
***Kamar pasien VVIP Kelvin Hartono***
Rossy merasa lucu dengan perkataan Jackson. Rossy tidak menyangka Jackson percaya dengan mantra ajaib yang Kelvin ciptakan.
Rossy yakin walaupun Jackson pintar tetapi mempunyai sifat polos sehingga mudah di bohongi oleh Kelvin.
Selain itu Rossy juga tidak tahan dengan sifat narsis Jackson yang berlebihan.
Berulang kali Rossy bertanya dalam hatinya apa yang pernah dilakukan olehnya sehingga membuat pria ini yakin dirinya tergila-gila kepadanya.
"Benar-benar pria yang narsis dan arogan," kata hati Rossy.
Jackson melihat Rossy masih terdiam sambil memegang gelas yang berisi air putih.
"Tunggu apa lagi? Kamu ingin membuatku haus?" tanya Jackson.
Rossy tidak mengatakan apa pun untuk membantah perkataan Jackson tadi karena Rossy yakin tidak akan bisa mengubah pemikiran narsis pria arogan di depannya ini.
Sambil menahan rasa jengkelnya dan menampilkan senyum paksa di sudut bibirnya, Rossy menyodorkan gelas itu di depan bibir Jackson.
"Silahkan di minum tuan Jackson. Hati-hati tersedak," kata Rossy.
"Tersedak? Bagaimana mungkin saya bisa tersedak air?" kata hati Jackson.
Jackson membuka mulutnya dan air putih dalam gelas itu mengalir ke dalam mulutnya.
"Uhuk uhuk...uhuk..uhuk... Rossy... Kamu...," kata Jackson sambil menunjuk Rossy dengan jari telunjuknya dan masih terbatuk batuk.
"Maaf tuan Jackson. Kamu baik-baik saja kah?" tanya Rossy.
Rossy terkejut dengan reaksi Jackson. Rossy tidak menyangka perkataannya akan menjadi kenyataan di depan matanya.
Padahal Rossy memberikan air minum ke Jackson dengan kecepatan orang normal minum air.
Rossy tidaklah tahu jika Jackson selalu minum air dengan satu tegukan kecil saja karena penyakit eating disordernya.
Jackson hanya bisa minum satu teguk kecil air saja setiap kali merasa haus. Harus ada jeda waktu untuk tegukan berikutnya.
Kelvin yang mendengar suara batuk Jackson dan nama mommynya disebut, segera berlari ke arah mereka dan menepuk-nepuk punggung Jackson dengan tangan mungilnya.
"Daddy. Are you okay?" tanya Kelvin.
"I am okay," jawab Jackson. Kemudian Jackson menatap tajam ke Rossy.
__ADS_1
"Rossy! Kamu sengaja ya?" tanya Jackson.
"Tidak! Aku tidak sengaja. Aku..aku berani bersumpah atas nama ayah kandung putraku!" Kata Rossy.
"Sumpah atas nama ayah kandung putranya? Kenapa setiap kali dia terlibat masalah pasti menggunakan jurus ini? Ayah kandung putranya pasti tidak memperlakukannya dengan baik di masa lampau," kata hati Jackson.
"Daddy. Aku percaya aunty chef tidak sengaja," kata Kelvin.
Kelvin berusaha membela Rossy yang sedang dimarahi oleh Jackson.
Jackson melihat ekspresi merasa bersalah di wajah Rossy sehingga mempercayai perkataan Rossy.
"Aku hanya bisa minum satu tegukan kecil dan harus ada jeda waktu untuk tegukan berikutnya. Ingat itu! Lain kali kamu melakukan kesalahan lagi, aku akan memotong gajimu ," kata Jackson.
"Baik tuan Jackson. Aku mengerti," jawab Rossy.
Mendengar perkataan Jackson, Rossy tahu kali ini dirinya yang salah. Karena rasa kesalnya tadi, dia lupa akan penyakit eating disorder Jackson.
Penyakit itulah yang menyebabkan Jackson Wijaya sekali tidak bisa makan makanan apapun sehingga jika ingin minum air pun tidak boleh dalam jumlah yang banyak untuk menyesuaikan dengan kondisi tubuhnya.
