
***Rumah kontrakan Michelle Angela***
Michelle membaca pesan LINE yang dikirimkan oleh Rossy.
"Chandra. Mommymu akan mengantarkan lunch untuk Kelvin dan kita di Healing Hands Hospital," ucap Michelle.
"Aku bisa bertemu mommy lagi," ucap Chandra dengan senang.
"Aunty akan mencuci baju dulu. Setelah itu kita bersiap-siap untuk berangkat ke Healing Hands Hospital. Kita bisa menunggu mommymu di kantin," kata Michelle.
"Oke aunty Michelle," jawab Chandra dengan patuh.
Chandra mempersiapkan barang-barang yang selalu di bawanya yaitu jaket dan topi Kelvin.
***Healing Hands Hospital***
Michelle dan Chandra tiba di Healing Hands Hospital pukul 11.30.
Michelle membawa Chandra ke meeting room dokter untuk melihat jadwal pekerjaannya untuk shift siang.
Winona, rekan kerja Michelle menghampiri mereka.
Chandra segera menundukkan wajahnya dan menekan topinya supaya lebih menutupi wajahnya sewaktu melihat Winona datang menghampiri mereka.
"Michelle. Bukannya kamu shift siang jam satu nanti? Tumben cepat banget datangnya," tanya Winona.
Hari ini Winona kerja shift pagi di Healing Hands Hospital.
"Aku mau lunch dulu bersama temanku di kantin," jawab Michelle.
"Oh gitu. Ini anak temanmu?" tanya Winona sambil melihat ke arah Chandra.
"Selamat siang aunty," sapa Chandra dengan sopan sambil menunduk.
Winona ingin mendekati Chandra untuk melihat lebih jelas wajah Chandra.
Michelle menarik Chandra ke belakang badannya dengan cepat.
"Ahh.. kamu ini. Anak temanku ini pemalu.Kamu jangan menakutinya. Entar kalau dia nangis, kamu yang harus bertanggung jawab untuk menenangkannya," ujar Michelle.
Michelle tahu kelemahan Winona adalah tidak tahan dengan tangisan dan rewelan anak kecil sehingga Michelle sengaja menakuti Winona supaya Winona mengurungkan niatnya untuk melihat wajah Chandra dengan jelas.
"Oke oke. Aku kan cuma mau lihat wajah tampannya saja," ucap Winona.
"Oh iya Michelle. Kamu ada teman yang akan bertunangan dalam waktu dekat ya?" tanya Winona.
"Bertunangan?" kata hati Michelle.
Sekejap bayangan Violet yang sombong terlintas di pikiran Michelle.
"Ada apa Winona? Kenapa kamu menanyakan tentang hal ini?" tanya Michelle dengan perasaan tidak tenang.
"Tadi pagi seorang wanita datang mencarimu. Dia ingin memberimu kartu undangan untuk ke pesta pertunangannya. Aku bilang kamu shift siang dan minta dia titipin saja kartu undangannya kepadaku. Dia menolak dan bilang harus menyerahkan undangannya secara langsung ke tanganmu," jelas Winona panjang lebar.
"Pasti Violet," kata hati Michelle.
"Biarin aja. Syukur aku tidak ketemu sama dia," ucap Michelle dengan spontan.
"Dia masih ada di Healing Hands Hospital," kata Winona.
"Apa? Di mana dia sekarang?" tanya Michelle.
"Seorang pria membawa karangan buah-buahan datang menemuinya. Aku lihat mereka berdua menuju ke arah kamar pasien VVIP. Sepertinya mereka ingin menjenguk pasien di kamar VVIP itu. Di sana kan ada pasien Pak Felix yang sedang koma. Pasienmu juga kan?" tanya Winona.
__ADS_1
Winona tahu Felix meminta izin dari Dokter Anna supaya Michelle membantunya merawat pasien yang koma.
"KELVIN!" kata hati Michelle dan Chandra bersamaan.
"Aku akan menemuinya," ujar Michelle ke Winona dengan tergesa-gesa dan mengandeng tangan Chandra menuju kamar pasien VVIP Kelvin.
***
"Aunty Michelle. Tenang dulu," kata Chandra ke Michelle yang berjalan cepat menuju kamar pasien VVIP.
Michelle menghentikan langkah kakinya dan menatap ke arah Chandra.
"Mereka tidak mungkin bisa bertemu dengan Kelvin. Ada Om Robin yang menjaga Kelvin di sana," kata Chandra dengan yakin dan tenang.
Selama Robin menjadi bodyguardnya, tidak pernah ada satupun orang luar yang berhasil mendekatinya.
"Oh iya ya. Ada bodyguard yang berjaga di depan kamar Kelvin," kata Michelle sambil menepuk-nepuk dadanya sendiri.
"Kita bisa menunggu mereka disini. Mereka akan melewati tempat ini sewaktu keluar dari arah kamar pasien VVIP," usul Chandra sambil menunjukkan kursi tunggu pasien.
Michelle dan Chandra duduk di kursi tunggu pasien. Mata Michelle mengawasi arah kamar pasien VVIP dengan seksama sehingga tidak menyadari seseorang berdiri di sampingnya.
"Dokter Michelle."
Michelle terkejut mendengar namanya di panggil dan melihat ke sampingnya.
Seorang pria dengan jas putih ciri khas dokter berdiri di sampingnya dan tersenyum ke arahnya.
"Dokter...Dokter Michael??" kata Michelle.
Michelle menyadari pria yang berdiri di sampingnya adalah dokter dari rumah sakit Medical Health yang mengantar Dokter Erik yang sedang koma ke Healing Hands Hospital waktu itu.
"Aku senang Dokter Michelle masih mengenaliku," kata Dokter Michael sambil tersenyum.
Michelle mengurungkan niatnya untuk menanyakan sebab Dokter Michael ada di Healing Hands Hospital karena melihat dengan jelas jas dokter yang dipakai oleh Dokter Michael adalah jas dokter Healing Hands Hospital.
"Sekarang Dokter Michael adalah dokter di Healing Hands Hospital?" tanya Michelle.
"Iya. Ini hari pertamaku bekerja di Healing Hands Hospital," jawab Dokter Michael.
"Sekarang kita adalah rekan kerja. Tidak perlu memanggil dengan panggilan dokter lagi," lanjut Michael.
"Oke Michael. Selamat bergabung di Healing Hands Hospital," kata Michelle sambil menjabat tangan Michael.
Michael melirik sekilas ke arah Chandra yang sedang menunduk dengan topi menutup sebagian wajahnya.
"Dia anak temanku dan sifatnya pemalu," kata Michelle.
"Selamat siang Om," kata Chandra dengan sopan sambil menunduk.
"Siapa namamu?" tanya Michael.
"Kelvin," jawab Chandra dengan singkat.
Entah mengapa Chandra mempunyai perasaan bahwa dokter muda ini sangatlah misterius dan menyimpan rahasia yang kelam.
Walaupun dari penampilannya Michael selalu mengumbar senyum dan bersikap sopan, Chandra merasa tidak nyaman berada di dekatnya.
Michael hanya menganggukkan kepala dan mengalihkan perhatiannya ke Michelle.
"Oke Michelle. Aku kerja dulu ya," kata Michael.
"Oke Michael," jawab Michelle.
__ADS_1
***
"Aunty Michelle. Mereka menuju ke sini," kata Chandra sewaktu melihat Violet dan Febrian sedang berjalan menuju ke arah mereka.
Terlihat jelas suasana hati Febrian sangat tidak baik dan Violet sedang membujuknya.
"Sorry Febrian. Aku tidak tahu ada bodyguard yang menjaga kamar tuan muda Chandra dan tidak memperbolehkan kita menjenguk tuan muda Chandra," kata Violet.
Violet merasa sangat kesal karena di larang oleh Robin untuk menjenguk Chandra.
Tadi pagi Violet mendengar beberapa suster bergosip tentang putra satu-satunya Jackson Wijaya, CEO dari Perusahaan Wijaya sedang sakit dan di rawat di kamar pasien VVIP.
Violet segera menelepon Febrian dan memintanya membeli satu keranjang buah-buahan dengan maksud menjenguk Chandra.
Violet ingin perusahaan milik ayah Febrian menjadi semakin besar jika berhasil bekerjasama dengan Perusahaan Wijaya.
Tidak disangka sangat sulit untuk bertemu dengan Chandra karena ada bodyguard yang berjaga di depan pintu kamar.
"Aku hanya ingin perusahaan papamu menjadi lebih besar jika berkesempatan bekerjasama dengan Perusahaan Wijaya," lanjut Violet.
Febrian tahu Perusahaan Wijaya adalah salah satu perusahaan terbesar di Bali.
Apa yang di lakukan oleh Violet sekarang adalah untuk kemajuan perusahaan papanya .
Mereka tidak bisa bertemu dengan tuan muda Chandra bukanlah kesalahan dari Violet.
"Iya. Kejadian hari ini bukanlah salahmu," kata Febrian ke Violet yang terus menerus meminta maaf kepadanya.
Violet tersenyum senang mendengar perkataan Febrian dan matanya tanpa sengaja melihat Michelle yang sedang duduk di kursi tunggu pasien.
"Akhirnya aku menemukanmu," kata hati Violet.
Violet mengira Michelle sengaja menghindarinya karena tidak mau menerima kartu undangan pertunangannya.
"Kakak Michelle," teriak Violet sambil berlari ke arah Michelle.
Bulu kuduk Michelle berdiri mendengar panggilan mesra dari Violet kepadanya.
"Artis peraih Oscar pun kalah acting darinya," kata hati Michelle.
"Ada apa?" jawab Michelle dengan ketus.
Michelle tidak bisa mengikuti sikap Violet yang bermuka dua dan penuh dengan kepura-puraan.
***
Selamat malam para pembaca setia novel Anak Genius : CEO & His Private Chef.
Akhirnya author berhasil menyelesaikan cerita di bab ini ^~°
Para pembaca setia pasti masih ingat ya siapa Dokter Michael?
Dokter Michael pernah muncul di bab 21. Penasaran kan sama Dokter Michael? Apakah dia adalah saingan Felix untuk mendapatkan cinta Michelle atau.....???
Apakah Rossy akan bertemu dengan Violet dan Febrian di Healing Hands Hospital??
Ikutin terus ya kelanjutan ceritanya .
Jangan lupa klik like setelah membaca ceritanya ya.
Thank You
Author : LYTIE
__ADS_1