
**Apotek K-24***
Apoteker wanita mengeluarkan semua test pack yang tersedia di dalam apotek.
Dalam sekejap mata satu paper bag penuh berisi test pack sudah berada di tangan Jackson. Setelah membayar di kasir, Jackson berjalan keluar dari Apotek K-24 sambil memikirkan kapan pertama kalinya dirinya berhubungan mesra dengan Rossy.
Malam panas pertama Jackson dan Rossy adalah pada saat hari pertunangan Febrian dan Violet.
"Sudah seminggu lebih. Malam ini Rossy bisa mencoba tes packnya," kata hati Jackson.
Pak Kuncoro membukakan pintu mobil belakang untuk Jackson, kemudian masuk ke dalam mobil bagian kemudi.
"Tuan Jackson! Sekarang ke Mansion Wijaya kah?" tanya Pak Kuncoro.
"Iya," jawab Jackson dengan suara datar.
"Baik Tuan Jackson," kata Pak Kuncoro.
Pak Kuncoro mengemudikan mobil Land Rover Range Rover Velar menuju Mansion Wijaya.
***Mansion Wijaya***
Mobil Land Rover Range Rover Velar berhenti di depan pintu masuk Mansion Wijaya.
Pak Lesmana keluar dari Mansion Wijaya menyambut kedatangan Jackson.
"Tuan Jackson! Nona Rossy sedang berada di kamar Tuan muda Chandra," kata Pak Lesmana.
Jackson menganggukkan kepalanya dan berjalan masuk ke dalam Mansion Wijaya.
Pak Lesmana melihat paper bag besar yang berada di tangan Jackson Wijaya.
"Tuan Jackson! Aku akan membantu menentengnya," kata Pak Lesmana sambil mengulurkan tangannya ke arah paper bag yang berada di genggaman Jackson.
"Tidak apa-apa Pak Lesmana. Aku bisa membawanya sendiri," kata Jackson.
"Baik Tuan Jackson," ucap Pak Lesmana dengan patuh dan berjalan di belakang Jackson.
Pak Lesmana melihat tulisan Apotek K-24 di paper bag itu dan terkejut.
Pak Lesmana segera berlari kecil sehingga berada di samping Jackson sekarang.
"Tuan Jackson! Kenapa membeli obat satu tenteng paper bag besar? Apakah Tuan Jackson sakit?" tanya Pak Lesmana dengan nada khawatir.
"Aku sangat sehat," jawab Jackson dengan singkat.
Pak Lesmana mengamati dengan saksama tubuh Jackson dari atas kepala sampai ujung kaki.
"Betul juga. Tuan Jackson terlihat sangat sehat," kata hati Pak Lesmana.
Pak Lesmana percaya dengan perkataan Jackson karena semenjak tubuh Jackson tidak memuntahkan lagi makanan yang dimakan, secara perlahan kondisi tubuh Jackson semakin sehat dan tidak lemah lagi.
Selain itu Jackson sangat rajin nge gym setiap pagi yang membuat tubuhnya semakin atletis.
__ADS_1
Pak Lesmana menarik napas lega karena Jackson sangat sehat dan tidak sakit.
"Tetapi obatnya?" tanya Pak Lesmana dengan suara kecil.
"Untuk Rossy," jawab Jackson dengan singkat dan berjalan menuju kamar tidur, meninggalkan Pak Lesmana yang berdiri mematung di tempatnya.
"Nona Rossy sedang sakit kah? Tetapi tadi sewaktu dinner, Nona Rossy sangat sehat," kata hati Pak Lesmana.
***Kamar tidur Jackson Wijaya***
Rossy sedang duduk di depan meja rias sambil menyisir rambutnya yang sudah kering. Rossy baru saja selesai mengeringkan rambutnya dengan hair dryer.
Rossy meletakkan sisirnya di atas meja rias ketika mendengar suara pintu kamar tidur dibuka dari luar.
Rossy segera berlari ke arah Jackson dan memeluk erat pinggang Jackson.
"Kamu sudah pulang," ucap Rossy sambil tersenyum dan menatap wajah Jackson dari jarak dekat.
"Iya sayang," kata Jackson sambil mengecup puncak kepala Rossy dan membalas pelukan erat Rossy.
"Jackson. Kamu mandi dulu. Sudah malam nih," kata Rossy.
Rossy melepaskan pelukannya dan berjalan ke arah lemari pakaian. Rossy mengambil satu set pakaian tidur Jackson, sedangkan Jackson meletakkan paper bag yang berisi barang belanjaannya di Apotek K-24 di atas meja nakas.
