
***Healing Hands Hospital***
Michelle melihat ke arah Rossy setelah Violet dan Febrian meninggalkan mereka.
"Tadi Violet dan Febrian ingin menemui Kelvin di kamar pasien VVIP," kata Michelle.
"Iya mommy. Pasti karena mereka ingin mencari kesempatan untuk berhubungan dengan Perusahaan Wijaya," kata Chandra.
"Aku akan menanyakannya ke Robin nanti," kata Rossy.
Rossy pun melihat dengan jelas ada karangan buah-buahan di tangan Febrian tadi.
Michelle mengalihkan perhatiannya dari wajah Rossy ke tangannya.
Rossy masih memegang kedua kartu undangan berwarna merah itu.
"Kamu benar-benar mau pergi ke pesta pertunangan Violet?" tanya Michelle.
"Kenapa tidak? Mungkin saja ini kesempatanku untuk mengacaukan pesta pertunangannya," kata Rossy sambil tersenyum.
"Betul juga. Aku akan membantumu memikirkan rencana yang bagus," kata Michelle.
"Oh ya Rossy. Siapa yang akan berpura-pura menjadi pacarmu nanti?" tanya Michelle dengan cemas.
"Salahku juga mudah terpancing oleh Violet. Aku malahan bilang pacarmu tinggi, tampan dan CEO perusahaan besar. Di mana kita harus menemukan pria itu?" tanya Michelle sambil menepuk jidatnya.
"Mommy bisa mengajak daddy ke pesta pertunangan itu," usul Chandra.
"Good idea Chandra. Daddymu sesuai dengan gambaran sosok pria yang aunty Michelle katakan tadi ke Violet," kata Michelle sambil mengacungkan jempol ke Chandra.
"What? Mengajak tuan Jackson ke pesta pertunangan Violet??!!" kata hati Rossy.
Rossy tidak yakin Jackson yang arogan dan narsis akan bersedia menemaninya ke pesta pertunangan Violet dan bersedia berpura-pura menjadi pacarnya.
"Masih ada waktu seminggu sebelum pesta pertunangan Violet. Dalam seminggu ini kamu bisa membantuku mencari teman pria yang bersedia menjadi pacar bohongan. Kalau tidak mendapatkan pria yang tepat, aku akan mencoba mengajak tuan Jackson," kata Rossy.
"Oke Rossy," jawab Michelle.
Di dalam pikiran Michelle mulai bermunculan beberapa teman pria yang cocok untuk di jadikan pacar bohongan Rossy.
Rossy mengambil kedua termos penghangat makanan dari atas kursi tunggu pasien dan menyerahkan salah satu termos penghangat makanan kepada Michelle.
"Michelle. Kamu bawa Chandra ke kantin dan makan dulu. Aku akan nyusul nanti," kata Rossy.
"Oke Rossy. Salam sayang untuk Kelvin dari aunty Michelle ya," kata Michelle.
Mereka pun berpisah jalan. Rossy menuju kamar pasien VVIP Kelvin, sedangkan Michelle bersama Chandra menuju kantin Healing Hands Hospital.
***Pintu kamar pasien VVIP Kelvin Hartono***
Robin tersenyum ke Rossy yang berjalan ke arahnya.
"Selamat siang nona Rossy," sapa Robin.
"Selamat siang Robin. Aku mengantar lunch untuk tuan muda Chandra," kata Rossy.
"Silahkan masuk nona Rossy," jawab Robin.
"Oh iya. Tadi akumelihat sepasang pria dan wanita membawa keranjang buah-buahan keluar dari arah sini. Apakah mereka kenalan tuan Jackson?" tanya Rossy.
Rossy ingin mencari tahu apakah Jackson mengenal Febrian dan Violet.
"Bukan nona Rossy. Tuan Jackson tidak mengenal mereka sama sekali. Mereka ingin mencoba mengambil hati tuan muda Chandra untuk bisa berhubungan dengan tuan Jackson. Aku sudah mengusir mereka. Tuan Jackson sudah berpesan tidak memperbolehkan siapapun untuk menjenguk tuan muda Chandra tanpa izin darinya," kata Robin.
__ADS_1
"Bagaimana denganku?" tanya Rossy.
"Tuan Jackson sudah memberi izin kepada nona Rossy untuk mengunjungi tuan muda Chandra," jawab Robin.
Rossy menganggukkan kepala dan berjalan masuk ke dalam kamar pasien VVIP.
Baru saja Rossy menutup erat pintu kamar, Kelvin sudah berlari ke arahnya dan memeluknya.
"Mommy. I miss you," teriak Kelvin kegirangan.
" I miss you too Vin Vin," kata Rossy sambil mengelus kepala Kelvin dengan lembut.
"Kenapa bukan mommy yang mengantar breakfast tadi pagi?" tanya Kelvin.
Tadi pagi Kelvin merasa kecewa karena Pak Lesmana yang mengantar breakfast untuknya, bukan Rossy.
"Sorry Vin Vin sayang. Besok pagi mommy yang akan mengantar breakfast untukmu," kata Rossy.
"Oke bos mommy," jawab Kelvin.
Tadi pagi Rossy tidak bisa mengantar breakfast ke rumah sakit karena di panggil oleh Felix ke kamar tidur Jackson.
Selain itu Rossy pun ingin melihat keadaan Jackson terlebih dahulu apakah sudah membaik sehingga mengurangi rasa bersalah Rossy terhadap Jackson.
Sekarang Jackson bersedia menggunakan kursi roda elektrik yang di bawakan oleh Felix sehingga bisa memudahkan Jackson bergerak kemanapun.
Rossy mengeluarkan masakannya dari dalam termos penghangat makanan dan meletakkannya di atas meja.
