Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
Bab 262. ENDING


__ADS_3

***THE WEDDING DAY***


Rossy Hartono mengenakan gaun pengantin rancangan Athena di resepsi pernikahannya dengan Jackson Wijaya



Karena Rossy Hartono sedang hamil muda, maka tamu undangan yang di undang hanyalah teman -teman dekat ataupun kolega bisnis Jackson Wijaya.


Selain itu awal tri semester kehamilan Rossy Hartono disertai dengan morning sickness yaitu mual dan muntah.


Sehingga acara resepsi pernikahan sengaja di adakan dalam waktu yang singkat karena Jackson Wijaya tidak ingin Rossy Hartono kelelahan.


Jackson Wijaya semakin posesif terhadap Rossy Hartono dan memberikan banyak larangan-larangan yang tidak boleh dilakukan oleh Rossy Hartono selama hamil.


Rossy Hartono menikmati semua perhatian dan kasih sayang yang Jackson Wijaya berikan kepadanya.


Demi baby girl yang sedang berkembang di dalam perut Rossy Hartono, Jackson Wijaya rela menghentikan petualangan fantasinya selama beberapa bulan sampai kandungan Rossy Hartono cukup kuat.


Setiap malam  Jackson Wijaya akan membacakan dongeng sebelum tidur untuk dedek baby yang berada di dalam perut Rossy Hartono.


Kali ini dongeng yang dibacanya bukan lagi mengenai saham melainkan dongeng sungguhan dari buku cerita.


Bahkan Jackson Wijaya yang merancang sendiri kamar tidur untuk dedek baby dengan nuansa merah muda setelah hasil USG menunjukkan bayi di dalam kandungan Rossy Hartono adalah bayi perempuan.


+++++++++++++++++++


Tanpa terasa usia kehamilan Rossy Hartono sudah menginjak sembilan bulan.


Sejak saat itu Rossy Hartono tinggal di kamar pasien VVIP Healing Hands Hospital untuk menunggu proses persalinannya.


Rossy Hartono ingin melahirkan secara normal, sehingga kamar pasien VVIP di booking selama sebulan oleh Jackson Wijaya.


Bukan hanya satu kamar pasien VVIP, melainkan dua kamar pasien VVIP.


Kelvin Hartono tinggal di kamar pasien VVIP di samping kamar tidur Rossy Hartono dan tentu saja Robin berjaga di depan kamar tidur Kelvin Hartono.


Bahkan Bagaskara juga ditugaskan berjaga di depan kamar pasien VVIP Rossy Hartono.


Felix Wilson yang menyarankan Kelvin Hartono ikut menginap di Healing Hands Hospital.


Sehingga sewaktu Rossy Hartono melahirkan, darah tali pusat bayinya bisa langsung di gunakan oleh Kelvin Hartono.


***KAMAR PASIEN VVIP ROSSY HARTONO***


Kelvin Hartono dan Rossy Hartono sedang menonton channel animasi bersama.


Sesekali Rossy Hartono mengelus perutnya ketika merasakan tendangan dedek baby girl di dalam perutnya.


Kelvin Hartono pun ikut kepo memegang perut mommynya.


Mereka berdua sedang menunggu kedatangan Jackson Wijaya dan Chandra Wijaya yang akan membaw.a dinner untuk mereka.


Rossy Hartono merasakan perutnya sangat mules tetapi bukan karena ingin ke toilet.


"Mommy pipis di celana?" tanya Kelvin Hartono dengan polos ketika melihat tempat tidur pasien basah.


"Enggak ," Jawab Rossy Hartono sambil melihat tempat tidurnya.


"Astaga! Air ketubannya pecah!" kata hati Rossy Hartono.


"Kelvin! Tekan tombol untuk panggil suster!" kata Rossy Hartono dengan suara lemah.


Perutnya semakin mules dan punggungnya juga kesakitan.


"Oke Bos mommy!" Kata Kelvin Hartono.


Jackson Wijaya dan Chandra Wijaya berjalan masuk ke dalam kamar pasien .


Jackson Wijaya segera meletakkan termos penghangat makanan di meja dan menghampiri Rossy Hartono yang meringis kesakitan.


"Kelvin! Kenapa mommy?" tanya Jackson Wijaya.


