Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 179. Ketukan pintu kamar


__ADS_3

***Kamar tidur Jackson Wijaya***


Rossy mengetuk pintu kamar Jackson.


"Masuk!" kata Jackson dari dalam kamar.


Rossy berjalan dengan pelan masuk ke  dalam kamar tidur Jackson.


Jackson sedang duduk di atas tempat tidurnya sambil membaca dokumen perusahaan.


Jackson sudah memakai baju tidur dan terlihat rambutnya masih basah petanda baru saja selesai mandi.


"Rossy! Sudah malam. Cepatlah mandi," kata Jackson sambil melihat ke arah Rossy.


"Ah.. itu.. itu... aku mandi di kamarku saja. Semua pakaianku masih ada di sana," ucap Rossy dengan terbata-bata.


"Itu kopermu!" kata Jackson sambil menunjuk ke arah koper Rossy yang berdiri dengan tegak di dekat lemari pakaian.


"What?" teriak hati Rossy dengan mata membulat besar menatap ke arah kopernya.


Rossy tidak menyangka semua barangnya sudah dipindahkan dari kamar tidurnya ke kamar tidur Jackson sehingga dirinya tidak ada alasan apa pun lagi untuk menolak mandi di kamar mandi Jackson.


"Baiklah," jawab Rossy dan berjalan menuju kopernya untuk mengambil baju tidurnya.


Rossy duduk di lantai kamar tidur dan membuka kopernya.


Jackson meletakkan dokumen perusahaannya di atas meja nakas dan turun dari tempat tidur.


Jackson berjalan ke arah Rossy Hartono yang sedang sibuk membongkar kopernya.


"Rossy!" panggil Jackson.


"Iya," jawab Rossy dan melihat ke arah Jackson.


"Kemarilah!" kata Jackson.


Rossy berdiri dan berjalan ke arah Jackson. Jackson membuka lemari pakaiannya.


"Semua baju dan sepatu ini adalah milikmu," ucap Jackson sambil menunjukkan pakaian dan sepatu yang dibeli oleh Pak Lesmana dari Butik Athena.


Rossy mengenali beberapa pakaian itu pernah dilihatnya di Butik Athena.


"Thank you Jackson," kata Rossy.


"Kamu bisa menyimpan pakaianmu ke dalam laci yang kosong," kata Jackson.


Pak Lesmana memang kepala pelayan terbaik. Pak Lesmana tahu Rossy membutuhkan beberapa laci kosong untuk menyimpan pakaian Rossy sehingga Pak Lesmana sudah mengaturnya terlebih dahulu.


Pakaian Jackson di susun rapi di bagian kiri, sedangkan pakaian untuk Rossy disusun rapi di bagian kanan dan masih terlihat banyak laci yang kosong.


Sewaktu ke kamar tidurnya tadi, Jackson sudah memeriksa terlebih dahulu lemari pakaiannya dan sangat puas dengan hasil kerja Pak Lesmana.


"Karena waktu terbatas, hanya bisa dipersiapkan pakaian dan sepatu untukmu. Kamu bisa ke butik Athena besok untuk membeli apa pun yang kamu inginkan di sana," ucap Jackson sambil memegang kepala Rossy dengan lembut.


"Tidak perlu, Jackson. Aku bisa memakai pakaianku yang di koper. Baju baru ini sudah cukup banyak,"  kata Rossy sambil tersenyum ke Jackson.


Rossy berusaha menolak secara halus. Jackson tahu Rossy merasa malu dan canggung untuk menerima fasilitas darinya sehingga tidak ingin terlalu memaksa Rossy menerima semuanya sekarang.


"Kamar Kelvin sudah di dekorasi. Tepatnya di samping kamar Chandra, tetapi lemari pakaiannya masih kosong karena saya tidak tahu apa style baju kesukaan Kelvin. Besok kamu bisa bersama Chandra ke Butik Athena membeli pakaian baru untuk Kelvin dan Chandra juga. Butik Athena juga menjual baju couple ibu dan anak. Kamu bisa membelinya. Kelvin dan Chandra pasti senang memakainya," kata Jackson.


