nona Rossy untuk menungguku," jawab Pak Wira.


"Terima kasih infonya," kata Chandra dan menutup sambungan telepon.


"Mommy pasti dibawa pergi oleh orang lain. Aku harus memeriksanya," kata hati Chandra.


Chandra berencana ke Perusahaan Wijaya untuk melihat sekitarnya apakah ada cctv yang terpasang. Jika ada maka Chandra bisa melacak keberadaan Rossy.


Chandra sedang berpikir bagaimana caranya supaya dia bisa ke Perusahaan Wijaya .


"Aunty Michelle," kata hati Chandra.


Chandra segera menelepon Michelle Angela.


***


Michelle sedang berada di kamar pasien VVIP Dokter Erik bersama Felix dan Suster Lisa.


Michelle melihat nama Chandra muncul di layar handphonenya.


"Maaf. Aku angkat telepon bentar," kata Michelle sambil  berlari keluar dari kamar pasien.


***


"Halo," kata Michelle.

__ADS_1


"Aunty Michelle. Bisakah aunty datang ke ruang bermain anak sebentar?" tanya Chandra.


"Bisa Chandra. Aku ke sana sekarang," jawab Michelle.


Michelle berlari kecil ke arah ruang bermain anak karena khawatir Chandra mengalami sesuatu di sana.


Selama Michelle bekerja di Healing Hands Hospital, Chandra selalu diam dan tenang menunggunya di ruang bermain anak dan tidak pernah meneleponnya sama sekali.


***


"Ada apa Chandra?" tanya Michelle sambil  matanya melihat sekujur tubuh Chandra dari atas ke bawah.


Chandra tahu Michelle mengira dirinya mengalami masalah.


"Aku tidak apa-apa aunty Michelle. Aku ingin ke Perusahaan Wijaya menemui mommy. Ada hal yang ingin aku katakan ke mommy secara langsung tentang Perusahaan Wijaya," kata Chandra.


Chandra tidak ingin Michelle ikut panik dan khawatir dengan keadaan Rossy sehingga Chandra berbohong.


Chandra ingin memeriksa terlebih dahulu apa yang terjadi dengan Rossy.


Michelle juga tahu Rossy hari ini berada di Perusahaan Wijaya sehingga tidak mencurigai kebohongan Chandra.


"Aunty akan mengantarmu ke sana," kata Michelle.


"Thank you aunty Michelle," kata Chandra.


Michelle meminta izin kepada Dokter Anna terlebih dahulu kemudian mengemudikan mobil Ayla nya mengantar Chandra ke Perusahaan Wijaya.


 


"Thank you Aunty Michelle. Mommy sudah menungguku di dalam. Aunty Michelle bisa kembali bekerja," kata Chandra sambil turun dari mobil Michelle.


"Baiklah Chandra. Telepon saja aunty apabila ingin dijemput nanti," kata Michelle.


"Oke aunty Michelle ," jawab Chandra.


Setelah mobil Michelle pergi, Chandra melihat bangunan rumah, toko, dan lainnya yang berada di sekitar Perusahaan Wijaya.


Setelah memeriksa dengan saksama, Chandra menemukan ada cctv di depan minimarket yang bisa merekam dengan jelas keadaan di luar Perusahaan Wijaya. Dengan cepat Chandra pun menghacker rekaman cctv minimarket itu.


Lima menit kemudian Chandra sudah mendapatkan hasil dari rekaman cctv minimarket  dan mengcopynya ke dalam handphonenya sebagai bukti.


Terlihat jelas seorang pria mendorong Rossy masuk ke dalam mobil avanza berwarna hitam. Wajah pria itu tidak terlihat jelas karena memakai masker. Selain itu dia juga mengenakan topi, jaket, dan celana panjang berwarna hitam.


Chandra mencari identitas pria itu melalui plat mobil dan tidak berhasil menemukan identitas pria itu karena plat mobilnya palsu.


"Kenapa dia menculik mommy di depan Perusahaan Wijaya? Apakah karena daddy? " kata hati Chandra.


Chandra semakin fokus menunduk melihat video rekaman itu melalui handphonenya untuk mencari tahu apakah ciri-ciri pria itu dikenalinya. Chandra mempunyai firasat pernah bertemu dengan pria itu di suatu tempat.


"Chandra."


Seseorang memanggil namanya dengan keras dari belakang dan Chandra mengenali suara orang yang memanggilnya. Dengan terpaksa Chandra membalikkan tubuhnya dan mengangkat kepalanya.


"Kakek buyut," sapa Chandra dengan sopan.

__ADS_1


Orang yang berdiri di belakang Chandra adalah Agung. Setelah mengobrol dengan Jackson tadi, Agung pun ke ruang kantor Kusuma untuk melihat keadaannya.


Kusuma sudah bersikap biasa dan tidak ada kemarahan lagi di raut wajahnya sehingga Agung menjadi tenang dan berencana pulang.


Agung tidak menyangka di depan Perusahaan Wijaya, dirinya melihat punggung seorang anak kecil yang terlihat mirip sekali dengan Chandra sehingga Agung mencoba memanggilnya.


"Kenapa kamu bisa ada di sini? Kata daddymu kamu sedang di rawat di Healing Hands Hospital," kata Agung sambil memeriksa keadaan Chandra dengan teliti dan raut wajah khawatir.


"Aku datang ke sini karena rindu dengan kakek buyut. Kakek buyut jangan memberitahukan daddy ya. Om Felix mengizinkanku keluar sebentar," kata Chandra.


Chandra tahu pasti Jackson tidak akan memberitahukan Agung tentang penyakit leukimia karena tidak ingin Agung khawatir.


"Tenang saja Chandra. Kakek buyut sangat pandai menyimpan rahasia," kata Agung sambil tertawa kecil.


Agung percaya dengan perkataan Chandra karena selama ini Chandra tidak pernah berbohong kepadanya.


"Ayo! Kakek buyut akan membawamu makan bakmi ayam yang enak. Setelah selesai makan, kakek buyut akan mengantarmu ke Healing Hands Hospital," ajak Agung sambil mengandeng tangan Chandra.


"Baik kakek buyut," jawab Chandra dengan patuh dan ikut masuk ke dalam mobil Agung.


Di dalam mobil Chandra berpikir keras bagaimana cara menyelamatkan Rossy.


Chandra sadar dirinya hanyalah anak kecil berumur lima tahun dan tidak akan mungkin bisa menyelamatkan Rossy saat ini.


"Daddy," kata hati Chandra.


Chandra yakin Jackson bisa menemukan Rossy.


Chandra mengirim video rekaman cctv ke handphone Jackson dengan menggunakan akun hacker miliknya.


Akun hacker itu tidak akan bisa dilacak oleh siapa pun. Chandra tidak ingin Jackson mengetahui dirinya yang mengirim video itu.


Agung melihat dengan saksama Chandra yang duduk tenang dan fokus dengan handphone di tangannya.


Ekspresi Chandra sama persis dengan ekspresi Jackson yang tadi dilihat oleh Agung sewaktu masuk ke dalam ruang kantor Jackson tetapi Agung merasa aneh dengan penampilan Chandra kali ini.


Topi yang hampir menutupi wajahnya, jaket tebal, dan juga handphone yang berada di tangan Chandra bukanlah iphone yang dibelikan oleh Agung sewaktu ulang tahun Chandra.


"Chandra. Di mana iphonemu?" tanya Agung.


Chandra yang baru saja selesai mengirimkan video rekaman cctv ke handphone Jackson terkejut dengan pertanyaan Agung.


***


Aiyo... semakin penasaran kan? Hari ini author up 3 bab deh supaya Rossy tidak kelamaan di culik. He he He.


Bab ketiga up malam ya. Masih dalam proses menuangkan halu author ke dalam tulisan ^~°


Para readers pasti tahu dong Agung Wijaya akan membawa Chandra makan bakmi ayam di mana?


Bagaimana cara Jackson menyelamatkan Rossy?


Di tunggu ya readers


Salam sayang

__ADS_1


Author : LYTIE


__ADS_2