
***Di depan kamar pasien VVIP Kelvin Hartono***
Violet yakin anak laki-laki yang berada di samping Rossy pastilah putra Rossy, si anak haram yang tidak diketahui jelas siapa ayah kandungnya sampai sekarang.
Saat ini Violet baru menyadari putra Rossy adalah anak laki-laki yang sangat tampan.
Violet merasakan ada sesuatu yang berbeda dengan putra Rossy hari ini.
Biasanya putra Rossy pasti memakai jaket tebal dan topi yang menutupi sebagian wajahnya sehingga selama ini Violet tidak pernah melihat jelas wajahnya, tetapi sekarang anak laki-laki ini memakai pakaian anak-anak bermerek dan tidak memakai topi lagi sehingga wajah tampannya terlihat jelas.
"Pasti Rossy memakai uang Jackson Wijaya untuk membeli pakaian anaknya," kata hati Violet.
"Anak haram walaupun memakai pakaian yang bagus tetaplah anak haram," kata Violet sambil tersenyum mengejek dan menunjuk Chandra.
Violet sengaja melampiaskan rasa kesal dan iri terhadap Rossy ke Chandra.
"SA...SA ..SA...KIT...!" Violet berteriak kesakitan karena Robin menepis dengan keras jari telunjuknya yang sedang menunjuk Chandra serta mendorong pundaknya menjauhi Chandra.
Robin berdiri di depan Chandra, melindungi Chandra dengan tubuh kekarnya.
Robin menatap dengan mata tajamnya ke Violet yang meringis kesakitan sambil memegang jari telunjuknya.
"Violet! Jari telunjukmu tidak apa-apa kan?" tanya Wulan Sari dengan panik.
Air mata berlinang dengan deras di pipi Violet karena jari telunjuknya sangat sakit sehingga tidak bisa menjawab pertanyaan Wulan Sari.
Wulan Sari sangat terkejut dengan tindakan Robin, si bodyguard yang terlihat sangat melindungi anak haram Rossy.
"Jaga mulutmu!" bentak Robin ke Violet.
"Hei! Dasar bodyguard bodoh! Putriku tidak salah bicara! Anak itu memang anak haram! Sampai sekarang belum ketahuan siapa ayahnya!" teriak Wulan Sari sambil melotot ke Robin.
"Hati-hati anda akan
kena kasus pencemaran nama baik!" ujar Robin sambil menggertakkan giginya dan menunjuk Wulan Sari.
Robin merasa sangat marah dengan perkataan Violet dan Wulan Sari yang menghina Chandra, tuan muda yang selama ini selalu di jaganya.
Rossy pun terkejut melihat sikap Robin si hercules yang polos bisa berubah menjadi harimau yang galak, sedangkan Chandra tetap berdiri dengan tenang di belakang badan kekar Robin.
Chandra sangat tahu pasti kehebatan berkelahi Robin. Sebelum menjadi bodyguard Chandra, Robin termasuk salah satu tangan kanan Bagaskara sehingga keahlian berkelahi Robin tidak kalah dari Bagaskara.
Ini juga merupakan kesempatan yang bagus untuk memberi peringatan kepada Wulan Sari dan Violet akan siapa yang sedang mereka berdua hadapi sekarang.
Chandra tahu Robin hanya menggunakan sepuluh persen kekuatannya untuk menepis jari telunjuk Violet sehingga wanita tidak tahu malu itu cuma merasakan kesakitan yang luar biasa saja.
__ADS_1
Jika Robin menggunakan seluruh kekuatannya, Chandra yakin jari telunjuk Violet pasti sudah patah.
"Pencemaran nama baik? Huh! Aku tidak takut! Semua yang aku katakan adalah fakta!" teriak Wulan Sari.
Wulan Sari sengaja berteriak dengan keras supaya para suster dan pasien yang berada di sekitarnya akan datang menghampiri mereka, tetapi tidak ada satu pun suster atau pun pasien yang menghampiri mereka.
Ini adalah kawasan kamar pasien VVIP dan para suster maupun pasien yang berada di sini sudah mengenal Robin sebagai bodyguard dari Jackson Wijaya, CEO muda Perusahaan Wijaya.
Lagi pula Jackson Wijaya adalah teman dekat Felix Wilson, putra dari pemilik Healing Hands Hospital sehingga para suster dan pasien lainnya tidak mau ikut mencampuri urusan yang tidak ada sangkut pautnya dengan mereka.
"Di setiap sudut ada terpasang cctv. Perkataan anda sudah terekam dengan jelas. Siap-siap saja menerima surat dari pengadilan!" ujar Robin dengan tenang.
Kemudian Robin membalikkan badannya menghadap ke arah Chandra. "Apakah tuan muda baik-baik saja?" tanya Robin.
"Aku baik-baik saja Om Robin. Terima kasih sudah melindungiku," jawab Chandra.
