
***Healing Hands Hospital***
Jackson dan Rossy bergandengan tangan masuk ke dalam lift Healing Hands Hospital karena kamar pasien VVIP berada di lantai dua.
Jackson segera menekan tombol penutup pintu lift dengan telunjuk kanannya.
"Jackson! Aku belum masuk!" teriak Felix dari luar lift.
"Pakai lift lain!" kata Jackson dengan nada datar.
Felix hanya bisa berdiri mematung sambil melihat pintu lift menutup dengan sempurna di depan matanya.
"Kenapa Jackson terlihat marah?"kata hati Felix.
Felix menekan tombol lift yang lain dengan patuh.
***
Di dalam lift, Rossy melirik sekilas ke wajah Jackson. Rossy menarik lengan kemeja Jackson dengan tangan kirinya secara perlahan.
"Jackson. Kamu sedang marah?"tanya Rossy dengan hati-hati dan suara kecil.
Padahal tadi Rossy yakin sudah berhasil memadamkan kemarahan Jackson, tetapi sekarang ekspresi wajah Jackson menunjukkan dirinya dalam suasana hati yang tidak baik.
Jackson menatap wajah Rossy dengan intens. Wanita yang paling dicintainya di dunia ini sangatlah polos sehingga mudah mempercayai orang yang bersikap baik terhadapnya.
Jackson mempunyai firasat buruk bahwa Michael ingin merebut Rossy darinya.
Perhatian Michael terhadap Rossy tadi sangatlah tulus sehingga Jackson merasa tidak nyaman.
Jackson bisa merasakan Michael mempunyai niat terselubung mendekati Rossy dan kemungkinan besar berhubungan dengannya.
"Aku akan meminta Bagaskara memeriksa asal usul Michael Adinata sebelum menjadi anak asuh keluarga Adinata," kata hati Jackson.
***
"Rossy! Hanya aku yang boleh memegang lenganmu. Tidak boleh ada orang lain yang memegangnya. Terutama pria!" ucap Jackson dengan serius.
"Kamu cemburu?" tanya Rossy sambil tersenyum.
Rossy merasakan Jackson yang sedang cemburu semakin menggemaskan dan membuat perasaan hatinya berbunga-bunga.
"Iya. Aku sangat cemburu! Bagaimana kamu membujukku sekarang?" tanya Jackson.
Rossy tertawa kecil mendengar perkataan Jackson. Rosssy mengangkat tangan kiri Jackson yang sedang menggenggam tangan kanannya dan mengecupnya dengan lembut.
"Jackson! Aku berjanji akan menjaga jarak dengan pria lain. Jangan marah lagi ya. Oke?" ucap Rossy sambil mengecup punggung tangan kiri Jackson Wijaya berkali-kali.
Beberapa saat kemudian, Rossy melihat Jackson tersenyum kecil.
"Yeay! Kamu sudah tidak marah lagi," pekik Rossy kegirangan.
Jackson menyentil hidung mancung Rossy dengan lembut.
__ADS_1
***
Pintu lift terbuka. "Ayo Jackson! Kelvin dan Chandra sudah menunggu lama," ajak Rossy.
Ketika Rossy ingin keluar dari lift, Jackson memeluk pinggangnya erat dan
menekan tombol penutup lift dengan cepat serta menekan tombol angka lima.
Rossy bingung melihat pintu lift yang sudah menutup langsung di depan matanya.
"Jackson! Kita mau ke lantai lima?" tanya Rossy.
Di dalam lift tertulis lantai lima Healing Hands Hospital adalah ruang operasi.
Jackson tidak menjawab pertanyaan Rossy. "Aku ingin dibujuk dengan ciuman bibir," ucap Jackson dan langsung mencium bibir Rossy dengan lembut.
Mata Rossy membulat besar karena Jackson menciumnya di tempat umum.
Jantung Rossy berdegup kencang karena merasa adrenalinnya terpacu. Rossy takut ciuman mesranya dengan Jackson akan dilihat oleh pasien ataupun dokter dan suster.
Jackson bersikap tenang dan mencicipi setiap sudut bibir stroberi Rossy dengan penuh perasaan.
Suara pintu lift terbuka membuat Rossy semakin gelisah karena dirinya sama sekali tidak bisa melepaskan diri dari pelukan Jackson yang erat. Setelah menunggu beberapa saat, tidak ada seorang pun yang berjalan masuk ke dalam lift.
