
***Dapur Mansion Wijaya***
Rossy sedang berada di dapur Mansion Wijaya untuk memasak dinner, dibantu oleh Pak Simon dan Bu Liana.
Tadi siang Jackson mengirim sms LINE kepada Rossy meminta dibuatkan bakmi ayam untuk dinner.
Rossy merasa senang karena ini pertama kalinya Jackson ingin makan satu jenis makanan, yang membuktikan selera makan Jackson semakin baik dari hari ke hari.
Rossy membuat masakan pelengkap untuk bakmi ayam yaitu pangsit kuah dan juga pangsit goreng.
Kelvin sangat menyukai pangsit goreng sehingga Rossy menyiapkan seporsi pangsit goreng untuk dinner Kelvin yang akan di antar oleh Pak Lesmana ke Healing Hands Hospital seperti biasanya.
Pak Lesmana berjalan masuk ke dalam dapur Mansion Wijaya.
"Nona Rossy! Tuan Jackson sudah pulang dan berada di ruang makan bersama tuan muda Chandra," kata Pak Lesmana.
"Baik Pak Lesmana. Aku akan merebus bakmi nya sekarang," ucap Rossy.
Rossy yang memberi pesan kepada Pak Lesmana untuk memberitahukannya jika Jackson sudah pulang ke Mansion Wijaya sehingga Rossy bisa membuat bakmi ayam yang hangat untuk dimakan oleh Jackson dan Chandra.
Sementara masakan yang lain sudah dihidangkan oleh para pelayan Mansion Wijaya di atas meja makan.
***Ruang makan Mansion Wijaya***
Jackson melihat Rossy membawa nampan berisi dua mangkuk bakmi ayam, di ikuti oleh Bu Liana yang juga membawa nampan berisi satu mangkuk bakmi ayam.
Bu Liana meletakkan mangkuk bakmi ayam di depan Chandra.
"Terima kasih aunty," kata Chandra.
"Sama-sama tuan muda Chandra," ucap Bu Liana sambil tersenyum.
Bu Liana sudah menikah dengan Pak Simon selama dua tahun dan mereka berdua merencanakan mempunyai bayi sehingga Bu Liana sangat suka melihat wajah Chandra dengan harapan bayinya nanti akan setampan Chandra.
"Bu Liana!" Jackson memanggil Bu Liana secara tiba-tiba.
"Iya tuan Jackson," jawab Bu Liana dengan cepat.
Selama bekerja di Mansion Wijaya, Jackson sama sekali tidak pernah memanggil pelayan Mansion Wijaya lainnya.
Pak Lesmana sebagai kepala pelayan Mansion Wijaya lah yang setiap hari mempunyai kesempatan berbicara dengan Jackson.
"Tolong ambilkan satu mangkuk kosong," kata Jackson dengan suara datar.
"Baik tuan Jackson," jawab Bu Liana dan segera berlari ke dapur Mansion Wijaya untuk melaksanakan tugas pertama yang diberikan oleh Jackson secara langsung.
Rossy meletakkan mangkuk bakmi ayam untuk Jackson dan dirinya sendiri di atas meja, lalu duduk di samping Jackson.
"Mungkin porsi satu mangkuk bakmi ayam ini sangat banyak sehingga Jackson meminta mangkuk kosong," kata hati Rossy saat mendengar permintaan Jackson ke Bu Liana.
Rossy ingin makan bakmi ayamnya dan dicegah oleh Jackson.
"Tunggu sebentar!" kata Jackson sambil meletakkan telapak tangannya menutupi mangkuk bakmi ayam legendaris.
Chandra yang mendengar perkataan Jackson juga meletakkan kembali garpunya di mangkuk.
"Iya mommy. Bakmi ayamnya masih panas," ucap Chandra.
Chandra menduga Jackson mencegah Rossy makan bakmi ayam karena masih panas.
"Oke," jawab Rossy.
Beberapa saat kemudian Bu Liana berlari kecil ke ruang makan dan memberikan mangkuk kosong ke Jackson.
"Ini mangkuknya tuan Jackson," kata Bu Liana.
Jackson menganggukkan kepalanya dan mengangkat telapak tangannya dari atas mangkuk bakmi ayam milik Rossy.
"Saatnya makan," kata Rossy sambil memegang garpunya dan mata Rossy membulat besar ketika Jackson mengambil mangkuk bakmi ayam miliknya.
"Jackson," panggil Rossy.
Jackson tidak berkata apa pun dan menuangkan sebagian bakmi ayam milik Rossy ke mangkuk kosong, lalu mengembalikan mangkuk bakmi ayam Rossy.
