
***Healing Hands Hospital***
Rossy yang sedang mengobrol dengan Chandra di kursi belakang mobil, sama sekali tidak menyadari aksi saling membuntuti antara mobil Jackson dan mobil Michael.
Sementara Chandra mulai menyadarinya ketika Jackson memperlambat laju mobilnya padahal mereka belum tiba di Healing Hands Hospital sehingga Chandra melihat jelas mobil Xenia biru melewati mobil mereka dan mobil Xenia biru itu parkir di tempat parkir khusus dokter Healing Hands Hospital.
Chandra mengenali area parkir tersebut karena setiap hari mobil Ayla Michelle juga parkir di sana sewaktu bekerja di Healing Hands Hospital.
"Pasti Dokter Michael," kata hati Chandra.
Chandra yakin Jackson pasti akan meminta Bagaskara untuk menyelidiki identitas Michael sehingga merasa lebih lega karena yakin daddynya pasti bisa membongkar niat terselubung Michael nantinya.
***Kamar pasien VVIP Kelvin Hartono***
Kelvin duduk di atas tempat tidurnya sambil menunggu kedatangan Rossy membawa breakfast sesuai janji Rossy kemarin siang.
Kelvin percaya dengan kemampuan Chandra memecahkan masalah Dokter Erik yang sudah siuman semalam sehingga yakin Rossy bisa menepati janjinya hari ini.
Kelvin sangat penasaran apakah Rossy berhasil membuat hubungannya lebih dekat dengan Jackson di pesta semalam.
Kelvin sama sekali tidak tahu Jackson, Rossy, dan Chandra akan mengunjunginya sebentar lagi.
Jackson yang melarang Rossy memberitahukan Kelvin sewaktu dalam perjalanan menuju Healing Hands Hospital karena Jackson ingin memberi kejutan dan melihat ekspresi kegembiraan Kelvin.
***Di luar pintu kamar pasien Kelvin Hartono***
Robin berdiri tegak di depan kamar pasien Kelvin sambil menunggu kedatangan Jackson.
Semalam Robin mengetahui Felix sudah memberitahukan Jackson tentang Dokter Erik yang siuman sehingga Robin yakin Jackson akan datang pagi ini untuk melihat Kelvin dan juga memeriksa keadaan Dokter Erik.
Robin mendengar suara langkah kaki yang berjalan ke arahnya dari kejauhan sehingga melihat ke arah sana.
Terlihat tubuh tinggi Jackson sedang berjalan dengan tenang dan berwibawa.
Hari ini Jackson tidak menggunakan kursi roda lagi sehingga kharisma dan wibawa yang terpancar dari tubuh Jackson sangat jelas dan nyata.
Jackson tidak sendirian berjalan ke arah Robin, melainkan bertiga dan terlihat jelas mereka bertiga sangat serasi seperti gambaran keluarga kecil yang bahagia.
Robin merasa heran melihat tangan kanan Jackson Wijaya mengandeng seorang wanita muda yang cantik, putih, dan berpenampilan menarik.
"Tuan Jackson mengandeng wanita ke rumah sakit ini pasti untuk menjenguk tuan muda Chandra. Mungkin wanita ini akan menjadi Nyonya Wijaya nantinya," kata hati Robin.
Ketika Robin melihat jelas wajah anak kecil yang digandeng oleh tangan kiri Jackson, wajah Robin menjadi pucat seketika.
Robin melihat ke arah pintu kamar pasien VVIP Kelvin dan wajah anak kecil yang sedang bergandengan tangan dengan Jackson secara bergantian dan berulang kali.
"Sejak kapan tuan muda Chandra keluar dari kamar pasien tanpa sepengetahuanku," kata hati Robin.
Robin menundukkan kepalanya secara spontan karena tahu Jaclson pasti akan memarahinya karena lalai menjalankan tugasnya menjaga Chandra.
"Om Robin," sapa Chandra sambil tersenyum ke Robin.
Robin terpaksa mengangkat kepalanya yang menunduk dan melihat jelas Jackson sudah berdiri didepannya.
"Tuan Jackson. Setiap hari aku menjaga di depan pintu kamar pasien tuan muda dan tidak pernah membiarkan tuan muda keluar dari dalam kamar pasien tanpa sepengetahuanku. Aku selalu menemani tuan muda ketika tuan muda berkeliling di Healing Hands Hospital," ucap Robin.
