Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 100. Alarm handphone


__ADS_3

***Kamar tidur Jackson Wiiaya***


Rossy menggelar bed cover di lantai tepatnya  di antara lemari pakaian dan tempat tidur Jackson. Kemudian memasangkan sarung baru ke bantal dan guling yang akan digunakannya.


Rossy juga mengambil selimut baru yang ada di dalam lemari pakaian.


Rossy takjub dengan tersedianya semua  barang yang lengkap di dalam lemari pakaian Jackson.


Ketika Rossy membaringkan tubuhnya di atas bed cover, lampu tidur di atas meja nakas dimatikan oleh Jackson. Keadaan di dalam kamar menjadi gelap dan sepi.


Rossy tahu itu adalah isyarat Jackson yang ingin tidur dan tidak mau di ganggu lagi.


Rossy mengambil handphonenya dengan perlahan dan menyetel alarm di handphonenya


Besok pagi dirinya harus bangun lebih cepat tiga puluh menit  dari biasanya dan meninggalkan kamar tidur Jackson dengan cepat.


Tepatnya di pukul lima pagi. Rossy yakin sepagi itu belum ada satu pun pelayan Mansion Wijaya yang sudah bangun.


Rossy tidak ingin menjadi bahan gosipan pelayan lain di Mansion Wijaya, yang akan memergokinya keluar dari kamar Jackson jika dia bangun seperti waktu biasanya.


Besok pagi Rossy harus menyiapkan breakfast untuk Felix di Mansion Wijaya.


Felix akan makan breakfast di Mansion Wijaya dan sudah mengirim sms LINE kepada Rossy untuk mengingatkannya.


Rossy termenung sambil menatap langit-langit kamar tidur Jackson.


Tangannya meraba-raba wajahnya yang masih mengenakan foundation berwarna gelap. Karena harus tidur sekamar dengan Jackson, Rossy tidak bisa menghapus riasan di wajahnya dan pasrah harus tidur dengan keadaan wajah penuh riasan.


"Riasan wajah yang tidak dibersihkan dalam semalam akan mudah menyumbat pori-pori dan merusak kulit wajahku. Aku harus menggunakan masker wajah besok," kata hati Rossy.


Rossy membuka rambutnya yang di sanggul sehingga rambut panjang Rossy tergerai. Kemudian Rossy memalingkan tubuhnya menghadap ke arah lemari sehingga membelakangi tempat tidur Jackson.


Rossy menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya dan memejamkan matanya mencoba untuk tidur. Tidak perlu menunggu lama, Rossy sudah  tertidur  lelap.


Walaupun hanya tidur di lantai kamar dengan alas bed cover, Rossy bisa tertidur lelap karena hatinya merasa aman dan tidak terpikirkan tentang penculikan kemarin.


AC di dalam  kamar Jackson posisinya berada di atas lemari pakaian sehingga mengenai wajah Rossy yang menghadap ke sana. Karena kedinginan, Rossy yang terlelap bersin sehingga  membalikkan badannya ke samping dan menghadap ke arah tempat tidur Jackson.


Jackson yang belum tidur di atas tempat tidurnya mendengar suara bersin Rossy dan melihat ke arah samping tempat tidurnya.

__ADS_1


Dalam kegelapan Jackson bisa melihat secara samar-samar Rossy yang tertidur dan sedang menghadap ke arahnya.


Saat ini Rossy sedang bermimpi indah. Di dalam mimpinya Rossy membawa kedua putranya, Kelvin dan Chandra ke Pantai Kuta . Mereka melepaskan  tukik yang baru menetas dari telurnya ke laut dan bersenang-senang di tepi Pantai Kuta.


##tukik : anak penyu ##



Tanpa sadar Rossy ketawa kecil dan terdengar jelas oleh Jackson yang masih memandang ke arah Rossy.


Jackson tidak merasa terganggu dengan suara tawa kecil Rossy Hartono. Malahan membuat Jackson penasaran Rossy sedang memimpikan apa yang membuat Rossy ketawa.


Jackson menatap intens ke arah Rossy dan dalam hati kecilnya Jackson merasa lega karena Rossy bisa tidur nyenyak.


