
***Di dalam mobil Land Rover Range Rover Velar***
Jackson terkejut dengan permintaan Rossy dan hanya terdiam tidak memberi reaksi apa pun.
Rossy yang menunggu lama ciuman dari Jackson, menjadi tidak sabar.
"Kamu tidak mau menciumku?" tanya Rossy ke Jackson.
Jackson melihat mata bening Rossy sudah mulai berkaca-kaca menandakan akan turun 'hujan deras' apa bila Jackson masih belum menciumnya.
Jackson merasakan sakit kepala dan takut akan tangisan Rossy.
"Mau!" jawab Jackson dengan cepat.
Rossy Hartono tersenyum dan memajukan bibirnya lebih dekat ke wajah Jackson.
"Hanya satu kecupan di bibirnya. Aku pasti bisa melakukannya. Dari pada harus mendengar isak tangisnya yang membuat kepalaku pusing," kata hati Jackson.
Jackson mendekatkan bibirnya ke bibir Rossy secara perlahan dan menempelkan bibirnya ke bibir stroberi Rossy.
Bibir Rossy terasa sangat lembut dan manis sehingga membuat Jackson tidak bisa menghentikan ciumannya di bibir Rossy.
Jackson menikmati sensasi yang diberikan oleh bibir Rossy yang menghadirkan percikan kembang api yang indah di pikiran Jackson.
Ini adalah ciuman pertama Jackson atas inisiatif dirinya sendiri. Jackson sangat menikmati ciuman itu dan melakukannya dengan lembut.
Jackson mencicipi stroberi segar di hadapannya dengan perlahan dan lembut. Stroberi ini terasa sangat manis dan menggugah seleranya karena Jackson belum dinner sama sekali malam ini.
Butterrice dan chicken wing di ballroom Hotel H sama sekali belum di makan oleh Jackson. Jackson merasakan dirinya ketagihan dengan stroberi yang sedang dinikmatinya saat ini.
Rossy menutup kedua matanya dan menikmati ciuman lembut dari Jackson. Rossy merangkul leher Jackson dengan kedua tangannya.
Mata Jackson berkilat terang menandakan dirinya menginginkan hal yang lebih daripada ciuman lembut ini.
Jackson dan Rossy saling berciuman dengan lembut dan lama tanpa ada yang berniat menghentikan ciuman yang membuat mereka ketagihan saat ini. Sampai akhirnya Rossy yang melepaskan rangkulan tangannya di leher Jackson dan menjauhkan bibirnya dari wajah Jackson.
Rossy tersenyum puas sambil memandang wajah Jackson.
"Kita sudah saling berciuman. Sekarang kita bisa melakukan hal yang lebih lagi," ucap Rossy sambil tersenyum menggoda.
"Melakukan hal apa?" tanya Jackson sambil merasakan kehausan yang luar biasa sehingga tanpa sadar menelan air ludah di dalam mulutnya.
Rossy berpikir sebentar akan pertanyaan Jackson.
"Di mana tempat tidur?" tanya Rossy.
"What?" teriak hati Jackson.
Jantung Jackson berdegup kencang dan pikirannya melayang-layang menebak apa maksud perkataan Rossy.
***
"Tuan Jackson. Kita sudah tiba di Mansion Wijaya," kata Pak Kuncoro dan bergegas turun dari mobil untuk membukakan pintu Jackson.
Pak Kuncoro merasa lega sudah berhasil menyetir mobilnya sampai Mansion Wijaya dengan cepat sehingga tidak perlu mendengar interaksi antara Jackson dan wanita cantik di belakang kursi mobil.
Pak Kuncoro akui wanita itu lebih cantik daripada Rossy si koki pribadi dan juga wanita itu berani bersikap agresif terhadap Jackson.
Tidaklah mengherankan Jackson lebih memilih wanita cantik itu dari pada Rossy si koki pribadi. 🤣
Jackson turun dari mobil dan mengandeng tangan Rossy berjalan masuk ke dalam Mansion Wijaya menuju kamar tidurnya.
