
***Kamar pasien VVIP Kelvin Hartono***
Rossy mendorong kursi roda Jackson menuju kamar pasien VVIP.
"Selamat pagi tuan Jackson! Nona Rossy," sapa Robin yang berjaga di depan pintu kamar pasien VVIP.
Jackson menjawab sapaan itu dengan menganggukkan kepala.
"Pagi Pak Robin." Rossy membalas menyapa Robin sambil tersenyum.
Robin membantu membukakan pintu kamar sehingga Rossy bisa mudah masuk ke dalam kamar sambil mendorong kursi roda Jackson.
Rossy melihat Kelvin sedang duduk dengan tenang di depan meja sambil memegang buku yang tebal.
Kelvin kelihatan sangat berkonsentrasi dengan bukunya dan tidak menyadari kedatangan Jackson dan Rossy.
Rossy tahu pasti Kelvin sedang berpura-pura di depan Jackson.
Selama bersama Rossy, Kelvin selalu menjadi anak yang aktif dan tidak akan pernah duduk tenang seperti sekarang ini.
Hampir saja Rossy mengira anak laki-laki yang sedang duduk dengan tenang sambil membaca buku itu adalah Chandra
"Dasar Vin Vin. Pintar banget berakting," kata hati Rossy.
Jackson yang melihat putranya sangat tekun belajar walaupun sedang sakit membuat Jackson merasa bangga.
Tidak sia-sia Jackson membelikan banyak buku untuk menemani putranya selama berada di rumah sakit.
"Chandra. Giat belajar itu baik. Tetapi kamu harus membagi waktu antara belajar dan istirahat yang benar ya," kata Jackson dengan lembut.
Kelvin berekspresi terkejut, seolah-olah baru menyadari kedatangan Jackson dan Rossy.
Kelvin meletakkan bukunya di atas meja dan berlari ke arah Jackson Wijaya.
"Daddy! I miss you," kata Kelvin sambil melihat Jackson yang duduk di atas kursi roda.
"Kaki daddy terluka?" tanya Kelvin dengan nada khawatir.
Kelvin sama sekali tidak tahu tentang cedera pinggang Jackson.
Kelvin mengira Jackson sedang sibuk bekerja sehingga tidak bisa datang menjenguknya.
__ADS_1
"Jangan khawatir Chandra. Daddy hanya cedera pinggang. Tidak lama lagi akan sembuh. Om Felix yang menganjurkan untuk memakai kursi roda," jawab Jackson sambil memegang kepala Kelvin.
"Lain kali daddy harus lebih berhati-hati lagi. Jangan sampai cedera lagi," pesan Kelvin.
"Daddy terluka karena menolong seseorang yang ceroboh," kata Jackson sambil melirik ke Rossy.
Rossy tersenyum canggung mendengar perkataan Jackson.
Kelvin yang cerdik tahu pasti seseorang yang ceroboh dan di tolong oleh Jackson adalah Rossy setelah melihat interaksi antara mereka berdua.
"Wah benarkah? Daddy memang hero. Daddy menolong aunty yang cantik kah? Aunty itu harus membalas budi daddy dengan menikahi daddy," kata Kelvin spontan.
Mata Rossy membulat besar menatap ke arah Kelvin Hartono.
"Dasar Vin Vin. Awas ya. Nanti mommy cubit deh," kata hati Rossy.
Sementara itu Jackson terdiam sejenak memikirkan perkataan Kelvin.
Jackson tahu benar Rossy sangat menyukainya dan ingin menjadi istrinya. Mungkin saja Rossy selama ini sudah berhasil mengambil hati putranya sehingga Chandra mendukung Rossy menjadi istri Jackson sehingga pria muda itu curiga Kelvin mengetahui orang yang di tolongnya adalah Rossy karena Rossy Hartono yang memberitahukannya kepada Kelvin.
Jackson sangat percaya dengan pemikiran narsis nya.
"Dari drakor yang sering saya nonton daddy," jawab Kelvin jujur.
Sewaktu tinggal di Amerika, Kelvin selalu menemani Rossy menonton drakor setiap kali Rossy libur kerja.
"OMG," teriak hati Rossy setelah mendengar jawaban Kelvin.
"Drakor? Sejak kapan kamu mulai menonton drakor?" tanya Jackson.
