Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 124. Masa lalu Michael


__ADS_3

***Rumah kontrakan dekat Healing Hands Hospital***


Dua puluh tahun yang lalu, pria itu tidak akan menyangka Susan yang menghilang selama dua hari akan menyebabkan kejadian tragis yang muncul di kemudian hari.


Dirinya harus kehilangan Susan untuk selamanya karena terpisah dengan Susan dua puluh tahun yang lalu.


Sejak saat itu, dirinya tidak mau memakai nama Jackson lagi karena akan mengingatkannya dengan masa lalu nya yang kelam.


Sekarang dia lebih di kenal dengan nama Michael oleh orang-orang di sekitarnya.


Michael turun dari tempat tidurnya dan berjalan menuju dapurnya. Michael membuka lemari dapurnya dan terlihat banyak bungkus indomie mentah yang belum di masak.


Di rumah kontrakannya ini, Michael tidak menyediakan bahan makanan sama sekali. Satu-satunya benda yang tersimpan di dalam lemari dapur hanyalah bungkusan indomie mentah yang belum di masak.


Indomie sudah menjadi makanan yang di konsumsi oleh Michael selama dua puluh tahun. Bahkan ketika Michael tinggal di Negara Australia pun akan tersedia indomie di apartemennya.


Michael menyalakan kompor dan memasak dua bungkus indomie. Beberapa saat kemudian Michael duduk di ruang makan sambil menatap indomie yang sudah matang di atas meja.


Michael mengambil indomie dengan garpu dan memakannya dengan cepat seolah-olah ada seseorang yang akan merebut indomie itu darinya apabila tidak segera dihabiskan.


Dalam sekejap hanya tersisa piring kosong di hadapannya. Rasa indomienya tidaklah selezat yang dia makan dua puluh tahun yang lalu.


Michael memejamkan matanya untuk mengingat kembali kejadian setelah Susan menghilang selama dua hari.


Pada saat itu Michael kecil tidak mencurigai sama sekali bahwa Susan mungkin saja sengaja meninggalkannya di tempat kost.


Selama mereka hidup bersama, Susan selalu melindungi dan menjaganya dengan baik.


Susan sama sekali tidak memperbolehkannya keluar dari tempat kost itu. Susan memberitahukannya bahwa ada orang jahat yang akan menangkap Michael kecil di luar. Tentu saja Michael kecil mempercayai semua perkataan Susan, ibu kandungnya.


Michael kecil bertekad dalam hatinya, berapa lama pun dirinya akan menunggu Susan pulang  ke tempat kost itu.


Penantiannya tidaklah sia-sia. Susan pulang ke tempat kost itu di hari ketiga. 


Michael kecil sangat gembira menyambut kepulangan ibu kandungnya yang dalam keadaan sehat tanpa luka apa pun.


Hanya saja raut wajah Susan terlihat pucat. Susan tidak mengucapkan satu kata pun kepada Michael kecil dan langsung berjalan menuju dapur.


Susan memasak indomie untuk Michael kecil. Perut Michael kecil berbunyi keras ketika dia  mencium harum indomie menyelimuti ruangan sekitarnya.


Dua mangkuk indomie yang hangat tersaji di depan Michael kecil dalam waktu yang singkat.


Michael kecilmakan dengan lahap dan menghabiskan kedua mangkuk indomie itu dalam sekejap.

__ADS_1


Indomie buatan Susan hari ini terasa lebih lezat. Mungkin  karena rasa lapar yang sudah di tahannya selama dua hari ataupun karena Susan pulang dengan selamat dan tidak meninggalkannya sendirian.


Michael kecil tidak menanyakan apa pun ke Susan tentang kemana Susan selama dua hari. Yang penting baginya adalah Susan kembali lagi ke tempat kost itu.


Susan tidak makan sedikit pun indomie yang di masaknya dan hanya  termenung memikirkan sesuatu.


Beberapa saat kemudian Susan menatap ke wajah Michael kecil dan membuka mulutnya untuk berbicara setelah terdiam lama.


"Jackson. Besok ibu akan membawamu mencari ayahmu," ucap Susan.


Michael kecil menganggukkan kepala nya dengan patuh.


"Ayahmu bernama Satria Wijaya. Dia adalah CEO di Perusahaan Wijaya. Satria sangat tampan dan juga pintar. Kamu sangat mirip dengannya," lanjut Susan sambil tersenyum.


Susan menceritakan semua kelebihan Satria ke Michael kecil dengan antusias dan senang.


Michael kecil mendengarnya dengan saksama dan menyadari Susan sangat mencintai Satria, ayah kandungnya.


