Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 176. Ayah tiri


__ADS_3

***Kamar pasien VVIP Kelvin Hartono***


Suasana di dalam kamar pasien VVIP Kelvin menjadi tenang karena keluarga kecil yang berada di dalamnya sibuk melihat foto mereka di dalam handphone masing-masing.


Rossy tersenyum lebar melihat fotonya bersama Jackson dan kedua putra kembarnya.


Rossy mengirimkan foto itu ke LINE Michelle karena ingin membagi rasa  bahagianya ke sahabat karibnya.


Setelah menunggu beberapa saat,belum ada balasan sms dari Michelle.


Rossy menduga Michelle sedang sibuk bekerja karena tidak membalas sms yang dikirimkannya sehingga Rossy memusatkan perhatiannya lagi melihat ke foto kedua di dalam handphonenya yaitu foto Jackson bersama Kelvin dan Chandra.


Di dalam foto Jackson duduk dengan tenang dan ekspresi wajahnya sama seperti biasanya, angkuh dan dingin. Akan tetapi, Rossy bisa melihat dengan jelas sudut bibir Jackson terangkat sedikit. Rossy tahu itu adalah senyuman Jackson.


Kedua tangan Jackson merangkul Kelvin dan Chandra yang berada di sisi kiri dan kanannya. Chandra dan Kelvin tersenyum manis di dalam foto itu.


Rossy memakai foto itu sebagai background handphonenya.


Sementara itu Jackson yang sudah puas memandangi kedua foto yang tersimpan di dalam handphonenya memutuskan mengirimkan salah satu foto itu.


Foto  yang berisi dirinya dan Chandra serta Kelvin di kirim ke dalam satu grup chat.


Grup chat yang selama ini hanya sebagai hiasan di dalam handphone Jackson dan dirinya sama sekali tidak pernah memposting apa pun ke dalam grup chat itu.


Hanya hitungan detik foto itu dikirimkan oleh Jackson, sudah terdengar bunyi sms terus menerus di dalam grup chat itu.


Jackson Wijaya membuka sms di dalam grup chat yang diberi nama 'Keluarga Wijaya".


Grup chat itu di buat oleh Agung dan anggota yang ada di dalamnya adalah Jackson, Kusuma, dan Indra.


Chat pertama yang mengomentari foto yang dikirim oleh Jackson tentu saja berasal dari Kusuma.


"Jackson! Sejak kapan kamu suka bermain aplikasi foto dan membuat foto Chandra menjadi dua?" ketik Kusuma di dalam grup chat.


"Fotonya sangat asli dan tidak terlihat memakai filter apa pun. Ternyata Jackson pintar bermain aplikasi foto," ketik Indra di dalam grup chat.


Kusuma dan Indra sengaja memberi komentar itu dengan harapan Agung yang ikut membacanya tahu jika Jackson bukan lagi pekerja keras  yang setiap hari mengurus dokumen perusahaan melainkan sudah berubah menjadi pria yang suka menghabiskan waktunya untuk bermain aplikasi foto dan mengedit foto. 😆


Agung hanya tersenyum tipis membaca komentar Kusuma dan Indra. Agung tidak terpancing dengan provokasi ayah dan ank itu. Agung malahan ikut memberikan komentar di dalam grup chat.

__ADS_1


"Jackson!  Chandra cicitku semakin tampan. Kapan Chandra bisa menginap di Vila Wijaya lagi?" tanya Agung di dalam grup chat.


Jackson belum memberikan balasan chat apa pun karena yakin Kusuma dan Indra pasti akan menambah komentar lagi.


"Jackson! Kakek sudah rindu kepada Chandra. Kamu bisa membawa Chandra ke Vila Wijaya beserta Rossy, ibu kandung Chandra. Aku dan ayah pun ingin mengenal dekat dengannya," ketik Indra di dalam grup chat.


Indra sengaja menggunakan kesempatan ini untuk memaksa Jackson membawa Rossy pulang ke Vila Wijaya sehingga dirinya dan Kusuma mempunyai kesempatan menemukan sesuatu yang akan menjadi senjata mereka melawan Jackson.


Jackson tetap bersikap tenang membaca chat yang dikirim oleh Kusuma dan Indra, yang terus menerus memaksa Jackson membawa Rossy pulang ke Vila Wijaya.