"Makanlah," ucap Jackson sambil menatap Rossy dengan tatapan mata lembut.
"Baiklah," jawab Rossy dengan pipi merona merah.
__ADS_1
Rossy baru sadar tujuan Jackson Wijaya adalah makan semangkuk bakmi ayam berdua dengannya.
Jackson merasa puas bisa makan semangkuk bakmi ayam berdua dengan Rossy.
Chandra dapat merasakan suasana hati Jackson sangat baik.
"Daddy ingin semangkuk berdua dengan mommy," kata hati Chandra.
***Rumah Hartono***
Thomas, Wulan Sari, dan Violet sedang makan malam bersama di ruang makan. Beberapa hari ini Violet bersikap sebagai anak yang baik dan selalu tinggal di rumah.
Violet terpaksa harus menghabiskan waktunya di rumah karena teman-teman clubbing nya tidak mengangkat telepon setiap kali Violet menelepon mereka.
Keadaan Wulan Sari pun tidak lebih baik dari pada Violet. Setiap hari Wulan Sari harus menemui Boris dan merelakan dirinya menjadi 'bonus' untuk Boris.
Wulan Sari sudah membayar ganti rugi dua puluh juta untuk kedua preman yang dirawat di rumah sakit.
Boris sama sekali tidak tahu Wulan Sari masih memiliki simpanan sebanyak seratus juta lebih setelah membayar dua puluh juta kepadanya.
Boris sangat puas bisa mendapatkan 'bonus' setiap hari dan sama sekali tidak memedulikan kedua preman bawahannya yang dirawat di rumah sakit. Uang dua puluh juta itu digunakan oleh Boris untuk bersenang-senang.
Kejadian kedua anak buahnya yang terluka,membuat Boris memiliki kesempatan untuk mengontrol Wulan Sari.
"Thomas. Kenapa kamu kelihatan senang sekali malam ini? Hari ini banyak pelanggan di restoran kah?" tanya Wulan Sari.
"Aku senang karena bertemu dengan Rossy," jawab Thomas sambil tersenyum lebar.
"Apa?" Wulan Sari dan Violet berteriak bersamaan serta berdiri dari kursi mereka.
Wajah mereka berdua menjadi pucat seperti warna kertas.
Thomas merasa bingung dengan reaksi Wulan Sari dan Violet. Wulan Sari duduk kembali kursinya dan Violet pun mengikutinya.
"Kamu bertemu Rossy di mana?" tanya Wulan Sari sambil memaksakan senyuman palsu yang selama ini selalu menghiasi bibirnya ketika bersama Rossy di hadapan Thomas.
"Di Restoran Hartono," jawab Thomas dengan jujur.
Thomas mengira Wulan Sari dan Violet terkejut karena masalah kesalahpahaman pada waktu pesta pertunangan Violet sabtu lalu.
"Rossy sedang bekerja," jawab Thomas.
"Bekerja? Rossy bekerja dimana, ayah?" tanya Violet.
"Sebagai koki pribadi," jawab Thomas.
Violet tersenyum lebar mendengar jawaban Thomas.
"Benar kan dugaanku? Hari itu Jackson Wijaya cuma ingin menjaga harga dirinya sendiri karena sebagai pasangan Rossy dan bukan karena ada hubungan istimewa dengan Rossy. Bagaimana mungkin Jackson Wijaya akan membiarkan wanitanya bekerja sebagai koki?" kata hati Violet.
"Lain kali jika Rossy mencarimu,kamu bisa memberitahuku. Aku juga ingin melihat keadaan Rossy sekarang," kata Wulan Sari.
"Baiklah," jawab Thomas sambil menganggukkan kepalanya dan meneruskan makan malamnya.
Wulan Sari dan Violet saling memberi isyarat mata untuk menenangkan satu sama lain.
Mereka berdua yakin Thomas hanya bertemu dengan Rossy sebentar dan belum mengetahui kebohongan mereka lima tahun yang lalu.
***Mansion Wijaya***
Hari sabtu telah tiba yang berarti Jackson dan Rossy akan melakukan kencan pertama mereka.
Sewaktu Jackson berangkat ke Perusahaan Wijaya, Jackson memberi pesan kepada Rossy untuk bertemu di taman bermain jam satu siang.
Pak Benyamin yang akan mengantar Rossy ke taman bermain, sedangkan Jackson akan berangkat langsung dari Perusahaan Wijaya ke taman bermain.