Di pikiran Rossy langsung muncul bayangan dirinya dan Kelvin serta Chandra mengenakan pakaian couple ibu dan anak sehingga senyum menghias di bibir Rossy seketika.

__ADS_1


"Baiklah. Thank you Jackson," ucap Rossy.


Jackson mengandeng tangan Rossy menuju sebuah meja rias dengan cermin yang besar.


Rossy mengingat dengan jelas meja rias ini sebelumnya tidak ada di dalam kamar tidur Jackson dan hanya ada cermin besar panjang yang menempel di dinding untuk memudahkan Jackson bercermin setelah mengenakan pakaiannya.


"Ini?" tanya Rossy sambil menunjuk meja rias.


Jackson mendudukkan Rossy di atas kursi di depan meja rias. Kemudian berdiri di belakang Rossy sehingga  wajah mereka berdua terpantul di cermin meja rias.


"Ini meja riasmu," kata Jackson.


Rossy melihat benda-benda yang terpajang di atas meja rias dan sangat lengkap. Ada berbagai macam kosmetik dari merek ternama dan juga botol-botol minyak wangi wanita dalam keadaan baru.


Semuanya di persiapkan oleh Pak Lesmana. Pak Lesmana sebagai kepala pelayan Mansion Wijaya, ingin memberikan semua benda terbaik untuk calon Nyonya Wijaya.


Rossy sampai tercengang melihat meja rias beserta semua benda di atasnya.


"Kamu menyukainya?" tanya Jacksonbdengan suara lembut


"Iya," jawab Rossy sambil menganggukkan kepalanya.


Jackson tersenyum puas mendengar jawaban Rossy sehingga mendekatkan bibirnya ke telinga Rossy.


"Cepatlah mandi. Aku akan menunggumu. Atau kamu ingin aku mandi bersamamu sekali lagi?" tanya Jackson dan menggigit daun telinga Rossy sekilas.


"Aku mandi sekarang," kata Rossy dan berdiri dari kursi meja rias serta berlari ke arah kopernya, mengambil pakaian tidurnya dengan cepat dan berlari secepat kilat ke dalam kamar mandi.


Jackson tertawa kecil melihat sikap Rossy yang menurutnya sangat menggemaskan.


Jackson naik kembali ke atas tempat tidur dan melanjutkan membaca dokumen perusahaan sambil menunggu Rossy selesai mandi.


Beberapa saat kemudian Rossy keluar dari dalam kamar mandi dengan mengenakan baju tidur piyama.


Rossy melirik sekilas ke arah Jackson yang sedang membaca dokumen di tangannya dengan serius.


Rossy berjalan dengan perlahan ke arah tempat tidur dan naik ke atas tempat tidur, tepatnya di samping Jackson. Kemudian Rossy membaringkan tubuhnya membelakangi badan Jackson.


"Dia masih sibuk bekerja. Aku harus lebih cepat tidur sekarang," batin Rossy.


Malam ini Rossy masih belum siap mengulang malam panas kedua dengan Jackson karena kali ini dirinya dalam keadaan sadar dan merasa malu.


Berbeda jauh dengan semalam, yang karena pengaruh pil yang dimasukkan oleh para preman ke jus stroberi membuatnya bersikap agresif dan ganas terhadap Jackson.


Baru saja Rossy ingin memejamkan matanya, keadaan kamar tidur menjadi gelap karena Jackson mematikan lampu meja nakas.


Kepala Rossy berdenyut keras dan jantungnya berdetak kencang ketika bisa merasakan Jackson juga berbaring di atas tempat tidur, di belakang tubuh Rossy. Kemudian tangan besar Jackson merangkul erat di pinggang ramping Rossy.


