
***Ruang bermain anak Healing Hands Hospital***
Rossy teringat akan tujuan utamanya menemui Chandra pagi ini setelah membicarakan hasil tes DNA dengan Chandra.
"Chandra. Ceritakan kepada mommy bagaimana kamu bisa tahu mommy di culik kemarin," kata Rossy.
"Iya mommy. Kemarin sewaktu pembicaraan telepon kita terputus, aku sangat khawatir dengan keadaan mommy karena handphone mommy mati dan tidak dapat di hubungi lagi. Aku melacak data taxi online yang mommy pesan dan menghubunginya. Supir taxi online itu masih terjebak kemacetan dan belum menjemput mommy sehingga aku yakin mommy dibawa pergi oleh orang lain. Aku meminta aunty Michelle mengantarku ke Perusahaan Wijaya untuk melihat apakah di sekitar sana ada terpasang cctv karena jika ada cctv, aku akan lebih mudah melacak keberadaan mommy," jelas Chandra.
"Maafkan mommy yang sudah membuatmu khawatir Chandra," kata Rossy sambil memegang tangan Chandra.
Rossy sangat kagum dengan ketenangan Chandra dalam mengatasi masalah. Sifat Chandra ini sama persis dengan sifat Jackson.
Chandra bisa tenang dan tidak panik sama sekali. Padahal Chandra hanyalah anak kecil berusia lima tahun. Anak kecil lain yang berusia sama seperti Chandra pasti akan langsung menghubungi orang dewasa di sekitarnya untuk mengatasi masalah yang menghadang.
Chandra bersikap tenang dan menggunakan logikanya. Chandra menghubungi supir taxi online terlebih dahulu dan merencanakan memeriksa cctv ketika yakin Rossy menghilang.
Rossy tahu pasti pada saat itu Chandrabsangat khawatir dengan keadaannya yang menghilang secara tiba-tiba. Akan tetapi, Chandra masih bisa bersikap tenang dan berusaha menemukan Rossy dengan kemampuan hackernya.
Rossy yakin ketika Chandra dewasa nanti pasti bisa menjadi pemimpin yang hebat seperti Jackson.
"Setelah kamu tiba di Perusahaan Wijaya, apa yang kamu lakukan?" tanya Rossy penasaran.
"Aku menemukan ada cctv di depan minimarket yang bisa merekam dengan jelas keadaan di luar Perusahaan Wijaya sehingga aku menghackernya. Rekaman itu menunjukkan seorang pria berpakaian serba hitam dengan topi dan masker yang menutup wajahnya mendorong mommy masuk ke dalam mobil avanza berwarna hitam. Aku memeriksa plat mobil itu dan tidak bisa menemukan apapun yang menunjukkan identitas pria itu karena plat mobil itu palsu," jawab Chandra.
Rossy ingat jelas rekaman cctv yang dilihatnya di handphone Jackson. Wajah pria gila di dalam rekaman cctv memang tidak terlihat jelas.
"Kemudian kamu mengirim rekaman cctv ke tuan Jackson?" tanya Rossy.
"Iya mommy. Aku yakin daddy bisa menemukan mommy dan menyelamatkan mommy dari penculik itu," jawab Chandra.
Rossy setuju dengan perkataan Chandra karena Jackson membawa lima orang bodyguard untuk menyelamatkannya.
"Kamu juga tahu mommy di bawa oleh penculik ke apartemen milik Felix?" tanya Rossy.
"Iya mommy. Aku memasang sistem ke handphone mommy, yang langsung akan mengirimkan sinyal lokasi mommy ketika handphone mommy nyala. Aku menghacker cctv Apartemen Royal Residence dan tahu daddy membawa bodyguard ke sana untuk menyelamatkan mommy. Aku yakin bawahan daddy juga menggunakan cara yang sama untuk menemukan mommy," jawab Chandra dengan yakin.
__ADS_1
Rossy menganggukkan kepalanya karena Bagaskara memberitahukannya sewaktu di apartemen Felix.
"Terima kasih Chandra. Karena kepintaranmu mommy bisa selamat," kata Rossy sambil memegang kepala Chandra dengan lembut.
"Sama-sama mommy," jawab Chandra dengan pipi bersemu merah.
Rossy ketawa kecil melihat putranya malu. Rossy menyadari Chandra sangat pemalu dan sering kali wajahnya bersemu merah ketika Rossy memujinya ataupun menunjukkan kasih sayangnya ke Chandra.
