Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 154. Rossy Hartono


__ADS_3

***Tempat penitipan anak dekat rumah kontrakan Michelle Angela***


Semua kejadian di dalam ballroom pesta pertunangan Violet dan Febrian diketahui oleh Chandra yang melihat dari handphonenya melalui cctv ballroom yang berhasil di hackernya.


Bukan hanya Bagaskara yang mencatat nama para tamu yang menindas Rossy di dalam ballroom pesta pertunangan melainkan Chandra pun sudah mulai melancarkan aksi balas dendam terhadap para tamu undangan itu.


Dengan mudah Chandra mengambil cuplikan video dari rekaman cctv ballroon Hotel H.


Cuplikan video itu  menampilkan beberapa tamu undangan yang ikut menindas Rossy di dalam ballroom Hotel H.


Chandra mengirimkan video cuplikan itu ke Bagaskara dengan menggunakan akun hackernya.


Chandra Wijaya yakin Jackson mempunyai cara yang tepat dan cepat untuk membuat perhitungan dengan tamu undangan yang menindas Rossy sehingga Chandra hanya perlu  mengirimkan video cuplikan yang merekam jelas  apa saja yang dilakukan oleh beberapa tamu undangan itu ke Bagaskara.


Chandra tidak mau satu orang pun lolos dari tangan Jackson.


***


Sementara itu di ballroom pesta pertunangan Violet dan Febrian, Bagaskara terheran-heran mendapatkan video cuplikan yang berisi tamu undangan yang menindas Rossy tadi.


Video cuplikan itu dikirim oleh satu akun hacker yang tidak dapat di lacak olehnya. Dengan adanya video cuplikan itu memudahkan Bagaskara menjalankan perintah Jackson.


Bagaskara merasakan dejavu dengan akun hacker itu dan teringat akan rekaman cctv penculikan Rossy yang dikirim ke handphone Jackson juga menggunakan akun hacker yang tidak bisa di lacak oleh Bagaskara.


Bagaskara mencurigai kedua pemilik akun hacker itu adalah orang yang sama dan berkaitan dengan Rossy.


"Aku akan memberitahukannya ke Tuan Jackson nanti," kata hati Bagaskara sambil melihat ke arah Jackson yang sedang berbicara dengan Rossy.


***Kamar pasien VVIP Kelvin Hartono di Healing Hands Hospital***


Kelvin baru saja selesai makan dinnernya di kamar pasien VVIP.


Dinner Kelvin di antar oleh Pak Lesmana yang membeli makanan itu dari restoran favorit Chandra.


Kelvin tahu Rossy sedang bersama Jackson menghadiri pesta. Bahkan Felix yang selalu datang memeriksanya setiap hari juga menghadiri pesta itu.


Kelvin merasa senang dengan kedekatan Jackson dan Rossy. Kelvin sudah bisa membayangkan tidak lama lagi keluarga kecil mereka akan berkumpul kembali.


"Aku akan mengajak Om Robin menemaniku jalan-jalan sebentar," kata hati Kelvin.


Kelvin membuka pintu kamar pasien dan melihat ke arah Robin yang masih berdiri tegak berjaga di depan pintu.


"Om Robin. Ayo kita jalan-jalan sebentar," ajak Kelvin.


"Baik tuan muda Chandra," jawab Robin.


Setiap hari Robin akan menemani Kelvin jalan-jalan di dalam Healing Hands Hospital karena sudah mendapatkan izin dari Jackson yang memperbolehkan Kelvin keluar dari kamar pasien  dengan ditemani oleh Robin untuk menghilangkan rasa bosan Kelvin selama berada di dalam kamar pasien.


Kelvin berpapasan dengan seorang suster.


"Malam kakak suster," sapa  Kelvin dengan ramah.


Kelvin sudah mengenal dekat dan akrab dengan  semua suster yang bertugas di kamar pasien VVIP sehingga sewaktu melihat suster yang berpapasan dengannya, Kelvin mengira suster itu juga bertugas di kamar pasien VVIP sehingga menyapa suster itu dengan ramah.


