
***Ruang rapat direksi Perusahaan Wijaya***
Dua puluh menit kemudian Venesia datang sambil membawa bahan-bahan untuk memasak mac n cheese yang di belinya dari mini market terdekat.
Jackson meminta Venesia membawa Rossy ke ruang pantry untuk mulai memasak mac n cheese.
# Biasanya perusahaan besar mempunyai ruang pantry. Ruang pantry digunakan untuk tempat makan dan berkumpul pada jam istirahat karyawan. Bukan hanya sebagai tempat makan saja, ruang pantry juga sebagai sarana bersosialisasi dan merilekskan diri#
***Ruang pantry Perusahaan Wijaya***
Rossy terkagum melihat ruang pantry Perusahaan Wijaya yang sangat luas dan di tata dengan interior yang nyaman dan menarik.
Walaupun tidak sebesar dapur Mansion Wijaya, ruang pantry Perusahaan Wijaya memiliki beberapa peralatan dapur yang bisa di gunakan karyawannya.
Untuk membuat kopi saja tersedia dua macam mesin kopi. Mesin automatic yang biasanya disebut juga mesin pod coffee dan Mesin super automatic.
#Gambar mesin super automatic#
#Gambar mesin automatic / mesin pod coffee#
Selain itu ada oven microwave dan juga kulkas transparan berisi berbagai jenis jus dan soft drink.
#gambar kulkas transparan#
Rossy mencuci tangannya dengan air bersih dan sabun kemudian mulai memasak mac n cheese.
Rossy mengambil mangkuk tahan panas dan menuangkan macaroni ke dalamnya. Kemudian menambahkan air. Mangkuk yang berisi macarani dimasukkan ke dalam microwave selama lima menit. Setelah macaroninya matang, Rossy menambahkan susu full cream, sejumput lada, keju parut, dan keju parmesan di atasnya. Kemudian di masukkan lagi ke dalam microwave selama 40 detik.
Rossy mengeluarkan mangkuk yang berisi mac n cheese dari dalam oven microwave dan meletakkannya di atas nampan yang sudah dipersiapkannya. Kemudian Rossy berjalan menuju ruang rapat direksi sambil membawa nampan itu.
Venesia sangat syok melihat Rossy yang sangat gesit dan cepat bisa memasak satu jenis masakan.
"Tuan Jackson tidak berbohong. Nona Rossy sangat pintar memasak," kata hati Venesia.
Sewaktu di dalam ruang rapat direksi, Venesia pun mencurigai Jackson berbohong.
Tetapi sekarang Venesia percaya dengan perkataan Jackson. Jackson pasti sudah sembuh karena tertarik dengan masakan Rossy.
Venesia mengikuti ke ruang rapat direksi karena ingin melihat dengan matanya sendiri Jackson bisa makan makanan.
***Ruang rapat direksi Perusahaan Wijaya***
Sewaktu Rossy berjalan masuk ke dalam ruang rapat direksi, para pemegang saham yang sudah berada di dalamnya melihat Rossy dengan antusias.
Rossy meletakkan mangkuk yang berisi mac n cheese di depan Jackson.
"Maaf tuan Jackson. Karena waktu yang terbatas, aku hanya bisa menyediakan mac n cheese," ucap Rossy.
"Tidak apa-apa," kata Jackson dengan singkat.
__ADS_1
Indra melirik sekilas mac n cheese yang berada di depan Jackson.
"Tidak di sangka masakan nona Rossy sangat harum. Betul tidak Jackson?" tanya Indra.
Indra mengingat dengan jelas Jackson sama sekali tidak bisa mencium aroma masakan apapun. Setiap kali mencium aroma masakan dari jarak dekat, Jackson akan merasa mual dan muntah.
"Ayo cium aroma makanannya. Aku yakin kamu akan merasa mual," kata hati Indra.
Jackson dan Rossy tahu jelas apa maksud tersembunyi perkataan Indra.
Jackson mendekatkan hidungnya ke arah mac n cheese di depannya.
Semua mata memandang ke arah Jackson untuk melihat reaksi wajahnya.
"Masakan Rossy tidak pernah mengecewakanku. Bahkan masakan yang simpel ini pun bisa tercium harum," kata Jackson.
Indra merasa kesal karena tidak melihat reaksi Jackson yang merasa mual setelah mencium aroma mac n cheese.
"Benarkah Jackson sudah sembuh?" kata hati Indra.
"Jackson bisa mulai makan mac n cheese nya sekarang," kata Kusuma.
Kusuma masih belum percaya mac n cheese itu bisa masuk ke dalam mulut dan di telan oleh Jackson.
"Iya benar CEO Jackson. Makanannya harus di makan selagi hangat."
"Kami sangat bahagia bisa melihat CEO Jackson makan dan sembuh dari penyakitnya."
"CEO Jackson sangat beruntung sekali memiliki koki pribadi yang pintar memasak dan bisa menyembuhkan penyakitnya."
Rossy yang mendengar semua ucapan para pemegang saham itu merasakan telinganya panas.
