
***Ruang tamu Jackson Wijaya***
Rossy sangat ingin membantu menyembuhkan penyakit eating disorder Jackson sehingga menyetujui rencana Felix.
"Baiklah Felix. Aku akan memasak masakan yang berbeda-beda setiap hari dan memantau perkembangan emosi tuan Jackson terhadap masakan itu. Mudah-mudahan dalam waktu singkat kita bisa mendapatkan hasilnya," kata Rossy.
"Terima kasih Rossy. Aku tidak pernah salah menilai orang. Kamu pasti akan membantu Jackson," kata Felix sambil tersenyum tulus.
"Felix. Bagaimana dengan keadaan wanita yang menculik Jackson? Wanita itu masih berada di rumah sakit jiwa kah?" tanya Rossy dengan ragu-ragu.
Rossy bukannya mengkhawatirkan tentang wanita jahat itu yang telah tega menculik anak kecil berumur lima tahun dan bahkan menyebabkan anak itu mengalami trauma selama puluhan tahun.
Rossy sama sekali tidak simpati dengan wanita itu. Malahan Rossy membencinya karena dialah penyebab Jackson menderita dan tidak bisa hidup normal seperti orang lain.
Rossy menanyakan tentang wanita itu karena yang mengetahui kejadian dua puluh tahun yang lalu hanyalah Jackson dan wanita itu.
Walaupun kemungkinan besar wanita itu masih di rumah sakit jiwa, Rossy berniat mengunjunginya dan mencoba mencari tahu tentang kejadian penculikan dua puluh tahun yang lalu.
"Setengah tahun setelah penculikan Jackson, Susan bunuh diri di dalam rumah sakit jiwa," jawab Felix.
"Apa? Dia bunuh diri?" kata Rossy dengan nada tidak percaya.
"Iya. Kakek Jackson menyuruh orang mengurus pemakamannya," jawab Felix.
Rossy tidak menyangka wanita jahat itu akan bunuh diri. Wanita yang menggunakan segala cara untuk mendapatkan keinginannya, begitu mudah membuat keputusan bunuh diri.
Hal yang bisa membuat wanita itu bunuh diri pastilah karena dia sudah kehilangan semangat hidup lagi.
Mungkin kematian Satria membuat wanita itu tidak mempunyai keinginan hidup lagi sehingga dia mengambil keputusan bunuh diri.
Apakah di dunia ini selain Satria, tidak ada lagi orang yang yang bisa membuat wanita itu berkeinginan untuk hidup? Seketika Rossy teringat akan sesuatu.
"Bagaimana dengan putranya? Apakah dia benar-benar adalah putranya tuan Satria? Yang berarti saudara kandung tuan Jackson?" tanya Rossy ke Felix.
"Hasil tes DNA menyatakan anak itu memang putra Om Satria. Pada saat Susan dimasukkan ke rumah sakit jiwa, putranya juga menghilang. Tidak ada yang tahu apakah anak laki-laki itu masih hidup atau tidak," jawab Felix.
"Anak itu menghilang? Mungkinkah dia di bawa pergi oleh keluarga Susan?" tanya Rossy.
"Susan adalah yatim piatu. Jadi tidak mungkin putranya dibawa pergi oleh keluarganya," jawab Felix.
"Betul juga," kata Rossy.
Tiba-tiba Felix menatap wajah Rossy dengan intens.
"Rossy. Aku ingin berkata jujur kepadamu," kata Felix dengan wajah serius sambil menatap terus wajah Rossy.
"Ada apa Felix?" tanya Rossy dengan perasaan khawatir.
"Jangan gunakan foundation terlalu banyak. Itu akan menutup pori-pori wajahmu," jawab Felix.
Rossy terkejut dengan perkataan Felix dan spontan menutup kedua pipinya dengan telapak tangannya.
"Apakah Felix tahu saya sengaja memakai foundation warna gelap untuk menutupi wajah asliku?" kata hati Rossy.
Felix melihat Rossy yang terkejut, berusaha menenangkannya.
"Jangan khawatir Rossy. Aku tidak bermaksud mencampuri urusan pribadimu," kata Felix dengan suara lembut.
Rossy menurunkan kedua tangannya dari pipinya.
__ADS_1
"Selama ini kamu tahu wajahku memakai foundation yang banyak?" tanya Rossy.
"Aku mengetahuinya sewaktu dinner di Mansion Wijaya," jawab Felix dengan jujur.
"Apakah kamu akan mengatakannya ke tuan Jackson?" tanya Rossy.
Yang paling dikhawatirkan oleh Rossy sekarang adalah identitas aslinya diketahui oleh Jackson, sedangkan Dokter Erik yang bisa menjadi saksi Rossy masih koma.
"Apakah kamu sengaja menyamar untuk masuk ke Mansion Wijaya dan mempunyai niat buruk terhadap Jackson? Kalau iya, aku akan memberitahukannya ," kata Felix dengan tegas.
"Tidak. Aku tidak pernah mempunyai niat buruk terhadap tuan Jackson," jawab Rossy dengan yakin.
"Aku percaya dengan kemampuanku dalam menilai orang. Kamu adalah orang yang baik. Jika tidak, aku sudah membocorkan rahasiamu sejak awal ," kata Felix.
Sejak awal mengetahui rahasia Rossy, Felix tahu Rossy tidak mempunyai niat jahat terhadap Jackson.
Rossy pasti punya alasannya sendiri untuk menyamar dan tidak memperlihatkan wajah aslinya di Mansion Wijaya. Lagipula Rossy adalah teman baik Michelle.
