
**Rumah kontrakan Michael Adinata***
Dilan melirik sekilas ke arah Michael yang terdiam karena perkataannya tadi.
Dilan tahu pasti apa penyebab penyakit eating disorder Jackson karena Michael pernah menceritakan kejadian Susan menculik Jackson dan memaksanya makan steak sapi saus barbeque serta memuntahkannya.
Jackson sama seperti Michael mengalami guncangan trauma yang sangat besar dua puluh tahun yang lalu sehingga Dilan sangat memaklumi Michael merasa penasaran dengan Jackson dan ingin mengetahui bagaimana cara Jackson bertahan hidup selama dua puluh tahun ini.
Selama dua puluh tahun ini, Michael hanyalah menghindar dari masa lalunya yang kelam dengan pindah ke Australia bersama Keluarga besar Adinata, sedangkan Jackson tetap tinggal di Bali dan bisa bertahan hidup sampai sekarang.
Bahkan Jackson sudah mempunyai sepasang putra kembar yang tampan dan akan menikahi Rossy dalam waktu dekat.
Dilan tahu Michael tidak berani menjalin hubungan serius dengan lawan jenisnya karena takut akan mengikuti jejak Susan.
Michael takut dirinya akan seperti Susan, yang mencintai seseorang terlalu dalam disertai obsesi akan berubah menjadi malapetaka di kemudian hari.
Itulah perbedaan yang sangat mencolok antara Jackson dan Michael.
Hal itu jugalah yang membuat Dilan yakin Michael sama sekali tidak akan bisa menang melawan Jackson.
"Trauma Jackson Wijaya sudah sembuh?" tanya Dilan.
"Jackson sudah bisa makan makanan terutama masakan Rossy, tetapi aku yakin Jackson masih belum bisa makan steak sapi," jawab Michael sambil menatap ke piring Dilan yang berisi steak sapi.
Dilan memang memasak steak sapi untuk dirinya sendiri. Dilan tahu Michael tidak bisa makan steak sapi sehingga memasak steak salmon untuknya.
"Oh begitu?Sama sepertimu," ucap Dilan sambil memasukkan potongan kecil steak sapi ke dalam mulutnya.
Setelah potongan steak sapi di dalam mulutnya habis, Dilan memegang gelas wine merah, memutarnya secara pelan serta mencium aroma wine merah di gelasnya.
Dilan meneguk wine merah, mengulum selama beberapa detik di dalam mulut sebelum menelannya.
"Kak Dilan pagi-pagi sudah minum wine?" tanya Michael penasaran.
"Steak sapi harus dipadukan dengan wine merah," jawab Dilan dengan santai.
Michael menganggukkan kepalanya. Dilan sengaja tidak menyiapkan wine merah untuk Michael karena siang ini Michael harus bekerja di Healing Hands Hospital.
"Perusahaan Adinata akan melakukan kontrak kerja dengan perusahaan apa? Kak Dilan akan bertemu langsung dengan CEO nya?" tanya Michael.
Michael mengingat dengan jelas tujuan kedatangan Dilan Adinata adalah untuk pekerjaan dan sekalian mengunjunginya.
"Perusahaan Wijaya!" jawab Dilan dengan nada datar.
__ADS_1
Michael menghentikan gerakan tangannya yang sedang memotong steak salmon di piringnya.
"Perusahaan Wijaya? Kak Dilan akan bertemu Jackson?" tanya Michael dengan antusias.
"Iya!" jawab Dilan.
"Kapan?" tanya Michael.
"Sabtu siang," jawab Dilan.
"Kak Dilan bisa membantuku?" tanya Michael dengan mata berbinar-binar.
"Michael! Apa yang kamu inginkan? Selama tidak melanggar hukum, aku akan membantumu," jawab Dilan dengan tegas.
"Bagaimana mungkin aku meminta Kak Dilan melanggar hukum?" ucap Michael sambil tersenyum lebar.
Dilan yakin permintaan Michael pasti berhubungan dengan Jackson Wijaya.
"Apa?" tanya Dilan sekali lagi ke Michael.
