Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 94. Rahasia Wulan Sari


__ADS_3

**Ruang bermain anak Healing Hands Hospital***


Chandra menggunakan tangan kecilnya mengelap air mata di pipi Rossy. Rossy tidak bisa menahan tangisnya karena sangat syok dan masih tidak percaya ayahnya memberikan sebagian Restoran Hartono untuknya.


Restoran yang sudah menemaninya sejak kecil dan merupakan restoran pertama yang dirintis oleh Thomas Hartono dan Isabella.


Rossy Hartpno tahu Restoran Hartono sangat penting dan berharga untuk Thomas karena di dalamnya tersimpan banyak kenangan indah yang ditinggalkan oleh Isabella, ibu kandung Rossy sehingga Rossy tidak menyangka Thomas akan memberikan sebagian Restoran Hartono untuknya.


Beberapa saat kemudian Rossy bisa tenang setelah berhasil menenangkan perasaan hatinya yang bergejolak tadi. Rossy menatap ke arah Chandra.


"Chandra. Darimana kamu mengetahui hal ini? " tanya Rossy penasaran.


Chandra menemani Agung ke Restoran Hartono hanya untuk makan bakmi ayam legendaris saja sehingga tidak mungkin mendadak Chandra bisa mengetahui tentang hal ini.


Pasti ada kejadian lain di dalam Restoran Hartono yang bersangkutan dengan dirinya sehingga Chandra bisa mengetahuinya.


"Wulan Sari datang mencari kakek dan membujuk kakek untuk menjual Restoran Hartono," jawab Chandra.


"Apa?" teriak Rossy spontan.


Emosi Rossy meluap seketika ketika mendengar jawaban Chandra.


Wulan Sari. Ibu tirinya itu berani sekali meminta ayahnya menjual Restoran Hartono yang mempunyai banyak kenangan ibu kandung Rossy di dalamnya.


Rossy tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi. Apa lagi sekarang sebagian  Restoran Hartono adalah milik Rossy juga.


Rossy berusaha menahan emosinya karena tidak mau mengamuk di depan Chandra.


"Banyak agen properti yang tertarik untuk membeli Restoran Hartono dan menawarkan harga yang tinggi tetapi kakek tetap bersikeras untuk tidak menjualnya selama ini. Kemarin Wulan Sari datang ke restoran dan membujuk kakek lagi sehingga kakek bilang harus mendapatkan persetujuan dari mommy untuk menjual Restoran Hartono karena sebagian Restoran Hartono adalah milik mommy," kata Chandra.


Rossy menarik nanas lega setelah mendengar perkataan Chandra.


Untuk sementara Restoran Hartono bisa dipertahankan tetapi Rossy yakin Wulan Sari dan Violet pasti akan memikirkan cara yang licik untuk merampas Restoran Hartono dari tangannya.


Rossy menjadi khawatir apabila mengingat hal itu dan rasa kekhawatiran Rossy diketahui dengan jelas oleh Chandra.


"Mommy tenang saja. Restoran Hartono adalah milik mommy. Aki tidak akan membiarkannya di ambil oleh Wulan Sari dan Violet Hartono," kata Chandra dengan yakin.


"Iya. Mommy tahu Chandra akan melindungi mommy dan membantu memecahkan semua masalah yang menghalangi mommy," kata Rossy sambil tersenyum.


Rossy merasa sangat bahagia sekarang. Selama hidup berdua dengan Kelvin, Kelvin lah yang menjadi penyemangat hidup Rossy dan sekarang Chandra juga berjanji akan melindunginya. Rossy sangat mencintai kedua putra kembarnya ini.


"Mommy khawatir Wulan Sari akan menggunakan cara licik untuk mengambil Restoran Hartono kan?" tanya Chandra dengan serius.


Rossy menganggukkan kepalanya.


Rossy tidak menyangka Chandra bisa menebak isi pikirannya dengan tepat.

__ADS_1


"Mommy. Sewaktu aku menghacker data pribadi Violet dan Wulan Sari, aku menemukan satu rahasia yang sangat penting. Aku kira mommy berhak mengetahuinya sekarang," kata Chandra.


"Rahasia?" tanya Rossy sambil menatap wajah Chandra dengan intens.


Chandra menganggukkan kepalanya lagi dan memberikan handphonenya kepada Rossy untuk menunjukkan  rahasia itu.


Rossy melihat dengan saksama rahasia yang berhasil didapatkan oleh Chandra Wijaya. Ada beberapa file tulisan dan juga beberapa lembar foto.


Raut wajah Rossy semakin tegang ketika melihat semua file tulisan dan mengenali wajah orang di dalam foto itu. Tangan kanan Rossy menutup mulutnya sendiri untuk mencegahnya berteriak keras.


Sewaktu Violet Hartono dan Wulan menyebarkan gosip tentang Rossy beberapa waktu yang lalu,  rahasia ini sudah di dapat oleh Chandra pada saat itu dan Chandra menyimpannya untuk digunakan pada waktu yang tepat. Karena Wulan Sari mengincar Restoran Hartono milik Rossy maka Chandra ingin memberitahukan tentang rahasia ini ke Rossy.


Chandra ingin Rossy yang mengambil keputusan kapan akan mengungkapkan rahasia ini.


Rossy menarik nafas panjang dan mengembalikan handphone Chandra.


Sampai sekarang Rossy masih tidak bisa percaya dengan kenyataan yang dilihatnya.


Rossy tidak menyangka Wulan Sari berani melakukan hal itu di belakang ayahnya, Thomas. Selama ini Wulan Sari berhasil membohongi Thomas dan Rossy. Kalau saja Thomas mengetahui kebenaran yang disembunyikan Wulan Sari maka Rossy bisa memastikan Wulan Sari akan di usir dan di ceraikan oleh Thomas.


Chandra duduk dengan tenang sambil menunggu apa yang akan mommynya lakukan setelah mengetahui rahasia itu.


"Chandra. Untuk sementara rahasia ini jangan di ungkapkan dulu. Mommy akan mencari waktu yang tepat untuk mengungkapkannya," ucap Rossy setelah berpikir sejenak tentang tindakan apa yang seharusnya diambilnya sekarang.


Rossy khawatir Thomas tidak bisa menerima kenyataan apabila rahasia itu di ungkapkan terlalu cepat.


"Oke mommy. Semua keputusan ada di tangan mommy," jawab Chandra.


"Oke mommy. Bye bye mommy," jawab Chandra dengan patuh.


Walaupun Rossy masih ingin berduaan dengan Chandra tetapi Rossy menyadari pekerjaannya sebagai koki pribadi sehingga Rossy tidak bisa berlama-lama di luar dan harus pulang ke Mansion Wijaya.


Rossy selalu bersikap profesional terhadap pekerjaannya dan Rossy tidak ingin Jackson mempunyai alasan untuk menegurnya.


Rossy mempunyai firasat buruk bahwa Jackson akan mencarinya apabila dirinya belum pulang ke Mansion Wijaya.


***


Handphone Rossy berbunyi dan membuatnya terkejut karena apa yang baru saja dipikirkannya langsung menjadi kenyataan.


Jackson menelepon Rossy sehingga Rossy menjawab teleponnya dengan cepat karena tidak mau di marahi oleh Jackson.


"Halo tuan Jackson," sapa Rossy dengan sopan.


"Kamu masih di Healing Hands Hospital?" tanya Jackson dengan suara datar.


"I..iya. Aku sedang memesan taxi online untuk pulang ke Mansion Wijaya," jawab Rossy.

__ADS_1


Perkataan Rossy tidak sepenuhnya bohong karena memang Rossy merencanakan akan memesan taxi online dengan handphonenya tadi sebelum handphonenya berbunyi.


"Batalkan pesanan taxi online," ucap Jackson dengan tegas.


"Hah?  Aku harus pulang ke Mansion Wijaya dengan apa?" tanya Rossy dengan bingung.


"Tuan Jackson akan menghukumku untuk berjalan kaki pulang ke Mansion Wijaya kah?" kata hati Rossy.


"Pak Kuncoro sedang menuju ke sana. Kamu pulang ke Mansion Wijaya bersama Pak Kuncoro," jawab Jackson dan langsung menutup sambungan telepon seperti biasanya.


Rossy segera berlari ke lobi Healing Hands Hospital dan ternyata apa yang di katakan  Jackson adalah benar.


Mobil Land Rover Range Rover Velar berwarna hitam milik Jackson sudah berada di depan lobi Healing Hands Hospital.


"Nona Rossy," sapa Pak Kuncoro sambil membukakan pintu belakang mobil.


"Terima kasih Pak Kuncoro," ucap Rossy dan naik ke dalam mobil itu.


Rossy masih bertanya-tanya di dalam hatinya mengapa Jackson menyuruh Pak Kuncoro datang menjemputnya pulang ke Mansion Wijaya. Padahal ini adalah mobil pribadi Jackson.


Dalam hati kecilnya Rossy merasa senang karena dirinya tidak perlu menggunakan taxi online hari ini.


Rossy masih merasa takut dan traumadengan penculikan kemarin sewaktu dirinya menunggu taxi online.


"Pak Kuncoro. Tuan Jackson sudah berada di Perusahaan Wijaya kah?" tanya Rossy.


"Iya nona Rossy. Tuan Jackson menyuruhku datang ke Healing Hands Hospital untuk menjemput nona Rossy setelah tiba di Perusahaan Wijaya tadi," jawab Pak Kuncoro.


"Apakah dia mengkhawatirkanku karena peristiwa penculikan kemarin?" kata hati Rossy.


Entah mengapa Rossy ingin mempercayai alasan yang terpikir oleh otaknya adalah alasan Jackson menyuruh Pak Kuncoro menjemputnya.


Pemikiran Rossy tidaklah salah sepenuhnya. Ketika Jackson tiba di Perusahaan Wijaya, dia tanpa ragu menyuruh Pak Kuncoro kembali ke Healing Hands Hospital untuk menjemput Rossy.


Jackson sengaja menelepon Rossy untuk memberitahukannya mengenai hal itu karena Jackson tidak ingin Rossy pulang dengan taxi online.


Jackson merasa lebih tenang jika Rossy berada di dalam mobilnya daripada  di dalam taxi online.


***


Selamat sore readers.


Hari ini author LYTIE up 2 bab ya.



UP 2 BAB UP 2 BAB UP 2 BAB

__ADS_1


UP 2 BAB UP 2 BAB UP 2 BAB


UP 2 BAB UP 2 BAB UP 2 BAB


__ADS_2