Jackson sudah mempunyai rencananya sendiri untuk mempertemukan Rossy dengan Agung, yang tentunya tanpa kehadiran Kusuma dan Indra di sana .


Beberapa saat kemudian Jackson mulai mengetik balasan di dalam grup chat.


"Foto itu bukan editan ataupun menggunakan aplikasi foto. Aku mempunyai dua putra," ketik Jackson di dalam chat.


"Apa?" Kusuma dan Indra mengetikkan kata itu secara bersamaan  di dalam grup chat.


Tadi pagi mereka berdua hanya mengira Rossy adalah ibu kandung dari Chandra dan sekarang Jackson mengumumkan putranya ada dua.


Hal itu sangat tidak masuk akal karena selama ini Kusuma dan Indra sama sekali tidak tahu tentang rahasia besar ini.


Agung pun terkejut dengan pernyataan Jackson di grup chat.


"Dua putra? Berarti memang benar Rossy ke Amerika bersama salah satu putra Jackson," kata hati Agung.


Jackson tidak memedulikan lagi chat di dalam grup chatnya dan sengaja membiarkan Kusuma dan Indra merasa geregetan akan berita yang baru saja disampaikan olehnya.


***


Jackson menelepon Pak Lesmana.


"Halo tuan Jackson," sapa Pak Lesmana dengan sopan di sambungan telepon.


"Pak Lesmana! Kamar kosong di sebelah kamar Chandra dibersihkan dan  dekorasi ulang untuk kamar anak laki-laki," kata Jackson.


"Baik tuan Jackson," jawab Pak Lesmana.


Jackson melirik sekilas ke arah Rossy yang sibuk bermain board games dengan Kelvin dan Chandra.

__ADS_1


"Pak Lesmana! Suruh pelayan wanita membereskan semua barang Rossy di kamarnya dan memindahkannya ke kamar tidurku," kata Jackson.


"Baik tuan Jackson," jawab Pak Lesmana dengan patuh.


Setelah menutup sambungan telepon, Pak Lesmana berdiri termenung sambil mengingat perintah Jackson kepadanya barusan.


Tadi pagi Jackson memintanya membeli beberapa gaun formal wanita dan sepatu di butik Athena. Semuanya sudah  tersusun rapi di dalam lemari pakaian Jackson.


Sekarang Jackson memerintahkan untuk memindahkan semua barang Rossy dari kamarnya ke kamar Jackson yang membuktikan Rossy akan tidur di dalam kamar Jackson mulai malam ini.


" Tuan Jackson memang orang yang langsung bertindak tanpa basa basi," kata hati Pak Lesmana.


Pak Lesmana yakin kamar kosong di samping kamar tidur Chandra itu pastilah kamar untuk putra Rossy.


"Tuan Jackson pasti sangat mencintai nona Rossy sehingga bersedia menjadi ayah tiri," kata hati Pak Lesmana.


Apa pun keputusan Jackson, Pak Lesmana selalu mendukungnya seratus persen termasuk menerima Rossy dan putranya sebagai Nyonya Wijaya dan tuan muda di Mansion Wijaya nantinya.


Setelah menelepon Pak Lesmana, Jackson menelepon Bagaskara untuk memintanya memeriksa identitas pemilik mobil Xenia Biru yang membuntuti mobilnya dari rumah kontrakan Michelle.


***


Selamat malam readers.


Yeay! banyak readers yang menebak dengan tepat Jackson Wijaya mengirimkan fotonya ke Agung Wijaya 🥳🥳🥳


Jackson Wijaya sengaja mengirimkannya ke dalam grup chat supaya Kusuma Wijaya dan Indra Wijaya geregetan 😂😂😂


Readers pasti kena prank author lagi ya karena judul bab 😂😂😂. Pak Lesmana lah yang mengira Jackson Wijaya ingin menjadi ayah tiri 🤭


Sampai jumpa di bab besok ya.


Dukung terus novel ini ya readera tercinta. Di tunggu vote, like, hadiah, tips iklan maupun komentar positif penambah semangat 🤗🤗🙏


THANK YOU


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE

__ADS_1


__ADS_2