Jackson menghentikan ciumannya dan melihat wajah Rossy yang merona merah.
"Operasi besarnya jam tiga," kata Jackson dengan tenang dan menekan tombol angka dua di lift.
Saat ini Rossy baru teringat perkataan Michael tentang jadwal operasi besar jam tiga sehingga seharusnya di lantai lima Healing Hands Hospital sama sekali tidak ada dokter, suster maupun pasien.
"Kamu tahu kan ada cctv di lift?" tanya Rossy sambil mencubit perut Jackson dengan gemas.
"Au....Rossyku ternyata suka KDRT," kata Jackson sambil ketawa kecil.
"Tenanglah! Rekaman cctv Healing Hands Hospital sangat safety dan tidak akan tersebar. Aku akan meminta Bagaskara mengurusnya," lanjut Jackson dengan santai.
"Apa? Bagaskara? " teriak Rossy spontan.
Telinga Rossy pun ikut merona merah karena merasa malu ciuman mesranya dengan Jackson akan terlihat oleh Bagaskara.
"Atau kamu ingin Chandra yang hacker dan menghapusnya?" tanya Jackson.
Jackson sangat yakin dengan kemampuan hacker putra sulungnya.
"Chandra? Tidak....tidak.....Bagaskara saja," ucap Rossy dengan spontan.
Lagi pula Bagaskara sudah pernah mengurus foto mesra mereka berdua sewaktu kencan pertama di taman bermain sehingga Rossy lebih memilih Bagaskara yang mengurusnya dari pada putra sulungnya yang masih kecil.
"Good girl!" puji Jackson sambil tersenyum samar.
Rossy merasakan dirinya sekali lagi terjatuh ke dalam perangkap Jackson.
Jackson pasti sudah menduga dirinya lebih memilih Bagaskara untuk menghapus video rekaman cctv lift Healing Hands Hospital daripada Chandra.
__ADS_1
Ada firasat aneh dalam diri Rossy bahwa Bagaskara memang menghapus video rekaman cctv lift itu tetapi pasti rekaman itu dikirim ke Jackson terlebih dahulu dan firasat Rossy sangatlah tepat. 😂
***Kamar pasien VVIP Kelvin Hartono***
Rossy dan Jackson berjalan masuk ke dalam kamar pasien VVIP Kelvin.
Felix sudah berada di dalamnya dan sedang bermain board games bersama Kelvin, Chandra, dan Michelle.
"Mommy! Daddy!" sapa Kelvin dan Chandra bersamaan.
Mereka berdua meninggalkan board games dan berlari ke arah Rossy.
Kelvin menggandeng tangan kanan dan Chandra mengandeng tangan kiri Rossy.
Jackson hanya bisa pasrah membiarkan Rossy di monopoli kedua putra kembarnya.
"Jackson! Kenapa kalian lama sekali? Bukannya kamu naik lift duluan tadi?" tanya Felix dengan ekspresi wajah penasaran.
"We time," jawab Jackson dengan santai.
Felix spontan memanyunkan bibirnya ketika mendengar jawaban Jackson.
Michelle yang berada di samping Felix tertawa kecil melihat bibir manyunnya sehingga Felix merasa malu dan menggaruk hidungnya yang tidak gatal.
***
Terdengar suara ketukan pintu dari luar dan seorang suster berjalan masuk ke dalam kamar pasien VVIP.
"Dokter Michelle! Ini bantalan esnya," kata suster sambil menyerahkan bantalan es ke Michelle.
"Terima kasih suster," ucap Michelle.
"Sama-sama Dokter Michelle," ucap suster sebelum meninggalkan kamar pasien VVIP Kelvin.
Michelle menoleh ke arah Rossy. "Rossy! Ayo duduk di sini. Aku akan periksa memar kakimu," kata Michelle sambil menunjuk sofa yang berada di dalam kamar pasien VVIP.
Tadi Felix sudah menceritakan kejadian kaki Rossy yang memar karena lemparan sepatu high heels Violet ke Michelle dan si kembar Chandra-Kelvin.
***
Halo readers tercinta. Terima kasih dukungannya ya 🥰🥰🥰
Rossy yang polos sering kali masuk perangkap Jackson dengan sukarela 😅😅😅.
Apa yang akan Jackson lakukan terhadap Violet ?
Jawabannya ada di cerita besok ya
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE
__ADS_1