Chandra sama sekali tidak pernah menonton drakor, apalagi film kartun jenis lainnya yang disukai anak seusianya. Selera Chandra sama persis dengan Jackson. Chandra suka menonton National Geographic Channel dan juga Channel News Asia.
Kelvin sadar dirinya sudah melakukan kesalahan yang bisa menyebabkan identitasnya terbongkar sehingga Kelvin berpikir keras alasan yang akan diberikannya kepada Jackson.
Kelvin dengan ingatannya yang kuat akhirnya berhasil menemukan alasan yang tepat.
"Aku tahu dari percakapan kakak suster sewaktu mereka memeriksa keadaanku. Mereka membahas beberapa judul drakor yang bagus sehingga aku pun ikut menontonnya di dalam kamar ini. Sorry daddy. Aku tidak akan menontonnya lagi," kata Kelvin sambil menunduk di depan Jackson dan memperlihatkan ekspresi wajah menyesal.
Sekarang Kelvin sudah tahu bagaimana cara tepat menghadapi Jackson yaitu dengan mengakui kesalahan secepatnya jika tidak ingin di pukul pantat lagi oleh Jackson.
Kelvin merasa malu jika di pukul pantatnya oleh Jackson di hadapan mommynya, Rossy.
__ADS_1
Jackson merasa tidak tega dan kasihan melihat Kelvin yang tulus meminta maaf kepadanya.
"Mungkin hanya pemikiranku saja. Rossy tidak mungkin meminta Chandra melakukan hal itu. Lagipula aku yang meminta Chandra membagi waktu antara belajar dan beristirahat. Selama Chandra sakit dan harus menginap di rumah sakit, dia pasti merasa bosan sehingga menonton drakor untuk menghilangkan rasa bosannya," kata hati Jackson.
Rossy yang berdiri di belakang Jackson merasa khawatir dan menunggu dengan perasaan gelisah akan tanggapan dari Jackson. Rossy melirik ke Jackson untuk melihat ekspresi wajah Jackson.
"Apakah tuan Jackson akan mempercayai perkataan Kelvin?" kata hati Rossy setelah melihat Jackson terdiam dalam waktu yang lama.
"Chandra. Daddy tidak menyalahkanmu. Kamu boleh menonton drakor," kata Jackson sambil mengangkat dagu Kelvin sehingga Kelvin melihat tepat ke wajah Jackson.
Kelvin merasa lega setelah melihat wajah Jackson yang tenang dan tidak ada kemarahan yang terpancar dari sana.
"Thank you daddy. You are the best. I love you I love you I love you," kata Kelvin berulang-ulang dengan mata berbinar-binar menatap Jackson.
Jackson merasa geli dengan sikap Kelvin yang begitu cepat berubah. Tadinya Kelvin sangat murung dan menunduk di hadapannya. Sekarang malahan menjadi lincah dan menatapnya dengan mata berbinar-binar.
Suasana hati Jackson menjadi terpengaruh dengan kelincahan dan kepolosan Kelvin sehingga tanpa sadar Jackson pun ikut tertawa kecil.
Rossy terpana melihat senyuman lebar yang terlihat di sudut bibir Jackson. Suara ketawa kecil Jackson mengalir dengan lembut di dalam telinga Rossy.
Rossy melihat dengan jelas tatapan mata Jackson yang penuh kasih sayang ke arah Kelvin.
Selama bekerja di Mansion Wijaya, ini pertama kalinya Rossy melihat Jackson tertawa dengan begitu bahagia.
Rossy mengakui di dalam hatinya, walaupun sekarang Jackson sedang duduk di atas kursi roda, itu tidak akan menghilangkan sedikit pun pesona yang di pancarkan oleh Jackson.
Hubungan Jackson dan Kelvin yang akrab walaupun mereka hanya bersama dalam waktu yang singkat membuat Rossy pun ikut bahagia dan tersenyum sambil memandangi mereka.
Mata Rossy menatap terus wajah Jackson karena Rossy ingin melihat lagi senyuman di bibir Jackson yang bisa menyejukkan hatinya.
***
Selamat siang readers.
Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya hari ini juga ya. Akan ada sesuatu yang terjadi di kamar pasien VVIP Kelvin .
Untuk sementara biarkan saja Rossy menatap wajah Jackson dalam waktu yang lama 😄😄😄
Salam Sayang
Author : LYTIE
__ADS_1