Robin berusaha membela diri di depan Jackson karena sampai sekarang Robin sendiri pun tidak mengerti bagaimana cara tuan mudanya yang berada di dalam kamar bisa keluar tanpa terlihat olehnya.
"Apakah ada ruangan rahasia di dalam kamar pasien tuan muda sehingga tuan muda bisa menyelinap keluar ?" kata hati Robin.
"Aku tahu, Robin. Sekarang aku memberimu cuti setengah hari. Nanti malam kamu datang lagi untuk berjaga di sini," ucap Jackson dengan suara datar.
__ADS_1
"Baik tuan Jackson," jawab Robin dengan lesu.
Robin mengira Jackson menghukumnya untuk intropeksi diri sampai sore karena kelalaiannya menjalankan tugasnya.😅
"Bye bye Om Robin. See you tonight," kata Chandra sambil melambaikan tangan ke Robin.
Jackson mengamati ekspresi wajah Chandra dan sadar kepribadian Chandra mulai berubah menjadi lebih ceria dari sebelumnya dan sikap itulah yang semestinya ada di anak kecil seumuran Chandra saat ini.
Jackson tahu pasti Rossy lah yang membuat sikap Chandra berubah.
Chandra bukan lagi anak yang pendiam dan memendam semua perasaan di dalam hatinya sehingga tidak akan terlihat jelas emosi apa yang sedang dialami oleh Chandra dari ekspresi wajahnya.
Sama seperti dirinya sendiri yang menjadi pendiam, kaku, dan dingin setelah peristiwa penculikan Susan dua puluh tahun yang lalu.
Kehangatan dan kasih sayang dari Rossy lah yang membuat dirinya dan Chandra bisa membuka hati mereka yang tertutup rapat selama ini.
Jackson bersyukur di dalam hatinya bahwa Miss X yang melahirkan bayi kembarnya adalah Rossy dan bukan wanita lain.
***
"Rossy!"
Rossy melihat ke arah orang yang memanggilnya, Suster Lisa.
Semalam Suster Lisa sengaja menukar shift kerjanya menjadi malam karena ingin menunggu kedatangan Jackson dan Rossy pagi ini.
Suster Lisa baru tiba di Healing Hands Hospital dan berencana menunggu di dalam kamar pasien VVIP Dokter Erik.
Ketika melihat Rossy ingin masuk ke dalam kamar pasien VVIP Kelvin, Suster Lisa segera memanggilnya.
"Suster Lisa," sapa Rossy.
Suster Lisa bergegas menghampiri Jackson dan Rossy.
"Baiklah!" jawab Jackson dengan singkat dan berjalan ke arah pintu kamar pasien VVIP Dokter Erik yang bersebelahan dengan kamar pasien VVIP Kelvin sambil mengandeng tangan Rossy dan Chandra.
Suster Lisa mempercepat langkah kakinya dan membuka pintu kamar pasien VVIP Dokter Erik.
Dokter Erik sudah bangun dan duduk tegak di atas tempat tidurnya. Sejak bangun dari tidurnya yang tidak nyenyak, Dokter Erik sudah menunggu kedatangan Jackson.
"Pagi Dokter Erik," sapa Rossy sambil tersenyum ramah.
Rossy masih mengingat kebaikan dan perhatian Dokter Erik terhadapnya dan Kelvin kecil ketika dirinya bedrest satu minggu di rumah sakit bersalin.
"Miss...Nona Rossy," kata Dokter Erik.
Jackson duduk di kursi dengan tenang sambil menatap tajam ke arah Dokter Erik, sedangkan Rossy dan Chandra berdiri di sisi kiri dan kanan Jackson.
Dokter Erik ingin turun dari tempat tidurnya dan Suster Lisa membantu memapah Dokter Erik.
Mereka berdua berjalan ke arah Jackson dan berhenti tepat di hadapan Jackson.
Dokter Erik berlutut di depan Jackson dan Suster Lisa pun mengikutinya berlutut.
"Maaf tuan Jackson. Semuanya adalah kesalahanku yang merahasiakan Miss X melahirkan bayi kembar serta memberikan bayi kedua ke Miss X. Aku siap menanggung semua konsekuensi atas kesalahanku. Aku mohon tuan Jackson mengampuni Suster Lisa karena aku yang memintanya merahasiakan hal ini," kata Dokter Erik.
"Dokter Erik!" ucap Suster Lisa dengan mata berkaca-kaca.
