
**Restoran Hartono***
Thomas melihat tanggal yang tertera di foto, 5 Mei 2001.
Tidak salah lagi, anak perempuan di dalam foto adalah Rossy sewaktu berusia dua tahun. Tanggal 5 Mei adalah hari ulang tahun Rossy.
Hari ulang tahun Rossy bersamaan dengan hari meninggalnya ibu kandung Rossy, Isabella.
Isabella meninggal dunia sewaktu melahirkan Rossy di rumah sakit bersalin. Setiap tahun merayakan ulang tahun Rossy, Thomas akan membawanya ke Restoran Hartono untuk mengenang kembali kenangan indah bersama Isabella di sana.
Desain interior, tata letak kursi, dan meja makan, terutama dapur Restoran Hartono dan sebagainya di dalam Restoran Hartono ini semuanya di atur oleh Isabella ketika masih hidup.
Thomas ingin Rossy bisa mengenal dekat dan merasakan kehadiran ibu kandungnya melalui hal-hal kecil ini.
Rossy akan berada di Restoran Hartono sepanjang hari dan banyak karyawan Thomas yang bisa membantunya mengawasi dan menjaga Rossy.
Malam hari ketika pulang ke rumah Hartono, mereka akan merayakan hari ulang tahun Rossy bersama Wulan Sari dan Violet.
Tradisi memotret pelanggan di dalam Restoran Hartono dan menempelkan foto polaroidnya di pojok dinding restoran pun adalah ide dari Isabella.
"Rossy?" tanya Agung yang mendengar Thomas menyebutkan nama Rossy sewaktu melihat foto di layar handphonenya.
"Iya tuan Agung. Anak perempuan di dalam foto ini adalah Rossy, putriku."
Thomas menunjukkan anak perempuan yang berkepang dua di dalam layar handphone ke Agung.
Agung mencoba mengingat hal yang berkaitan dengan Rossy.
"Oh iya. Eva pernah bercerita kepadaku bahwa sewaktu mereka berada di Restoran Hartono, seorang anak perempuan yang imut dan cantik memberikannya sepotong cake dan memanggilnya mama. Eva sangat senang sekali karena dia dan Satria sedang merencanakan untuk memiliki anak kedua berjenis kelamin perempuan. Eva memeluk dan mengendong anak perempuan itu. Jackson tidak senang mamanya di rebut sehingga menjahilinya. Lihatlah hidung mereka berdua terkena cream cake," kata Agung sambil tersenyum.
Agung masih ingat sewaktu kecil Jackson adalah anak yang ceria sebelum kejadian penculikan itu.
Hati Thomas merasa sakit setelah mendengar perkataan Agung Wijaya. Thomas mulai mengingat kejadian di hari itu.
Rossy kecil berlari masuk ke dalam dapur dan memintanya memotong sepotong cake ulang tahun.
Thomas yang sibuk di dapur tidak mengetahui jika Rossy memberikan cake itu kepada Eva dan memanggilnya mama.
Mungkin karena setiap kali Thomas membawa Rossy ke Restoran Hartono dan memberitahukannya tentang segala hal mengenai Isabella sehingga Rossy mengira akan bertemu dengan ibu kandungnya di Restoran Hartono.
Rossy kecil meminta Thomas membawanya lagi ke Restoran Hartono dua hari kemudian dengan alasan akan bertemu dengan mama dan kakak yang tampan di sana.
__ADS_1
Thomas mengira semua itu hanyalah halusinasi anak kecil dan tetap membawa Rossy kecil ke restoran Hartono. Seharian Rossy menunggu dan akhirnya menangis serta mengadu ke Thomas bahwa mamanya tidak datang.
Sejak hari itu Rossy tidak pernah meminta Thomas membawanya ke Restoran Hartono lagi kecuali pas hari ulang tahunnya, Thomas tetap akan membawa Rossy ke Restoran Hartono dan Rossy tidak menolaknya.
Sekarang Thomas baru tahu jika Eva sekeluarga sudah berjanji kepada Rossy akan datang ke Restoran Hartono dua hari kemudian dan mereka tidak bisa menepati janjinya karena kecelakaan tragis itu.
"Dunia sangatlah kecil. Aku tidak menyangka anak perempuan itu adalah putrimu," kata Agung.
"Iya tuan Agung," jawab Thomas.
"Terima kasih sudah mendengarkan cerita dari orang tua sepertiku ini. Aku merasa lebih lega sekarang," kata Agung.
"Sama-sama tuan Agung. Tuan Agung boleh mengambil foto polaroid itu untuk kenang-kenangan," kata Thomas.
"Tidak apa-apa Thomas. Aku sudah sangat senang bisa memotret foto itu dengan handphoneku. Foto aslinya lebih baik tetap berada di tempatnya semula. Kenangan indah mereka di restoran ini akan tetap terjaga selamanya," kata Agung.
"Baiklah tuan Agung," kata Thomas.
Setelah Agung pergi meninggalkan restoran Hartono, Thomas meminta karyawannya untuk mengeluarkan semua foto polaroid yang tersimpan di gudang dan menempelkannya di pojok dinding restoran.
Foto-foto polaroid itu adalah foto para pelanggan di cabang restoran Hartono. Thomas mengambil foto-foto itu sebelum menjual cabang restorannya lima tahun yang lalu.
Sejak Rossy meninggalkan Bali lima tahun yang lalu, tradisi memotret pelanggan di restoran Hartono pun tidak di lanjutkan lagi. Karena pembicaraan dengan Agung tadi, Thomas memutuskan akan menggunakan kembali tradisi memotret pelanggan di Restoran Hartono sekarang.
Dari foto-foto itu Thomas mengenali foto beberapa pelanggan lama yang masih setia mengunjungi restoran Hartono miliknya. Thomas merasa terharu.
Sewaktu matanya menatap foto yang sama dengan foto yang di lihatnya dilayar handphone Agung, Thomas tidak dapat menahan emosinya.
Tangan Thomas gemetaran menyentuh wajah anak perempuan di foto itu.
"Rossy. Bagaimana keadaanmu sekarang? Ayah sangat merindukanmu," kata hati Thomas.
***Mansion Wijaya***
Rossy menghidangkan beberapa macam masakan yang sudah selesai di masaknya ke atas meja makan.
Rossy berencana akan mengantarkan dinner untuk Kelvin setelah selesai menghidangkan masakannya.
Pak Lesmana bisa membantunya mengurus dinner untuk Felix nanti.
__ADS_1
"Wah! Harum sekali." Suara Felix yang ceria dan keras masuk ke dalam telinga Rossy yang sedang menghidangkan masakannya.
Rossy melihat Felix sedang mendorong Jackson yang duduk di kursi roda menuju ke arahnya.
Dari kejauhan Felix sudah mencium harum masakan Rossy sehingga tidak sabar ingin segera melihat masakan apa saja yang tersaji di atas meja makan.
Felix berlari secepat kilat ke arah meja makan meninggalkan Jackson.
Felix tidak sadar gerakannya yang cepat tanpa sengaja mendorong kursi roda yang di duduki Jackson sehingga kursi roda itu melaju kencang ke depan.
Jackson yang sedang duduk di kursi roda terkejut dan tidak sempat menghentikan laju kursi rodanya.
Rossy melihat dengan jelas kejadian itu segera berlari ke arah Jackson untuk menghentikannya.
Rossy menahan laju kursi roda dengan kakinya sekuat tenaga. Kursi roda itu akhirnya berhenti. Karena di tahan lajunya secara mendadak, tubuh Jackson akan jatuh ke depan.
Jackson sudah menutup matanya dan pasrah dengan tubuh dan wajahnya akan menyentuh lantai tidak lama lagi.
"Oh No! Tuan Jackson tidak boleh cedera lagi," teriak hati Rossy.
"Ah!" teriak Rossy sambil berusaha menggunakan tubuhnya menahan tubuh Jackson dan kedua tangannya merangkul erat Jackson.
Felix yang sedang sibuk mencomot daging ikan asam manis serta memasukkannya ke dalam mulutnya terkejut dengan teriakan Rossy dan membalikkan badannya.
Felix hampir saja tersedak daging ikan asam manis di dalam mulutnya sewaktu melihat Jackson dan Rossy dalam posisi berpelukan.
"Tuan Jackson," teriak Pak Lesmana sambil berlari masuk ke dalam ruang makan setelah mendengar teriakan Rossy tadi.
***
Apakah Felix dan Pak Lesmana salah paham lagi terhadap Jackson & Rossy??
Apa rencana Jackson menghadapi pamannya Kusuma Wijaya di rapat direksi nanti?
Nantikan kelanjutan ceritanya besok ya
Terima kasih
Salam sayang dari Author : LYTIE
UP 2 BAB UP 2 BAB UP 2 BAB
__ADS_1
UP 2 BAB UP 2 BAB UP 2 BAB
UP 2 BAB UP 2 BAB UP 2 BAB