Hari ini Rossy hanya memasak breakfast dan bersama Chandra mengantar breakfast untuk Kelvin di Healing Hands Hospital.
Untuk lunch dan dinner Kelvin beserta Chandra akan di masak oleh Pak Simon dan Bu Liana.
Rossy sedang berada di dalam kamar tidur Jackson dan berada di depan lemari pakaian memilih pakaian yang akan dikenakannya untuk kencan pertamanya bersama Jackson.
Terdengar suara ketukan pintu kamar. "Masuklah!" kata Rossy.
Pak Lesmana berjalan masuk ke dalam kamar sambil memegang sebuah kotak berukuran besar berwarna merah muda.
__ADS_1
"Nona Rossy! Ada kiriman dari Tuan Jackson!" kata Pak Lesmana sambil tersenyum lebar dan meletakkan kotak berwarna merah muda itu di atas tempat tidur.
"Terima kasih Pak Lesmana," jawab Rossy.
Setelah Pak Lesmana keluar dari kamar tidur, Rossy melihat kotak berwarna merah muda yang berada di atas tempat tidur. Kotak yang sangat spesial dan berkesan elegan.
Rossy bisa membaca dengan jelas logo 'ATHENA' di atas kotak berwarna merah muda itu.
Handphone Rossy berbunyi dan wanita muda itu menerimanya dengan cepat karena berasal dari Jackson.
"Halo Jackson," sapa Rossy.
"Rossy! Paket dari Athena sudah tiba kah?" tanya Jackson.
"Sudah!" jawab Rossy sambil memegang logo 'ATHENA' yang berada di atas kotak.
"Pakailah untuk kencan kita. See you soon," kata Jackson dengan suara lembut.
"Oke. See you soon," jawab Rossy.
Setelah menutup sambungan telepon dengan Jackson, Rossy menatap kotak berwarna merah muda itu dalam waktu yang lama.
Rossy khawatir Jackson akan mengirimnya gaun pesta. Gaun pesta sangatlah tidak cocok untuk dipakai ke taman bermain.
Rossy tidak ingin mengecewakan Jackson sehingga membulatkan hatinya untuk memakai pakaian apa pun yang berada di dalam kotak berwarna merah itu.
Mata Rossy berbinar-binar ketika melihat isi di dalam kotak berwarna merah muda itu.
Ada T-shirt hitam lengan pendek di padukan dengan jaket berwarna hitam dan celana jeans berwarna biru. Selain itu ada sepasang sepatu sneakers berwarna putih, kacamata hitam, dan tas kecil.
Rossy tersenyum lebar. Rossy sangat menyukai semua barang yang berada di dalam kotak berwarna merah muda.
Pakaian itu sangat cocok di pakai untuk ke taman bermain. Rossy segera mencoba pakaian barunya.
Kemudian Rossy duduk di depan meja rias dan merias wajahnya dengan make up tipis.
Rossy menyemprotkan minyak wangi di pergelangan tangan dan lehernya. Rambutnya dibiarkan tergerai.
Rossy tersenyum puas melihat pantulan penampilannya di cermin meja rias.
Rossy berjalan keluar dari kamar tidur. Chandra sedang duduk di ruang tamu sambil menunggu Rossy.
"Mommy cantik sekali," puji Chandra.
Rossy tersenyum dan menghampiri Chandra. "Chandra! Mommy keluar dulu ya. Kamu harus makan dinner tepat waktu nanti malam," pesan Rossy.
"Baik mommy,"jawab Chandra.
Pak Lesmana mengantar Rossy ke pintu depan Mansion Wijaya sambil tersenyum lebar.
"Nona Rossy! Selamat berkencan dengan tuan Jackson!" kata Pak Lesmana.
"Terima kasih Pak Lesmana,"jawab Rossy.
Pak Benyamin membukakan pintu mobil avanza biru untuk Rossy.
Pak Lesmana tetap berdiri di depan pintu masuk Mansion Wijaya sambil melihat kepergian mobil avanza biru.
"Ternyata tuan Jackson nge gym tiap pagi untuk persiapan kencan hari ini. Aku yakin tuan Jackson dan nona Rossy tidak akan pulang ke Mansion Wijaya malam ini," kata hati Pak Lesmana.
***
Selamat malam readers.
Bab ini author up pukul 21.30 WITA dan ceritanya sangat panjang ya ( hampir dua bab).
Author ga sanggup lanjutin lagi. Bisa-bisa up nya kemalaman 😅😅🙏
Lanjutan kencannya besok ya.
Penasaran kan abang Jackson pakai baju apa? Tebak yuk.
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE
__ADS_1