
***Restoran Hartono***
Seperti hari-hari sebelumnya, siang ini Agung makan lunch di Restoran Hartono.
Agung sangat menyukai Restoran Hartono. Selain karena kenangan indah keluarga kecil Satria tersimpan di Restoran Hartono, juga karena ada Thomas yang sering menemaninya mengobrol di sana.
Saat ini hubungan Agung dan Thomas sudah seperti teman akrab.
Agung sudah mengetahui tentang bagaimana asal mula Restoran Hartono ini di rintis dan juga mengenai keluarga Hartono.
Thomas yakin Agung adalah orang tua yang bijaksana sehingga tidak merasa malu menceritakan masa lalu nya ke Agung.
Agung tahu Restoran Hartono ini sangat berarti bagi Thomas karena mempunyai banyak kenangan bersama Isabella , istri Thomas yang sudah meninggal sewaktu melahirkan putri mereka.
Agung sangat prihatin ketika mendengar cerita Thomas tentang dirinya di masukkan ke dalam penjara karena masalah keracunan makanan di Restoran Hartono yang di sebabkan oleh karyawan kepercayaannya memesan bahan makanan yang tidak fresh sehingga akhirnya putri pertama Thomas terlibat pergaulan bebas dan melahirkan bayi di luar nikah.
Sekarang putri pertama Thomas tinggal di Amerika bersama bayi yang di lahirkannya lima tahun yang lalu.
Kalau saja lima tahun yang lalu Agung sudah mengunjungi Restoran Hartono dan mengenal Thomas, Agung pasti akan membantu mengeluarkannya dari penjara sehingga tidak akan ada kejadian yang menimpa putri pertamanya dan menyebabkan Thomas berpisah dengan putri pertamanya selama lima tahun.
Agung sangat percaya diri dengan kemampuannya menilai seseorang karena sudah berada di dunia bisnis yang berliku-liku selama puluhan tahun.
Agung mempunyai firasat putri pertama Thomas terlibat pergaulan bebas mungkin ada hubungannya dengan Wulan Sari.
Agung yang ikut menguping percakapan antara Thomas dan Wulan Sari beberapa hari yang lalu ketika membawa Chandra makan bakmi ayam legendaris di Restoran Hartono sangat yakin Wulan Sari adalah orang yang materialistik dan cemburuan karena ingin Thomas menjual Restoran Hartono dengan cepat.
Wulan Sari pasti tidak mau Thomas masih mengenang istri pertamanya sehingga mendesak Thomas untuk menjual Restoran Hartono.
Agung tahu Thomas sangat menyayangi dan merindukan putri pertamanya yang sedang berada di Amerika.
Agung sedang merencanakan akan membantu Thomas mencari putrinya di Amerika supaya mereka bisa berkumpul kembali.
Agung yakin Rossy, putri pertama Thomas pasti akan mempertahankan Restoran Hartono ini dan tidak akan menjualnya.
Agung ingin Restoran Hartono ini tetap ada sehingga kenangan keluarga kecil Satria bisa tersimpan selamanya di Restoran Hartono.
Agung masih belum mempunyai kesempatan untuk membawa Jackson ke Restoran Hartono ini.
Agung yakin Jackson juga akan sependapat dengannya, menginginkan Restoran Hartomo tetap ada dan tidak di jual ke agen properti.
***
Agung menghabiskan bakmi ayam legendaris di mangkuknya dengan lahap.
"Thomas. Bakmi ayam legendarisnya semakin enak," puji Agung.
"Terima kasih pujiannya tuan Agung," jawab Thomas sambil tersenyum.
Agung teringat akan pengumuman yang tertempel di pintu masuk Restoran Hartono.
"Thomas. Sabtu ini Restoran Hartono tutup kah? Aku membaca pengumumannya di pintu masuk tadi," ucap Agung.
"Iya tuan Agung. Sabtu ini putri keduaku, Violet akan mengadakan pesta pertunangan sehingga Restoran Hartono tidak buka di hari itu," jawab Thomas.
Agung ingat Thomas pernah menceritakan tentang putri keduanya yang merupakan putri Thomas dengan Wulan Sari.
__ADS_1
"Selamat untuk pertunangan putri keduamu," kata Agung sambil tersenyum.
"Terima kasih tuan Agung," ucap Thomas.
"Dina!" Thomas memanggil karyawannya yang berada di depan meja kasir dan menganggukkan kepala ke karyawannya itu.
Dina berjalan menghampiri Thomas yang sedang duduk mengobrol bersama Agung sambil membawa benda berwarna merah di tangannya.
"Ini Pak Thomas," kata Dina sambil menyerahkan benda itu.
"Terima kasih," ucap Thomas dan melihat ke arah Agung.
"Tuan Agung jika berkenan bisa menghadiri pesta pertunangan Violet di Ballroom Hotel H sabtu ini," kata Thomas sambil menyerahkan kartu undangan berwarna merah ke Agung.
Thomas memang berencana mengundang beberapa pelanggan setia di Restoran Hartono untuk menghadiri pesta pertunangan Violet dan Febrian.