Jackson memang sengaja meminta Rossy tidur di lantai kamarnya malam ini.


Tujuan Jackson adalah untuk membuat Rossy merasa aman karena setidaknya ada dirinya yang berada di ruangan yang sama dengan Rossy malam ini.


Jackson tahu Rossy


yang tidur sendirian di dalam kamarnya akan merasa takut dan tidak nyaman karena peristiwa penculikan itu pasti akan terpikirkan terus menerus oleh Rossy.


Jackson dan Rossy tidur dengan pulas, yang mungkin dikarenakan susu hangat yang mereka minum ataupun karena suasana hati mereka. Hanya mereka berdua yang tahu.


Pagi hari Jackson terpaksa harus bangun dari tidur nyenyaknya karena  suara alarm handphone Rossy yang berdering keras.


"Rossy Hartono!"


Jackson berteriak keras memanggil nama lengkap Rossy.


Rossy membuka matanya dengan terkejut dan melihat sekeliling kamar. Rossy baru ingat semalam dirinya tidur di dalam kamar Jackson.


Suara alarm dari handphone Rossy menggema di dalam kamar sehingga Rossy buru-buru mematikan alarm handphonenya dan menatap ke arah Jackson dengan rasa bersalah.


"Maaf tuan Jackson," kata Rossy.


Jackson menyalakan lampu meja di samping tempat tidurnya dan melihat ke pergelangan tangannya.


"Jam lima pagi?" tanya Jackson dengan ketus.

__ADS_1


Rossy sama sekali lupa jika suara alarm handphonenya selain bisa membangunkan dirinya, juga akan membangunkan Jackson yang berada di kamar yang sama dengannya.


"Eh iya tuan Jackson. Aku..aku harus menyiapkan breakfast sekarang," kata Rossy sambil menyambar handphone, bed cover, selimut, serta bantal guling di lantai dengan cepat. Kemudian memeluknya dengan erat di dadanya dan berlari keluar dari kamar Jackson.


Jackson hanya bisa memegang keningnya yang mengerut dengan telapak tangannya sambil menatap ke arah pintu kamar yang sudah tidak terlihat bayangan Rossy sama sekali.


"Lari nya cepat sekali," kata hati Jackson.


Jackson tidak bisa melanjutkan tidurnya lagi sehingga menelepon Pak Lesmana untuk datang ke kamarnya untuk membantu Jackson bersiap-siap ke Perusahaan Wijaya.


***


Rossy membuka pintu kamarnya sambil terengah-engah karena berlari kencang dari kamar tidur Jackson menuju kamarnya.


Bed cover, selimut, serta bantal guling yang berada di dalam pelukkannya dilempar oleh Rossy ke tempat tidurnya. Kemudian Rossy bergegas mandi dan bersiap-siap untuk memasak breakfast di dapur Mansion Wijaya.


Rossy merasa bersalah karena secara tidak sengaja membuat Jackson ikut terbangun karena suara alarm handphonenya dan meninggalkan Jackson sendirian.


Rossy bisa membayangkan wajah Jackson pasti sudah sehitam wajan di dapur Mansion Wijaya.


"Bukan salahku sepenuhnya karena dia yang menyuruhku tidur di kamarnya semalam." Rossy berusaha menenangkan hatinya sendiri.


Mata Rossy menatap ke arah perlengkapan tidur yang di bawanya dari kamar tidur Jackson tadi sehingga Rossy wanita muda itu memukul kepalanya sendiri dengan spontan.


"Kenapa Aku membawa bantal, guling, dan selimut ke kamarku?" kata Rossy.


Rossy menyadari kebodohannya tadi yang secara refleks membawa semuanya ke dalam kamarnya.


Sekarang Rossy merasa bingung bagaimana mengembalikan perlengkapan tidur ini tanpa terlihat oleh pelayan Mansion Wijaya yang lain.


"Aku akan mengembalikannya nanti malam," kata hati Rossy.


***


UP 2 BAB UP 2 BAB UP 2 BAB


UP 2 BAB UP 2 BAB UP 2 BAB


UP 2 BAB UP 2 BAB UP 2 BAB

__ADS_1


__ADS_2