"Mommy pipis di tempat tidur dan memanggil suster," jawab Kelvin Hartono dengan polos.


Jackson Wijaya memegang bagian tempat tidur yang basah dan mencium tangannya. Tidak ada bau pipis sama sekali 😅

__ADS_1


"Rossy! Ini air apa?" tanya Jackson Wijaya dengan suara lembut sambil memegang tangan Rossy Hartono.


"Mungkin air ketuban!" kata Rossy Hartono.


"Air ketuban??? Mana susternya?" teriak Jackson Wijaya dengan spontan.


Teriakan Jackson Wijaya sangat keras sehingga Bagaskara pun ikut masuk ke dalam kamar.


"Panggil Felix! Rossy sudah mau melahirkan!" kata Jackson Wijaya.


"Baik Tuan Jackson!" kata Bagaskara dan sewaktu keluar hampir bertabrakan dengan suster yang ingin masuk ke dalam kamar.


"Suster Lisa?" kata Bagaskara.


"Pak Bagaskara," sapa Suster Lisa dengan sopan.


"Nyonya sudah mau melahirkan sekarang!" kata Bagaskara .


"Baiklah! Saya panggil Dokter kandungan!" kata Suster Lisa.


"Saya panggil Pak Felix sekarang!" kata Bagaskara.


Suster Lisa yang sedang berlari keluar mencari dokter kandungan merasa aneh dengan perkataan Bagaskara.


"Rossy melahirkan harusnya mencari dokter kandungan. Kenapa Bagaskara mencari Dokter Felix yang ahli psikiater?" kata hati Suster Lisa.


Beberapa saat kemudian Dokter Kandungan, Suster Lisa dan Felix Wilson tiba di dalam kamar pasien VVIP Rossy Hartono.


Felix Wilson mengantar Kelvin Hartono kembali ke kamar pasiennya ketika Dokter Kandungan akan memeriksa ' organ pribadi'  Rossy Hartono.


Beberapa saat kemudian, Dokter kandungan sudah selesai memeriksa keadaan Rossy Hartono.


"Sudah pembukaan ke tujuh. Bentar lagi bayinya akan lahir. Pindahkan pasien ke ruang bersalin," kata dokter kandungan ke suster Lisa.


"Baik dokter!" jawab Suster Lisa.


Dengan cekatan Suster Lisa dan beberapa suster yang lain mempersiapkan pemindahan tempat tidur Rossy Hartono ke ruang bersalin.


"Saya ikut!" Kata Jackson Wijaya yang tetap menggenggam erat tangan Rossy Hartono dan berjalan mengikuti dorongan tempat tidur pasien.


"Saya akan mempersiapkan operasi Kelvin!" jawab Felix Wilson.


***RUANG BERSALIN***


Rossy Hartono mengikuti petunjuk suster untuk mengatur napasnya. Sedangkan Jackson Wijaya membantu menggosok-gosok punggung Rossy Hartono yang kesakitan.


"Sudah pembukaan ke-10. Bersiap-siap untuk mengejan jika saya bilang mengejan," kata dokter kandungan.


"Iya ,Dok!" jawab Rossy Hartono dengan suara yang kecil dan bergetar.


"Kamu pasti bisa, Rossyku sayang!" kata Jackson Wijaya sambil mencium puncak kepala Rossy Hartono.


Rossy Hartono mengikuti petunjuk dokter kandungan untuk mengejan dan mengatur kapan napasnya di tarik ataupun di buang.


Setelah berusaha keras , terdengar suara tangisan bayi di dalam ruang bersalin.


"Putri kita telah lahir!" kata Jackson Wijaya dengan mata berkaca-kaca dan mencium kening Rossy Hartono bertubi-tubi.


Beberapa saat kemudian suster Lisa mengendong baby girl dan meletakkannya di pangkuan Rossy Hartono dengan hati-hati.


Sedangkan suster lain membawa darah tali pusat keluar dari ruang bersalin dan membawanya ke ruang operasi di lantai lima.


Jackson Wijaya dan Rossy Hartono tersenyum bahagia melihat putri kecil mereka yang sangat imut dan cantik.


"Ada lesung pipi sepertimu," kata Jackson Wijaya.


"Iya," jawab Rossy Hartono.