Suster itu menghentikan langkah kakinya dan terpaku menatap Kelvin. Suster itu adalah Suster Lisa.


Suster Lisa yang  ingin mengunjungi Dokter Erik di kamar pasien VVIP,  tidak menyangka akan bertemu dengan Kelvin.


Suster Lisa langsung mengenali anak kecil berumur lima tahun di depannya adalah Kelvin, bayi yang diserahkan oleh Dokter Erik ke Rossy.


Wajah Kelvin yang sangat mirip dengan Chandra membuat Suster Lisa yakin akan dugaannya.


Suster Lisa melihat baju pasien yang dikenakan oleh Kelvin sehingga rasa bersalah di dalam hatinya muncul lagi.


Suster Lisa tahu Kelvin bertukar identitas dengan Chandra secara tidak sengaja dan dirinya ikut menjaga rahasia itu.


"Ma..malam tuan muda Chandra, " kata Suster Lisa dengan terbata-bata.


"Bye bye suster," kata Kelvin dan berjalan meninggalkan Suster Lisa.


 ***Kamar pasien VVIP Dokter Erik***


Suster Lisa duduk sambil melihat ke arah Dokter Erik yang masih terbaring di atas tempat tidur dalam keadaan koma.


Suster Lisa menghela napas panjang ketika  teringat akan raut wajah Kelvin yang ceria tadi.


Suster Lisa merasa iba kepada Kelvin yang mengidap penyakit leukimia di usianya yang masih kecil.


Suster Lisa sangat ingin membantu Rossy untuk mendapatkan darah tali pusat dengan cepat supaya bisa menyembuhkan penyakit leukimia Kelvin, tetapi Suster Lisa tidak bisa bertindak gegabah sekarang karena Dokter Erik masih belum siuman dari komanya.


"Dokter Erik. Aku bertemu dengan Miss X. Identitas asli Miss X adalah Rossy. Rossy sudah mengetahui bayi yang dilahirkannya adalah nayi kembar. Sekarang bayi yang di bawa oleh  Rossy mengidap penyakit leukimia dan membutuhkan darah tali pusat.  Rossy tahu Jackson Wijaya adalah Mister W. Rossy takut disalahkan oleh Jackson Wijaya karena membawa bayinya. Dokter Erik harus cepat siuman supaya bisa membantu Rossy," kata Suster Lisa.


Suster Lisa mendengarkan saran dari Michelle dan Felix untuk mengajak bicara Dokter Erik yang sedang koma.


Dengan mengajak pasien koma berbicara terus menerus, diharapkan pasien yang koma itu mempunyai semangat hidup dan mencoba untuk bangun dari komanya.


Suster Lisa yakin selama ini Dokter Erik bisa mendengarkan semua yang dikatakan olehnya sehingga malam ini Suster Lisa mencoba mengatakan tentang masalah Miss X ke Dokter Erik.


"Kita harus menjadi saksi Rossy di hadapan Jackson Wijaya karena memang kita yang bersalah menutupi kebenaran lima tahun yang lalu. Kita harus menebus kesalahan lima tahun yang lalu," lanjut Suster Lisa.


Mata Suster Lisa membulat besar ketika melihat jari tangan Dokter Erik bergerak sedikit.


"Dokter Erik! Dokter Erik!" teriak Suster Lisa kegirangan.


Suster Lisa menekan tombol untuk memanggil suster jaga.


 ***


"Ada apa Suster Lisa?" tanya suster jaga yang mengenal Suster Lisa.


"Tadi jari tangan Dokter Erik bergerak," jawab Suster Lisa.


"Benarkah? Aku akan menghubungi Dokter Anna," kata suster jaga dan berlari keluar dari kamar pasien VVIP.


Felix sudah meminta bantuan d okter senior, Dokter Anna untuk memantau perkembangan Dokter Erik karena malam ini Felix dan Michelle tidak berada di Healing Hands Hospital.

__ADS_1


Dokter Erik yang berada di atas tempat tidur, secara perlahan membuka matanya.