Kelvin merasa lega karena Jackson tidak memarahi Rossy lagi.
"Aunty chef. Aku sudah selesai makan," kata Kelvin.
Sewaktu Jackson tersedak tadi, Kelvin sudah selesai makan breakfastnya.
Rossy selalu membiasakan Kelvin minum segelas air putih setelah selesai makan makanan.
"Rossy! Aku belum minum sama sekali!" kata Jackson dengan ketus.
"Hah?" kata Rossy.
Rossy mengira dirinya sudah menyebabkan Jackson tersedak, seharusnya Jackson tidak akan memintanya untuk memberinya minum lagi sehingga memberikan gelas air Jackson ke Kelvin.
"Air ini untuk daddy saja. Aku akan mengambil segelas air lagi dan meminumnya," kata Kelvin.
Rossy menyodorkan gelas air itu ke mulut Jackson dan pelan-pelan mengangkat gelasnya supaya airnya bisa mengalir ke mulut Jackson.
Rossy mengikuti cara yang Jackson katakan tadi. Setiap satu tegukan, Rossy Hartono akan berhenti sebentar. Kemudian melanjutkan lagi memberi minum ke Jackson.
Jackson sangat menikmati pelayanan yang diberikan oleh Rossy.
***
__ADS_1
"I am coming "
Pintu kamar terbuka dan Felix berjalan masuk ke dalam sambil tersenyum lebar.
Senyum di bibir Felix berubah menjadi bentuk buruf O membulat ketika melihat suasana di dalam kamar pasien.
Felix melihat Rossy sedang memberi minum kepada Jackson, sedangkan Kelvin yang berada tidak jauh dari mereka sedang memegang gelas dan minum air juga.
Felix mengucek matanya seolah apa yang terlihat oleh matanya adalah fatamorgana.
Seharusnya Rossy yang membantu memberi minum Kelvin karena Kelvin adalah anak kecil tetapi yang terjadi malahan sebaliknya.
Felix sengaja mempercepat makan breakfastnya untuk menyusul Jackson ke Healing Hands Hospital dan tidak menyangka akan melihat hal seperti ini sewaktu dirinya masuk ke dalam kamar pasien.
Jackson mengacuhkan Felix dan tetap menikmati satu gelas airnya sampai habis, sedangkan Rossy masih telaten memberi minum ke Jackson.
"Om Felix," sapa Kelvin dengan sopan. Karena di acuhkan oleh Jackson, Felix berjalan menghampiri Kelvin.
"Chandra! Bagaimana keadaanmu hari ini?" tanya Felix sambil mengambil laporan medical file Kelvin yang tergantung di dekat tempat tidur.
"Aku merasa sangat sehat Om Felix," jawab Kelvin.
Felix tersenyum ke Kelvin dan membaca medical file yang berada di tangannya.
Setiap hari suster selalu rutin datang memeriksa Kelvin. Mereka akan memeriksa tekanan darah, detak jantung, dan kadar oksigen di dalam tubuh Kelvin.
Semuanya akan mereka catat di medical file Kelvin sehingga Felix bisa mengetahui perkembangan kesehatan tubuh Kelvin dengan mudah.
Rossy meletakkan kembali gelas kosong yang berada di tangannya dan ikut bergabung dengan Kelvin dan Felix.
Rossy ingin mengetahui perkembangan penyakit Kelvin.
"Felix. Bagaimana keadaan tuan muda Chandra?" tanya Rossy setelah melihat Felix selesai membaca medical file di tangannya.
"Keadaan Chandra sudah stabil. Perawatan insentif yang diberikan kepadanya sangatlah berhasil," jawab Felix.
Rossy merasa lega mendengar perkataan Felix. Setidaknya keadaan Kelvin sekarang sangat stabil dan penyakitnya tidak mengganas.
Sekarang Rossy hanya perlu menunggu hasil tes DNA keluar. Jika memang terbukti Jackson adalah ayah kandung dari Kelvin maka Rossy bisa merencanakan bagaimana cara mendapatkan darah tali pusat untuk mengobati penyakit Kelvin.
***
Selamat siang readers.
__ADS_1
Terima kasih dukungannya ya ^~^
Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya yang akan author up hari ini juga.