"Wow! Semuanya makanan kesukaanku. Mommy ikut makan juga ya," kata Kelvin ke Rossy.
Rossy duduk di samping Kelvinbdan makan bersamanya.
Rossy sangat senang melihat Kelvin makan dengan lahap.
"Tuan Jackson tidak mau Kelvin khawatir sehingga menggunakan alasan sibuk bekerja," kata hati Rossy.
"Iya," jawab Rossy singkat.
Rossy pun ingin Kelvin konsentrasi menjalani perawatan di Healing Hands Hospital sehingga tidak memberitahukan Kelvin tentang cedera pinggang Jackson.
***
Rossy menata kembali termos penghangat makanannya setelah mereka berdua selesai makan.
"Kelvin harus berjanji selalu mendengar perkataan dokter dan suster selama di rumah sakit. Nanti malam mommy akan mengantar dinner ke sini lagi," pesan Rossy.
"Oke mommy. I promise. Bye bye mommy," kata Kelvin sambil mencium pipi Rossy.
***Kantin Healing Hands Hospital***
Michelle dan Chandra sedang makan masakan Rossy. Mereka berdua tidak menyadari sepasang mata mengawasi mereka dari kejauhan secara diam-diam.
Rossy berjalan mendekati meja mereka dan duduk di samping Chandra.
"Masakanku enak kan?" tanya Rossy.
"Enak!" jawab Michelle dan Chandra bersamaan sambil mengacungkan jempol ke arah Rossy.
Mereka bertiga pun ketawa bersamaan.
"Bagaimana keadaan Kelvin?" tanya Michelle.
__ADS_1
"Kondisinya lebih baik dan stabil. Wajahnya tidak pucat lagi," jawab Rossy.
"Aku yakin Felix pasti akan memberikan perawatan insentif yang terbaik untuk Kelvin. Kamu jangan khawatir lagi," kata Michelle.
Rossy menganggukkan kepalanya.
"Oh iya," Rossy teringat akan sesuatu dan membuka tasnya.
Rossy mengeluarkan dua plastik kecil yang berisi rambut Kelvin dan Jackson.
"Michelle. Aku sudah berhasil mendapatkan rambut Jackson. Tolong tes DNA ya," kata Rossy sambil menyerahkan kedua plastik kecil itu ke Michelle.
Michelle memasukkannya ke dalam kantong jas dokternya.
"No problem. Hasilnya akan keluar dalam tiga hari," kata Michelle.
"Mommy hebat sekali bisa mengambil rambut daddy dengan cepat. Kelvin sudah berusaha beberapa kali dan gagal," puji Chandra.
"Iya Rossy. Aku pun tidak menyangka kamu bisa begitu cepat berhasil mendapatkan rambutnya. Pasti sangat mudah ya mendapatkannya?" tanya Michelle.
Rossy teringat akan tragedi rambutnya yang nyangkut di kancing baju Jackson dan juga cedera pinggang Jackson.
Semua hal itu terjadi karena dia mencabut sehelai rambut Jackson.
"Eh..eh begitulah," jawab Rossy sambil tersenyum canggung.
Rossy merasa malu menceritakan kejadian yang terjadi akibat dirinya mencabut rambut Jackson.
Rossy menundukkan wajahnya untuk menutupi rasa malu dan tanpa sengaja matanya melihat kartu undangan warna merah yang mencolok di dalam tasnya.
Tadi Rossy hanya memasukkan saja kartu undangan Violet ke dalam tasnya tanpa melihat jelas isinya.
Rossy segera membuka kartu undangan itu dan membacanya.
"Pesta pertunangan Febrian Iskandar dan Violet Hartono di Ballroom Hotel H dengan tema pesta topeng. Setiap tamu undangan akan memakai topeng yang disediakan di dalam pesta."
Rossy membacakan isi kartu undangannya.
"Pesta topeng? Pasti ide dari Violet ," kata Michelle.
Rossy menganggukkan kepala pertanda setuju dengan dugaan Michelle.
Dugaan Rossy dan Michelle tidaklah salah karena memang Violet lah yang mengusulkan kepada Febrian untuk menggunakan tema pesta topeng di pesta pertunangan mereka.
Sebelumnya Violet dan Wulan Sari berselisih pendapat tentang pesta pertunangannya.
Violet bersikeras untuk mengundang Rossy karena ingin mempermalukan Rossy di pesta pertunangannya nanti, sedangkan Wulan Sari tidak ingin mengundang Rossy karena takut Thomas akan menerima Rossy kembali ke keluarga Hartono apabila Thomas bertemu dengan Rossy di pesta pertunangan Violet nanti.
Pada akhirnya Violet mengusulkan pesta topeng. Thomas pasti tidak akan mengenali Rossy yang mengenakan topeng. Dengan terpaksa Wulan Sari menyetujui ide dari Violet.
Pada saat pesta pertunangan Violet, Wulan Sari akan beralasan tidak enak badan sewaktu Rossy tiba di pesta pertunangan dan akan meminta Thomas mengantarnya pulang sehingga bisa mencegah kemungkinan Thomas bertemu dengan Rossy.
Violet bisa menjalankan rencananya mempermalukan Rossy setelah Thomas tidak ada di sana.
Violet dan Wulan Sari yang sudah merencanakan hal jahat terhadap Rossy sudah tidak sabar menunggu hari pesta pertunangan tiba.
***
Selamat pagi semuanya. Hari ini author up 2 bab ya.
Bab satunya lagi upnya agak siangan.
Selamat membaca dan jangan lupa tinggalkan jejak 'like' sebagai dukungan untuk author dan novel ini.
__ADS_1
Terima Kasih ^~°