
***Tempat penitipan anak dekat rumah kontrakan Michelle Angela***
Chandra yang sudah menghacker cctv Hotel H , mengetahui dengan jelas kejadian di meja penerima tamu antara Michelle dan Victoria.
Walaupun Chandra tidak bisa mendengar percakapan antara Michelle dan Victoria, tetapi Chandra yakin Victoria pasti membicarakan tentang Rossy.
Chandra melihat dengan jelas ekspresi amarah yang sedang di tahan oleh Michelle saat berjalan meninggalkan meja penerima tamu dengan cepat.
Chandra melihat Victoria menelepon seseorang dan berbicara dengan serius setelah Michelle meninggalkan meja penerima tamu.
Chandra merasa curiga dan segera menghacker data pribadi Victoria.
Dalam lima menit, Chandra sudah berhasil mendapatkan semua data yang ingin diketahuinya.
"Victoria," gumam Chandra.
Dari informasi yang berhasil di dapatkannya, Chandra tahu Victoria adalah teman SMA Rossy dan Michelle.
Sekarang Victoria berteman akrab dengan Violet bersama kedua wanita penerima tamu yang duduk di samping Victoria tadi.
Chandra melacak panggilan telepon yang sedang dilakukan oleh Victoria dan menemukan Violet lah yang sedang berbicara dengan Victoria sekarang.
"Aku harus mengawasi Violet dan Victoria. Mereka pasti merencanakan sesuatu terhadap mommy," kata hati Chandra.
Dari rekaman cctv hotel, Chandra melihat sekeliling Hotel H untuk menemukan apakah ada sesuatu yang mencurigakan.
Chandra melihat Bagaskara dan tiga orang bodyguard sudah berada di Hotel H dan berjaga-jaga di sekitar ballroom Hotel H.
Bagaskara dan ketiga bodyguard itu sedang menunggu kedatangan Jackson.
"Baguslah ada Om Bagaskara dan tiga bodyguard berjaga-jaga di sana. Jika aku menemukan sesuatu yang mencurigakan, Om Bagaskara bisa mengatasinya ," kata hati Chandra.
Para tamu undangan yang berdatangan semakin banyak. Tidak lama lagi pesta pertunangan akan di mulai.
"Daddy dan mommy sebentar lagi akan tiba," kata hati Chandra.
Chandra fokus melihat rekaman cctv di bagian lobi dan menunggu kedatangan mobil Land Rover Range Rover Velar berwarna hitam.
Chandra tahu Jackson memesan gaun pesta rancangan Athena dan membeli kalung 'The Heart Of Kingdom' dari toko perhiasaan TIFFANY untuk Rossy kenakan malam ini.
Chandra ingin segera melihat mommynya yang tampil cantik dan menawan.
***Ballroom Hotel H***
Di dalam ballroom hotel H, Febrian berdiri berdampingan dengan Joni, sedangkan Thomas berdiri berdampingan dengan Wulan Sari.
Mereka berempat sedang bersalaman dengan tamu undangan yang datang menghampiri mereka dan membalas ucapan selamat dari setiap tamu undangan dengan senyuman.
Pesta pertunangan Febrian dan Violet menggunakan tema pesta topeng dan makanan yang dipersiapkan untuk para tamu undangan adalah makanan buffet.
Para tamu undangan bebas duduk di mana saja bersama pasangannya .
Michelle dan Felix termasuk ke dalam para tamu undangan yang sedang berbaris untuk bersalaman.
__ADS_1
"Di mana Violet? Pasti dia sok terkenal dan muncul paling belakang," kata hati Michelle yang tidak melihat sosok Violet di dalam ballroom Hotel H.
"Om Thomas," sapa Michele dengan sopan ketika bersalaman dengan Thomas.
"Kamu ...Michelle?" tanya Thomas yang mengenali suara Michelle.
Rossy pernah membawa Michelle ke Restoran Hartono beberapa kali sehingga Thomas tahu Michelle adalah teman dekat Rossy.
"Iya Om Thomas. Aku Michelle, temannya Rossy. Violet yang mengundangku ke pesta pertunangan ini," jawab Michelle sambil melirik ke arah Wulan Sari yang berdiri di samping Thomas.
Michelle melihat dengan jelas kedua mata Wulan Sari menatap tajam kepadanya dari balik topeng wajahnya.
Michelle ketawa kecil dalam hatinya karena bisa membayangkan wajah Wulan Sari yang pucat di balik topeng wajah itu.
Sebenarnya Michelle tidak ada maksud utuk mencari masalah dengan Wulan Sari.
Hanya saja Michelle tidak menyangka Thomas bisa mengenali suaranya tanpa melihat wajahnya yang tertutup oleh topeng sehingga Michelle sengaja menyebut nama Rossy di hadapan Thomas dan Wulan Sari.
Michelle hanya ingin membuat Wulan Sari merasa gelisah dan tidak tenang. Michelle yakin kepulangan Rossy ke Bali tidak diketahui oleh Thomas karena ditutupi oleh Wulan Sari dan Violet.
Pesta pertunangan dengan topeng wajah ini pun dilakukan untuk menghindari Thomas bertemu dengan Rossy.
Michelle tidak akan bersikap lancang memberitahukan Thomas tentang keberadaan Rossy saat ini.