Rossy ingin maju ke depan memapah Dokter Erik berdiri.
"Rossy!" panggil Jackson dengan tegas.
__ADS_1
Rossy mengurungkan niatnya karena tahu Jackson sedang memberi pelajaran kepada Dokter Erik yang berani membohonginya selama lima tahun, tetapi Rossy tidak tega melihat Dokter Erik yang baru siuman dari komanya harus berlutut dalam waktu yang lama.
"Jackson. Sewaktu melahirkan Chandra dan Kelvin, aku harus bedrest satu minggu di rumah sakit bersalin.Dokter Erik dan Suster Lisalah yang menjagaku dan Kelvin sehingga kesehatanku cepat pulih dan bisa membawa Kelvin pulang dari rumah sakit bersalin," ucap Rossy.
Rossy mencoba mengatakan kebaikan Dokter Erik terhadapnya lima tahun yang lalu dengan harapan bisa mengurangi kemarahan Jackson.
Jackson terdiam sebentar memikirkan perkataan Rossy.
Jackson tahu selama lima tahun ini Rossy pasti menganggap Dokter Erik sebagai penyelamat hidupnya dengan Kelvin karena Dokter Erik lah yang menjaga Rossy selama bedrest di rumah sakit bersalin.
Rossy yang masih berusia tujuh belas tahun waktu itu harus menjadi single parent membesarkan Kelvin sendirian di negara lain.
Jika bukan karena salah satu bayi kembarnya di bawa oleh Rossy, maka saat ini Jackson pun tidak mungkin akan bertemu dengan Rossy.
Kesalahan Dokter Erik lima tahun yang lalu berubah menjadi berkah bagi Jackson yaitu bisa berkumpul bersama dengan Rossy dan Kelvin sekarang.
"Aku memaafkan kalian! "ujar Jackson dengan singkat dan berdiri dari kursinya serta mengandeng tangan Rossy dan Chandra keluar dari kamar pasien VVIP Dokter Erik.
"Terima kasih tuan Jackson! Terima kasih Tuan Jackson!" kata Dokter Erik berulang-ulang sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
Suster Erik membantu Dokter Erik berdiri dan memapahnya ke tempat tidur pasien.
***Kamar pasien VVIP Kelvin Hartono***
Kelvin melompat turun dari tempat tidurnya ketika mendengar suara pintu kamarnya di buka dari luar.
"Mommy!" teriak Kelvin kegirangan sambil memeluk erat Rossy.
Kelvin menjadi syok ketika melihat wajah Jackson muncul di hadapannya setelah Rossy masuk ke dalam kamar pasiennya.
"Dad...daddy," panggil Kelvin dengan suara kecil.
"OMG! Daddy mendengarku memanggil mommy! Bagaimana nih!" teriak hati Kelvin.
Kelvin mengira hanya Rossy yang mengantar breakfastnya dan tidak menyangka Jackson muncul di kamar pasiennya juga.
Biasanya Rossy akan memberi kabar kepadanya melalui sms jika Jackson ikut datang bersama Rossy dan pagi ini Kelvin sama sekali tidak mendapatkan satu sms pun dari Rossy.
Mata Kelvin semakin membulat besar melihat Chandra masuk ke dalam kamar pasiennya setelah Jackson.
"Apa yang sedang terjadi?" kata hati Kelvin sambil melihat ke arah Jackson, Rossy, dan Chandra secara bergantian.
Pagi ini Kelvin mendapatkan kejutan yang luar biasa dari keluarga kecilnya.
***
Selamat malam readers.
Bab ini sudah author buat lebih panjang ya. Semoga readers menyukainya.
Author tahu readers merasa gemas dengan perkembangan cerita novel ini dan ingin secepatnya karakter jahat mendapat karmanya 😁
Sabar ya readers. Author pun ingin mereka segera mendapatkan karmanya.
Semuanya pasti akan terjadi sejalan alur cerita. Author harap reader sabar ya 🤗🙏.
Sesuai janji author di akhir season 1, season 2 ini akan penuh dengan liku-liku perjalanan cinta Jackson Wijaya dan Rossy Hartono beserta ending dari komplotan orang-orang jahat yang ingin mengganggu kehidupan mereka dan hanya dianggap sebagai kerikil kecil bagi Jackson Wijaya 😊
THANK YOU
SALAM SAYANG
__ADS_1
AUTHOR : LYTIE