
***Perusahaan Wijaya***
Kedua security Perusahaan Wijaya hanya menjalankan tugas mereka dengan baik.
Mereka yakin Jackson memecat Violet pasti dikarenakan kesalahan Violet sehingga mereka berdua harus segera menyingkirkan wanita itu dari Perusahaan Wijaya sebelum Jackson kembali.
"Lepaskan! Lepaskan! Aku tidak mau pergi!" Violet berteriak keras seperti orang gila dan kedua security itu sama sekali tidak peduli.
Mereka berdua berhasil mengeluarkan Violet dari Perusahaan Wijaya dengan mudah, lalu menutup pintu masuk Perusahaan Wijaya.
Pintu masuk Perusahaan Wijaya terbuat dari kaca besar yang transparan. Kedua security mengawasi Violet melalui kaca transparan itu.
Jika Violet masih nekat menerobos masuk ke dalam Perusahaan Wijaya, maka kedua security tidak akan segan mengusir Violet ke tempat yang lebih jauh.
Violet memeluk erat tas tangannya sambil menatap bangunan Perusahaan Wijaya dengan penuh kebencian.
"Awas kamu , Rossy! Semua gara-gara kamu, aku di permalukan! Aku akan balas dendam!" teriak hati Violet.
"Apa yang terjadi?" Seorang pria berjalan mendekati Violet dan melihat penampilannya dari atas kepala sampai ujung kaki.
"Seperti orang gila!" kata hati Indra.
Pria itu adalah Indra yang ingin keluar untuk lunch dan melihat Violet di giring oleh kedua security Perusahaan Wijaya sehingga Indra menghentikan niatnya untuk masuk ke dalam mobilnya dan menghampiri Violet terlebih dahulu.
Indra ingin mencari tahu apa yang sedang terjadi. Indra yakin pasti berhubungan dengan Jackson.
"Pak Indra! Aku di pecat!" kata Violet sambil berlinang air mata.
Indra mempunyai jabatan yang tinggi di Perusahaan Wijaya sehingga Violet ingin mendapatkan belas kasihan dari Indra. Mungkin saja Indra bisa membuatnya bekerja lagi di Perusahaan Wijaya.
"Pak Bowo!" Indra memanggil sopirnya yang berdiri di depan mobilnya.
"Iya Tuan Indra!" jawab Pak Bowo.
"Bantu papah nona ini ke mobilku!" perintah Indra sambil berjalan menuju mobilnya.
Indra merasa malu harus memapah Violet yang berpenampilan seperti orang gila sehingga menyuruh sopirnya yang melakukan hal itu.
Indra ingin mendapatkam informasi dari mulut Violet. Oleh karena itu, Indra dengan terpaksa harus bersikap baik di depan Violet.
Violet tertawa girang di dalam hatinya karena mengira Indra iba kepadanya dan dengan senang hati masuk ke dalam mobil Indra.
***
Di dalam mobil Indra, Violet masih berakting menangis tersedu-sedu.
Kepala Indra hampir pecah mendengar tangisan Violet Hartono.
"Tuan Indra! Kita mau ke mana sekarang?" tanya Pak Bowo sambil membalikkan tubuhnya ke arah kursi belakang mobil.
__ADS_1
"Violet! Kamu tinggal di mana?" tanya Indra.
"Jalan Teuku Umar," jawab Violet di sela-sela isak tangisnya.
"Pak Bowo! Ke jalan Teuku Umar!" ucap Indra.
"Baik Tuan Indra!" jawab Pak Bowo dan berkonsentrasi menyetir mobilnya.
Indra menyodorkan satu kotak tisu ke Violet. "Terima kasih Pak Indra!" kata Violet dan mengelap air matanya dengan tisu.
Violet tidak menyadari matanya yang bengkak, dipadu hidung, dan pipi yang kebiruan membuat wajahnya sangat mengerikan serta aneh di pelupuk mata Indra.
Indra memaksakan dirinya bertahan untuk melihat wajah Violet.
"Kenapa kamu bisa di pecat?" tanya Indra.
Indra tidak mau berbasa-basi terlalu lama dengan Violet sehingga langsung masuk ke dalam inti pembicaraan.
"Karena...karena aku keluar dari Perusahaan Wijaya tanpa izin untuk menjemput keponakanku," jawab Violet.
Violet berbohong dan menutupi kenyataan dirinya mengikuti Jackson secara diam-diam.
Sewaktu di Healing Hands Hospital, Violet berhasil menguping pembicaraan Jackson dan Rossy sehingga tahu mereka ada di sana untuk menjemput Kelvin pulang .