"Dokter Erik! Syukurlah kamu sudhs siuman!" ucap Suster Lisa dengan mata berkaca-kaca.


"Li...sa ," kata Dokter Erik dengan suara yang lemah.


Dokter Anna bersama suster jaga datang ke kamar pasien VVIP untuk memeriksa keadaan Dokter Erik.


***


Kelvin yang sedang berjalan kembali ke kamar pasien VVIP nya, terkejut melihat kehebohan di kamar pasien VVIP Dokter Erik.


"Ada apa dengan Dokter Erik? Kenapa dokter dan suster berlari dengan panik ke dalam kamar pasiennya?" kata hati Kelvin.


"Kak suster. Ada apa dengan pasiennya?" tanya Kelvin ke suster jaga yang berjalan keluar dari kamar pasien VVIP Dokter Erik.


"Tuan muda Chandra. Pasien komanya sudah siuman," kata suster jaga sambil tersenyum.


"Pasiennya sudah siuman?"


Kali ini Robin yang menanyakannya ke suster jaga.


"Iya Pak. Dokter Anna sedang memeriksa keadaannya," jawab suster jaga sambil menganggukkan kepalanya.


"Aku akan menelepon tuan Jackson," kata Robin.


Wajah Kelvin menjadi pucat ketika mendengar perkataan Robin.


Tugas Robin di Healing Hands Hospital adalah menjaga Kelvin dan melaporkan ke Jackson jika  Dokter Erik  sudah siuman dari komanya.


"Om Robin!"


Kelvin memanggil Robin secara tiba-tiba sehingga Robin mengurungkan niatnya menelepon Jackson.


"Ada apa tuan muda Chandra?" tanya Robin.


"Dokter Erik sedang diperiksa oleh Dokter Anna dan belum ada kepastian apakah benar Dokter Erik akan siuman. Lebih baik Om Robin tunggu dulu kepastian dari Dokter Anna baru menelepon daddy," jawab Kelvin.


Kelvin mencegah Robin menelepon Jackson karena ingin mengulur waktu.


Kelvin akan menelepon Chandra terlebih dahulu. Kelvin yakin Chandra yang tenang dan genius pasti bisa mengatasi masalah ini.


"Baiklah," jawab Robin si hercules yang polos.


Robin menyetujui perkataan Kelvin karena Robin  takut akan dimarahi oleh Jackson jika memberikan informasi yang salah.


"Bye Om Robin," kata Kelvin sambil berlari kencang masuk ke dalam kamar pasiennya dan mengambil handphonenya untuk menelepon Chandra.


Kelvin tidak bisa menyia-nyiakan satu detik pun saat ini.


"Halo Kelvin," sapa Chandra melalui sambungan telepon.


"Brother. Dokter Erik sudah siuman. Aku berhasil mencegah Om Robin menelepon daddy saat ini. Apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Kelvin dengan panik.


Kelvin ikut terdiam dan menunggu jawaban Chandra. Kelvin tahu Chandra sedang memikirkan solusinya.


"Oke Kelvin. Aku sudah tahu. Serahkan semuanya kepadaku. Kamu tidak perlu khawatir. Aku akan mengatasinya," jawab Chandra dengan yakin.


"Oke brother," kata Kelvin dan menutup sambungan telepon.


Kelvin yakin Chandra bisa mengatasi masalah ini.


 


***Tempat penitipan anak***


Setelah menutup pembicaraan telepon dengan Kelvin, Chandra termenung sambil memikirkan solusi yang sudah didapatkannya untuk mengatasi masalah ini.


Chandra tahu pasti identitas Rossy tidak akan bisa ditutupi lagi.


Keadaan Dokter Erik yang siuman akan segera diketahui oleh Felix sehingga Felix pasti akan memberitahukannya kepada Jackson.


Chandra melihat ke dalam rekaman cctv balroom Hotel H dan terlihat Jackson sedang menatap wajah Rossy.


Sejak berada di dalam ballroom Hotel H, Jackson sama sekali tidak pernah mengalihkan perhatiannya dari Rossy.


Chandra merasa yakin Jackson sudah menyadari perasaan hatinya terhadap Rossy.


Chandra ingin membocorkan identitas asli Rossy kepada Jackson sekarang juga dengan bukti yang ada di tangannya saat ini.


Chandra berfirasat Jackson akan memaafkan Rossy jika kebenaran diketahui oleh Jackson saat ini dari pada Jackson menemukan sendiri kebohongan Rossy nantinya.


Chandra sudah mengambil keputusannya dan mengamati dengan saksama hal yang terjadi di dalam ballroom pesta pertunangan melalui handphonenya. Chandra akan mengirimkan bukti itu di saat yang paling tepat.


 


***Ballroom Hotel H***


Suasana di dalam ballroom Hotel H menjadi tenang karena Bagaskara mencatat data setiap tamu undangan yang menindas Rossy berdasarkan video cuplikan yang diterimanya.


Beberapa tamu undangan itu tidak bisa membantah karena bukti jelas yang  ada di tangan Bagaskara.


Febrian berdiri mematung sambil menatap ke arah Jackson. Febrian tidak menyangka pacar Rossy yang tinggi ,tampan serta CEO muda dari perusahaan terkenal adalah Jackson Wijaya.


Febrian sangat terpukul dengan kenyataan yang ada di depan matanya.


Febrian akui walaupun Jackson selamanya lumpuh dan akan duduk di atas kursi roda, Febrian tetap kalah dari Jackson.


Febrian sama sekali tidak ada keunggulan apa pun yang melebihi Jackson.


Perusahaan kecil Joni Iskandar bagaikan seekor semut di kaki Jackson Wijaya.


Febrian tidak mengerti mengapa Rossy yang sudah berubah menjadi jelek dan mempunyai anak di luar nikah, bisa menarik perhatian Jackson Wijaya yang terkenal.


Bagaimana mungkin Rossy bisa terlibat dengan Jackson yang sempurna?

__ADS_1


***


MC pria yang berada di atas panggung berusaha mencairkan suasana di dalam ballroom pesta pertunangan Violet dan Febrian.


MC pria itu teringat akan foto-foto prewedding Febrian dan Violet yang belum di tampilkan melalui TV LED besar di atas panggung sehingga MC pria menekan tombol untuk menampilkan foto-foto prewedding itu.


Perhatian para tamu undangan pun teralihkan dan melihat ke TV LED besar yang menampilkan foto-foto prewedding Violet dan Febrian.


Rossy ikut melihat ke TV LED besar itu sehingga Jackson, Felix dan Michele juga melihat ke arah TV LED besar itu.


Foto-foto prewedding itu adalah foto outdoor yang menampilkan pemandangan indah di berbagai tempat yang berada di Bali.


Rossy sangat menyukai pemandangan outdoor sehingga melihatnya dengan antusias.


Rossy hanya melihat pemandangan outdoornya saja dan mengacuhkan pasangan pria dan wanita di dalam foto itu, sedangkan Jackson mengangkat kepalanya menghadap ke arah Rossy dan menatapnya dengan intens.


Jackson sama sekali tidak tertarik melihat foto prewedding Febrian dan Violet.


Hanya dua foto prewedding yang di tampilkan dan terdengar  teriakan dari para tamu undangan terutama tamu undangan wanita.


Rossy dan Michelle pun terkejut dengan foto-foto yang di tampilkan di dalam TV LED besar itu.


Rossy menutup kedua mata Jackson dengan kedua telapak tangannya dan Michelle juga melakukan hal yang sama terhadap Felix.


Foto-foto Stella, Victoria, dan Jessi  dengan pakaian yang kekurangan bahan terpampang dengan jelas di layar TV LED besar itu.


Bahkan ada foto-foto mesra mereka bersama pasangan pria  yang berbeda-beda dan  kebanyakan berusia tua.


"Ternyata dia  peliharaan sugar daddy. Dasar tidak tahu malu!" teriak seorang tamu wanita sambil menunjuk Stella yang kelihatan jelas wajahnya karena sudah membuka topeng wajahnya tadi.