Pak Lesmana yang keluar menyambut kedatangan Jackson merasa terkejut karena melihat Jackson membawa wanita cantik bergaun merah ke Manssion Wijaya.
__ADS_1
"Tuan Jackson," sapa Pak Lesmana dengan sopan.
Jackson hanya menganggukkan kepalanya ke Pak Lesmana dan melanjutkan langkah kakinya menuju kamar tidur.
Rossy tersenyum manis ke Pak Lesmana sambil melambaikan tangan kirinya saja karena tangan kanannya di genggam erat oleh Jackson.
Pak Lesmana menatap bingung ke arah wanita cantik bergaun merah yang bersikap ramah kepadanya.
Pak Lesmana mencoba mencari-cari sosok Rossy di pintu masuk Mansion Wijaya karena Pak Lesmana tahu Rossy dijemput oleh Jackson tadi siang dan belum pulang sampai saat ini.
"Di mana nona Rossy?" kata hati Pak Lesmana yang tidak menemukan sosok Rossy di pintu masuk Mansion Wijaya.
Sementara itu Jackson sedang berpikir keras sambil menarik tangan Rossy menuju kamar tidurnya.
"Rossy adalah Miss X dan hanya dengan berhubungan mesra dengannya, aku akan mendapatkan darah tali pusat untuk menyembuhkan Chandra," kata hati Jackson.
Jackson mencoba berpikir dengan logikanya dan meyakinkan dirinya akan hal yang bisa terjadi di dalam kamar tidurnya nanti adalah hal yang baik demi putranya yang sedang sakit di Healing Hands Hospital.😅
Jackson membulatkan tekad di dalam hatinya dan semakin tidak sabaran ingin segera tiba di kamar tidurnya.
Rossy menghentikan langkahnya secara tiba-tiba sehingga Jackson pun ingin menghentikan langkah kakinya dan melihat ke arah Rossy.
"Ada apa Rossy?" tanya Jackson.
"Capek. Gendong," ucap Rossy dengan suara manja sambil mengangkat kedua tangannya di hadapan Jackson.
"Oke," jawab Jackson dengan cepat dan berusaha mengendong Rossy.
Jackson sudah mengeluarkan seratus persen tenaganya dan tidak bisa mengangkat tubuh Rossy sama sekali.
"Sialan! Pil yang diminumnya di ballroom Hotel H adalah pil tenaga kuat kah?" teriak hati Jackson.
Di dalam pikiran Jackson muncul bayangan pertemuan pertama kalinya dengan Rossy di Bandara Ngurah Rai.
Jackson sama sekali tidak berdaya pada waktu itu dan kejadian waktu itu sama persis dengan malam ini.
Jackson merasakan Rossy lebih berat darinya, mungkin karena pengaruh obat yang diminum oleh Rossy.
Rossy yang melihat Jackson tidak berhasil menggendongnya menjadi kecewa.
"Jackson Wijaya. Kamu bisa atau tidak sih?" tanya Rossy dengan muka cemberut.
"Bisa atau tidak, kamu bisa mengetahuinya di kamar tidur nanti," jawab Jackson dengan ketus.
Jackson menggertakkan giginya menahan rasa amarahnya karena perkataan Rossy.
Jackson meletakkan tangan kanan Rossy ke pundaknya dan memapah Rossy menuju kamar tidur.
Baru saja berjalan beberapa langkah, Rossy menggoyangkan tubuhnya.
"Gendong! Gendong! Aku mau gendong ala princess," protes Rossy.
Jackson mengacuhkan perkataan Rossy dan tetap memapah tubuh Rossy menuju kamar tidurnya.
Rossy seperti cacing kepanasan bergoyang-goyang dan berusaha menarik tangan kanannya dari pundak Jackson. Tangan kiri Jackson menepuk bokong Rossy secara spontan.
"Diam dan tenanglah!" perintah Jackson.
