Anak Genius : CEO & His Private Chef

Anak Genius : CEO & His Private Chef
BAB 224. Ciuman yang manis


__ADS_3

***Ruang praktik Felix Wilson***


Michelle memegang pipi Felix yang terasa lembut dan kenyal di tangannya sehingga membuat Michelle ketagihan untuk membelai pipi Felix berkali-kali.


Michelle tersenyum kecil karena Felix sama sekali tidak terbangun dari tidur pulasnya.


Sewaktu shift kerja malam tadi, Michelle mendengar pembicaraan beberapa suster tentang Felix yang datang pagi-pagi ke Healing Hands Hospital untuk memeriksa pasien di kamar VVIP. Kemudian meeting dengan beberapa dokter spesialis selama satu jam sebelum meninggalkan Healing Hands Hospital.


Michelle tahu Felix pasti kecapekan dan tertidur pulas sekarang karena sudah pagi-pagi ke Healing Hands Hospital untuk memeriksa keadaan Kelvin.


***


Michelle melihat jam tangan di pergelangan tangannya.


"Sudah hampir jam dua belas malam. Aku harus membangunkan Felix," kata hati Michelle.


Michelle merasa tidak tega membangunkan Felix yang sedang tertidur pulas, tetapi Michelle merasa akan lebih berbahaya jika Felix menyetir terlalu larut malam setelah mengantarnya pulang.


"Felix! Felix!" Michelle Angela memanggil Felix dengan suara lembut.


Felix sama sekali tidak terbangun dari tidur pulasnya sehingga Michelle lebih mendekatkan wajahnya ke tubuh Felix supaya pria muda itu bisa mendengar jelas suaranya.


"Felix! Felix!" Michelle mengulang lagi panggilannya ke Felix dan kali ini di sertai tepukan lembut di tangan Felix.


Michelle tersenyum ketika melihat Felix membuka kedua matanya yang terpejam secara perlahan.


"Angel," gumam Felix dengan suara kecil dan tidak begitu jelas terdengar oleh Michelle.


"Hah?" kata Michelle sambil lebih mendekatkan lagi wajahnya ke wajah Felix.


Felix menangkupkan kedua tangannya ke wajah Michelle dan mencium bibir gadis muda itu dengan lembut.


Mata Michelle membulat besar karena mendapatkan ciuman mesra yang sangat tiba-tiba dari Felix.


Michelle hanya bisa duduk mematung dan membiarkan Felix mencium bibir ranumnya dengan lembut dan menyeluruh.


Michelle bisa merasakan detak jantungnya yang semakin kencang sehingga tanpa sadar kedua tangannya meremas kemeja Felix.


Lama kelamaan Michelle pun membalas ciuman Felix yang berhasil menghipnotis pikiran bawah sadarnya


Felix masih menikmati manisnya bibir ranum Michelle. Felix mengira dirinya masih berada di alam mimpi sehingga tidak ingin bangun dari mimpinya sekarang.


Setiap malam Felix selalu memimpikan Michelle dan anehnya mimpinya saat ini terasa begitu nyata sehingga Felix semakin enggan untuk mengakhiri ciumannya dengan Michelle. 😂


***


Suara alarm dari handphone Felix di atas meja yang berada di depan sofa, membuat Felix tersadar dan ingin bangun dari mimpinya.


Felix melepaskan ciumannya dari bibir ranum Michelle dengan berat hati.


Felix memang sengaja menyetel alarm di handphone sebelum tidur sebentar tadi. Felix menekan tombol di handphone untuk mematikan suara alarm yang masih berbunyi nyaring di dalam ruang praktiknya.

__ADS_1


Felix terkejut melihat Michelle duduk di sampingnya dengan pipi dan telinga yang merona merah.


Felix tersadar tadi dirinya bukan sedang bermimpi melainkan berciuman dengan Michelle dalam waktu yang lama.


Felix segera memegang tangan Michelle. "Maaf Michelle. Tadi aku menciummu," kata Felix sambil menatap wajah Michelle.


Felix takut tindakan agresifnya tadi akan membuat Michelle menjaga jarak dan tidak mau berpacaran dengannya lagi.


Michelle melihat dengan jelas ekspresi wajah bersalah Felix.


"Tidak apa-apa Felix," jawab Michelle.


"Kamu...kamu tidak marah?" tanya Felix dengan hati-hati.