Mulut Violet dan Wulan Sari terbuka lebar membentuk huruf O besar melihat perlakuan Robin yang sangat berbeda terhadap mereka dan Chandra.
"Nona Rossy! Silahkan masuk ke dalam kamar pasien! Aku yakin tidak akan ada satu ekor lalat pun yang bisa lolos dari hadapanku!" kata Robin sambil tersenyum ramah ke Rossy.
Violet dan Wulan Sari yang di perumpamakan sebagai lalat, semakin memerah wajah mereka karena menahan emosi yang sudah mencapai ubun-ubun.
Violet semakin membenci Rossy yang bersikap tenang membalas senyuman Robin dan akan berjalan masuk ke dalam kamar pasien VVIP.
Tanpa memedulikan jari telunjuknya yang memerah dan sakit, Violet nekatΒ berlari ke arah Rossy dan berniat menjambak rambut Rossy.
Belum sempat tangan Violet menyentuh satu helai rambut Rossy, Robin sudah mencekal kedua tangan Violet dengan mudah dan hanya menggunakan satu tangan kanannya saja.
Violet berteriak kesakitan dan Robin sama sekali tidak melepaskan kedua tangan Violet.
Wulan SariΒ berlari ke arah mereka dan menarik tangan kanan Robin supaya melepaskan kedua tangan Violet.
UmpatanΒ dan sumpah serapah pun keluar dari mulut Wulan Sari dan Violet terhadap Robin karena mereka berdua tidak bisa melawan kekuatan Robin.
***
Rossy berdiri terpana melihat Robin yang bersikap tenang menghadapi dua nenek sihir yang berteriak-teriak kesurupan.
"Ini kesempatan bagus," kata hati Rossy yang berjalan mendekati Violet secara diam-diam dan mencabut satu helai rambut tanpa disadari oleh Violet dan Wulan Sari karena mereka berdua sibuk mencaci maki Robin dengan umpatan yang luar biasa menyengat gendang telinga, tetapi Robin masih berekspresi wajah datar tanpa merasa tersinggung dengan umpatan kasar dari kedua nenek sihir itu.
Rossy berjalan kembali ke samping Chandra sambil
memasukkan tangannya yang memegang sehelai rambut Violet ke dalam kantong bajunya.
Chandra tetap berdiri dengan tenang dan mengetahui dengan jelas apa maksud Rossy mengambil rambut Violet.
__ADS_1
***
Beberapa saat kemudian Rossy yang tidak tahan mendengar umpatan dan sumpah serapah itu, akhirnya memanggil Robin.
"Robin! Lepaskan saja mereka," kata Rossy.
"Baik nona Rossy," jawab Robin dan melepaskan kedua tangan Violet.
Hanya beberapa kata dari Rossy dan Robin melakukannya dengan patuh dan sukarela.
Wulan Sari memeluk erat tubuh Violet dan mereka berdua berjalan mundur ke belakang menjauhi Robin.
Mereka berdua menatap penuh kebencian ke arah Rossy, seolah-olah semua adalah kesalahan Rossy yang tidak segera menghentikan Robin dengan cepat sehingga mereka harus bersikap seperti orang gila tadi.
***
Pintu kamar pasien VVIP terbuka dari dalam dan Kelvin berjalan keluar dari dalam kamar sambil melihat sekitarnya.
Mata Wulan Sari dan Violet membulat besar dan wajah mereka berdua menjadi pucat seperti warna kertas ketika melihat jelas wajah Kelvin yang sangat mirip dengan putra Rossy yang selalu mereka panggil 'anak haram'.
***
Selamat siang readers.
Seru kan baca nya sambil ngemil popcorn πππ
Masih ada satu bab lagi nanti malam ya. Popcorn nya bisa dilanjutkan nanti malamπππ
Author mau minta maaf dulu ya karena besok cuma bisa up satu bab aja πππππ
Tetapi mulai Senin, Author akan usahakan crazy up 3 bab selama seminggu ya. Author dapat misi dari Noveltoon untuk crazy up selama seminggu.
Jika berhasil Novel ANAK GENIUS : CEO & HIS PRIVATE CHEF akan mendapatkan kesempatan untuk di rekomendasikan di bar "digemari masyarakat" Noveltoon πππ.
Semoga author berhasil menyelesaikan misinya dan terpilih ya readers karena total ada 12 author yang mendapatkan misi yang dari Noveltoon dan nantinya pihak editor senior Noveltoon yang akan memilih novel mana yang akan direkomendasikan jika menyelesaikan misi dengan sempurna.
Misi yang sulit nih πππ. Author sudah keteteran up 2 bab.
Aja-aja fightingπͺπͺπͺ
Apa yang akan dilakukan Wulan Sari dan Violet Hartono setelah melihat Kelvin Hartono?
TERIMA KASIH SEMUA DUKUNGANNYA π₯°π
SALAM SAYANG
__ADS_1
AUTHOR : LYTIE