Rossy merasa sangat marah karena mereka semua bergabung membully Jackson. Tanpa sadar Rossy menggunakan tangannya menepuk meja dengan keras. Semua orang di dalam ruang rapat direksi terdiam dan melihat ke arah Rossy.
"Apa yang kamu lakukan nona Rossy?" tanya Kusuma dengan marah.
"Aku yang harus bertanya kepada kamu dan juga para pemegang saham. Apa yang sedang kalian lakukan?" teriak Rossy dengan emosi.
"Kita sedang menunggu Jackson membuktikan penyakitnya sudah sembuh," jawab Kusuma.
"Makanan adalah untuk dibnikmati. Sebagai seorang koki, aku tidak bisa menahan diri melihat kalian memaksa tuan Jackson makan."
Rossy tidak merasa takut pada siapapun di ruangan ini dan berani berargumen dengan mereka. Agung setuju dengan perkataan Rossy dan akhirnya membuka suara.
"Kalian jangan memaksa Jackson," kata Agung. Karena Agung sudah bersuara, para pemegang saham lainnya pun terdiam dan tidak berani berkata apa pun.
" Kita tidak memaksanya. Jackson lah yang ingin makan di depan kita untuk menunjukkan penyakitnya sudah sembuh!" kata Kusuma.
"Kamu!!" Rossy mengucapkan perkataannya sambil menunjuk wajah Kusuma dengan tangan kanannya.
Rossy yang masih ingin berdebat dengan Kusuma merasakan pergelangan tangan kirinya di gengam dengan erat.
Rossy melihat ke arah Jackson Wijaya. Rossy tahu Jackson mencegahnya untuk berdebat dengan Kusuma. Akan tetapi, Rossy tidak bisa menahan diri ketika melihat Jackson di paksa makan makanan di depan matanya.
"Tuan Jackson. Jika kamu tidak ingin memakannya, kamu bisa menolaknya. Tidak ada yang bisa memaksamu!" kata Rossy.
Hati Jackson terasa hangat ketika mendengar perkataan Rossy. Pada saat ini Jackson bisa merasakan bagaimana rasanya di lindungi oleh seseorang.
Sudah lama sekali Jackson tidak merasakannya. Semenjak orang tuanya meninggal karena kecelakaan mobil, Jackson kecil memaksa dirinya untuk mandiri dan bersikap melindungi diri sendiri.
__ADS_1
Jackson tidak menolak perasaan hangat yang menyelimuti hatinya saat ini dan ingin mendapatkan lebih banyak lagi.
Semua orang menatap Jackson yang terdiam setelah mendengar perkataan Rossy.
"Ha ha ha. Kamu bisa menolak memakannya. Itu membuktikan kamu berbohong," kata hati Kusuma.
Jackson melepaskan tangannya yang memegang pergelangan tangan Rossy dan melihat senyum kemenangan di wajah Kusuma dan Indra.
"Aku akan makan!" kata Jackson dengan singkat.
Jackson mengambil makaroni di mangkuknya dengan sendok dan memasukkannya ke dalam mulutnya.
"OH NO!" teriak Rossy di dalam hati.
Rossy tidak bisa mencegah Jackson lagi dan hanya bisa terdiam melihat mulut Jackson yang bergerak mengunyah makaroni.
Kusuma dan Indra pun melihat dengan ssksama ekspresi wajah Jackson sewaktu memakan makaroni itu.
Wajah Jackson terlihat tenang dan tidak mencerminkan ekspresi tersiksa.
Satu sendok.
Dua sendok.
Tiga sendok.
Empat sendok.
Lima sendok.
Rossy menghitung di dalam hati jumlah sendok yang berisi makaroni yang masuk ke dalam mulut Jackson.
Macaroni n cheese di dalam mangkuk habis dalam hitungan lima sendok.
Semua orang di dalam ruang rapat direksi menahan nafas melihat Jackson berhasil menghabiskan semangkuk macaroni n cheese.
***
Selamat malam readers.
Hari ini author sudah up 3 bab ya
Jangan lupa membaca kelanjutan ceritanya besok ya.
LOVE YOU ALL
Author : LYTIE
UP 3 BAB UP 3 BAB UP 3 BAB
UP 3 BAB UP 3 BAB UP 3 BAB
UP 3 BAB UP 3 BAB UP 3 BAB
Bonus tentang mesin pembuat kopi yang muncul di dalam bab ini :
*Mesin super-automatic. Mesin tipe ini bisa dikatakan mengambil alih semua tugas yang biasa dilakukan barista dalam membuat espresso. Terutama juga jika kamu, misalnya, sering merasa terlalu malas untuk menggiling, memadatkan dan memanaskan kopi di pagi hari, nah mesin super-automatic ini adalah pilihan yang tepat. Cara menggunakannya pun sangat simpel, cukup tekan satu tombol dan mesin espresso ini akan segera membuat kopi sesuai menu yang dipilih.
*Mesin automatic. Ada juga yang menyebut mesin ini dengan istilah mesin pod coffee. Salah satu cirinya adalah ia memerlukan penggunaan kapsul untuk membuat kopi. Mesin semacam Dolce Gusto dan Nespresso termasuk ke dalam tipe ini.
__ADS_1