Michelle merupakan angel dan pujaan hatinya. Michelle tidak mungkin akan berteman baik dengan orang yang jahat.
"Terima kasih Felix," jawab Rossy dengan lega.
"Baiklah Rossy. Aku tunggu kabar baik darimu tentang perkembangan emosi Jackson," kata Felix.
"Oke Felix. Aku akan usahakan semampuku," kata Rossy.
***Ruang kerja Jackson Wijaya***
Jackson tidak bisa konsentrasi membaca dokumen di depannya karena mata Jackson setiap saat selalu melihat jam tangannya maupun layar handphonenya untuk melihat waktu.
"Kenapa sangat lama? Bukannya Felix hanya berunding dengan Rossy tentang menu makanan untukku?" kata hati Jackson.
Jackson tidak tahu Felix akan meminta Rossy untuk memasak masakan yang berbeda dan memantau perkembangan emosinya.
Felix sengaja tidak memberitahukan hal itu kepada Jackson karena jika Jackson mengetahuinya, Jackson pasti akan menolaknya.
Jackson sama sekali tidak memberitahukan siapapun apa yang terjadi sewaktu dirinya di culik. Itulah penyebab utama sampai sekarang penyakit eating disordernya tidak dapat disembuhkan.
Jackson mendengar suara langkah kaki mendekat ruang kerja sehingga Jackson berpura-pura melihat dokumennya dengan serius.
"Jackson! Aku sudah kembali. Apakah kamu merindukanku?" kata Felix sambil tersenyum lebar ke Jackson.
Rossy yang berjalan di belakang Felix tersenyum kecil mendengar Felix menggoda Jackson.
Rossy sudah hafal akan reaksi Jackson. Hanya dua macam ekspresi yang paling sering Jackson gunakan. Ekspresi mengacuhkan dan menatap tajam.
Benar tebakan Rossy. Jackson mengacuhkan perkataan Felix. Felix tidak merasa tersinggung dan duduk di atas sofa sambil menunggu Jackson selesai bekerja.
Rossy melihat ke arah Jackson yang masih menatap dokumennya dengan serius.
"Tuan Jackson. Apakah ingin makan supper?" tanya Rossy.
Mata Felix berbinar-binar mendengar perkataan Rossy. Akan tetapi, perutnya masih sangat kenyang sehingga Felix membatalkan niatnya untuk meminta masakan supper.
Rossy sengaja menanyakan kepada Jackson karena hari ini Jackson belum makan apapun kecuali hanya memakan mac n cheese di ruang rapat direksi yang sudah dimuntahkan oleh Jackson juga.
"Tidak perlu. Aku tidak berselera makan," jawab Jackson.
__ADS_1
"Kamu bisa beristirahat. Besok pagi antar breakfast untuk Chandra di Healing Hands Hospital. Chandra pasti sudah merindukan masakanmu," lanjut Jackson.
"Baik tuan Jackson," jawab Rossy sambil tersenyum manis dan berjalan meninggalkan ruang kerja.
Rossy sangat semang karena besok pagi bisa bertemu dengan kedua putranya lagi, Kevin dan Chandra.
"Rossy. Jangan lupa breakfast untukku juga ya. Besok pagi aku akan ke Healing Hands Hospital juga," kata Felix.
"Oke Felix. Aku akan menyediakan breakfast untukmu sebelum berangkat ke Healing Hands Hospital," jawab Rossy.
Felix tersenyum senang mendengar perkataan Rossy. Setelah Rossy meninggalkan ruang kerja, Jackson melihat ke arah Felix.
"Felix. Bagaimana perkembangan dengan Suster Lisa?" tanya Jackson.
"Jangan khawatir Jackson. Aku sedang menunggu hasilnya. Suster Lisa pasti akan tergoda dan menetap di Bali lagi," kata Felix dengan yakin.
***
Selamat siang readers. Terima kasih kepada readers yang sudah memberikan vote , like, hadiah dan komentar positif ya.
Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya yang akan author up hari ini.
Oh iya. Author mau curhat lagi nih 😀.
Author senang sekali melihat banyak karya novel senior yang sudah ada pilihan audio di karya mereka.
Author juga kepingin sekali novel author bisa ada audio nya juga.
Jadi author ikut audisi menjadi dubber dengan harapan bisa mengisi audio novel author sendiri.
Ternyata menjadi dubber penuh perjuangan. Author tetap tidak putus asa dan mengirim terus rekaman suara author.
Sekarang author di terima menjadi dubber trainer 😄😄.
Audiotoon memberikan misi untuk mengisi audio sebuah novel.
Setelah misi ini selesai, author LYTIE baru bisa mengajukan misi untuk meminta audio di novel karya author dan harus menunggu jawaban dari pusat . Mudah-mudahan nanti author LYTIE diberi izin untuk mengisi audio novel sendiri 🙏🙏.
Para readers yang suka mendengar audiotoon ataupun yang penasaran dengan suara author, bisa search di bagian audio dan memilih novel " One Day With You".
Seperti contoh di atas ya readers. Ada nama author 'LYTIE" dan gambar headphone di pojok kirim bawah novelnya.
Atau bisa klik langsung di profil author LYTIE
# Pilih di audio : One Day With You
Jangan lupa klik favorit dan like suara author LYTIE di setiap bab yang sudah ada audionya ya readers ^~°.
Author merekam audionya hanya memakai earphone handphone saja. Semoga readers bisa menikmatinya ya.
Thank You
Salam sayang
Author : LYTIE
__ADS_1