Sifat Chandra ini sangat berbeda jauh dari Kelvin. Kelvin bukanlah pemalu bahkan mulutnya bisa mengeluarkan perkataan yang sangat manis dan memberikan pujian yang membuat orang lain tersipu malu.
"Oh ya mommy. Ada satu hal yang harus aku beritahukan kepada mommy. Hal yang sangat penting," kata Chandra dengan wajah serius.
"Tentang apa Chandra?" tanya Rossy.
Chandra ingin memberitahukan Rossy tentang pembicaraan antara Thomas dan Wulan Sari di Restoran Hartono sehingga Chandra harus memberitahu Rossy terlebih dahulu tentang pertemuannya dengan Agung.
"Aku bertemu dengan kakek buyut di depan perusahaan Wijaya," kata Chandra dengan jujur.
"Kakek buyut? Tuan Agung?" tanya Rossy dengan nada terkejut.
Chandra menenangkan Rossy yang terlihat jelas berwajah tegang karena perkataan Chandra.
"Baguslah. Aku kira kamu ketahuan," kata Rossy sambil menepuk dadanya dengan telapak tangannya.
Rossy bisa merasakan detak jantungnya berdetak sangat cepat setelah mendengar perkataan Chandra tadi.
"Kakek buyut membawaku ke restoran untuk makan bakmi ayam dan restoran itu adalah Restoran Hartono," kata Chandra.
"Restoran Hartono?"
Ingatan Rossy seketika melayang ke dalam Restoran Hartono yang selama ini sangat dikenalnya. Setiap tahun di hari ulang tahunnya, Thomas akan membawanya ke sana. Banyak kenangan dari Isabella, ibu kandung Rossy berada di Restoran Hartono itu.
Satu-satunya restoran yang sampai saat ini masih dipertahankan oleh Thomas meskipun semua cabang restoran di luar kota sudah dijual oleh Thomas lima tahun yang lalu.
Michelle yang memberitahukan Rossy tentang hal ini ketika Rossy sudah menetap di Amerika bersama Kelvin.
__ADS_1
Rossy sangat mengenal sifat ayahnya. Thomas pasti akan menjual semua cabang restoran untuk mengembalikan uang jaminan sebesar 200 juta itu ke Wulan Sari karena Wulan Sari berbohong tentang uang itu berasal dari pinjaman teman Wulan Sari.
Rossy sangat yakin uang itu sekarang sudah berada di tangan Wulan Sari dan ayahnya sama sekali tidak mengetahui hal itu. Dikarenakan itu jugalah Rossy mengembalikan uang yang di kirim oleh Thomas kepadanya sewaktu di Amerika.
Selain karena Rossy ingin menunjukkan kepada ayahnya jika dia bisa menghidupi Kelvin dengan tangannya sendiri. Juga karena Rossy tidak ingin dirinya menjadi beban ayahnya lagi.
"Kamu bertemu dengan kakekmu?" tanya Rossy dengan suara kecil.
"Iya mommy. Kakek sangat sehat dan memasak bakmi ayamnya untukku," jawab Chandra.
Chandra tahu Rossy mengkhawatirkan keadaan Thomas yang tidak dijumpainya selama lima tahun ini sehingga sengaja memberitahukan Rossy tentang kondisi Thomas saat ini.
"Baguslah. Bakmi ayamnya sangat enak bukan? Kakekmu sering memasak bakmi ayam untuk mommy setiap kali mommy ke sana," kata Rossy sambil tersenyum tipis.
"Aku tahu kakek sangat menyayangi mommy. Sebagian dari Restoran Hartono adalah milik mommy," ucap Chandra dengan serius.
"Sebagian Restoran Hartono milikku?" tanya Rossy dengan nada tidak percaya.
Chandra menunjukkan bukti yang sudah didapatkannya tadi ke Rossy.
Rossy membacanya dengan saksama. Kemudian mata Rossy berkaca-kaca.
"Ayah memberikan sebagian Restoran Hartono untukku," ucap Rossy. Wanita muda itu terharu sambil menutup mulutnya.
Air mata sudah berlinang di pipi Rossy.
***
Selamat siang readers. Jangan lupa baca kelanjutannya nanti malam ya.
Thank you
AUTHOR : LYTIE
__ADS_1