Michael kecil sudah bisa membayangkan keluarga kecil mereka akan berkumpul tidak lama lagi. Setelah menceritakan tentang Satria dengan perasaan senang, tiba-tiba raut wajah Susan berubah.


Michael kecil bisa melihat ketakutan dan kebencian yang terpancar di wajah dan mata Susan.


"Jackson. Kamu harus menjauhi seorang pria tua bernama Agung Wijaya. Dia sangat jahat dan akan memisahkan keluarga kita," pekik Susan dengan histeris.


"Ibu! Ibu!"


Michael kecil berteriak memanggil Susan. Mendengar teriakan Michael, Susan menjadi sedikit lebih tenang.


"Jackson. Ketika aku tahu sedang mengandung kamu, aku harus bersembunyi. Jika tidak, Agung pasti akan merebutmu dariku," ucap Susan.


Susan menyadari dirinya hamil pada saat Agung menemui dan mengancamnya serta melarangnya mendekati Satria dan Eva.


Susan sangat takut Agung akan melukai ataupun merebut bayi di dalam kandungannya sehingga Susan melarikan diri dan bersembunyi di tempat kost yang terpencil ini.


Agung mengira ancamannya berhasil karena Susan menghilang pada saat itu dan sama sekali tidak mengetahui tentang kehamilan Susan.


"Kalau bukan karena.... ..." Susan tidak melanjutkan perkataannya dan terdiam.


"Besok ibu akan membawamu ke Mansion Wijaya. Ibu akan melakukan apa pun supaya kamu bisa tinggal di sana," ucap Susan dengan yakin.


Michael kecil merasakan ada sesuatu yang sedang di sembunyikan oleh Susan darinya dan pasti berhubungan dengan apa yang terjadi dengan Susan yang menghilang selama dua hari.


Michael kecil ingin mencari tahu sehingga sewaktu Susan tidur karena kelelahan, Michael kecil membuka tas Susan secara diam-diam.

__ADS_1


Michael kecil merasa terkejut karena  menemukan banyak sekali botol obat  di dalam tas Susan. Karena masih kecil, Michael kecil tidak tahu jenis obat itu dan hanya tahu Susan sedang sakit.


"Penyakit ibu pasti berat sehingga ibu ingin membawaku menemui ayah besok," kata hati Michael.


Selain botol-botl obat, Michael kecil juga menemukan sebuah amplop yang berisi laporan dari rumah sakit dan juga tidak bisa di mengerti oleh Michael kecil yang masih kecil.


Michael kecil menyimpan laporan itu dengan harapan bisa mencari tahu ke orang lain tentang apa penyakit yang sedang di derita oleh Susan ketika dia keluar dari tempat kost.


Susan yang sering melupakan sesuatu, sama sekali tidak tahu laporan rumah sakitnya di ambil oleh Michael kecil.


Keesokkan harinya Susan menepati janjinya dan membawa Michael kecil ke Mansion Wijaya .


Susan membawa Michael kecil ke mall untuk membeli pakaian baru yang akan di kenakannya ke Mansion Wijaya.


Michael kecil merasa sangat senang karena ini adalah pertama kalinya dia keluar dari tempat kost dan bisa jalan-jalan dengan Susan.


Michael kecil tidak mau kembali ke tempat kost yang terpencil itu sehingga mengharapkan Susan dan dirinya bisa tinggal di Mansion Wijaya milik ayahnya.


Harapan Michael kecil menjadi kandas setelah tiba di Mansion Wijaya.


Michael kecil melihat dengan jelas Satria sangat syok  dengan kehadiran mereka dan segera berbicara secara pribadi dengan Susan, sedangkan Michael kecil hanya duduk patuh di ruang tamu dan melihat seorang anak kecil yang hampir seumuran dengannya sedang bercanda tawa dengan ibunya yang kelihatan gelisah dan tegang.


Beberapa saat kemudian Susan kembali ke ruang tamu dan mencabut sehelai rambut Michael kecil


"Tes DNA saja kalau tidak percaya," kata Susan ke Satria sambil memberikan rambut Michael kecil.


Susan membawa Michael kecil kembali ke tempat kostnya.


"Sabar ya Jackson sayang. Tidak lama lagi kita akan tinggal di Mansion Wijaya bersama ayahmu. Wanita itu dan putranya akan meninggalkan Mansion Wijaya," kata Susan dengan yakin ke Michael kecil.


***


Selamat malam readers,


Maaf ya bab ini up nya malam.


Cerita tentang Michael masih akan berlanjut besok ya .


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE

__ADS_1


__ADS_2