Suster Lisa mengambil dedek baby girl dari pangkuan Rossy Hartono untuk di periksa keadaan fisiknya.


Dokter kandungan melakukan prosedur akhir persalinan yaitu mengeluarkan plasenta dan menjahit .


Jackson Wijaya setia menemani Rossy Hartono melalui semua prosedur itu.


Rossy Hartono yang kelelahan tertidur pulas setelah semua prosedur persalinan selesai.

__ADS_1


***KAMAR PASIEN VVIP ROSSY HARTONO***


Jackson Wijaya berjaga sepanjang malam di samping tempat tidur Rossy Hartono.


Selama kehamilan yang semakin besar, Rossy Hartono tidak cukup tidur karena sering terbangun untuk pipis setiap waktu.


Sekarang setelah dedek baby girl lahir , Rossy Hartono tidur sepuasnya dan belum bangun.


"Dasar kucing tidur!" kata Jackson Wijaya sambil memencet hidung Rossy Hartono dengan lembut.


Terdengar suara ketukan pintu kamar.


Suster Lisa mendorong kereta yang berisi dedek baby girl ke dalam kamar.


Dedek baby girl sudah dimandikan dan mengenakan baju baby serta sarung tangan dan sarung kaki.


Dedek baby girl sedang tertidur pulas .


"Tuan Jackson! Jika Nyonya Wijaya sudah bangun, bisa coba memberikan asi kepada bayinya," kata Suster Lisa.


"Terima kasih suster!" kata Jackson Wijaya.


Beberapa saat setelah Suster Lisa keluar dari kamar pasien VVIP, Rossy Hartono membuka matanya secara perlahan.


"Rossy!" kata Jackson Wijaya sambil menggenggam tangan Rossy Hartono.


"Bagaimana operasi Kelvin?" tanya Rossy Hartono.


"Operasinya sangat berhasil," jawab Jackson Wijaya sambil tersenyum.


"Syukurlah," kata Rossy Hartono.


"Suster bilang kamu bisa mencoba memberikan asimu sekarang," kata Jackson Wijaya.


"Baiklah," jawab Rossy Hartono.


Jackson Wijaya mengendong putri kesayangannya dengan perlahan dan meletakkannya di pangkuan Rossy Hartono.


Rossy Hartono membuka sedikit baju pasiennya di bagian dada. Secara spontan mulut dedek baby girl mencari sumber makanannya sehingga membuat Jackson Wijaya dan Rossy Hartono tersenyum kecil bersamaan.


"Jackson! Apa nama  baby girl kita?" tanya Rossy Hartono.


"Dian , yang berarti cahaya. Namanya Dian Wijaya!" Kata Jackson Wijaya.


Rossy Hartono menganggukkan kepalanya.


Jackson Wijaya ikut duduk di atas tempat tidur, tepat di samping Rossy Hartono dan merangkul pundak Rossy Hartono.


"Dian! Welcome to Keluarga Wijaya!" Kata Jackson Wijaya dengan suara lembut sambil memegang jari tangan mungil putri kesayangannya.


"Iya Dian sayang! Ada daddy, mommy, kakak Kelvin, kakak Chandra yang akan sangat sangat sangat menyayangimu," kata Rossy Hartono sambil memegang pipi mungil Dian Wijaya.


Dian Wijaya sibuk menikmati minuman favoritnya sehingga membuat Rossy Hartono dan Jackson Wijaya tersenyum lebar.


"Keluarga kecilku sudah lengkap!" kata Jackson Wijaya dan mengecup bibir Rossy Hartono satu kali.


"Iya!" jawab Rossy Hartono sambil bersandar di dada atletis Jackson Wijaya dan mengendong Dian Wijaya yang masih menikmati minuman favoritnya.


Jackson Wijaya dan Rossy Hartono yakin keluarga kecil mereka akan hidup bahagia selamanya


*********THE END*********


Halo readers.


Terima kasih dukungannya untuk novel ini.


Semoga readers menyukai endingnya ya 🥰🥰🤗🤗🤗


Author minta maaf apabila ada yang kurang ataupun kesalahan dalam cerita novel ini.


Dukung author LYTIE di novel baru ya 🤗👍


Jangan lupa follow author LYTIE di NOVELTOON / MANGATOON


__ADS_1


__ADS_2