Rossy menghentikan aksi cacing panasnya dan bersikap tenang membiarkan Jackson memapahnya ke kamar tidur.
Jackson menarik napas lega karena Rossy tidak berulah lagi dan mempercepat langkah kakinya menuju kamar tidur.
***Kamar tidur Jackson Wijaya***
__ADS_1
Jackson membaringkan Rossy ke atas tempat tidurnya. Jackson merasakan perjalanan menuju kamar tidurnya sangatlah panjang dan jauh sehingga Jackson merasa kecapekan.
Jackson berjalan meninggalkan tempat tidur menuju meja di dalam kamarnya dan menuangkan segelas air putih.
Jackson Wijaya mendengar suara benda jatuh ke lantai kamar tidurnya, tetapi Jackson membiarkannya karena merasa sangat kehausan setelah memapah Rossy Hartono ke kamar tidurnya.
Jackson meneguk habis air putih di dalam gelasnya karena merasa sangat kehausan.
"Jackson Wijaya. Ambilkan segelas air untukku!" Suara nyaring Rossy terdengar dari belakang Jackson.
Tangan Jackson memegang erat gelas di tangannya sambil menarik napas dalam-dalam.
"Tenang Jackson! Tenang! Rossy terpengaruhi pil obat itu dan tidak sadar perbuatannya sekarang," kata hati Jackson.
Jackson berusaha menenangkan hatinya karena yakin Rossy yang sekarang sama sekali tidak sadar apa yang sedang dilakukannya sehingga berani memerintah dirinya untuk mengambilkan segelas air.
Jackson menuangkan segelas air putih dan membalikkan badannya berjalan menuju tempat tidur.
Sepanjang jalan Jackson melihat sepatu pesta putih Rossy berserakan tidak beraturan di lantai kamar itu.
Suara yang di dengarnya tadi ternyata adalah suara sepatu pesta yang dilemparkan oleh Rossy ke lantai.
Jackson hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat sepatu putih itu. Kemudian mata Jackson terpaku melihat gaun pesta merah yang juga tergeletak di lantai.
Jackson mempercepat langkah kakinya ke tempat tidur dan melihat Rossy sedang duduk di atas tempat tidur sambil memeluk bantal di depan dadanya.
Rossy tersenyum menggoda ke arah Jackson.
Jackson menahan napasnya melihat pundak dan kaki jenjang putih mulus Rossy di depannya karena tidak tertutup oleh bantal yang dipegang Rossy.
Jackson meneguk habis air di dalam gelas yang dipegangnya dan masih merasa kehausan.
"Jackson."
Rossy memanggil Jackson dengan suara yang menggoda.
Jackson terhipnotis dengan suara Rossy sehingga tanpa sadar Jackson meletakkan gelas kosong di atas meja nakas dan ikut naik ke atas tempat tidur.
"Rossy," panggil Jackson dengan suara bergetar dan serak.
"Kiss me," ucap Rossy sambil mengalungkan kedua tangannya ke leher Jackson.
Jackson merasakan seluruh tubuhnya panas dan tidak bisa lagi menahan gejolak di dalam hati dan tubuhnya.
Jackson memeluk erat tubuh Rossy dan mencium lembut bibir Rossy.
"Kamu yang memintanya." Jackson berbisik di telinga Rossy dan wanita muda itu tertawa kecil sambil menganggukkan kepalanya.
***
Selamat malam readers. Bab ini author up pukul 21.50 WITA.
Author minta maaf upnya agak malam ya karena harus membuat kata-kata yang halus supaya bab ini bisa lolos dan muncul di aplikasi dengan cepat.
Akhirnya Jackson Wijaya mendapatkan berkah setelah melalui berbagai cobaan dari Rossy Hartono 😂
Semoga readers menikmati bab ini ya.
THANK YOU DUKUNGANNYA
HAPPY WEEKEND
LOVE YOU ALL
__ADS_1
AUTHOR : LYTIE