Rossy merasakan dejavu dengan keadaan saat ini yang sama persis dengan keadaan tadi pagi sewaktu dirinya terbangun.


Jackson memajukan badannya mendekati badan Rossy. Hidung mancung Jackson berada di depan leher belakang Rossy.


Jackson menghirup aroma sabun cair  yang terpancar dari tubuh Rossy. Aroma sabun cair yang juga melekat di tubuhnya setiap hari setelah selesai mandi.


Jackson sangat menyukai aroma yang selama ini melekat di badannya, sekarang juga melekat di tubuh Rossy seolah-olah Rossy merupakan bagian dari tubuhnya sekarang.


Rossy bisa merasakan napas lembut Jackson yang membuatnya merasa geli sehingga Rossy berusaha menahan ketawanya.


Jackson membalikkan tubuh Rossy dengan lembut, menghadap ke arahnya.


Pipi dan telinga Rossy sudah bersemu merah walaupun tidak terlihat oleh Jackson dalam keadaan gelap.

__ADS_1


Tangan Jackson memegang wajah Rossy dimulai dari pipi, hidung, dan bibir stroberi Rossy. Kemudian Jackson menempelkan wajahnya ke wajah Rossy.


Hidung mereka berdua pun saling bersentuhan. Jackson menggosok-gosokkan hidungnya ke hidung Rossy.


"Masih sakit?" tanya Jackson dengan suara serak.


"Hah?" kata Rossy dengan bingung dan mencoba mencari arti dari perkataan Jackson.


"Tubuhmu. Semalam," jawab Jackson dengan singkat.


Rossy merasa malu setelah mengerti pertanyaan Jackson.


"Iya," jawab Rossy dengan suara kecil dan bergetar.


Jackson tahu jelas semalam dirinya terlalu agresif dan menggebu-gebu serta semakin ketagihan sehingga membuat Rossy merasakan tertabrak truk barang berkali-kali.


"Malam ini kita tidur tanpa melakukan apa pun," ucap Jackson.


Jackson memutuskan membiarkan Rossy memulihkan diri dulu sebelum memulai lagi perjalanan fantasinya di hari-hari berikutnya.


Jackson tidak mau terlalu terburu-buru dan ingin Rossy merasa nyaman dan tenang sewaktu melakukan perjalanan fantasi bersamanya.


"Benarkah?" tanya Rossy.


Jackson bisa mendengar dengan jelas nada gembira dari suara Rossy sehingga berniat menjahili wanita muda yang dicintainya ini.


"Benar, tetapi...."


Jackson sengaja tidak melanjutkan perkataannya.


"Tetapi apa, Jackson? " tanya Rossy penasaran.


"Aku harus mendapatkan keuntungan darimu," jawab Jackson.


"Apa itu?" tanya Rossy.


"Ciumanmu," jawab Jackson dan memajukan bibirnya ke bibir Rossy serta menciumnya dengan lembut.


Mata Rossy membulat besar, tetapi dengan cepat dirinya pun terhanyut dengan ciuman lembut dari Jackson dan membalas ciuman itu.


Semakin lama ciuman dari Jackson semakin menggebu-gebu disertai napas yang berat.


Jackson sangat menyukai rasa stroberi yang membuatnya ketagihan terus menerus dan tidak ingin menghentikannya.


Samar-samar Jackson mendengar suara ketukan pintu kamar, tetapi Jackson mengacuhkannya karena masih ingin mencicipi stroberi yang berada di dalam mulutnya.


***


Halo readers. Bab ini author up pukul 17.30 WITA dan agak panjang ya, hampir setara dengan satu setengah bab 😁.


Jreng Jreng Jreng 🥳🥳🥳 Siapa yang malam-malam mengetuk pintu kamar Jackson Wijaya?


Tebak yuk 🥰🥰🥰


Jawabannya ada di bab nanti malam ya


SEE YOU SOON


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG

__ADS_1


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2