Agung menerima kartu undangan berwarna merah itu dan membacanya dengan saksama.
"Pesta topeng?" tanya Agung setelah membaca isi di dalam kartu undangan.
"Iya tuan Agung. Anak muda zaman sekarang banyak sekali ide untuk membuat pesta pertunangan. Aku tidak bisa menolaknya," jawab Thomas sambil tertawa kecil.
Agung menganggukkan kepala pertanda setuju dengan pemikiran Thomas.
"Baiklah. Aku pasti akan menghadiri pesta pertunangan putrimu," kata Agung.
"Terima kasih tuan Agung," ucap Thomas.
***Vila Wijaya***
Seperti biasa Indra akan menemani Agung bermain catur di ruang tamu terlebih dahulu sebelum mereka makan malam bersama di Vila Wijaya.
"Bagaimana dengan ayahmu? Dia masih sering berkumpul dengan teman-temannya untuk minum-minum setiap malam? Apa yang di katakan oleh Jackson benar. Ayahmu harus menjaga kesehatan ginjalnya," kata Agung.
"Iya kakek. Aku dan ibu sudah menasehati ayah. Sekarang Ayah sudah mengurangi kebiasaannya berkumpul dan minum-minum bersama temannya, " jawab Indra.
"Baguslah. Kamu harus rajin mengingatkan ayahmu. Ayahmu sangat keras kepala," pesan Agung.
"Baik kakek," jawab Indra.
Agung dan Indra melanjutkan permainan catur mereka dengan tenang.
Agung dan Indra fokus memikirkan strategi untuk menjalankan catur.
Suara dering handphone Agung yang berada di atas meja, memecahkan kesunyian di Vila Wijaya.
Indra melirik sekilas ke layar handphone Agung untuk mencari tahu siapa yang menelepon kakeknya.
"Pak Lesmana," kata hati Indra setelah melihat nama itu muncul di layar handphone Agung.
Indra tahu Pak Lesmana adalah orang kepercayaan Agung dua puluh tahun yang lalu dan sekarang menjadi kepala pelayan di Mansion Wijaya.
"Pasti tentang Jackson," kata hati Indra.
__ADS_1
"Halo," ucap Agung ketika mengangkat telepon.
"Tuan Agung. Aku ingin menyampaikan kabar gembira," kata Pak Lesmana di sambungan telepon.
"Apa kabar gembiranya?" tanya Agung dengan antusias.
Wajah Indra menjadi pucat karena yakin kabar gembira yang di sampaikan oleh Pak Lesmana pasti lah merupakan kabar buruk bagi dirinya dan Kusuma.
"Benarkah? Ha ha ha. Aku sangat senang cedera pinggang Jackson sudah sembuh total," ujar Agung.
Indra merasa kesal dengan berita baik yang di sampaikan oleh Pak Lesmana.
Jackson yang sehat dan tidak mempunyai penyakit eating disorder akan membuat Indra lebih sulit merebut posisi CEO dan Perusahaan Wijaya dari tangan Jackson.
Indra berusaha menahan perasaan hatinya yang sudah mulai gelisah dan tidak tenang.
Indra tidak ingin menunjukkannya di depan Agung sehingga mengalihkan perhatiannya dari Agung yang masih berbicara di telepon dengan Pak Lesmana.
Mata Indra tertuju pada sebuah kartu undangan berwarna merah menyala yang berada di dekat papan catur.
Sewaktu datang ke Vila Mansion, Indra sudah melihat keberadaan kartu undangan itu. Akan tetapi, Indra tidak terlalu memedulikannya.
Sekarang Indra merasa tertarik dengan kartu undangan itu.
Setelah Agung menutup sambungan teleponnya dengan Pak Lesmana, Agung menyadari Indra Wijaya sedang menatap ke arahnya.
"Ada apa Indra?" tanya Agung.
"Kakek mau ke acara pesta kah?" tanya Indra sambil menunjuk kartu undangan berwarna merah itu.
"Iya. Putri teman kakek akan mengadakan pesta pertunangan hari sabtu ini," jawab Agung dengan jujur.
"Teman kakek? Pasti pemilik perusahaan terkenal. Aku harus menggunakan kesempatan ini," kata hati Indra.
"Aku tidak acara sabtu ini. Bolehkah aku menemani kakek menghadiri pesta pertunangan itu?" tanya Indra.
Agung yang tidak mengetahui maksud hati dari Indra, tentu saja tidak akan melarang cucunya untuk ikut dengannya ke pesta pertunangan.
"Boleh saja. Sabtu nanti kamu datang ke Vila Wijaya dan temanin kakek ke pesta pertunangan ini," ucap Agung.
"Baik kakek," jawab Indra dengan antusias.
***
Selamat siang readers.
Masih ada 1 bab lagi ya.
Pesta pertunangan Violet dan Febrian pasti ramai deh.
Semuanya berkumpul di sana 😆😆😆
Ada Jackson, Rossy, Felix, Michael, Agung dan Indra.
TERIMA KASIH
__ADS_1
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE