
***Ruang praktik Felix Wilson***
Jackson dan Rossy duduk di hadapan Felix.
"Rossy! Kamu pulang ke Bali bersama Kelvin karena ingin mencari darah tali pusat Kelvin di rumah sakit bersalin kan?" tanya Felix dengan serius.
"Iya," jawab Rossy dengan jujur.
"Kamu berhasil mendapatkan darah tali pusat itu?" tanya Felix.
"Rumah sakit bersalin tidak menyimpan darah tali pusat Kelvin maupun Chandra," jawab Rossy sambil menggelengkan kepalanya.
"Selama Kelvin dirawat di Healing Hands Hospital, aku dan beberapa dokter spesialis sudah melakukan perawatan insentif terhadap Kelvin sehingga penyakit leukimianya bisa dikendalikan sampai saat ini," ucap Felix.
"Iya. Penyakit Kelvin saat ini masih memerlukan perawatan insentif darimu Felix," kata Rossy.
"Penyakit Kelvin bisa segera disembuhkan tergantung kepada usaha kalian berdua," ujar Felix.
"Apa maksudmu Felix?" tanya Rossy dengan bingung.
Sementara sudut bibir Jackson terangkat sedikit karena dirinya sudah mengerti dengan jelas maksud perkataan Felix.
"Rossy! Kelvin masih kecil sehingga pengobatan dengan obat-obatan bisa mempengaruhi perkembangan tubuhnya saat dewasa nanti. Jackson menginginkan obat yang bisa menyembuhkan penyakit Kelvin dan tidak ada efek samping apa pun," jawab Felix.
"Iya. Aku mengerti Felix. Aku juga menginginkan hal yang sama dengan Jackson," ucap Rossy dengan yakin.
"Saranku adalah kamu dan Jackson harus lebih berusaha untuk mendapatkan bayi secepatnya supaya bisa menggunakan darah tali pusatnya untuk mengobati Kelvin," kata Felix dengan santai.
Pipi Rossy merona merah seketika, sedangkan Jackson menganggukkan kepalanya dan setuju dengan saran dari Felix.
"Oke. Aku setuju dengan saran Felix. Rossy akan tidur sekamar denganku mulai malam ini," ucap Jackson dengan tenang.
Jackson tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas kedua yang diberikan oleh Felix kepadanya sekarang.
"Apa?" teriak Rossy secara spontan dan secara refleks memegang syal di lehernya.
Rossy tidak berani membayangkan gigitan cinta di lehernya akan bertambah jumlahnya nanti malam.😂
"Felix!" Rossy memanggil Felix dengan suara keras.
"Ada apa Rossy?" tanya Felix.
"Kali ini aku dan Jackson bisa mendapatkan bayinya melalui bayi tabung IVF kan, seperti lima tahun yang lalu?" tanya Rossy.
Wajah Jackson berubah menjadi hitam seperti warna panci di dapur Mansion Wijaya setelah mendengar permintaan Rossy. Tentu saja Felix menyadarinya.
Felix tertawa kecil dalam hatinya melihat reaksi Jackson saat ini.
"Kalian bisa mendapatkan bayi dari program bayi tabung IVF," jawab Felix.
Jackson menatap tajam ke arah Felix setelah mendengar perkataanny, sedangkan Rossy menatap Felix dengan mata berbinar-binar.
__ADS_1
"Benarkah?" tanya Rossy.
"Iya, tetapi....." Felix sengaja tidak melanjutkan perkataannya.
"Tetapi apa, Felix? " tanya Rossy dengan nada khawatir.
"Lima tahun yang lalu, Jackson mengeluarkan syarat untuk memilih ibu kandung yang masih perawan untuk bayi tabung IVF nya . Kamu pasti tahu jelas kan?" tanya Felix.
"Iya Felix," jawab Rossy.
"Adanya syarat itu karena sel telur dari wanita yang belum pernah melahirkan anak adalah sel telur yang sangat sehat dan terbukti dengan adanya si kembar Kelvin dan Chandra sekarang," ucap Felix.
Rossy menganggukkan kepalanya pertanda mengerti dan mempercayai semua perkataan Felix saat ini.
"Sekarang kamu sudah pernah melahirkan sehingga kemungkinan besar bayi tabung IVF yang dihasilkan saat ini adalah bayi yang lebih lemah dan mungkin saja darah tali pusatnya tidak bisa mengobati penyakit Kelvin seratus persen," kata Felix dengan yakin sambil melirik ke arah Jackson yang sudah terlihat tenang dan tidak menatap tajam kepadanya lagi.
"Jackson! Demi kebahagiaan masa depanmu, aku terpaksa berbohong," kata hati Felix.
"Benar juga," ucap Rossy dengan lesu dan termenung memikirkan penyakit Kelvin.
Rossy ingin penyakit leukimia Kelvin sembuh seratus persen sehingga tidak mungkin melakukan program bayi tabung IVF saat ini.
Jackson melirik sekilas ke arah Rossy yang termenung. Jackson bersyukur dalam hatinya Rossy adalah wanita yang polos dan tidak menyadari sama sekali perkataan Felix adalah kebohongan dan ini merupakan berkah baginya. 😂
"Jadi?" tanya Rossy ke Felix setelah tersadar dari lamunannya.
"Kamu dan Jackson harus mendapatkan bayinya tanpa program bayi tabung IVF. Aku yakin bayinya akan sehat dan darah tali pusatnya bisa menyembuhkan penyakit Kelvin seratus persen," jawab Felix dengan yakin.
"Baiklah," ucap Rossy.
"Hah?" ucap Rossy dengan bingung.
Rossy memutar keras lagi pikirannya untuk mencari tahu maksud perkataan Jackson.
"Jackson! Aku akan tidur di kamarmu mulai malam ini," kata Rossy dengan pipi yang memerah seperti kepiting rebus.
"Em," jawab Jackson dengan singkat dan tenang.
Felix menggelengkan kepalanya secara spontan melihat sikap Jackson yang mengerjai Rossy yang polos.
***Kamar pasien VVIP Kelvin Hartono***
Michelle menemani Kelvin dan Chandra bermain board games dan tentu saja Michelle yang kalah terus menerus.😅
Sementara Chandra dan Kelvin bergantian menang. Michelle lebih beruntung daripada Robin karena wajahnya tidak dicoret dengan pulpen walaupun kalah dalam permainan board games.
Beberapa saat kemudian Michelle melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya.
"Chandra, Kelvin. Aunty Michelle pergi kerja dulu ya. Kalian berdua tunggu daddy dan mommy di sini. Mereka pasti akan datang sebentar lagi," kata Michelle sambil memegang kepala Chandra dan Kelvin bergantian.
"Oke aunty Michelle," jawab Chandra dan Kelvin bersamaan.
__ADS_1
"Kita akan mengantar aunty Michelle sampai pintu kamar aja," usul Kelvin.
Chandra menganggukkan kepala petanda setuju dengan usul Kelvin.
Mereka berdua pun berdiri di depan pintu kamar pasien VVIP Kelvin sambil melambaikan tangan ke Michele.
"Bye bye aunty Michelle ," kata Kelvin
"Bye bye aunty Michelle, "kata Chandra.
Michelle tersenyum kecil melihat tingkah putra kembar sahabat karibnya.
Setelah Michelle pergi jauh, Kelvin dan Chandra berjalan masuk kembali ke dalam kamar pasien VVIP Kelvin.
Mereka berdua tidak menyadari Michael mengamati dari kejauhan secara diam-diam.
"Kembar? Ternyata putra Rossy adalah putra Jackson dan kembar," kata hati Michael.
Sejak tiba di Healing Hands Hospital, Michael berpura-pura tidak enak badan dan meminta izin ke dokter bedah seniornya.
Kebetulan hari ini tidak ada operasi berat sehingga dokter bedah senior memperbolehkan Michael pulang untuk beristirahat.
Michael tidak pulang ke rumah kontrakannya dan mengintai kamar pasien VVIP Kelvin dari kejauhan.
Michael melihat Felix dan Michelle masuk ke dalam kamar pasien putra Jackson dan beberapa saat kemudian terlihat Felix keluar dari dalam kamar pasien bersama Jackson dan Rossy.
Michael tahu di dalam kamar pasien VVIP masih ada Michelle dan dua anak kecil.
Hari ini tidak terlihat bodyguard yang berjaga di depan kamar pasien VVIP putra Jackson, tetapi Michael tidak mau bertindak gegabah mendekati kamar pasien VVIP itu.
Hanya Felix dan beberapa dokter spesialis serta suster yang bertugas di kamar pasien VVIP saja yang boleh masuk ke dalam kamar VVIP putra Jackson sehingga Michael memutuskan tetap mengintai dari kejauhan.
Ketika wajah Kelvin dan Chandra terlihat oleh Michael, dirinya langsung mengerti tes DNA yang dilakukan oleh Rossy secara diam-diam adalah tes DNA antara Jackson dan putranya.
Selama ini semua orang hanya mengetahui Jackson mempunyai seorang putra berumur lima tahun dan ternyata kenyataannya putra Jackson adalah kembar dan salah satu putranya tinggal bersama Rossy selama ini.
"Very interesting," ucap Michael sambil tersenyum tipis dan berjalan meninggalkan Healing Hands Hospital.
Walaupun Jackson terlebih dahulu mengetahui tentang rahasia yang disimpan oleh Rossym, tetapi sekarang dirinya juga mengetahui rahasia itu dan mungkin bisa menggunakannya suatu saat nanti.
***
Selamat malam readers.
Readers lebih setuju dedek bayinya melalui bayi tabung IVF atau hasil dari malam panas yang membara antara Jackson Wijaya dan Rossy Hartono?😂😂😂
Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya.
TERIMA KASIH
HAPPY WEEKEND ALL
__ADS_1
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE