Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 247. Dua rencana yang berlainan


__ADS_3

**Pondok Tempoe Doeloe***


Pondok Tempoe Doeloe adalah Restoran Sunda dan memiliki banyak menu masakan Indonesia yang terkenal. Salah satu menunya yang terkenal adalah ikan gurame goreng.


Violet berjalan masuk ke dalam 'Pondok Tempoe Doeloe' dengan syal yang membungkus kepalanya dan mengenakan kacamata hitam.


Violet celingak-celinguk mencari sosok Wulan Sari. Beberapa saat kemudian Violet mengenali punggung Wulan Sari dan kebetulan meja di belakang Wulan Sari kosong sehingga Violet segera duduk di sana.


Tubuh Wulan Sari dan Violet saling membelakangi. Violet menunduk sambil berpura-pura  membaca menu.


Padahal Violet edang menajamkan pendengarannya untuk menguping apa yang akan  Wulan Sari bicarakan dengan seorang pria.


Wulan Sari sama sekali tidak menyadari kehadiran Violet.


Tadi Violet melihat jelas seorang pria berpenampilan preman duduk di hadapan Wulan Sari.


"Kenapa mom bertemu dengan pria ini? Apa hubungan mereka?" kata hati Violet.


***


Boris sedang menikmati ikan gurame goreng yang dipesannya sehingga Wulan Sari menahan diri untuk tidak bicara.


Boris adalah pria yang arogan dan tidak suka diganggu ketika sedang menikmati makanannya.


Beberapa saat kemudian Boris melirik ke arah Wulan Sari yang duduk diam di hadapannya, tetapi Boris bisa merasakan Wulan Sari sedang gelisah dan ingin meminta pertolongan darinya.


Wulan Sari tidak pernah mengajaknya bertemu di malam hari karena takut ketahuan oleh Thomas.


Pada awalnya Boris juga merasa terkejut sewaktu mendapatkan sms dari Wulan Sari yang menanyakan dimana dia sedang berada.


"Wulanku sayang. Kamu rindu padaku? Padahal kita baru bertemu tadi pagi," ucap Boris sambil tertawa kecil.


Wajah Violet menjadi pucat seketika setelah mendengar perkataan Boris.


"Mom ada hubungan mesra dengan preman tua itu?" kata hati Violet.


"Boris. Aku ingin minta pertolonganmu," ujar Wulan Sari tanpa basa-basi.


"Apa?" tanya Boris.


"Culik anak tiriku sabtu ini!" jawab Wulan Sari.


"Wanita yang sama dengan yang waktu itu?Rossy? " tanya Boris.


"Iya," jawab Wulan Sari.


"Calon suaminya, Jackson Wijaya mempunyai anak buah yang handal. Aku tidak akan melakukan bisnis yang  rugi," tolak Boris.

__ADS_1


Boris tahu jelas Bagaskara dan bodyguard Jackson Wijaya yang mematahkan tangan dan kaki kedua bawahannya.


Boris juga sudah melihat video lamaran romantis Jackson Wijaya ke Rossy Hartono di taman bermain sehingga Boris tidak mau mencari masalah yang bisa membuatnya rugi.


"Hanya menculik dan mengurungnya semalam saja. Besoknya aku akan menemuinya dan melepaskannya. Jika berhasil, uang lima puluh juta akan menjadi milikmu. Kamu tidak melukainya, jadi Jackson Wijaya tidak akan membuat perhitungan dengamu," jawab Wulan Sari dengan suara bergetar.


Wulan Sari juga takut akan pembalasan dari Jackson Wijaya sehingga hanya ingin mengurung Rossy semalaman untuk mencegah Rossy bertemu dengan Thomas.


Kemudian besok paginya Wulan Sari akan memaksa Rossy menandatangani pengalihan sebagian Restoran Hartono atas nama Rossy ke dirinya sendiri.


Selama ini Wulan Sari menjaga hubungan baik dengan agen Ray Black Property yang menawarkan harga beli paling tinggi di antara agen property lainnya.


Yang paling penting bagi Wulan Sari adalah melepaskan diri dari Boris yang semakin lama mengekangnya.


Wulan Sari akan memalsukan tanda tangan Thomas dan segera menjual Restoran Hartono. Setelah itu Wulan Sari akan membawa Violet melarikan diri ke luar negeri dengan uang yang banyak.


Wulan Sari tahu Thomas pasti tidak akan mau ikut dengannya karena masih ada Rossy di sini


Sekarang Wulan Sari sudah sadar dirinya sama sekali tidak bisa memiliki Thomas seutuhnya.


Jadi Wulan Sari bertekad lebih baik mendapatkan uang yang banyak dan meninggalkan Bali bersama Violet.


"Lima puluh juta?" tanya Boris dengan mata berbinar-binar.


"Iya benar," jawab Wulan Sari dengan yakin.


"Wulan pasti mengira mudah membodohiku. Lima puluh juta? Dia berani membayar lima puluh juta berarti uangnya lebih dari itu. Tidak di sangka banyak juga uang Thomas yang diambil oleh Wulan, " kata hati Boris.


"Kamu sudah pulang dari luar kota sabtu ini?" tanya Wulan Sari.


"Sabtu sore! Aku akan mengatur dua anak buahku yang pintar berkelahi untuk menculiknya. Tunggu teleponku sabtu ini!" kata Boris.


"Baiklah," jawab Wulan Sari.


Wulan Sari memanggil pelayan restoran dan memesan satu porsi ikan gurame goreng untuk di bawa pulang.


***


Sementara itu salah satu pelayan restoran mendekati meja Violet.


"Kakak mau pesan apa?" tanya pelayan restoran.


"Aku tidak jadi makan di sini," jawab Violet dan segera berdiri dari kursinya dan berjalan meninggalkan Pondok Tempoe Doeloe.


Violet tahu Wulan Sari akan pulang setelah pesanan makanannya siap sehingga Violet harus lebih cepat tiba di rumah Hartono.


Violet segera memesan taxi online dengan handphone miliknya.

__ADS_1


***


Dalam perjalanan pulang ke rumah Hartono, Violet memikirkan kembali perkataan Wulan Sari dengan pria preman itu, yang dipanggil dengan nama Boris.


Violet tidak peduli Boris  memanggil Wulan Sari dengan panggilan sayang dan sama sekali tidak mau mencari tahu apa hubungan Wulan Sari dengan Boris.


Yang menjadi fokus Violet saat ini adalah rencana penculikan terhadap Rossy.


"Mom sangat penakut! Kenapa hanya menculik dan mengurung Rossy saja? Seharusnya sekalian memotret tubuh polos Rossy dan  menyebarkannya," kata hati Violet.


Violet tahu Wulan Sari meminta Boris menculik Rossy untuk memaksa Rossy menandatangani surat pengalihan kepemilikan Rossy atas Restoran Hartono ke tangan Wulan Sari.


Sewaktu pesta pertunangannya dengan Febrian beberapa waktu yang lalu, Wulan Sari juga mempunyai rencana itu. Hanya saja waktu itu Wulan Sari ingin membuat Rossy hancur total  dengan pil obat itu. Akan tetapi sekarang? Rossy hanya akan di kurung saja sehingga membuat Violet marah dan kesal.


Beberapa saat kemudian senyum sinis mengembang di sudut bibir Violet.


"Aku masih mempunyai kartu kredit. Sabtu ini aku juga akan mengikuti Rossy secara diam-diam dan mengiming-iming uang kepada anak buah Boris untuk sekalian memotret tubuh polos Rossy. Bahkan mereka boleh bersenang-senang dengan Rossy. Mereka pasti tidak akan menolaknya," kata hati Violet.


Violet berencana menarik sepuluh juta uang tunai dari kartu kreditnya melalui ATM.


Violet yakin uang sepuluh juta itu  bisa menyuap anak buah Boris untuk melakukan perintahnya.


"Rossy! Kebahagianmu akan menjadi penderitaan dan tangisan  sabtu ini!" kata hati Violet.


***


Ketika Wulan Sari pulang ke rumah Hartono, dengan senang hati Violet menyambut kedatangannya.


Violet makan ikan gurame goreng itu dengan lahap dan suasana hati yang gembira.


Violet sudah tidak sabar lagi menunggu hari sabtu tiba.


Violet sama sekali tidak akan menyangka rencananya itu akan berubah menjadi senjata yang nantinya akan melukainya sendiri.


***


Halo readers tercinta. Bab ini author up pukul 16.00 WITA. Banyak teman author mengeluh NT lg error dsn review lama hari ini.


Mudah-mudahan bab ini segera muncul di aplikasi ya.


Terima kasih dukungannya untuk readers dan readers yang sudah mampir di novel baru .


Cover novel baru diganti oleh Noveltoon.



TERIMA KASIH

__ADS_1


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2