"Ini baju tidurnya," kata Rossy sambil memberikan satu set pakaian tidur ke Jackson.
"Terima kasih sayangku," kata Jackson dan memberikan satu kecupan singkat di bibir stroberi Rossy.
"Kita lanjut peluk lagi setelah aku selesai mandi," kata Jackson sambil mencubit gemas hidung mancung Rossy sebelum berjalan masuk ke dalam kamar mandi. Rossy tersenyum kecil dan naik ke atas tempat tidur.
***
Rossy ingin menelepon Michelle. Rossy merasa penasaran dengan acara kencan pertama Michelle dan Felix.
"Halo Rossy," sapa Michelle saat menerima panggilan telepon.
"Michelle! Acara kencan pertamamu lancar kan?" tanya Rossy tanpa basa-basi.
"Lancar dong," jawab Michelle.
"Kamu masih di Healing Hands Hospital?" tanya Rossy.
"Iya. Sebentar lagi shift kerjanya selesai. Felix menungguku di ruang praktiknya," jawab Michelle.
"Baguslah ada Felix yang bisa menjadi sopir pribadimu sekarang. Kadang aku khawatir kepadamu yang harus menyetir sendirian pulang ke rumah kontrakan jika shift kerja malam," kata Rossy.
"Iya Rossy," ucap Michelle.
"Kamu harus traktir aku dua kali nih. Karena andilku, kamu mendapatkan pangeran siang bolong dan sopir pribadi," kata Rossy sambil tertawa kecil.
Michelle juga ikut tertawa kecil mendengar perkataan Rossy.
"Rossy. Aku lanjut kerja dulu ya," ucap Michelle.
__ADS_1
"Oke Michelle," jawab Rossy.
***
Beberapa saat kemudian pintu kamar mandi terbuka dan Jackson keluar dari sana dengan mengenakan pakaian tidur pilihan Rossy.
Karena terlalu malam, Jackson tidak keramas malam ini. Jackson naik ke atas tempat tidur dan duduk bersandar di atas tempat tidur sambil memegang handphone.
Bagaskara sudah mengirim semua informasi mengenai Wulan Sari dan Violet ke handphone Jackson.
Rossy penasaran akan apa yang sedang Jackson lihat di layar handphone dengan raut wajah serius.
"Mungkin masalah pekerjaan," kata hati Rossy.
Rossy Hartono mendekatkan tubuhnya ke Jackson dan menyandarkan kepalanya ke dada atletis Jackson.
Rossy melingkarkan tangan kirinya ke pinggang Jackson. Kemudian memejamkan kedua matanya , terdiam dan tenang sambil mendengar detak jantung Jackson serta menghirup aroma maskulin dari tubuh Jackson. Rossy tidak ingin mengganggu Jackson.
***
"Rossy!" Jackson memanggil Rossy dengan suara lembut.
"Iya," jawab Rossy dengan suara kecil dan mata yang masih terpejam.
"Kamu sudah tahu ini?" tanya Jackson.
"Tahu apa?" tanya Rossy sambil membuka kedua matanya yang terpejam.
Layar handphone Jackson tepat berada di depan mata Rossy sehingga wanita muda itu bisa melihat dengan jelas apa yang sedang ditanyakan oleh Jackson.
Rossy memegang handphone Jackson, lalu mengangkat kepalanya dari dada atletis Jackson dan ikut duduk bersandar di samping Jackson.
Jackson menggunakan tangan kirinya merangkul pundak Rossy. Rossy melihat semua foto yang berada di dalam handphone Jackson.
Foto-foto Wulan Sari yang pernah di tunjukkan oleh Chandra kepadanya sewaktu di Healing Hands Hospital beserta foto-foto terbaru Wulan Sari setelah hari pertunangan di Ballroom Hotel H , yang pastinya berisi foto-foto mesranya dengan seorang pria.
Di dalamnya juga ada dokumen pribadi Violet dan medical file. Terlihat jelas golongan darah Violet yang berbeda dengan Thomas maupun Wulan Sari.
Rossy yakin Jackson sudah mengetahui semuanya tentang Wulan Sari dan Violet. Bagaskara memang tangan kanan yang sangat handal.
***
Halo readers tercinta. Bab ini author up pukul 19.30 WITA.
Yeay.. hari ini author bisa menyelesaikan misinya.
Semoga readers menyukai crazy up hari ini ya.
Apa yang akan Jackson Wijaya lakukan terhadap Wulan Sari dan Violet Hartono?
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
__ADS_1
AUTHOR : LYTIE