Tentu saja Indra tahu Violet sedang berbohong kepadanya dan tidak mempermasalahkannya.
"Keponakanmu? Maksudmu anak Rossy?" tanya Indra untuk meyakinkan dugaannya.
"Iya. Rossy melarangku ikut menjemput putranya dan mengadu kepada Tuan Jackson bahwa aku bolos kerja sehingga Tuan Jackson memecatku," jawab Violet sambil mengepalkan kedua tangannya.
Indra tersenyum tipis melihat ekspresi kebencian dari wajah Violet terhadap Rossy.
"Ternyata begitu. Jackson sangat menyukai Rossy dan pasti mempercayai semua perkataannya," kata Indra.
Violet menggigit bibir bawahnya dengan keras setelah mendengar perkataan Indra Wijaya.
"Pak Indra bisa menolongku kah? Aku ingin tetap bekerja di Perusahaan Wijaya," pinta Violet.
"Perusahaan Wijaya dipegang alih oleh Jackson sekarang. Kamu di pecat oleh Jackson secara langsung. Aku tidak bisa melakukan apa pun," tolak Indra.
Dari penampilan Violet yang menyedihkan hari ini, Indra yakin Violet hanyalah wanita bodoh yang tidak akan bisa membantunya sama sekali sehingga Indra ingin mendepaknya jauh-jauh.
Lagi pula informasi penting mengenai anak kembar Jackson yang selama ini ingin diketahui oleh Indra, sudah diketahuinya sekarang.
"Baguslah! Anak Jackson sudah keluar dari rumah sakit! Aku bisa menjalankan rencanaku!" kata hati Indra.
Violet merasa kecewa dengan jawaban Indra, tetapi berusaha menyembunyikannya.
"Pak Indra! Apakah bisa berhenti di apotek sebentar. Aku ingin membeli obat untuk mengobati lukaku," ucap Violet yang merasakan siku tangannya semakin perih karena di seret oleh kedua security tadi.
__ADS_1
"Maaf, Violet! Aku masih harus meeting! Aku hanya bisa mengantarmu ke rumah saja!" jawab Indra.
"Baiklah," ucapViolet dengan suara kecil.
Indra mengeluarkan handphone dari kantong celananya dan berpura-pura mengecek email supaya Violet tidak mengajaknya berbicara lagi.
Indra yakin luka di tubuh Violet didapatkan dari rumah sakit Healing Hands Hospital.
Wanita bodoh yang hanya bisa mengeluh, menangis, dan marah di sampingnya ini tidak akan bisa digunakannya untuk melawan Jackson.
Semula Indra mengira Violet akan mempunyai rencana yang bagus dalam mendekati Jackson dan ternyata Violet sangat bodoh. Wanita bodoh itu sama sekali tidak bisa menarik perhatian Jackson.
Indra lebih suka menggunakan wanita yang pintar dan bisa membantunya menghadapi Jackson.
Beberapa saat kemudian Violet tiba di rumah Hartono setelah menunjukkan posisi rumahnya kepada Pak Bowo.
Violet turun sendiri dari mobil tanpa di bukakan pintu mobil oleh Pak Bowo.
Begitu Violet menutup pintu mobil, mobil langsung melaju cepat meninggalkannya. 😂
***Rumah Hartono***
Wulan Sari sedang duduk lesu di ruang tamu sehabis pulang dari aktivitas rutinnya dengan Boris setiap pagi. 😑
Besok pagi Wulan Sari bisa bebas beberapa hari karena Boris akan keluar kota dan belum ada kepastian kapan kembali, tetapi Wulan Sari yakin Boris akan meminta bayaran bonus double ketika sudah pulang ke Bali.
Wulan Sari merasa muak harus melayani Boris setiap hari dan bertekad akan mencari cara secepatnya untuk melepaskan jeratan Boris.
Wulan Sari harus memegang uang yang banyak supaya Boris tidak bisa menemukannya dan satu-satunya cara mendapatkan uang itu adalah menjual Restoran Hartono secepatnya.
Violet sudah bekerja beberapa hari di Perusahaan Wijaya dan belum ada kabar baik sama sekali.
***
Terdengar suara pintu rumah di buka dari luar, sehingga Wulan Sari segera duduk rapi karena mengira Thomas yang pulang.
Wulan Sari terkejut melihat putri kesayangannya pulang dalam kondisi menyedihkan.
***
Halo Readers tercinta. Author mau mengucapkan SELAMAT HARI NATAL untuk readers yang merayakannya 🥳🥳🥳
Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya 🤗🤗🙏
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE
__ADS_1