Salah satu bodyguard yang mencegah Stella melarikan diri tadi berada di belakangnya sehingga Stella hanya bisa menunduk sambil menahan rasa malu di marahi oleh tamu wanita itu.


Sementara Victoria dan Jessi yang masih mengenakan topeng wajahnya ingin meninggalkan ballroom dan di cegat oleh dua orang bodyguard lainnya.


Tanpa perintah dari Jackson, kedua bodyguard itu membuka topeng wajah Victoria dan Jessi.


Suasana ballroom menjadi kacau lagi karena para tamu undangan mengucapkan kata-kata kotor dan hinaan terhadap mereka bertiga.


Di layar TV LED muncul cuplikan video saat Stella menuangkan wine merah ke gaunnya sendiri.


Michelle tertawa girang melihat hal itu.


"Pasti Chandra yang melakukannya," kata hati Rossy dan Michelle secara bersamaan.


Mereka berdua sudah melepaskan tangan masing-masing dari mata Jackson dan Felix.


Rossy dan Michelle tersenyum senang karena bangga dengan kemampuan hacker Chandra.


Jackson melihat ke arah Rossy yang tersenyum senang.


"Rossy. Kamu senang?" tanya Jackson.


"Iya. Aku sangat senang malam ini. Terima kasih sudah melindungiku tadi," jawab Rossy sambil tersenyum manis ke Jackson.


Jackson menganggukkan kepalanya dan menatap Rossy dengan tatapan mata lembut yang mencerminkan rasa sayang.


Rossy bisa merasakannya sehingga menunduk malu dengan pipi yang terasa panas.


Violet yang melihat perlakuan mesra Jackson terhadap Rossy menjadi semakin marah dan iri kepada Rossy.


"Kenapa Jackson Wijaya bisa menyukai Rossy yang berwajah jelek? Pasti otaknya Jackson Wijaya kemasukkan air sehingga tidak bisa berpikir jernih," kata hati Violet.


"Rossy hanyalah wanita sampah. Tua, jelek, dan sudah mempunyai anak haram. Kenapa bisa mendapatkan Jackson Wijaya yang sempurna?" teriak hati Violet.


Violet tidak bisa memendam rasa kebencian dan keirian di dalam hatinya yang sudah memuncak terhadap Rossy.


Padahal selama lima tahun ini Violet menganggap dirinya sudah berhasil merebut semua milik Rossy.


Rossy seharusnya menjadi pecundang dan hidup dengan menyedihkan bukannya bahagia dan mendapatkan pria sempurna seperti Jackson.


"Awas kamu Rossy. Jackson Wijaya mungkin buta, tetapi semua tamu undangan di ballroom ini tidaklah buta!" kata hati Violet sambil tersenyum sinis.


Violet berjalan mendekati Rossy.


"Rossy!" ujar Violet.


Rossy membalikkan badannya menghadap Violet. Violet langsung membuka topeng wajah yang menutup wajah Rossy dengan cepat.


"Kalian lihatlah ke sini! Inilah wajah asli Rossy Hartono!" teriak Violet ke tamu undangan sambil membuang topeng wajah Rossy ke lantai ballroom.


***


Selamat malam readers. Bab ini author up pukul 21.35 WITA.


Bab ini sudah sangat panjang ya readers. Semoga para readers sabar menanti lanjutan ceritanya ya.


Cerita di dalam bab ini seharusnya bisa menjadi dua setengah bab 😂😂😂.


Ketentuan di setiap bab novel adalah minimal seribu kata. Bab ini sudah dua ribu lima ratus kata lebih 😂😂 supaya readers merasa puas membacanya.


JRENG JRENG JRENG. Topeng wajah Rossy Hartono sudah terbuka.


Bagaimana reaksi Jackson Wijaya?


Apa bukti yang dipersiapkan oleh Chandra Wijaya?


Di tunggu ya readers tercinta.


SALAM SAYANG


LOVE YOU ALL


THANK YOU


AUTHOR : LYTIE

__ADS_1


__ADS_2