Michelle menghormati Rossy untuk mengambil keputusan sendiri kapan akan bertemu dengan Thomas.
"Michelle. Ayo tante antarkan kamu ke tempat duduk tamu undangan," ujar Wulan Sari sambil berjalan maju dan hendak menarik tangan Michelle dengan keras.
Sikap tubuh Wulan Sari terlihat jelas oleh Felix. Felix maju ke depan melindungi tubuh Michelle di belakang tubuhnya yang tegap dan tinggi sehingga tangan Wulan Sari tidak berhasil mencengkeram tangan Michelle.
"Aku bisa membawa gadisku mencari tempat duduk sendiri," ujar Felix dengan nada datar sambil tangan kanannya merangkul pinggang Michelle erat dan berjalan menuju tempat duduk.
Wulan Sari mengepalkan tangannya menahan emosi di dalam hatinya. Matanya menatap tajam ke arah Michelle dan Felix yang sudah mendapatkan tempat duduk.
***
"Thank you Felix," ucap Michelle.
"Seorang gentleman harus bisa melindungi pasangannya," kata Felix sambil tersenyum.
"Iya," jawab Michelle dengan pipi bersemu merah di balik topeng wajahnya.
"Michelle, wanita itu adalah ibu tiri Rossy?" tanya Felix.
"Iya Felix. Sifat Violet sama persis dengan ibunya," jawab Michelle dengan spontan.
Felix menganggukkan kepala petanda setuju dengan perkataan Michelle.
Sementara itu Febrian yang mengetahui kedatangan Michelle ke pesta pertunangannya dengan Violet menjadi gelisah dan selalu melihat ke arah pintu masuk ballroom Hotel H.
Febrian melihat dengan saksama setiap tamu undangan wanita yang berjalan masuk ke dalam ballroom Hotel H dari balik topeng wajahnya.
Febrian ingin menemukan wanita yang menyerupai sosok tubuh Rossy. Febrian yakin Rossy akan hadir di pesta pertunangannya dengan Violet karena Rossy adalah wanita yang selalu menepati janjinya.
__ADS_1
Apa lagi Michelle sudah datang bersama pasangannya sehingga Febrian bisa memastikan Rossy akan hadir dalam waktu dekat.
Febrian penasaran dengan pria yang akan di bawa oleh Rossy ke pesta pertunangannya dengan Violet.
Kata-kata Michelle tentang pacar Rossy di Healing Hands Hospital ketika Violet memberikan kartu undangan, terngiang terus menerus di telinga Febrian saat ini.
"Pacar Rossy sangat tampan dan tinggi. Dia adalah CEO muda di perusahaan terkenal. Febrian mah kalah jauh darinya."
Perkataan Michellle itu membuat Febrian merasa tersaingi dan terintimidasi.
Lima tahun yang lalu, Rossy yang cantik dan sempurna paling pantas menjadi pasangannya.
Sekarang walaupun Rossy sudah berubah menjadi jelek, Febrian tidak ingin ada pria yang lebih sempurna darinya menjadi pasangan Rossy.
Febrian yakin pria sempurna itu adalah seorang penipu. Febrian tidak percaya pria sempurna akan menyukai Rossy yang sudah menjadi jelek dan mempunyai anak di luar nikah.
Harga dirinya yang tinggi membuat Febrian menyangkal keras kenyataan yang akan muncul di depan matanya tidak lama lagi.
Febrian bertekad untuk membuka kedok pasangan sempurna yang di bawa oleh Rossy ke pesta pertunangannya.
Febrian tidak sadar dirinya sendiri sedang bertunangan dengan Violet dan akan menikah dalam waktu dekat, tetapi ingin mencampuri urusan pribadi Rossy.
"Febrian. Acara pesta sudah akan di mulai. Kamu jemput Violet sekarang," kata Joni ke Febrian.
"Baik ayah," jawab Febrian dengan lesu karena masih belum melihat kedatangan Rossy.
"Semangat nak. Memang akan terasa capek berdiri lama dan bersalaman terus menerus," ucap Joni sambil menepuk pundak Febrian.
Joni tidak bisa melihat ekspresi wajah Febrian yang berada di balik topeng wajah sehingga mengira Febrian kecapekan.
Febrian melangkahkan kakinya perlahan menuju kamar hotel tempat Violet berada.
Sikap Febrian sangatlah berbeda jauh dengan pasangan sejoli yang akan bertunangan dimana si pria akan semangat dan antusias menemui pasangannya.
Febrian menyingkapi pertunangannya dengan Violet bagaikan kontrak kerja dengan rekan bisnis saja, tanpa ada perasaan cinta di dalamnya.
Semua hanyalah tanggung jawab yang harus dipenuhi oleh Febrian agar harkat dan martabat keluarga Iskandar bisa terjaga dengan baik.
***
Selamat siang readers.
Bagaimana reaksi Febrian Iskandar ketika bertemu dengan Jackson Wijaya yang di anggapnya sebagai 'penipu' ?
Readers pasti sudah rindu sama Jackson yang narsis dan Rossy yang jelek kan?😆😆😆
Ditunggu ya kehadiran mereka berdua di bab berikutnya malam ini.
THANK YOU
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE
__ADS_1