Michelle menggelengkan kepalanya secara perlahan.


"Terima kasih Michelle," kata Felix dan memeluk Michelle secara spontan.


Michelle tersenyum kecil mendengar perkataan Felix.


***


Beberapa saat kemudian Felix melepaskan pelukannya dan menatap wajah Michelle.


"Jadi aku boleh mengulanginya lagi?" tanya Felix dengan suara bergetar dan mata yang berbinar-binar.


Michelle sadar Felix adalah pria yang sangat polos dan tidak akan mengulangi lagi ciuman itu jika tidak mendapatkan persetujuan darinya.


Michelle Angela menganggukkan kepalanya dengan yakin ke Felix.


"Boleh," jawab Michelle sambil tersipu malu.


Felix memajukan wajahnya dan langsung mencium bibir ranum Michelle dengan lembut. Tangannya memeluk erat pinggang Michelle.


Michelle memejamkan kedua matanya dan merangkulkan kedua tangannya ke leher Felix.


Mereka berdua bisa saling mendengar suara detak jantung masing-masing yang berdegup kencang.


"Ternyata memang benar ciuman nyata lebih manis dari pada ciuman di dalam mimpi," kata hati Felix.


Beberapa saat kemudian Felix menghentikan ciumannya dari bibir ranum Michelle setelah merasakan gejolak membara darah mudanya yang menginginkan hal yang melebihi ciuman.


Felix sudah cukup puas dengan pelukan dan ciumannya bersama Michelle. Wajah dan telinga mereka berdua merona merah seperti kepiting rebus.


"Michelle. Ayo kita pulang sekarang," ajak Felix.


Michelle menganggukkan kepalanya .


Mereka berdua berdiri dari kursi sofa. Felix menggandeng tangan Michelle dan berjalan meninggalkan ruang praktiknya menuju tempat parkir khusus dokter.


Di dalam mobil BMX X1 warna mediteranean blue, Felix membantu Michelle memasangkan seat belt sebelum mengemudikan mobilnya menuju rumah kontrakan Michelle.

__ADS_1


***


"Michele. Besok kamu shift kerja siang kan?" tanya Felix sambil menyetir.


"Iya,"jawab Michelle.


"Besok aku akan menjemputmu. Mulai hari ini aku akan mengantarmu pulang pergi ke Healing Hands Hospital," kata Felix.


"Oke," jawab Michelle sambil tertawa kecil karena teringat akan perkataan Rossy bahwa Felix adalah pangeran siang bolong dan sopir pribadinya sekarang.


Felix menghentikan laju mobilnya karena lampu merah dan menggunakan kesempatan ini untuk melihat Michelle.


"Kenapa tertawa? Ada yang lucu?" tanya Felix dengan suara lembut dan menyentil hidung mancung Michelle.


"Rossy bilang kamu adalah pangeran siang bolong dan sopir pribadiku sekarang," jawab Michelle dengan jujur.


"Pangeran siang bolong?" tanya Felix sambil menjalankan mobilnya karena lampu lalu lintas sudah berubah warna menjadi hijau.


Michelle hanya tersenyum simpul melihat kebingungan Felix tanpa berniat menjelaskannya.


Lima belas menit kemudian, mobil BMW X1 warna mediteranean blue berhenti di depan rumah kontrakan Michelle.


"Michelle," panggil Felix ke Michelle yang sedang membuka seat belt.


"Iya," jawab Michelle.


"Bukan hanya pangeran siang bolong. Aku ingin menjadi pangeran pagi dan malam harimu," ucap Felix.


"Baiklah," jawab Michelle sambil tersipu malu.


Felix turun dari mobilnya dan membuka pintu mobil untuk Michelle.


Felix berdiri di samping Michelle yang sedang membuka pintu rumah kontrakannya.


"Bye bye Felix," ucap Michelle.


"Bye bye Michelle," balas Felix dan mencium puncak kepala Michelle sebelum gadis muda itu masuk ke dalam rumah kontrakannya.


"Felix! Hati-hati di jalan. Aku tunggu smsmu," kata Michelle dari dalam pagar rumah kontrakannya.


"Oke," jawab Felix sambil tersenyum lebar.


Felix mengemudikan mobil BMW X1 warna mediteranean blue meninggalkan rumah kontrakan Michelle.



Halo readers tercinta. Ditunggu dukungannya untuk novel ini ya 🥰🥰


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG

__ADS_1


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2