"Kak Dilan mengajak Jackson lunch bersama steak sapi," jawab Michael.
Michael sangat ingin tahu trauma Jackson terhadap steak sapi sudah sembuh atau belum dan yakin Dilan akan membantunya mencari tahu.
"Oke!" ucap Dilan.
Mereka berdua pun melanjutkan breakfast dengan obrolan ringan.
***Ruang kantor Kusuma Wijaya***
Indra sedang berada di ruang kantor Kusuma. Tadi Venesia, sekretaris utama Jackson memberitahunya untuk ikut Jackson menemui CEO Perusahaan Adinata sabtu siang ini.
"Ayah! Sabtu ini aky akan ikut Jackson bertemu Dilan Adinata, CEO Perusahaan Adinata," kata Indra.
"Jackson yang menyuruhmu ikut dengannya? Berani sekali dia menjadikanmu kacungnya," ujar Kusuma dengan marah.
"Kakek yang memintaku mengikuti Jackson supaya bisa belajar cara berbisnis dari Jackson dan Dilan Adinata," kata Indra.
"Kamu tidak boleh mengecewakan kakekmu," pesan Kusuma.
Raut wajah Kusuma yang semula marah berubah menjadi tersenyum lebar setelah mengetahui Agung ingin Indra menjadi bisnisman yang hebat.
"Ayah! Aku mempunyai rencana yang lebih baik," kata Indra.
__ADS_1
"Apa itu?" tanya Kusuma.
"Aku bisa membatalkan proyek kerja Jackson dengan Perusahaan Adinata. Para pemegang saham pasti akan kecewa terhadap Jackson," jawab Indra.
"Caranya?" tanya Kusuma dengan antusias.
Kejadian di rapat direksi waktu itu sudah membuat Kusuma kehilangan muka dan dukungan dari para pemegang saham sehingga Kusuma sangat tertarik dengan rencana Indra yang bisa membatalkan proyek kerjasama Jackson dengan Perusahaan Adinata.
"Anak Jackson yang selama ini dirawat di Healing Hands Hospital adalah Kelvin. Sabtu ini Kelvin akan kontrol ke rumah sakit. Aku akan mengirim orang untuk menculik Kelvin dan memancing Jackson ke rumah kosong untuk menyelamatkan Kelvin," jawab Indra.
Jackson yang meninggalkan Dilan secara tiba-tiba pasti akan membuat Dilan marah dan membatalkan kontrak kerja dikarenakan sikap tidak profesionalisme dari Jackson.
Beberapa hari yang lalu setelah mengantar Violet yang berantakan ke rumah, Indra segera mencari info tentang Kelvin.
Salah satu pelayan Mansion Wijaya berhasil di sogok oleh Indra dan membocorkan semua hal tentang Kelvin sehingga Indra tahu jadwal kontrol ke Healing Hands Hospital sabtu ini.
Indra juga tahu Kelvin suka mengenakan pakaian berwarna biru sehingga para pelayan Mansion Wijaya bisa membedakan Kelvin dan Chandra.
"Menculik anak Jackson? Kakekmu bisa marah besar jika mengetahuinya," kata Kusuma.
Kusuma terkejut dengan rencana Indra.
"Kelvin yang diculik akan dibawa ke Vila Wijaya untuk menemui kakek di sana," kata Indra dengan tenang.
Indra hanya ingin mengalihkan perhatian Jackson saja.
Pada akhirnya Jackson akan menemukan Kelvin dalam keadaan selamat di Vila Wijaya dan tidak bisa menyalahkan Indra.
"Baiklah kalau begitu. Berhati-hatilah! Jangan sampai melukai putra Jackson," pesan Kusuma.
"Baik, ayah!" jawab Indra.
Kusuma tahu pasti jika Kelvin terluka sedikit saja, bukan hanya Jackson yang akan mencari perhitungan melainkan Agung juga akan turun tangan secara langsung.
***
Halo readers tercinta.
Hari ini author bisa up satu bab aja.
Di tunggu kelanjutan ceritanya besok.
TERIMA KASIH
__ADS_1
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE